共有

Bab 28

作者: Thaiteaa
last update 公開日: 2026-05-24 17:13:03

Sedangkan Salsa menatapnya pucat, dengan posisi sudah memakai Bathrobe bentuk kimono, dengan wajah yang merah dan sebagian tubuhnya ada bercak kemerahan yang semakin membuat Alfan menjadi jijik.

"Apa-apaan ini Salsa? " Suaranya getir, seperti menelan ribuan Duri durian.

Salsa membuang tatapannya, bahkan ia tidak menangis dan lebih seperti maling yang kepergok mencuri barang berharga.

"JAWAB LU BAJINGAN!!! " bentak Alfan masih berdiri seperti tadi, menatap pacarnya itu seperti binatang yang terluka.

"Kamu nggak perlu tahu Mas, " Jawab Salsa menatapnya tanpa bersalah.

"Ha? Apa maksudmu sialan!!! Dada Alfan semakin gemuruh.

"Jauh aku sebelum kenal sama kamu, aku udah begini. Inilah aku yang sebenarnya, dan pacaran dengamu adalah kesalahan untukku. Lagipula keluarga mu juga nggak suka kan sama aku? " Balas Salsa tidak tahu malu.

Alfan menatap Salsa semakin getir,ternyata selama ini rasa cinta dan upayanya untuk membuat Salsa benar-benar diterima di keluarga nya hanyalah serpihan sampah baginya.

"Selama ini apa yang kamu inginkan selalu aku turuti Salsa, bahkan aku mengupayakan kamu supaya keluarga ku suka sama kamu. Tapi.. " Ucapnya terjadi, karena napasnya terasa sesak seperti ada yang menghantam dadanya beras. "" Tapi kamu ternyata memang sampah! Bajingan! "Lanjutnya umpat Alfan mendidih.

" Kamu tunggu di sini sampai aku pergi, setelah itu pulang. Mulai saat ini kita putus! "Sambung Alfan lalu meninggalkan Salsa, membawa sebuah luka yang hampir membuatnya sekarat.

****

Sampai dalam mobil, pria itu berteriak sebesar mungkin, memukul stir mobil dengan keras. Selama ini semua yang diberikan Salsa hanyalah kepalsuan belaka, seakan ia tidak mau mempercayainya. Namun, hari ini ia tidak seperti melihat Salsa yang ia kenal. Alfan menundukkan kepalanya di atas stir mobil, perasaan perih kini menjadi hampa dan semakin sesak di dadanya. Hingga detik selanjutnya, suara ponsel membuatnya langsung menerima tanpa melihat. "Hmm, " Jawabannya pelan.

"Fan, lo di mana? Wah gila pacar lo! Tolol" Suara Aldo terdengar panik, membuat jantung Alfan semakin berdenyut.

"Kenapa Do? "

"Lo gak tau Fan? Salsa bikin akun Yang isinya nyeleneh. Tapi wajahnya di blur sih, sampai-"

"Sampai hubungan sex sama pria lain? Gue baru aja mergokin dia tadi " Sela Alfan semakin getir dan seperti orang tolong setelah mengetahui fakta terbaru kekasihnya.

"Tolol Banjingan! Terus lo gimana? Gue jemput ya? " Panik Aldo yang seakan tahu keadaan Alfan.

"Nggak perlu Do, gue aman kok. Udah gue putusin tuh si bajingan Anjing! "

"Yaudah kalo gitu, kalo ada apa-apa lo kabarin gue Fan"ucap Aldo

Oke Do, thank. " Setelah pembicaraan selesai, Alfan akhirnya menyalakan mesin mobil, lalu pergi meninggalkan tempat yang menjadikan mimpi buruk untuknya.

Sejenak Alfan mengingat kembali mimpi buruknya, yang soalnya itu kembali lagi ketika melihat Salsa. Rasa bencinya semakin menggebu, setelah perempuan tidak tahu malu itu, kini kembali ke indonesia, setelah sekian lama Alfan bisa beramai dengan diri dan hidupnya.

"Mas! Apa syaratnya? " Salsa bertanya sambil tersenyum, menatap penuh harap kepada Alfan.

Sedangkan Alfan menatao dingin Salsa, lalu terkekeh hambar. Kemudia satu tangannya keluar dari saku, menunjuk dahi Salsa seperti membentuk sebuah pistol.

"Syarat nya adalah..... Tembak kepala kamu sendiri di depanku Salsa, tembak sampai otak kamu hancur dan berceceran keluar dari kepala tolol kamu itu. Biar aku tahu, bahwa kamu selain nggak punya malu, juga nggak ada otaknya, " Ungkap Alfan secara perlahan-lahan dengan suara pelan, seperti seorang pendongeng yang menceritakan kisah tragis.

