Startseite / Romansa / Hello, Nanny! / 99. Rahasia Kalla

Teilen

99. Rahasia Kalla

last update Veröffentlichungsdatum: 06.04.2026 21:58:51

Begitu Cade kembali ngantor Ibu mulai mendekati Kael dan Kalla yang sekarang sedang asyik menyusun puzzle. Cade sengaja membeli puzzle yang tingkat kesulitannya cukup tinggi untuk anak seusia Kael. Agar anak itu betah mikir lama.

Kalau sedang serius, Kael susah diganggu. Fokusnya pasti tidak mau teralihkan.

Ibu mendekat dan duduk pelan di sisi Kalla. Sementara Kael duduk di atas karpet menghadap meja dan papan puzzle.

“Boleh ibu tanya sesuatu?” tanya ibu terdengar serius.

Kalla yang tengah
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
Abhizar Ananda Ghaisan
aku kok berharap,ada yg fotoin reyga sama Cecil ya,biar jadi pemicu perang reyga dan Kalla hahahaha
goodnovel comment avatar
Anita Ratna
Akhirnya udh lega ya Kal, bisa jujur sm Ibu ... Yg namanya pacar pasti ngerasain ada sesuatu sm pasangan. Sabar ya Kal, doa in imannya Reyga kuat & semoga ga ada paparazzi yg bikin heboh liat Rey & Ceci
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Hello, Nanny!   99. Rahasia Kalla

    Begitu Cade kembali ngantor Ibu mulai mendekati Kael dan Kalla yang sekarang sedang asyik menyusun puzzle. Cade sengaja membeli puzzle yang tingkat kesulitannya cukup tinggi untuk anak seusia Kael. Agar anak itu betah mikir lama. Kalau sedang serius, Kael susah diganggu. Fokusnya pasti tidak mau teralihkan. Ibu mendekat dan duduk pelan di sisi Kalla. Sementara Kael duduk di atas karpet menghadap meja dan papan puzzle. “Boleh ibu tanya sesuatu?” tanya ibu terdengar serius. Kalla yang tengah memperhatikan Kael sampai menoleh. “Ya, Bu?”“Sebenarnya kamu kerja di mana? Kenapa kamu sekarang di rumah?” tanya ibu hati-hati. “Nggak kerja?” Tentu saja lama-lama Ibu akan curiga, dan mempertanyakan pekerjaannya yang sering pulang malam, dan sekarang malah libur. “Ibu nggak marah kalau kamu mau jujur sama ibu,” sambung ibu lagi ketika melihat putrinya diam. Dua tangan Kalla tertaut. Dia tidak berani memandang wajah wanita terkasihnya itu. Namun terus merahasiakan semua juga tidak baik. “N

  • Hello, Nanny!   98. Guide

    Reyga memejamkan mata mendengar host acara. Selama jalannya seminar dia kurang fokus. Pikirannya terus melanglang ke Indonesia. Ingin segera bertemu putranya dan juga Kalla. Gemuruh tepukan yang akhirnya membuat dirinya terbangun dan sadar. Tangannya terangkat sedikit, lalu ikut tepuk tangan. Semua sesi sudah berakhir. Tapi Cecilia masih diserbu para reporter. Penampilan dan acaranya sukses, membuat namanya makin melambung di kancah bisnis. Wanita itu baru bisa menemui Reyga ketika para bodyguard-nya mulai menarik batas. “Sori, Reyga. Harus membuat kamu menunggu lama.” Cecilia tergopoh menghampiri pria yang sudah menunggunya lebih dari satu jam sejam berakhirnya acara, di koridor hotel. Dia berjalan cepat diikuti beberapa orang-orangnya. “Kita makan siang sekarang?” tanya wanita itu saat berada di depan Reyga. “Oke.”Mata legam Reyga melebar ketika Cecilia tiba-tiba bergerak melepas blazer. Menanggalkan rok span panjangnya. Lalu melempar benda itu satu per satu ke asisten di bel

  • Hello, Nanny!   97. Sebuah Misi

    Seperti dirinya ternyata Cecilia juga bosan di tempat ramai itu makanya memilih kabur dan mencari udara segar. Seperti permintaan Reyhan, Reyga pun membangun interaksi dengan wanita cantik itu. Papa benar, Cecilia sangat pintar. Kesan angkuh yang biasanya ada pada wanita hebat seperti dia tidak Reyga dapatkan. Cecilia tidak semenyeramkan yang dirumorkan. Wanita itu ramah meski tidak murah senyum. “Aku tidak menyangka, bisa berkenalan langsung dengan Mr. Abimanyu pemilik proyek Regantara.” Yang menakjubkan wanita itu ternyata bisa berbahasa Indonesia dengan sangat fasih. “Reyga. Cukup panggil saya Reyga.”“Well, oke,” Ceci mengangguk sambil tersenyum tipis. Tipis sekali.“Tapi sebentar lagi Regantara sudah bukan menjadi milik saya lagi. Anda tahu case-nya.”Cecilia mengangguk dengan raut menyesal. “Alangkah baiknya kalau proyek itu dilanjutkan pemilik asli konsep.”“Mau saya juga begitu. Tapi—” Reyga menarik napas panjang, dan memaksa melengkungkan bibir. “It’s ok, Reyga. I help yo

