Share

BAB 52

Penulis: my_ladyyy
last update Tanggal publikasi: 2026-06-02 13:14:37

Senja mulai turun di langit London saat lift pribadi Hale Group berhenti di lantai paling atas. Pintu lift terbuka pelan, Elion melangkah keluar dengan wajah kusut dan langkah berat yang tak biasa.

Para staf yang masih bekerja refleks menundukkan kepala saat pria itu melintas, tapi Elion hanya membalas dengan anggukan singkat sebelum berjalan lurus menuju ruang sekretaris utama.

Di balik dinding kaca, Willy yang sedang memeriksa laporan keuangan langsung mengangkat kepalanya. Alisnya terang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 92

    Mobil melaju menembus jalanan London dengan kecepatan yang tidak peduli pada lampu merah. Roberto duduk di kursi belakang dengan kedua tangan mengepal erat. Berbagai kemungkinan buruk datang silih berganti memenuhi benaknya. Sejak menerima telepon Darwin, rahangnya terus mengeras, bahkan tanpa ia sadari. Begitu mobilnya terhenti, Roberto langsung turun dan berlari masuk ke IGD. Christopher sudah ada di sana, berdiri di depan ruang pemeriksaan dengan beberapa tenaga medis di sekitarnya. "Christopher!" "Dia sedang diperiksa," kata Christopher tenang. "Kita tunggu." "Bagaimana kondisinya?" "Belum bisa dipastikan, kami sedang mencari penyebabnya." Roberto menatap pintu ruang pemeriksaan tanpa berkedip, dan beberapa menit yang terasa seperti berjam-jam itu akhirnya berujung pada satu perawat yang keluar membawa sampel darah untuk laboratorium. Christopher mengikutinya dengan tatapan serius, lalu ia kembali menemui Roberto setelahnya. "Ada beberapa gejala yang tidak cocok

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 91

    Roberto melangkah mendekati kemudian menjatuhkan tubuhnya untuk duduk bersila di lantai marmer, hanya beberapa jengkal dari Rebecca. Matanya tertuju pada jaket kusam di pangkuan wanita itu. "Jaket itu, sepertinya sangat berarti bagi Elion." ucap Roberto tanpa melepas pandangannya. "Ini jaket yang dia beli memakai uang gajian pertamanya. Dia bilang ini terlihat keren." balas Rebecca dengan bibir terangkat sedikit membentuk senyum nostalgia yang tipis. "Dan kau pasti bilang jelek?" tebak Roberto halus. "Memang jelek," jawab Rebecca spontan tapi ada binar jenaka di matanya. Untuk beberapa saat, keheningan hadir di antara mereka—sebuah penghormatan sunyi untuk pria yang telah menyatukan mereka di ruangan ini. Rebecca menunduk kembali, membelai garis huruf yang terukir dengan tinta permanen pudar itu. Elion Hale. "Dia menulis namanya sendiri di dalam saku..." suara Rebecca bergetar. "...dia takut kalau jaketnya hilang, orang lain tidak akan tahu siapa pemiliknya. Konyol, kan?"

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 90

    BAB 90Waktu akhirnya berlalu. Townhouse milik Elion terasa jauh lebih sunyi daripada biasanya. Tidak ada lagi derap langkah kaki Elion yang terburu-buru menuruni tangga. Tidak ada lagi suara pintu kamar yang berderit terbuka, disusul panggilan santainya pada Rebecca hanya untuk menanyakan hal-hal sepele yang sebenarnya bisa ia cari tahu sendiri. Yang tersisa kini hanyalah ketenangan—jenis ketenangan yang dingin, berat, dan menekan dada.Rebecca berdiri membisu di depan lemari pakaian Elion. Sudah hampir dua minggu sejak makam Elion mengering, namun baru hari ini jemarinya memiliki cukup keberanian untuk sekadar menyentuh kenop pintu itu. Ia menarik napas panjang, meresapi udara yang terasa sesak, kemudian membukanya dengan perlahan.Deretan pakaian Elion masih tergantung rapi di sana. Kemeja-kemeja kerjanya, jaket tebal, beberapa sweater favoritnya, hingga celana kain yang masih tersusun presisi di rak bawah. Semuanya masih berada di posisi yang sama—seolah-olah sang pemilik hanya se

