Share

BAB 2

Author: Dea Saputri
last update publish date: 2026-08-26 22:06:33

“Kau tanya apa yang aku lakukan?” tatapan kesal dari Alexa membuat Charlie semakin menatapnya tajam. 

“Kau membuat keributan di kantorku, pergi. Aku sibuk, dan tidak ada waktu meladenimu, Alexa.” 

Charlie sengaja mengusir Alexa di depan karyawannya. Harga diri Alexa di pertaruhan  semuanya, ia hanya tersenyum kecil. Merasa tertantang dengan sikap dingin Charlie semakin hari. 

“Oh jadi kau menyebutku sebagai pengganggu? Sedangkan matamu menatap semua wanita di sini seolah lapar? Ha? Sialan kau Charlie, bahkan kau mengizinkan mereka memakai baju tak layak seperti ini. Mereka semua seperti wanita malam bukan wanita karier!”

Teriakan Alexa yan murka dengan karyawan di sini, mereka membuat emosinya naik. Charlie hanya menatapnya datar, ia bahkan tak peduli soal penampilan orang lain. Yang dia lihat cara kerja, bukan pakaian yang dipermasalahkan oleh Alexa. 

“Aku tidak peduli,” ucapnya meninggalkan Alexa begitu saja. 

Alexa tersenyum kecil, dirinya bukan di dukung melainkan di abaikan terus menerus. Melihat bisikan mereka seperti kemenangan yang baru didapatkan karena Tuan Charlie tidak memarahi mereka. 

“Kalau kau masih mengabaikan, dan tidak peduli denganku. Kita batalkan pertunangan kita ini!” ancaman Alexa tidak dihiraukan oleh Charlie. 

Alexa kesal dan marah, matanya hampir menangis ia tahan sebisa mungkin. Tanpa banyak bicara, ia mengambil tas di meja Charlie yang hanya menatapnya datar. 

“Aku akan mengatakan ke daddy untuk membatalkan pertunangan ini. Cukup harga diriku kau injak terus menerus, Char. Aku punya perasaan, dan kau bebas menatap jalang di sini dengan tenang tanpa gangguan!” 

Brak. 

Alexa menutup pintu dengan kuat, ia tak peduli dengan pintu kaca itu retak hampir pecah. Yang jelas ia marah dan malu karena Charlie memarahinya di depan semua orang. 

Tindakan itu membuat mereka semakin menatapnya rendah, dan mengejek dirinya seolah Charlie tidak menyukainya dan humor tentang Charlie terpaksa menerima pertunangan itu semakin kuat. 

Alexa tidak kembali pulang, melainkan ia menuju kantor daddy Rowan. Bukan mengadu soal kejadian hari ini, ia hanya ingin mengatakan untuk membatalkan dan memutus semua akses yang berhubungan dengan Charlie. 

Alexa tidak peduli, ia sangat mencintai pria itu. Tapi memarahi di depan semua orang ia sangat malu. Malu jika dilihat hanya dia yang kecintaan dengan Charlie. 

Charlie menghela nafas, melihat kotak makan yang dibawa oleh Alexa. Bahkan gadis itu sengaja agar bisa makan siang bersama. Semuanya kacau saat Alexa menegur wanita yang bekerja di kantor memakai pakaian seksi. 

“Hans, keluarkan peraturan mulai besok semua wanita dilarang memakai pakaian ketat dan pendek.” 

Tiba-tiba sekali Charlie menyuruh sekretarisnya untuk mengeluarkan surat peringatan. “Baik Tuan, apa ini untuk nona Alexa? Saya tahu Anda tidak peduli soal penampilan mereka, bahkan Anda tidak pernah menatap mereka.”

“Benar, bahkan saya tidak tertarik dengan mereka semua Hans. Sudahlah, kau tahu bagaimana Alexa. Dia gadis yang nekat, ancaman yang baru saja dikatakan sudah pasti mencari perhatianku.”

Hans tertawa kecil, melihat hubungan Tuan Charlie sedikit lucu. Charlie memang jarang memperlihatkan jika pria itu peduli, ataupun romantis ke Alexa. Hans bisa bersaksi, jika Charlie memang mencintai Alexa. Hanya saja, dia gengsi mengakuinya. 

“Bagaimana kalau ucapan Nona Alexa serius, Tuan?” tanya Hans. 

“Itu tidak mungkin,” jawab Charlie walaupun ia tak yakin. 

Alexa yang sejak lama menyukainya, bahkan ia merengek meminta kedua orangtuanya untuk menjodohkan Alexa dan Charlie. Saat, pria itu didekati wanita lain sifat protektif dan obsesi dari Alexa benar-benar memalukan. 

Charlie pernah kencan dengan seorang wanita, dan Alexa datang mengacaukan kencan pertama iku dengan kata ‘Aku miliknya’. Dia segila itu dengan Charlie, dan sekarang dia mempermasalahkan soal pakaian wanita di perusahaan. 

Lama berpikir, kepala Charlie ingin meledak memikirkan Alexa semakin hari semakin tertekan. 

