INICIAR SESIÓNDijual oleh ibu tirinya sebagai alat pelunasan utang, Eleora Celeste harus pergi dengan Theodore, seorang bos mafia tua dan jelek. Namun, saat di dalam perjalanan mereka diserang geng Aleron, hingga kemudian Eleora beralih menjadi milik Nero Cassius Aleron. Lalu bagaimana hubungan di antara Eleora dan Nero, di saat cinta hadir dan terkuaknya rahasia yang dibawa Eleora?
Ver másNero dan Sivelle memasuki ballroom megah yang dipenuhi cahaya lampu kristal. Kilauan chandelier memantul di lantai marmer, menyelimuti ruangan dalam cahaya keemasan.Sementara di belakang mereka Draco melangkahkan kakinya tidak kalah santai dengan bosnya, namun sorot matanya tidak berhenti waspada menatap sekelilingnya."Para hadirin yang terhormat, dikarenakan semua undangan sudah berkumpul, mari kita nikmati pestanya!"Suara seorang pria bertubuh tambun dengan bekas luka memanjang di pipinya berteriak keras hingga memenuhi ballroom tersebut.Tidak lama kemudian alunan musik mulai terdengar mengiringi tawa dan pembicaraan di antara para tamu yang datang."Tuan Aleron, di sini masih kosong," tawar Jack sopan sembari menepuk kursi di sebelahnya.Masih ada tiga kursi yang kosong di samping Jack, dan itu pas untuk mereka bertiga, namun di hadapan mereka ada Morgan dan asistennya."Bos, jika Anda tidak nyaman kita bisa cari kursi yang lain," bisik Draco."Tidak perlu," sahut Nero datar se
Sivelle sedang berdiri di depan cermin kamar mandi, hampir seluruh tubuhnya ada jejak merah yang ditinggalkan Nero."Kenapa di dada dan bahuku justru lebih banyak sih? Padahal dia tidak meninggalkan bekas di leher. Apa mungkin leherku nggak menarik, ya?"Sejenak Sivelle menggeleng. "Bukan ini masalahnya, tapi gimana aku pakai gaunnya di pesta nanti? Padahal gaun yang aku beli terbuka semua di bagian atasnya," gumam Sivelle semakin panik.Sivelle kemudian buru-buru mandi, masih ada banyak waktu untuk belanja gaun lagi, jadi ia tidak boleh menyia-nyiakan waktu.Pintu kamar mandi dibuka, Sivelle melihat Nero masih duduk santai di atas ranjang, tapi sudah mengenakan celana pendek."Emmm... sepertinya aku butuh gaun baru lagi," cicit Sivelle hati-hati. Ia takut Nero menganggapnya wanita matre karena gaun yang dibeli kemarin belum dipakai, namun ia sudah ingin beli lagi."Draco sudah menyiapkannya untukmu," sahut Nero tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.Sivelle menoleh ke atas
Jantung Sivelle berdegup kencang saat melihat Nero duduk dan bersandar di kepala ranjang dengan telanjang dada, sementara tubuh bagian bawahnya tertutup selimut."Buka handukmu," ujar Nero santai, namun detak jantungnya tak kalah cepat dari Sivelle.Tangan Sivelle sedikit gemetar, kakinya bahkan terasa lemas sebelum mereka memulainya.Melihat Sivelle tampak malu, Nero akhirnya tidak sabar lagi, ia membuka selimutnya dan berjalan menghampiri Sivelle.Sementara Sivelle membelalakkan matanya melihat penampilan Nero saat ini."Bagaimana bisa dia dengan santainya berjalan ke arah sini dengan hanya memakai celana dalam saja?" batin Sivelle yang tidak bisa berkedip, bahkan tanpa sadar fokusnya hanya pada satu titik saja dari seluruh bagian tubuh Nero."Kalau tergiur kenapa masih pura-pura malu?"Sivelle sontak mendongak, otaknya menangkap maksud Nero dengan cepat, sehingga tanpa sadar mulutnya sedikit menganga."Apa? Aku tidak..."Nero tersenyum, sebuah senyuman yang tampak membahayakan, da
"Tuan sudah menunggu Anda di depan," ujar sang sopir setelah mengantar Sivelle belanja. Sivelle mengangguk, lalu kemudian ia sejenak menundukkan kepala untuk memastikan penampilannya yang kini sudah mengganti pakaiannya dengan baju dan heels baru. Sesampainya di depan gedung mall, Draco sudah menantinya di samping pintu penumpang. Lelaki itu langsung membuka pintu saat Sivelle berjalan mendekat. "Apakah menyenangkan?" tanya Nero saat Sivelle duduk di sampingnya. "Lumayan," sahut Sivelle yang tampak kurang puas sebab kejadian tadi. "Sepertinya melelahkan. Hem... bagaimana kalau kita panggil desainer saja di rumah? Biar kamu tidak kelelahan seperti ini."Sivelle menoleh ke arah Nero, ini bukan saran yang aneh bagi orang seperti Nero, namun entah mengapa Sivelle menangkap makna yang lain dari perkataan Nero.Sivelle tersenyum kaku. "Sepertinya tidak perlu sampai mengundang desainer, meski sedikit melelahkan, tapi aku lebih suka belanja sendiri kok."Nero mendesah panjang. "Baiklah






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reseñas