Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 58. Benteng Raymond

Share

58. Benteng Raymond

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-07-04 14:00:27

Setiap sudut maket diperhatikan Aris dengan saksama. Sesekali jari arsitek muda itu mengetuk meja memberikan koreksi teknis.

“Secara keseluruhan, proporsi fasadnya sudah bagus. Tapi coba perhatikan bagian sambungan atap kantilever ini. Kalau di dunia nyata, ini butuh struktur penguat tersembunyi supaya tidak ringkih.”

“Ah, iya, Mas. Berarti harus tambah ketebalan kolom di bagian potongan yang ini ya?” tanya Jovita sembari menunjuk lembar cetak biru di samping maket.

“Betul. Tambah sedikit saja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
telepon dari siapa ya..?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   348. Lega

    “Boleh, tapi hati-hati.” Suara Raymond serak karena gairah. Tangan Raymond menyelinap masuk ke dalam blus longgar Jovita, langsung menyentuh kulit hangat di pinggang yang lebih lembut karena kehamilan. Raymond melepas blus yang dikenakan Jovita, disusul bra yang sudah ketat di bagian depan. Dua buah dada tampak semakin berisi karena kehamilan lima bulan itu langsung terpapar. Puncaknya lebih gelap, lebih sensitif, dan sedikit bengkak. “Dadamu… makin montok. Cantik banget…” bisik Raymmond lalu membungkuk. Mulutnya langsung mengecup salah satu, lalu menghisap pelan-pelan. Lidahnya memutar, menggigit ringan, sementara tangannya yang lain memijat dada satunya dengan hati-hati. Rasa asin-manis dari kulit Jovita memenuhi mulutnya. Setiap hisapan membuat Jovita menggeliat, punggungnya melengkung, jari-jari kakinya mengerat di seprai. “Ahh… pelan…” Tapi tangan Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   347. Mau di Atas

    Viola terbaring menatap langit-langit kamar yang putih polos. Sunyi merayap begitu cepat, menghimpit dadanya dengan rasa kesepian yang sangat pekat.Sendiri.Tidak ada lagi sosok Papa yang melindunginya dengan kehangatan tanpa batas. Tidak ada lagi sahabat setia tempatnya berbagi dan berkeluh kesah. Apalagi Dylan, pria yang menjadi muara cintanya, kini hanya tinggal kenangan manis yang tak pernah sungguh-sungguh bisa ia miliki.Dunia di sekelilingnya bergerak maju, sementara dirinya tertinggal sendirian dalam kehampaan.Mata Viola berkaca-kaca. Air mata dingin menetes perlahan, membasahi bantal di bawah kepalanya. Di lubuk hatinya yang paling dalam, sebuah pertanyaan lirih berbisik, menghujam jiwa.‘Mungkinkah... semua rasa sakit dan kehancuran ini adalah karma atas segala kesalahanku di masa lalu?’Langkah kaki memasuki ruang perawatan menyadarkan Viola dari lamunan. Perawat jaga memeriksa tetesan cairan infus yang mengalir pelan di punggung tangan Viola. Tak lama berselang, nampan b

  • Istri Rahasia Om Raymond   346. Bergerak Cepat

    Sementara itu, di sudut kantin rumah sakit yang agak sepi di lantai dasar, Raymond dan Roberto duduk berhadapan di meja paling pojok. Aroma kopi hitam mengepul tipis di antara mereka, tak mampu meredakan ketegangan yang teramat pekat. Tanpa membuang waktu, Roberto langsung menembak putranya dengan tatapan menyelidik. “Kamu sudah melakukan tes DNA, kan?” Raymond bergeming sesaat. Tanpa ragu, ia merogoh saku jasnya, mengambil amplop putih, dan mengeluarkan selembar kertas hasil tes laboratorium resmi dari dalam dompetnya, lalu mendorongnya melewati atas meja tepat di hadapan sang ayah. Roberto langsung meraih kertas itu dengan jemari keriputnya. Sepasang matanya menyusur cepat deretan angka probabilitas genetika yang tercetak nyata di atas sana. Begitu ia menangkap kesimpulan mutlak dari hasil tersebut, rahang Roberto mengeras seketika. Kepalan tangannya meremas ujung kertas hingga berderak pelan. “Sial!” umpat Roberto tertahan, raut wajahnya berubah kelam bagai badai. “Kenapa dari

