LOGINLaureta tak menduga akan memergoki Erwin, tunangannya sendiri, berselingkuh dengan wanita lain di sebuah hotel. Tidak sampai di sana, ayahnya Laureta ternyata telah menggelapkan uang perusahaan dan membuat dirinya harus menjalani perjodohan dengan Kian Aleandro, sang CEO dingin dan arogan, demi meringankan hukuman ayahnya. Di tengah pernikahan kontrak yang ia jalani, Laureta begitu terkejut ketika menyadari jika Erwin, orang yang menyelingkuhi dan merendahkan dirinya, ternyata adalah keponakan dari Kian, suaminya sendiri. Cobaan demi cobaan terus menghantui kehidupan Laureta. Sanggupkah Laureta menjalani perannya sebagai istri Kian? Akankah semuanya berakhir bahagia?
View MoreZion adalah anak yang sangat lucu dan pintar. Di usianya yang menginjak lima bulan, anak itu sudah bisa diajak bercanda. Siapa pun yang bertemu dengannya pasti akan gemas dengan tingkah lakunya.Hari itu adalah pertama kalinya Kian bertemu dengan Zion. Kian tampak tegang sekali seperti hendak bertemu dengan presiden. Laureta terkekeh sejak tadi menertawakan sikap Kian.Laureta baru saja pulang kerja dan Kian yang menjemputnya. Pria itu menyetir mobil menuju ke rumahnya tanpa Laureta perlu menunjukkan arah seolah ia sudah tahu alamatnya di mana.“Bagaimana kamu bisa tahu alamat rumahku? Ah, kamu memang memata-mataiku, ya kan.”Kian tidak menggubris candaannya. Pria itu fokus menyetir hingga berhenti di depan rumahnya.“Aku memang pernah mengikuti Ivan sampai ke rumah ini. Aku ingin tahu apakah benar kamu tinggal bersama dengannya di sini,” ungkap Kian.Laureta pun tersenyum. “Ya sudah. Kali ini aku akan memaafkan
Kian memutar tubuh Laureta, lalu wanita itu pun menengadahkan kepalanya sambil mengangkat kakinya hingga berada dalam dekapan Kian. Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti.Kian pun mendekatkan bibirnya dan mencium Laureta dengan lembut. Laureta pikir lututnya akan goyah hingga ia tidak sanggup untuk berpijak di bumi. Namun, Kian menopangnya, mendekapnya dengan erat.Laureta pun membalas ciuman itu. Ia yakin sekali jika dalam hidupnya, ia hanya mencintai satu pria, yaitu Kian seorang. Susah payah ia menutupi perasaannya, tapi ia tak akan sanggup. Kian benar-benar telah mencuri hatinya.Usai ciuman yang memabukkan itu, Kian pun melepaskan diri. Napas mereka sama-sama saling memburu. Kian mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya, lalu berlutut di hadapan Laureta.“Laureta Widya, maukah kamu menikah denganku? Lagi?”Laureta terkesima menatap cincin berlian di dalam kotak mungil berwarna merah. Ia pun mengangguk dan berkata, “Ya, aku
Laureta tersenyum membaca pesan singkat dari Ivan. “Pacar?” gumamnya.“Ada apa?” tanya Kian.“Uhm, tidak ada apa-apa.”“Ayolah! Aku ingin tahu. Kamu tadi bilang pacar. Pacar siapa?”Kian merebut ponselnya dari tangannya. Ia malu sekali saat Kian membaca pesan itu dari Ivan. Kian pun tertawa lepas.“Astaga! Jadi, apakah aku harus memanggil Ivan kakak mulai sekarang? Dia itu kakakmu kan?”Laureta terkekeh. “Mungkin begitu. Dia pernah menyuruhku untuk memanggilnya kakak, tapi aku tidak mau.”“Kenapa? Sepertinya usianya lebih tua darimu.” Kian menautkan alisnya, tapi Laureta menggelengkan kepala. “Kamu saja selalu memanggilku nama padahal usia kita terpaut delapan belas tahun. Atau mungkin sekarang aku punya panggilan baru?”“Apa itu?”“Papa?”Laureta terkejut. “Papa? Kamu kan bukan ayahku!&rdq
“Kamu siap?” tanya Ivan sambil mengulurkan tangannya pada Laureta.Ia tersenyum dan kemudian menyerahkan tangannya pada Ivan. Ia baru saja turun dari mobil. Lalu mereka berjalan bergandengan, masuk ke dalam gedung mewah. Di dalam sana sedang ada acara pernikahan seorang anak pengusaha importir, rekan kerjanya Ivan.Sebenarnya, Laureta tidak perlu datang ke sini karena ia sama sekali tidak mengenal siapa pun di sini. Namun, Ivan bersikeras mengajaknya karena menurutnya Laureta pasti akan senang mencicipi berbagai macam makanan yang unik-unik di sana.Laureta pun terpaksa ikut. Ia melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri. Ivan membelikannya gaun yang ia pakai sekarang. Gaun itu berwarna biru tua dengan belahan rok yang tinggi hingga menampilkan kakinya yang tampak jenjang berbalut sepatu hak tinggi bertali hingga ke betisnya.Banyak sekali tamu yang datang ke acara pernikahan itu. Semua wanitanya mengenakan gaun yang sangat cantik dan para
Helga melenggang memasuki ruangan itu dengan langkahnya yang anggun. Rambutnya tergerai indah dengan ikal di bagian bawahnya. Kian menelan ludahnya, sungguh tak sanggup harus berkata apa lagi.Ia hanya bisa terdiam sambil menatap Laureta yang kemudian berdiri dan mencium pipi kiri kanan den
Kian buru-buru membukakan pintu mobil untuk Helga. Ia sendiri berlari menuju ke pintu satunya lagi dan duduk di balik kemudi. Seluruh tubuhnya basah kuyup. Sama halnya dengan Helga, blouse crop top-nya yang berwarna krem, tampak menempel di tubuhnya yang basah. Belahan dadanya tampak semakin menggiu
Ditatapnya Laureta dengan wajah sengit. Kian tidak bermaksud memusuhinya, tapi tetap saja sikap kasar itu muncul begitu saja tanpa ia sadari.Pikiran Kian masih campur aduk antara Erwin dan Reksi. Kian harus mencari tahu tentang banyak hal dari Reksi. Semoga saja wanita itu bisa diajak kerja sama. Ka
Setibanya di sana, Helga meletakkan tasnya yang bermerk mahal itu di meja dengan gerakannya yang anggun. “Hai, Kian. Maaf sudah membuatmu menunggu lama.”“Tidak juga.”Helga duduk sambil membenahi blazer-nya. Rambutnya panjang dengan ikal di bagian bawahnya. Ri












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore