Share

8. Transaksional

Penulis: anfebizha
last update Tanggal publikasi: 2026-04-24 17:40:51

"Maaf, semalam saya... susah tidur," jawab Maura pendek, menghindari tatapan tajam itu sambil menghampiri Papanya untuk berpamitan.

"Maura mungkin grogi mau tanda tangan berkas KUA," celetuk Papanya sambil menepuk bahu Bumi. "Titip Maura ya, jangan kaget kalau dia agak berisik."

Bumi berdiri, merapikan letak kacamata dan kemejanya yang sama sekali tidak terlihat kusut. "Saya rasa 'berisik' adalah variabel yang sudah saya masukkan dalam perhitungan risiko, Om," jawab Bumi sopan pada Papa Maura,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Shally Aliasamadul
AWAS WARNINGS ...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️ SIAP2 KITA DGN KETEGANGAN YG MAURA AKAN TEMPUHI DGN BUMI ~ DOSEN KULKAS DUA PINTU BERGERAK...️...️...️..................
goodnovel comment avatar
Shally Aliasamadul
KAN ...️...️...️......... Maura mana SENYUMnya...️...️...️...️...️...️........................ Sy suka dgn sikap KETUS MAURA THOR..................
goodnovel comment avatar
Shally Aliasamadul
what's ...️...️...️...️....................................️...️...️~ULANG...️...️ ...... MAURA & BUMI SALING ADU SENYUM......
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Pengganti Mas Dosen   356.

    Selanjutnya, giliran Kiara yang harus diambil sampelnya. Saat kapas steril dengan lembut mengusap bagian dalam pipi mungil sang bayi, Kiara sempat menggeliat dan merengek pelan karena terusik dari tidurnya. Tapi lalu diam lagi, meski matanya lebar terbuka, bak boneka.Seluruh proses pengambilan sampel selesai dalam waktu tak kurang dari tiga puluh menit. Petugas medis menyegel masing-masing tabung sampel di depan mata mereka semua sebagai bukti transparansi tanpa adanya celah manipulasi."Sampel sudah resmi disegel dan akan segera diproses oleh tim ahli laboratorium kami," terang dokter penanggung jawab sambil menunjukkan segel khusus. "Hasil analisis lengkap beserta dokumen keabsahan hukum akan keluar dalam waktu tiga hingga lima hari kerja. Tapi kami usahakan lebih cepat."Pernyataan itu mengakhiri seluruh proses formal pagi ini. Sebuah kepastian kini resmi berproses di dalam tabung-tabung kaca, tinggal menunggu waktu untuk membuka tabir yang selama ini membayangi perjalanan hidup K

  • Istri Pengganti Mas Dosen   355.

    Bumi tidak menjawab. Pria berkacamata itu tetap berdiri dengan posisi tubuh yang amat protektif. Pandangannya mengunci iris mata Ethan, menilai tingkat kesungguhan sekaligus mengendalikan kendali situasi agar tidak lepas dari genggamannya.Tidak ada pilihan lain. Mana mungkin Bumi melarang seorang ayah menimang darah dagingnya sendiri, meski kepastian itu baru menggantung. Pria berkacamata itu akhirnya mengalah pada naluri kemanusiaannya."Tapi pelan-pelan, jangan sampai kebangun," kata Bumi membolehkan, suaranya melunak tipis. "Dia bisa nangis kalau bangun dan ngeliat orang yang belum pernah dia lihat."Dia sedikit mengendorkan timangannya, memberi ruang bagi Ethan untuk mendekat. Dengan gerakan yang sangat berhati-hati, jemari Ethan menyusup ke bawah tubuh mungil Kiara. Pria itu tampak kikuk, bahunya kaku, tapi dia begitu keras berusaha untuk terlihat santai dan tenang demi tidak mengusik lelap sang bayi. Saat bobot mungil Kiara berpindah sepenuhnya ke dekapannya, napas Ethan tercek

  • Istri Pengganti Mas Dosen   354.

    Usai ritual memandikan dan mendandani Kiara yang diwarnai sedikit drama kehebohan, mulai dari Bumi yang kebingungan memasang popok hingga Maura yang gemas memoleskan minyak telon ke perut gendut sang bayi, bertiga mereka akhirnya siap meluncur.Kiara kini tampil menggemaskan berbalut jumpsuit rajut kuning gading dengan topi telinga kelinci yang terpasang rapi.Tujuan pertama pagi ini adalah klinik dokter spesialis kandungan untuk pemeriksaan rutin kehamilan Maura, sebelum melanjutkan agenda berat menuju laboratorium tes DNA pukul sepuluh nanti.Di ruang tunggu klinik yang bernuansa hangat dan tenang, kehadiran mereka bertiga tak pelak mencuri perhatian beberapa pasangan suami istri lainnya. Pemandangan seorang pria berpenampilan rapi dengan kacamata yang memangku bayi dengan sangat telaten, sementara sang istri yang hamil muda duduk bersandar nyaman di sampingnya, terlihat begitu harmonis.Janggal, jelas. Mana ada ibu hamil punya bayi yang masih beberapa bulan."Nyaman banget dia dipa

  • Istri Pengganti Mas Dosen   353.