“Tuan, anda baik - baik saja?” tanya Hans sedikit khawatir dengannya. 

“Seperti yang kau lihat Hans, aku hanya tak suka dengan sikap Alexa yang berlebihan itu.”

“Anda menyukainya nona Alexa?” tanya Hans seperti menjebak dirinya. 

“Tidak, aku hanya terpaksa menuruti keinginan mommy menerima pertunangan ini.”

“Kasihan sekali nona Alexa… cintanya tidak terbalas.” Hans bicara pelan, namun Charlie mendengar semuanya. Untuk apa kasihan dengan gadis keras kepala sepertinya? 

“Cinta membuat gila.” Charlie kembali membuka kotak makanan yang dibawa oleh Alexa, tentunya ini sudah jam makan siang. Butuh energi untuk menghadapi semua pekerjaan yang hampir menguras waktu dan tenaganya. 

***

Alexa masuk ke perusahaan Daddy Rowan, semua menyapa dan memanggil dirinya sekedar memberikan salam hormat dari anak pemilik perusahaan. Alexa masuk ke ruangan Daddynya, ia langsung diam. 

“Dad, aku datang.” Wajahnya murung, cemberut, dan kesal dengan apa yang terjadi beberapa baru saja. 

“Hai sayang, putri daddy yang cantik. Kenapa cemberut?” tanya Daddy Rowan tipe orangtua yang sayang sekali dengan Alexa.

“Aku ingin pertunangan dengan Charlie di batalkan, dad.” 

Tanpa basa basi, Alexa mengatakan langsung. Daddy Rowan mengerutkan kening, merasa ada masalah dengan putrinya. Ia tahu jika Alexa sangat menyukai dan menyayangi Charlie. Membatalkan pertunangan jelas bukan hal yang mudah untuk Alexa, apalagi gadis itu saat bahagia saat prosesi pertunangan kemarin. 

“Alexa, ada masalah?” tanya Daddy Rowan memberikan pelukan hangat untuk putrinya. 

“Dad, kau tahu jika Charlie tidak pernah setuju dengan pertunangan ini. Aku tidak ingin memaksa dirinya untuk tetap bersamaku.” 

Alexa bicara dengan tenang, ia tidak bercanda soal membatalkan hubungan mereka. Baginya, Charlie seorang pria yang harus mengejar dirinya. Bukan sebaliknya. 

Alexa yang terus mengejar Charlie, bahkan ia rela menahan malu untuk mendapatkan perhatian Charlie. Dia rela menjadi pengganggu dan hal merepotkan untuk Charlie. Semua ia lakukan untuk mencari perhatian pria itu. 

Sayang sekali, dia tetap Charlie pria dingin yang tidak pernah tersentuh. 

“Charlie sudah menerima kamu sayang, dia bahkan sudah jauh lebih berubah denganmu. Daddy bisa lihat jika Charlie juga sayang denganmu. Kenapa kau bilang dia terpaksa sayang,” jawab Daddy Rowan membuat Alexa tersenyum kecil. 

“Maaf dad, aku tetap pada keputusanku. Aku ingin membatalkan pertunangan ini, tolong dad.”

Alexa memohon ke Rowan, matanya berkaca  - kaca. Gadis yang anggun itu kini lebih terlihat lelah dan rapuh. Rowan kembali memeluknya, ia tak menyalahkan Charlie hanya saja…, sedikit tidak rela jika Alexa diperlakukan seperti ini dengan pria lain. Ingin Rowan menegurnya, namun Alexa selalu melarangnya. Alexa sesayang itu dengan Charlie. 

“Alexa, kau menangis? Ada apa sayang?” suara wanita sedikit khawatir melihat kondisi Alexa yang menangis dalam pelukan Daddy Rowan. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 10

    BAB 10Charlie menatap tajam Alexa, gadis itu selalu membuat dirinya pusing. Sayangnya, Charlie tidak bisa melepaskan Alexa sedikitpun. “Kenapa kau hancurkan? Mereka tidak salah, kau yang salah Char.”Saat Charlie ingin menjawab, makanan mereka datang. Alexa mulai membayangkan jika Charlie akan meninggalkan dia sendirian di sini. Namun, Charlie lebih dulu mengambil piring Alexa, ia memotongkan daging kecil - kecil membuat dirinya semakin mengerutkan kening. Bingung, karena dia tidak pernah melakukan ini. Kecuali di depan orang tua mereka, itupun Alexa yang meminta. Tapi sekarang? Charlie melakukan sendiri, tanpa ia minta.“Makanlah, jangan banyak bicara.”“Kenapa masih di sini?” tanya Alexa menatap datar Charlie. Pria itu melihat sisi lain Alexa, yang biasanya manja, banyak tingkah, cerewet. Kini dia benar-benar tenang dan diam, justru Charlie tidak tenang dan nyaman melihat dia berubah. “Kau yang berubah, bukan aku!” jawab Charlie terus terang mulai memasukkan makanan ke dalam

