共有

Bab 115

last update 公開日: 2026-08-08 14:06:51

Ketukan palu majelis hakim kembali membelah ketegangan yang menggantung kaku di dalam ruang sidang.

Pihak Rafael masih tersenyum puas, meyakini tuduhan perselingkuhan mereka berhasil mem pojokkan Selina.

Namun, kejayaan singkat itu seketika runtuh saat Edward melangkah tenang menuju meja majelis hakim.

"Yang Mulia, kami telah mendengarkan seluruh narasi fiktif yang disusun oleh Pihak Tergugat," ujar Edward.

"Kini izinkan kami menyerahkan fakta hukum yang sebenarnya terjadi di balik dinding ruma
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 118

    Selina duduk termenung di sofa ruang tengah penthouse, menatap kosong ke arah jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan kota.Wajahnya pucat pasi, sementara napasnya terdengar berat dan tidak teratur.Ponsel di genggamannya terus bergetar tanpa henti, memuat ratusan notifikasi teror dan pesan kebencian yang menembus masuk ke akun pribadinya."Kenapa mereka begitu membenciku?" bisik Selina dengan suara serak pada pelayan yang berdiri cemas di sampingnya."Aku bahkan tidak pernah merugikan hidup mereka sedikit pun.""Nyonya Selina, sebaiknya letakkan ponsel itu sekarang juga," bujuk pelayan itu dengan raut khawatir yang amat sangat."Tuan Edgar sudah berpesan agar Nyonya tidak melihat media sosial lagi."Selina mencoba berdiri dari sofa, namun kepalanya mendadak dihantam rasa pusing yang teramat hebat.Pandangannya berputar seketika, disusul rasa mual tak tertahankan yang membakar kerongkongannya.Selina memegangi perut bagian bawahnya yang mendadak melilit tajam dan menyakitkan.

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 117

    Pintu ruang kerja pribadi Edgar terketuk cepat, memecah keheningan di lantai atas gedung Anderson Group.Sekretaris eksekutif masuk dengan wajah cemas seraya menyerahkan sebuah tablet yang menampilkan tren media sosial.Berita perundungan digital terhadap Selina telah mencapai puncak popularitas di seluruh portal daring."Tuan Edgar, kampanye negatif terhadap Nyonya Selina makin liar di internet," lapor sekretaris dengan nada tegang."Apakah kita perlu mengaktifkan tim kehumasan untuk memblokir seluruh platform berita tersebut?"Edgar mematikan layar tablet itu tanpa memamerkan sedikit pun riak kepanikan di wajahnya.Pria itu menyandarkan punggungnya di kursi kulit kebesarannya, lalu tersenyum miring dengan pandangan dingin.Bukannya panik, Edgar justru melihat manuver kotor Luna sebagai celah sempurna untuk menghabisi Thomas."Tidak perlu membendung berita sampah itu sekarang," ujar Edgar dengan suara bariton yang amat tenang."Biarkan wanita tua itu menghabiskan seluruh simpanan uan

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 116

    Luna membanting pintu kamar tidurnya di kediaman utama Theodore dengan amarah yang memuncak.Wajah wanita paruh baya itu merah padam membayangkan kekalahan memalukan Rafael dan Thomas di pengadilan.Dia tidak bisa tinggal diam melihat reputasi keluarganya diinjak-injak oleh Selina."Dua pria di rumah ini benar-benar tidak berguna!" bentak Luna seraya melempar tas mewahnya ke atas ranjang."Kalian membiarkan pengacara Edgar membungkam kita begitu saja di depan hakim!"Thomas yang baru masuk ke kamar hanya bisa menghela napas berat seraya memijat pelipisnya."Edward membawa bukti rekaman dan rekam medis yang sah, Luna! Kita tidak bisa melawan bukti hukum otentik itu!""Kalau hukum tidak bisa menghancurkannya, maka media yang akan menghancurkan wanita itu!" jerit Luna dengan mata berkilat penuh kelicikan."Aku akan memastikan Selina tidak akan pernah bisa menunjukkan wajahnya lagi di kota ini!"Luna segera membuka brankas pribadinya dan mengambil beberapa kartu kredit serta simpanan dana