    Jam dinding baru menunjukkan pukul lima pagi ketika Kiara mendadak merengek kehausan. Suara tangisan tipis yang makin lama makin nyaring itu seketika memicu alarm darurat di dalam kamar.Maura yang dasarnya berjiwa sigap langsung terduduk kaget. Awalanya dia celingkukan, setelah menoleh ke samping baru sadar ada keponakannya disitu. Dikeloni Bumi, hampir ditindih.Tak pikir panjang, dia menepuk-nepuk paha suaminya yang masih lelap itu dengan sangat tidak santai. Sayangnya bukan Bumi kalau mudah dibangunkan.Dia bangkit, mengikat rambut asal lalu menarik suaminya terlentang agar Kiara bisa keluar dari rengkuhanya. Dan menggendong bocah itu, menimangnya."Haus ya cantik, bentar ya..." timangnya. "Mas! Mas Bumi, bangun!" seru Maura lalu, menabok pundak Bumi.Bumi mengeluh berat, dia mengusap wajahnya kasar, mencoba mengumpulkan nyawanya yang masih berhamburan. "Jam berapa ini, Sayang...?""Jam lima! Ayo bangun!" Maura menarik lengan tegap Bumi sampai pria itu terseret dan terpaksa duduk.

  • Istri Pengganti Mas Dosen   352.

    Bumi menyimpan Hp istrinya istrinya di saku dengan santai, tanpa merasa bersalah sedikit pun setelah melontarkan kalimat horor yang sukses membuat Leon dan Risti mati kutu di seberang sana.Maura yang baru saja selesai memindahkan Kiara ke pelukannya mendelik lebar. Mukanya kini kembali membara."Mas Bumi! Ngapain ngomong begitu, sih?!" bisik Maura gemas, berusaha setengah mati menahan suaranya agar tetap pelan. "Bisa nggak, mulutnya disaring dikit? Itu Leon sama Risti pasti langsung jantungan!"Bumi menoleh tenang, melepas kacamata minusnya lalu mengelap lensanya pakai ujung kemeja. "Bagus kalau jantungan, biar otaknya agak terpacu buat berpikir rasional. Lagian, Mas cuma menyampaikan jalan keluar yang legal. Daripada bingung tanya sah atau enggak tiap malam, ya tinggal dihalalkan.""Ya tapi bahasanya kamu itu, lho." sengit Maura sinis, walau tangannya tetap sigap mengusap-usap punggung mungil Kiara yang sempat menggeliat pelan. "Gak ada halus-halusnya banget jadi dosen.""Faktual da

  • Istri Pengganti Mas Dosen   351.

    Kedua mobil itu akhirnya berpisah di persimpangan jalan keluar restoran. Mobil Papa berbelok ke arah barat, dan Bumi memutar kemudi ke arah timur, membelah malam Jakarta yang mulai merenggang dari kemacetan.Di dalam kabin mobil yang hangat dan sunyi, hanya terdengar deru halus mesin. Kiara tertidur pulas tanpa beban, napas kecilnya teratur berhembus.Maura terus-terusan melirik ke samping, memastikan selimut biru-pink itu masih membungkus rapi tubuh mungil keponakannya."Mas..." panggil Maura pelan."Hm?" gumam Bumi, matanya fokus menatap jalanan lengang di depannya dengan satu tangannya mengendalikan kemudi."Kok Mas tadi langsung ngide nyuruh aku bawa Kiara pulang sih? Bukannya biasanya Mas cemburu sama bocah ini?""Mas juga kangen, asal semalem aja.""Kenapa emang kalau dua malem, atau seminggu." pancing Maura."Enak aja. Kalau seminggu, kapan Mas bisa nidurin kamu.""Mesum!!""Bukan mesum, itu kebutuhan biologis yang sah menurut hukum dan agama," sahut Bumi santai, tanpa mengalih

  • Istri Pengganti Mas Dosen   1. KULKAS DUA PINTU BERJALAN

    Matahari Surabaya pagi itu seolah sedang pamer kekuatan. Panasnya tak main-main, sanggup membuat aspal parkiran Fakultas Bahasa dan Sastra terasa seperti panggangan roti.Maura Adhisti turun dari motornya dengan gerakan dramatis, kacamata bulat bertengger di hidung, rambut dikuncir kuda asal-asalan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   4. Teori dari mana itu?

    “Ng, nggak tahu, Nak,” jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Maura. “Coba kamu cari di kamar kakakmu, Ra.”Maura langsung menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke plafon seolah berharap ada jawaban jatuh dari sana. “Capek, Ma,” jawabnya lemas. Suaranya penuh penderitaan versi anak bungsu yang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status