Salsa langsung pucat pasi mendengar ucapan Alfan. "Kamu gila mas! " Pekik Salsa menahan marah.

"Kamu yang gila! " Bentak Alfan pelan, tidak habis pikir dengan perempuan gila di depannya ini.

"Menceraikan istriku? Lebih baik simpan mimpi busukmu itu! " Pungkas Alfan kejam, menatap Salsa tanpa emosi.

"Dengan Salsa, seekor kupu-kupu tahu di mana letak taman yang banyak bunganya yang begitu indah.. Berbeda dengan lalat yang akan selalu menghinggap di tempat sampah meskipun di sampingnya ada taman bunga, " Turut Alfan panjang, datar sembari memunggungi Salsa, lalu mendekati jendela yang ada di ruangan itu.

"Dan aku tidak mau menjadi lalat. Karena aku tahu istriku jauh lebih baik berkali-kali lipat dari kamu. Jadi sekarang pergi dari sini ! " Lanjut Alfan menatap Salsa, sambil menunjuk pintu.

Wajah Salsa merah padam, tidak Terima dengan pernyataan Alfan. "Oh iya? Istri yang kamu banggain itu cuma perempuan bodoh Mas. Apa dia kasih tau kamu kalu kita sempat bertemu? " Salsa menduga Karina belum bicara kepada Alfan tentang pertemuannya.

Alfan terdiam sesaat, namun ia hanya menyeringai tipis. "Oh, bagus dong kalau kalian sudah pernah bertemu. Tentunya istriku yang cantik itu sudah kasih peringatan ke kamu bukan? Masih bebal setelah ini? " Sarkas Alfan menatap Salsa dengan ekspresi datar. "Berhenti membual dan hidup Masing-masing Salsa, dan asal kamu tahu aku sudah maafin kesalahan kami, "sambung Alfan berharap perempuan ini cepat pergi.

" Kamu bakal menyesal Mas! "Hardik Salsa lalu menyambar tasnya, dan akhirnya keluar dari ruangan Alfan dengan perasaan dongkol setengah mati.

Pria itu lalu menyugar rambutnya, membuka dia kancing kemeja atas karen terlalu sesak dan penat.

Tidak lama Rafa masuk ke ruangan, " Permisi pak, ini tadi ada titipan dari mbak Karina, "ucapnya sambil meletakkan kitak bekal di meja dekat sofa.

" Tadi dia ke dini? Terus kenapa pulang? "Tanya Alfan, iris matanya menatap kotak bekal pemberian Karina.

Rafa menggaruk belakang kepalanya, karena tidak enak ingin mengucapkan ini. "Sepertinya, mbak Karina dengar pembicaraan bapak sama Mbak yang tadi, terus beliau langsung buru-buru pergi katanya ada urusan, " Jelas Rafa dengan Hati-hati, karena Alfan sepertinya sedang dalam suasana hati yang tidak bagus.

"Alfarmijat keningnya pelan. " Oke kamu bisa keluar, "hanya itu yang terucap karena hari ini biasanya merasa kepalanya hampir pecah karena kemunculan perempuan sialan tadi.

"Permisi Pak, "undur Rafa akhirnya.

Alfan lalu merongoh ponselnya, ingin mengirim pesan Kepada Karina. Namun,Aldan memberi kabar jika ia dan istrinya sedang keluar. Helaan nafas terdengar dari Alfan, ia melempar ponselnya ke atas meja lalu duduk dengan menghadap langit-langit ruangan. " Kenapa dia nggak bilang sih? "Monolognya sekaligus kesal dengan Karina yang tidak mengatakan hal sepenting ini kepadanya.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 30

    Kali ini rasanya Karina ingin kabur saja kalau sudah begini, malam ini Alfan mengatakan hal yang membuat tubuhnya meremang satu badan. Karina tidak bodoh, dan justru ia tahu maksud sang suami. Terkadang ia ingin menjitak kepalanya keras-keras supaya tidak kelepasan emosi, dan tetap tenang menahan diri untuk tidak mengeluarkan kalimat yang tidak penting seperti tadi. Rupanya, mengetahui Alfan bertemu Salsa sangat membuatnya sedikit menarik emosi yang ia tahan-tahan. Namun, di satu sisi Karina menjadi lega karena Alfan juga masih ingin bertahan dengannya di dalam pernikahan ini. Dan, kini ia masih di dalam kamarnya setelah selesai mandi, dan mencoba untuk memakai gaun malam pemberian Aldan tadi, yaitu set satin warna butter yellow lembut, dengan model nighgown yang sekarang ia balut dengan Kimono. Rbut panjangnya yang lurus dan setengah basah ia gerai. Sedari tadi ia di depan kaca, malu karena ia pertama kalinya menggunakan pakaian tidur seperti ini. "Kok jadi aneh gini ya? "Gumamnya