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 115

    Ketukan palu majelis hakim kembali membelah ketegangan yang menggantung kaku di dalam ruang sidang.Pihak Rafael masih tersenyum puas, meyakini tuduhan perselingkuhan mereka berhasil mem pojokkan Selina.Namun, kejayaan singkat itu seketika runtuh saat Edward melangkah tenang menuju meja majelis hakim."Yang Mulia, kami telah mendengarkan seluruh narasi fiktif yang disusun oleh Pihak Tergugat," ujar Edward."Kini izinkan kami menyerahkan fakta hukum yang sebenarnya terjadi di balik dinding rumah tangga mereka."Edward membuka tas kulit hitam miliknya dan mengeluarkan sebuah piringan data serta dokumen tebal.Dia menyerahkan salinan bukti tersebut kepada majelis hakim dan tim pengacara Rafael. Wajah Haris, pengacara Rafael, seketika berubah agak ragu melihat ketenangan Edward."Pihak Tergugat menuduh Klien kami melakukan penelantaran dan perselingkuhan," lanjut Edward dengan nada tajam."Namun bukti audio-visual yang kami ajukan akan memperlihatkan siapa pelaku kejahatan moral yang ses

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 114

    Ketukan palu kayu ketua majelis hakim bergema nyaring, membelah keheningan yang mencekam di dalam ruang sidang utama.Suasana seketika berubah kaku saat ruang sidang Pengadilan Agama tersebut resmi dibuka untuk umum.Pintu besar di belakang ruangan tertutup rapat, mengunci puluhan pasang mata jurnalis yang terus mengarahkan lensa kamera.Selina duduk tegak di kursi penggugat dengan jemari yang saling meremas di bawah meja kayu.Di seberang ruangan, Rafael duduk didampingi oleh Thomas Theodore dan jajaran pengacara berjas mahal.Rafael mengumbar senyum tipis bernada meremehkan, menampilkan raut percaya diri yang sengaja dibuat-buat untuk memancing emosi."Persidangan gugatan cerai nomor perkara 104 resmi dibuka," ujar ketua majelis hakim dengan suara berat."Agenda hari ini adalah pembacaan jawaban dan eksepsi dari pihak tergugat."Pengacara utama Rafael, seorang pria paruh baya bernama Haris, langsung berdiri dari kursinya.Haris membetulkan letak kacamata berkulit penyu miliknya sebe

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 113

    Gairah di antara mereka berdua meledak semakin membara di ruang tengah penthouse yang temaram.Edgar tidak lagi menahan dominasi yang bergejolak di dalam dadanya.Pria itu mengangkat tubuh Selina dengan mudah, memindahkannya ke atas sofa empuk tanpa memutus ciuman panas mereka sedikit pun.Napas Edgar memburu kaku, menyapu kulit leher Selina yang hangat saat ciumannya turun menjajahi rahang hingga leher jenjang wanita itu.Edgar membawa Selina ke dalam permainan yang teramat panas, menggairahkan, dan memabukkan.Jemari panjangnya yang tegap dan kasar bergerak cepat menanggalkan kancing gaun tidur Selina satu per satu, melempar kain halus itu ke atas lantai marmer tanpa peduli.Edgar menelusuri setiap inci lekuk tubuh Selina yang kini makin sensitif akibat hormon kehamilan.Sentuhan jemari Edgar di pinggang dan area dadanya membuat Selina merinding hebat, melengkungkan punggungnya dengan desahan pasrah yang tertahan."Edgar... ah..." desah Selina lirih, kedua tangannya meremas bahu teg

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 6: Keceplosan

    Jam dinding besar di koridor menunjukkan pukul dua dini hari ketika Selina terbangun dengan tenggorokan yang terasa sangat kering dan mencekik.Selina melangkah masuk ke dapur, berniat mengambil segelas air dingin dari dispenser. Namun, baru saja kakinya menginjak lantai marmer dapur, sebuah suara

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 7: Bisa Melakukannya denganku

    Selina menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba menciptakan penolakan di antara deru napas mereka yang saling berkejaran. Jantungnya bertalu begitu keras hingga dia yakin Edgar bisa mendengarnya dengan jelas. Jarak yang terlampau kikis ini membuat akal sehatnya perlahan menguap, digantikan ol

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 2: Pertemuan yang Mengejutkan

    “Pergi ke kamar paling ujung di sayap barat. Ambil semua pakaian kotor di sana dan cuci sampai bersih!” perintah Luna tanpa memandang wajah lelah menantunya.Selina mengerutkan keningnya sembari menahan rasa perih yang menjalar dari telapak kakinya karena terlalu banyak pekerjaan yang dia kerjakan

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 1: Bukan Menantu Idaman

    “Sudah satu bulan kita menikah, tapi kau tidak pernah mau menyentuhku, Rafael.”Selina akhirnya menyuarakan apa yang selama ini selalu dia pendam. Kalimat itu lolos bersama remasan kuat pada jemarinya sendiri. Sebulan penuh dia terjebak dalam keheningan yang menyiksa, mengubur pertanyaan yang terus

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status