  • Hello, Nanny!   96. Cecilia Wu

    Cade menepuk dada Reyga dengan punggung tangan ketika dia melangkah masuk. “Lain kali lebih tahan diri lo, Kak. Kalau Kael lihat dia bisa baligh lebih cepat,” kelakar lelaki itu. “Berisik banget lo.” Cade membuang napas lantas berhenti melangkah. Dia menoleh. “Gue kesel sebenarnya. Tapi gue juga nggak bisa larang kalian.” “Kalau tau cukup diem.” Mengedikkan bahu, Cade kembali melangkah menuju kamar Kael. “Kael! Ayo siap-siap, kita ke rumah oma sekarang,” serunya. Tapi sebelum masuk dia kembali memutar badan. “Tadi Kalla agak beda penampilannya. Kalian abis dari mana?” “Tadinya gue mau ajak Kalla ke rumah mama. Tap—”“Gila lo! Mama bisa tambah mencak-mencak.” “Lo yang bilang kan kalau gue nggak boleh main-main. Ini cuma salah satu wujud usaha gue kalau perasaan gue ke Kalla itu serius.”Cade menatap kakaknya itu dengan bibir berkerut. Tidak nyangka Reyga punya nyali membawa Kalla. Kumpul keluarga terakhir saja ribut gara-gara itu. Kalau beneran Kalla ke rumah, entah apa yang terj

  • Hello, Nanny!   95. Intim

    Ciuman mereka berlarut-larut dengan posisi Kalla di atas Reyga. Ketika sebelah tangan Reyga mulai merayap pahanya pun wanita itu membiarkan. Matanya terus terpejam meningkahi tiap sentuhan yang lelaki itu berikan. “Kamu… “ Rambut Kalla terburai saat dari belakang tangan Reyga melepas ikat rambutnya. Tangan itu lantas merambat ke punggung dan tengkuk. Di sana dia menarik lepas simpul gaun, lantas dalam sekejap lelaki itu membalik keadaan. Dia berada di atas Kalla sekarang. “Cantik,” bisiknya lirih, punggung jarinya menyusuri pipi halus Kalla. Lalu jatuh ke bibir Kalla yang basah. Wanita cantik di bawahnya tersentak ketika rabaan tangan Reyga sampai di bagian depan dadanya. Hanya sekali sentak, gaun itu bisa langsung lepas. Tentu saja Kalla tidak akan membiarkan begitu saja. “Kael ada di kamarnya, sedang menyelesaikan bricks barunya,” ucapnya berusaha menahan tangan Reyga agar tidak bertindak terlalu jauh. “Jadi dia lagi sibuk.” Diam-diam Reyga menyelipkan tangan ke paha bagian d

  • Hello, Nanny!   94. Masalah

    “Kenapa kamu belum pulang?” “Kalau aku pulang, Kael sama siapa?”“Aku pikir Kiana ke sini.” Kalla menggeleng. Dia memperhatikan wajah Reyga yang tampak lelah. Sepertinya benar-benar ada masalah di perusahaan. “Cade bilang kamu dari Singapur.”’Sambil melonggarkan dasi, Reyga mengangguk. “Ada masalah. Aku dan papa langsung ke Singapur tadi karena terkait hal ini. Agak bikin pusing.” “Terus, apa masalahnya sudah selesai?” tanya Kalla. Lelaki itu menggeleng. “Papa masih di sana. Aku minta pulang karena Kael.” Reyga mendekat lantas menghambur ke pelukan Kalla. Seperti anak kecil, dia menenggelamkan kepalanya di perut wanita itu. Tingkah lelaki itu membuat Kalla menduga masalah yang sedang dia hadapi bukan masalah kecil. Gurat lelah di wajah Reyga tercetak jelas. “Seharian ini kalian ngapain aja? Maaf ya, jadi nggak bisa temani kamu ke butik.” “Habis ke butik, aku jemput Kael. Kami seharian di unit, nggak ke mana-mana.” Di pangkuannya, Reyga mengangguk. Dia memejamkan mata. Lalu t

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status