แชร์

Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO
Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO
ผู้แต่ง: Ranti

Bab 1

ผู้เขียน: Ranti
"Amelia, selama kamu menurut, mau masuk dan tidur bersama pria di dalam sana untuk semalam saja, biaya pengobatan ibumu akan tercukupi."

Di luar kamar suite presiden, Amelia Herdian menggigit bibirnya erat-erat.

Amelia adalah pembantu di Keluarga Amarta. Lantaran Amelia begitu mirip dengan Rissa Amarta, putri Keluarga Amarta, Rissa pun selalu mencoba segala cara untuk mempermalukan Amelia. Tak disangka, kali ini… Amelia disuruh untuk tidur dengan pria lain!

Akan tetapi, mengingat ibunya yang masih terbaring di rumah sakit, Amelia pun akhirnya menganggukkan kepalanya. "Baik, aku akan pergi."

Amelia mendorong pintu kamar hingga terbuka. Kamar itu tampak remang-remang. Bau alkohol yang tajam memenuhi udara dan samar-samar terdengar suara napas berat seorang pria.

Amelia meraba-raba menuju tepi tempat tidur. Sebelum dia bisa berkata-kata, sebuah tenaga yang kuat, tiba-tiba menariknya ke bawah. Tubuh Amelia menjadi tidak terkendali dan terjatuh ke atas ranjang.

Seketika, ada tubuh yang panas, yang menindihnya. Amelia pun tanpa sadar berteriak kaget, "Jangan…"

"Aku akan bertanggung jawab padamu." Terdengar suara serak dan dalam dari pria itu. Begitu kata-kata tersebut terucap, sebuah ciuman yang membara mendarat di pipi Amelia.

Aksi perlawanan Amelia melemah untuk sesaat. Mengingat instruksi Rissa sebelum masuk, Amelia akhirnya memejamkan matanya, menyembunyikan air mata dan rasa terhina di matanya. Amelia menggigit bibirnya yang pucat saat dia menanggung semua itu…

Dini hari.

Amelia perlahan duduk. Dia memungut pakaiannya yang berserakan di lantai, lalu mengenakannya. Amelia dengan tergesa-gesa memasukkan barang-barang yang tercecer ke dalam tasnya, tanpa menyadari jika ada sebuah liontin batu alam sebening kristal, yang ikut terbawa masuk tanpa sengaja.

Amelia menggertakkan giginya, lalu menoleh ke belakang untuk melihat sekilas pria yang tertidur lelap di atas ranjang itu. Selimut tipis melorot sampai ke pinggang pria itu, memperlihatkan tubuh bagian atasnya dengan ototnya yang kencang. Lebih ke atas lagi, tampak wajahnya yang luar biasa tampan.

Amelia tidak berani berlama-lama. Dia bergegas keluar dari kamar. Di ujung koridor, Rissa yang berpakaian rapi sedang menunggunya.

"Bu Rissa, urusannya sudah selesai. Uang yang kamu janjikan…" kata Amelia, lalu menggigit bibirnya. Kedua tangannya merapatkan kemeja di tubuhnya dengan gelisah.

Rissa melirik Amelia dengan penuh penghinaan. Tatapannya tertuju pada leher Amelia yang putih dan terpampang jelas itu. Bekas-bekas cupang di sana membuat rasa muak Rissa makin menjadi-jadi.

Malam ini harusnya jadi milik Rissa. Namun, siapa suruh Rissa sudah bukan perawan?

Benar-benar menguntungkan Amelia.

Rissa mengeluarkan kartu ATM dari tasnya dan melemparkannya kepada Amelia. Kemudian, dia memperingatkan Amelia dengan kejam, "Rahasiakan baik-baik kejadian malam ini! Kalau sampai ada orang lain yang mengetahuinya, aku nggak akan pernah mengampunimu!"

Amelia mengangguk pelan, tanpa mengatakan apa-apa. Memar yang ditinggalkan pria itu di tubuhnya terasa panas seperti api. Tanpa diperingatkan sekalipun, Amelia sendiri tidak akan pernah membiarkan orang lain mengetahui tentang kejadian ini.

Rissa menepis tangan Amelia dengan puas. Kemudian, dia berbalik dan bergegas masuk kamar…

Pagi-pagi sekali.

Jody Bramantya membuka matanya. Baru saja dia bangun dan duduk, wanita yang tidur di sampingnya mengerang pelan. Pandangan mata Jody langsung tertuju kepadanya.

Rissa menggosok-gosok matanya, lalu buru-buru menarik selimut untuk membungkus tubuhnya lebih rapat. Rissa menatap pria di hadapannya dengan wajah malu sekaligus panik.

"Kenapa bisa jadi seperti ini?"

Jody meliriknya. "Aku minta maaf atas kejadian semalam. Aku sudah suruh sopir untuk mengantarmu pulang duluan. Aku akan bertanggung jawab mengenai masalah ini."

Wajah Rissa memerah. Dia juga merasa agak gentar, melihat sikap dingin pria itu. Rissa pun hanya menundukkan kepalanya dengan malu-malu. "Baik."

Setelah berkata seperti itu, tanpa ragu lagi, Rissa langsung menyingkap selimutnya, turun dari tempat tidur dan mengenakan pakaiannya. Tanpa sengaja, pandangan mata Jody menyapu punggung Rissa. Di bahu belakang wanita itu, tampak bekas luka yang terlihat jelas, seperti bekas luka bakar.

Hanya dengan satu lirikan, Jody langsung mengalihkan pandangannya. Setelah Rissa pergi, Jody mengambil ponselnya dan menelepon asistennya, "Cari tahu sejelas-jelasnya, apa yang sebenarnya terjadi semalam!"

Bisa mengetahui hotel tempat Jody menginap dan menggunakan taktik keji, seperti memberikan obat kepadanya. Jika menemukan pelakunya, Jody pasti tidak akan pernah mengampuninya!

Namun, tepat setelah Jody selesai mandi dan bersiap untuk pergi, Jody baru menyadari jika liontin batu alam yang selalu dibawanya, hilang entah di mana.

Liontin batu alam berwarna putih dan berbentuk bulat itu, didapatkan ibunya di sebuah kuil, saat Jody masih kecil. Dia atas liontin itu, terukir lambang rahasia Keluarga Bramantya.

Mungkinkah liontin itu terbawa gadis barusan?
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 50

    "Apa yang perlu ditakutkan? Ambar juga nggak ada di sini. Lihat saja tingkahnya hari ini yang begitu sombong, merasa di atas angin cuma karena putrinya menikah dengan Keluarga Bramantya. Lihat, betapa angkuh dirinya."Ambar menarik Amelia ke sudut yang agak sepi. Belum sempat Ambar menginterogasinya, Amelia sudah bertanya dengan nada yang tajam, "Apa kamu yang membawa ibuku pergi? Bukankah kamu sudah janji padaku, selama aku menggugurkan kandungan ini, kamu akan mencarikan donor ginjal untuk ibuku?"Ambar memasang wajah tanpa dosa. "Donornya sudah ditemukan, operasinya bisa segera dilakukan. Memindahkannya ke rumah sakit lain juga demi pengobatan yang lebih baik untuknya ke depan. Apa yang kamu cemaskan?""Di mana ibuku sekarang?" Amelia sama sekali tidak memercayai omong kosong wanita ini.Ambar mengeluarkan ponselnya dan memutar sebuah video.Di dalam video tersebut, Wulan tampak berbaring di tempat tidur rumah sakit dengan berbagai selang terpasang di tubuhnya, tetapi kondisinya ter

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 49

    Memikirkan hal tersebut, Amelia segera menelepon Ambar. Namun, Ambar sama sekali tidak mengangkatnya.Amelia lalu mencegat taksi dan melaju kencang menuju kediaman Keluarga Amarta. Dengan perasaan kalut, Amelia berlari masuk ke vila. Begitu melihat Pak Irsan, Amelia langsung bergegas maju dan bertanya, "Mana Ambar? Mana dia?"Pak Irsan mengerutkan kening dan membentak Amelia, "Lancang sekali kamu, beraninya menyebut nama Bu Ambar secara langsung!"Amelia berbalik. Sepasang matanya yang biasanya terlihat rendah hati dan polos, kini hanya menyisakan kemarahan yang dingin. "Cepat katakan!"Tatapan Amelia yang begitu dingin itu seketika membuat Pak Irsan tertegun dan gentar."Di, di Hotel Zaira," jawab Pak Irsan terbata-bata. Pak Irsan sendiri tidak tahu mengapa, tetapi saat menatap mata dingin Amelia, tiba-tiba muncul rasa takut di lubuk hatinya. "Hari ini Pak Jody menyiapkan pesta ulang tahun untuk Bu Rissa. Pak Malik, Bu Ambar dan Bu Rissa, semuanya ada di sana…"Belum sempat kata-kata

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 48

    "Aaah…"Peralatan medis yang dingin mulai masuk merobek. Rasa sakit yang luar biasa datang menghujam.Wajah Amelia pucat pasi bagaikan kertas. Pupil matanya bergetar hebat.Anak…Anaknya…Amelia baru saja mengetahui kehadiran anak itu, tetapi sekarang dia harus kehilangan anak itu.Rasa sakit yang menusuk tulang berpadu dengan kepedihan di dalam hati Amelia.Amelia pun memejamkan mata, lalu jatuh pingsan…Amelia bermimpi. Dalam mimpinya, dia mendekap seorang bayi yang berlumuran darah. Suara tangis bayi itu seolah menembus langsung ke ulu hatinya.Dalam sekejap mata, bayi itu menghilang. Kini yang berdiri di hadapannya adalah Jody dengan wajah sedingin es. Amelia berlari terhuyung-huyung ke arahnya. Suaranya parau terisak, "Aku mohon... aku mohon, selamatkan anak kita."Namun, pria itu tidak bergeming. Pada akhirnya, Jody bahkan mendorong Amelia dengan kasar dan mencengkeram lehernya. "Memangnya kamu itu siapa sampai merasa layak melahirkan anakku?"Amelia tertegun. Dia diliputi kepani

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 47

    Mobil Ambar melaju kencang, membuntuti sebuah taksi di depannya. Pengawalnya berkata, "Bu Ambar, dia menuju ke arah Vila Adara."Hati Ambar langsung mencelos, gawat!Jika Jody sampai mengetahui tentang skandal Keluarga Amarta yang menukar pengantin saat pernikahan…Serta fakta jika Amelia sedang hamil…Tamatlah riwayat Keluarga Amarta.Lalu, putri kandungnya yang sudah bersusah payah menjadi istri Jody, akan direbut posisinya oleh wanita murahan itu.Di kalangan elite, latar belakang keluarga yang bersih adalah satu hal. Namun, begitu ada anak yang terlibat, itu urusan lain lagi.Bola mata Ambar berputar dengan cepat. Tiba-tiba, Ambar tersenyum tipis. Dia segera menelepon Amelia, tetapi tidak diangkat. Ambar tidak marah. Dia langsung mengetikkan sebuah pesan singkat kepada Amelia.[Aku tahu, kamu selama ini mencari donor ginjal yang cocok untuk ibumu. Aku bisa membantumu, asalkan kamu setuju untuk menggugurkan kandungan itu dan menjaga rahasia ini. Ibumu bisa menjalani operasi transpla

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 46

    Menyadari adanya kemungkinan lain, Ambar segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Rissa. "Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari Ibu?""Nggak ada, Ibu.""Masih berani membohongiku? Amelia hamil. Usia kandungannya sudah delapan minggu. Rissa, apa yang sebenarnya terjadi?""Apa?" Rissa terkejut di dalam hati.Langsung hamil hanya dalam satu malam? Keberuntungan macam apa yang dimiliki Amelia ini?"Rissa, apa kamu berniat menyembunyikannya dari Ibu?" Ambar menyadari ada yang tidak beres dari nada suara putrinya. Dia pun melunakkan bicaranya.Rissa tidak berani memberi tahu Ambar jika dialah yang memberikan obat dan fakta jika dirinya sudah tidak perawan lagi. Rissa pun berkata dengan mencampurkan antara fakta dan kebohongan, "Orang yang bersama Jody di hotel malam itu adalah Amelia. Kebetulan aku memergokinya. Jadi, aku menyuruh Amelia merahasiakannya agar aku bisa berpura-pura menjadi dirinya.""Kamu… Kenapa masalah ini nggak kamu beritahukan pada Ibu sejak dulu?""Ibu, aku, aku

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 45

    Rissa akhirnya keluar dari rumah sakit tepat sebelum Jody kembali ke tanah air.Alergi Rissa sudah pulih sepenuhnya. Tidak ada bekas luka yang tertinggal di tubuh maupun wajahnya.Sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan kediaman Keluarga Amarta. Begitu Rissa turun dari mobil, Ambar langsung memeluk putrinya itu. "Biarkan Ibu melihatmu. Syukurlah kalau kamu sudah nggak apa-apa. Kamu benar-benar membuat Ibu khawatir.""Ibu, aku janji nggak akan bertindak sembarangan lagi ke depannya."Di samping mereka, Malik dengan wajah serius memanggil Rissa ke ruang kerja dan berkata dengan nada yang tegas, "Masalah ini cukup sampai di sini. Nanti, setelah kamu masuk ke Keluarga Bramantya, sebaiknya kamu simpan baik-baik sifat manjamu itu. Juga… kali ini Amelia sudah membantumu. Pergilah dan ucapkan terima kasih padanya dengan baik.""Aku mengerti, Ayah," jawab Rissa. Namun, dia sama sekali tidak memasukkannya ke dalam hati.Menyuruhnya berterima kasih pada Amelia?Jangan mimpi.Malik menggelengka

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status