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 89

    "Darwin Serphent telah menemukan petunjuk baru." Adam berhenti. Pesan berikutnya masuk. "Mereka menemukan simbol pada kendaraan eksekutor." Senyum Adam perlahan menghilang, digantikan dengan sesuatu yang lebih serius—ekspresi yang jarang muncul di wajah pria itu. Ia membaca baris itu dua kali. Tiga kali. Pesan ketiga muncul: "Mereka belum mengetahui pemiliknya." Keheningan menggantung di ruangan itu, hanya ditemani suara hujan yang mengetuk kaca jendela dengan irama yang tidak peduli pada permainan manusia dibaliknya. Sudut bibir Adam kembali terangkat—perlahan, seperti seseorang yang baru saja memutuskan bahwa ini justru menjadi lebih menarik. "Kalau begitu..." ia mematikan layar ponselnya. "...mari kita lihat siapa yang lebih dulu menemukan jawabannya." Di luar sana, hujan London semakin deras meski waktu hampir masuk pukul dua belas malam. Dan tanpa diketahui Roberto Serphent, dua permainan sedang berjalan bersamaan di tengah kegelapan yang sama. Satu untuk menemu

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 88

    "Anda memanggil saya, Tuan Adam?" Adam mengibaskan tangan, menunjuk kursi di hadapannya. "Duduk, Mr. Vance." Pria itu mengambil tempat, Adam menggeser map hitam di mejanya ke tengah. "Saya ingin proses gugatan perceraian Eliza Ravenscroft dan Roberto Serphent resmi disiapkan mulai hari ini." Pengacara itu tidak langsung menyentuh map tersebut. Ia menatap Adam, mencoba membaca arah angin. "Perceraian? Apakah Nyonya Eliza sudah menandatangani persetujuan?" Adam mendongak, tatapannya mendingin. "Eliza tidak berada dalam posisi untuk menentukan arah keputusan keluarga Ravenscroft." Jawaban itu cukup untuk membuat sang pengacara bungkam. Adam membalik lembaran berkas satu persatu. "Tetapi saya tidak meminta Anda melayangkan gugatan ini ke pengadilan besok pagi. Persiapkan seluruh dokumennya hingga matang, tanpa cela." "Termasuk draf pembagian klaim?" "Termasuk seluruh klausul yang memojokkan pihak Serphent." Vance mengangguk paham. "Kapan kita akan mengakses pe

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 87

    Kembali ke pusat pemantauan, Darwin masih terpaku di depan deretan layar. Ia telah menandai setiap pemunculan titik gelap—kendaraan yang membuntut SUV Elion—pada peta digital kota London. Garis-garis merah saling terhubung, membentuk rute presisi dari luar area pemukiman townhouse, menyisir jalan arteri, hingga berakhir persis beberapa ratus meter sebelum persimpangan layang.Telepon di meja Darwin berdering, sambungan dari Willy."Aku dapat konfirmasi," kata Willy cepat. "Truk itu memang unit resmi. Pengemudinya bernama James Carter, dan rutenya diubah secara manual pada jam dua lebih dua puluh menit siang kemarin oleh manajer logistik bernama Theo Mason. Keduanya sekarang kabur."Darwin mendengarkan sambil terus memperhatikan monitor. "Berarti seseorang sengaja menempatkan truk itu di jalur Elion.""Kau menemukan sesuatu dari rekaman CCTV?" tanya Willy. "Sedan yang mengikuti Elion selalu memotong jalan ke titik blind spot kamera kota," jawab Darwin. "Pengemudinya tahu betul letak ka

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 7

    Arthur Hale berdiri di depan dinding layar, sorot matanya dingin. Deretan data mengalir cepat: rekaman lalu lintas komunikasi, pergerakan keamanan pribadi, serta jalur distribusi logistik yang seharusnya sudah lama tidak aktif. Salah satunya menyala kembali."Konfirmasi terakhir?" tanyanya singkat

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 6

    Luka bekas operasi itu hampir mengering, tapi rasa nyeri di bagian dalam tak bisa Rebecca tahan hingga membuatnya selalu menangis dalam diam, membiarkan rasa nyeri itu menggerogoti dirinya.Tapi yang jauh lebih menyakitkan lagi adalah rasa sesak di dadanya. Air susu yang terus berproduksi namun tid

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 5

    Keheningan yang tercipta setelah jawaban Richard seolah membekukan oksigen di ruang tamu utama. Margareth Serphent menyipitkan mata, tatapannya yang tajam bak belati kini hanya fokus tertuju pada wajah polos sang cucu. Ia bukanlah tipe wanita yang dengan mudahnya percaya pada dongeng, apalagi jika

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 4

    Cahaya matahari sore London yang pucat menembus jendela berlapis baja di kamar utama mansion Victoria. Rebecca masih terbaring lemah, matanya menatap hampa ke langit-langit kamar yang berhias ukiran rumit. Rasa nyeri di perutnya kini mulai tertutupi dengan rasa kaku dan panas dari dadanya yang kian

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status