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 9

    BAB 9“Ikut denganku, kau selalu membuat ulah. Pekerjaan jadi molor, dan terlambat.”Alexa tersenyum manis, bahkan ia tak menyangka akan bertemu dengan Calvin. Akhirnya ia merebut semua tas belanjaan dari Liam. Lebih baik ia sendiri, daripada disalahkan, dicibir oleh Charlie yang tidak perasaan itu. “Aku mau lanjut belanja, aku sibuk.”Akhirnya Alexa meninggalkan Charlie begitu saja, sikap mereka menarik banyak pengunjung salah satu gosip miring muncul. Apa hubungannya mereka mulai renggang? Apa mereka sedang bertengkar? Dan banyak bisikan tajam yang mampu didengar oleh Alexa dan Charlie sendiri. “Liam, kau urus kerjaan dari ini. Aku harus mengatasi gadis nakal itu sebentar, aku percaya denganmu. Selesaikan hari ini.”Charlie mengejar Alexa, bahkan ia merebut tas belanjaan milik wanita itu. Charlie yang membawanya sendiri, Alexa ingin mengendus kesal. “Makan siang denganku, aku temani.”Deg! Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya. “Aku tid

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 9

    BAB 8Deg!Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya.“Aku tidak lapar, aku ingin segera pulang!” tolak Alexa ia sudah cukup malas dan lelah jika Charlie mengajak makan bersama. Hanya dirinya yang makan, dan Charlie sibuk dengan ponsel bahkan bicara pekerjaan dengan Liam.Lebih baik, ia pulang. Makan di mansion, bahkan tidak ada bedanya karena dia tetap makan sendirian.“Aku belum makan siang Lexa, aku lapar. Temani aku makan, ayo!” Charlie membawa tas belanjaan di tangan satunya, dan tangan sebelah menarik tangan Alexa mencari restoran yang cukup sepi.Ini perhatian pertama Charlie, apa harus pisah untuk pemutusan pertunangan baru Alexa akan merasakan hal bahagia seperti ini?Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria.

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 8

    BAB 8Deg!Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya.“Aku tidak lapar, aku ingin segera pulang!” tolak Alexa ia sudah cukup malas dan lelah jika Charlie mengajak makan bersama. Hanya dirinya yang makan, dan Charlie sibuk dengan ponsel bahkan bicara pekerjaan dengan Liam.Lebih baik, ia pulang. Makan di mansion, bahkan tidak ada bedanya karena dia tetap makan sendirian.“Aku belum makan siang Lexa, aku lapar. Temani aku makan, ayo!” Charlie membawa tas belanjaan di tangan satunya, dan tangan sebelah menarik tangan Alexa mencari restoran yang cukup sepi.Ini perhatian pertama Charlie, apa harus pisah untuk pemutusan pertunangan baru Alexa akan merasakan hal bahagia seperti ini?Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria.

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 7

    BAB 7\Bab 7Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria. “Tuan Calvin…,” gumam pelan Dean membuat Alexa menoleh. Hampir saja lupa, jika Calvin banyak dikenal masyarakat. Dean langsung menatap Alexa, meminta tolong kalau sebenarnya hari ini mereka tidak sengaja bertemu dan mengajaknya jalan - jalan. “Al, itu bukannya Tuan Calvin?” tanya Dean melihat mereka menghampiri dirinya. “Iya, calon suamiku. Kenapa?” tanya Alexa biasa saja membuat Dean menoleh kembali. “Dia bahkan melihat kita, raut wajahnya marah denganku. Tolong aku, Al.”“Enggak, kau pria. Harusnya kau bisa urus sendiri, lagi pula… , gak masalah kok kalau kita jalan.” Alexa tersenyum lebar, tak lama langkah Calvin semakin dekat justru ia menarik dirinya untuk merangkul Dean. Pria itu merasa salah tingkah, dan berdebar - debar melihat Alexa menempel dengannya. Namun, ia takut jika ini akan menjadi masalah utama dengan Calvin.

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 6

    Bab 6“Mommy beneran gak tahu, Charlie pulang jam berapa?” tanya Alexa terus mendesak pertanyaan dengan orang tuanya. “Mommy serius sayang, setelah dia pamit ke atas. Mommy langsung ke kamar, mungkin dia pulang tanpa pamit, bisa jadi begitu kan dad?” tanya Mommy Shopia benar-benar tidak tahu kapan Charlie kembali pulang. Sedangkan Daddy Rowan hanya tersenyum kecil, ia sudah melihat rekaman CCTV jika Charlie tidur semalaman. Namun, ia merasa tenang karena yakin jika Charlie tidak akan macam - macam. Justru kalau ada hal sesuatu yang terjadi ia lebih mencurigai putrinya sendiri. “Harusnya mommy dan daddy tahu, kapan Charlie pulang. Aku tidur, dan aku masih kesal dengan dia.”“Kenapa lagi? Bukankah ini yang kau mau, melihat Charlie terus mengejarmu?” tanya Daddy Rowan membuat semakin menggerutu. “Iya, aku ingin melihat Charlie benar-benar sayang dan cinta denganku Dad. Semalam dia sudah membicarakan ini, jika memutuskan pertunangan secara tiba-tiba aku tidak dewasa. Bahkan bisa memp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status