  • Istri Rahasia Om Raymond   345. Dua Jagoan

    “Selamat ya... dua jagoan sekaligus. Wah, Mommy-nya bakalan jadi satu-satunya ratu paling cantik di rumah ini.”Mendengar ucapan itu, Jovita dan Raymond langsung tersenyum merekah, saling beradu pandang dengan binar kebahagiaan yang teramat dalam.Sedetik kemudian, Jovita menatap sang dokter dengan alis bertaut tipis. “Tapi, Dok... kakaknya cewek.”Dokter Amira tertegun sejenak. Jemarinya yang memegang probe terhenti di atas perut Jovita. Seketika itu juga, ia teringat bahwa putri sulung Raymond, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama akibat kecelakaan tragis beberapa hari lalu. Dokter kandungan itu langsung merona kikuk, merasa tak enak hati telah melontarkan candaan yang kurang tepat.“Ah... iya, saya lupa,” sesal Dokter Amira tersenyum canggung. “Maksud saya, dua jagoan baru untuk melengkapi keluarga kalian.”Pemeriksaan pun berakhir tanpa ada kendala berarti. Setelah berbincang sejenak mengenai pola makan dan pantangan bagi ibu hamil, Dokter Amira me

  • Istri Rahasia Om Raymond   344. Apa Dok?

    Di ruang perawatan yang sunyi, Viola perlahan mengerjap-kerjap menyesuaikan pandangannya dengan cahaya ruangan. Di sisi ranjang, Roberto duduk kaku sambil melipat tangan di dada.Melihat kakeknya berada di sana, Viola mengumpulkan sisa-sisa tenaganya. Suaranya terdengar sangat lirih, hampir berupa bisikan.“Opa...”Roberto menoleh sekilas, menatap cucunya dengan sorot mata sedingin es tanpa ekspresi. “Ada apa?”Viola menelan ludahnya yang terasa pahit, lalu menatap lurus ke arah Roberto dengan mata berkaca-kaca penuh permohonan.“Opa... mau bantu aku?” tanya Viola parau.Roberto menyipitkan mata, menatap cucunya dengan sorot dingin penuh selidik. “Apa?”“Kalau aku sudah sembuh nanti... aku mau ke luar negeri.”“Kenapa tiba-tiba mau ke luar negeri? Capek kerja karena harus merintis karier dari nol?”Viola menggeleng lemah di atas bantal, menahan nyeri di dadanya. “Sebenarnya... rencana itu sudah ada dari dulu. Mau langsung lanjut studi S2.”Tentu saja Viola menyembunyikan alasan sebena

  • Istri Rahasia Om Raymond   343. Kepedulian Roberto

    Pagi baru saja merayap naik, sinar matahari menembus kaca jendela ruang VIP rumah sakit.Pintu kamar berderit pelan saat Roberto melangkah masuk dengan tongkat penyangganya. Sosok tua itu menyapu pandangan ke dalam ruangan, hingga matanya jatuh pada Jovita yang terlelap di atas ranjang tambahan lipat, posisi tidur wanita itu tampak meringkuk kaku, teramat kurang nyaman untuk ukuran seorang yang tengah mengandung besar.Melihat putranya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil di leher, emosi Roberto langsung tersulut tanpa aba-aba.“Jadi suami, tanggung jawab sedikit, apa susahnya?” sembur Roberto dengan suara serak namun penuh tekanan.Raymond tertegun di tempatnya, pagi-pagi sudah mendapat makian yang tak jelas arahnya. Urat-urat di lehernya serta-merta mengeras, dorongan untuk membalas dengan mengungkap masa lalu sang papa membuncah di ujung lidah.Tapi, sebelum Raymond sempat membuka mulut untuk meledakkan amarahnya, Roberto kembali menyambung ketus.“Istrimu sed

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status