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 29

    Menjelang pukul delapan malam, Karina akhirnya kembali ke mansion setelah seharian ia diajak pergi oleh Aldan, yang tiba-tiba saja mengajaknya belanja. Aslinya ia ingin menolak, namun demi menghibur dirinya ia akhirnya menerima ajakan Aldan. Dan, ternyata pria itu membelanjakannya sebuah gaun malam, yang Karina rasa ini hanya menjadi pajangan di lemari saja. 'Ingat ya Karin, pokoknya gaun malam ini cepat dipakai supaya suamimu terkesima'ucaoan Aldan terngiang setelah ia turun dari mobil. "Apanya yang terkesima? Mas Alfan mungkin lebih terkesima sama mantannya mbak Salsa, " Omelnya pelan pada dirinya sendiri. Karina menghela napas panjang, menatap kondisi rumah yang sedikit gelap, mungkin saja suaminya belum pulang atau? Karuna lalu menggeleng cepat. Tidak mau memikirkan hal yang menyakiti hatinya. Perempuan itu lalu membuka pintu rumah, dengan menenteng satu paper bag lumayan besar belanjaan dari Aldan. "Istriku cintaku sudah pulang rupanya? " Suara rendah Alfan membuat Karina terk

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 28

    Sedangkan Salsa menatapnya pucat, dengan posisi sudah memakai Bathrobe bentuk kimono, dengan wajah yang merah dan sebagian tubuhnya ada bercak kemerahan yang semakin membuat Alfan menjadi jijik. "Apa-apaan ini Salsa? " Suaranya getir, seperti menelan ribuan Duri durian. Salsa membuang tatapannya, bahkan ia tidak menangis dan lebih seperti maling yang kepergok mencuri barang berharga. "JAWAB LU BAJINGAN!!! " bentak Alfan masih berdiri seperti tadi, menatap pacarnya itu seperti binatang yang terluka. "Kamu nggak perlu tahu Mas, " Jawab Salsa menatapnya tanpa bersalah. "Ha? Apa maksudmu sialan!!! Dada Alfan semakin gemuruh. "Jauh aku sebelum kenal sama kamu, aku udah begini. Inilah aku yang sebenarnya, dan pacaran dengamu adalah kesalahan untukku. Lagipula keluarga mu juga nggak suka kan sama aku? " Balas Salsa tidak tahu malu. Alfan menatap Salsa semakin getir,ternyata selama ini rasa cinta dan upayanya untuk membuat Salsa benar-benar diterima di keluarga nya hanyalah serpihan sa

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 27

    5 years agoSiang ini Alfan baru saja kembali dari kota Surakarta, karena ada pertemuan dengan klaien, dan sekaligus meninjau lokasi yang akan dipakai untuk proyeknya. Dalam perjalanan pulang dari Surakarta menuju Jakarta, ia sempatkan membeli buket bunga untuk perayaan anniversary dengan Salsa yang sudah berlangsung dia tahun. Alfan aslinya ingin membeli buket bunga mawar, tapi ia berikan pada pembeli lain karena lebih memilih buket lily. Cantik seperti pacarnya. Alfan ingin memberikan kejutan kepada Salsa dengan bunga ini, dan mengajaknya dinner. Namun, sayang sekali pacarnya itu sedang photoshoot dengan brand pakaian untuk olahraga dan jaket di kota Yogyakarta. Seharusnya sekarang pacarnya pulang, akan tetapi Salsa baru mengabari jika masih ada pemotretan lagi. Bagi Alfan tidak Masalah, karena sebagai pacar ia tidak ingin menghalangi mimpi pacarnya untuk masa depan dan tetap mendukung meski ada batasan tertentu. Sejujurnya pacaran dengan Salsa ini Alfan sempat mendapat pertentan

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 26

    Alfan yang sedang merebahkan kepalanya setelah kepergian asistennya melaporkan hasil kunjungan kemarin yang tidak dapat Alfan hadiri. Alfan menghadap langit-langit atap ruangan. Seketika ia teringat wajah istrinya yang terlihat ingin mengatakan sesuatu tadii pagi. Pria itu merongoh ponselnya untuk mengentik pesan kepada Karina namun belum sempat ia mengirim, suara ketukan terdengar lagi dan kali ini Rafa muncul dengan wajah cemas. 'Kenapa Karina? "Rajasthan mengerutkan dahinya menatao Rafa. " Begini pak, ada-""Hai Mas Alfan. " Suara yang telah lama Alfan hilangkan kini terdengar kembali. Sosok perempuan masa lallu yang pernah membuat hatinya membuncah tiba-tiba saja muncul di belakang Rafa. Tersenyum cerah metapnya. "Pak Alfan saya-""Tinggalkan kami berdua Rafa, saya perlu bicara dengan perempuan bebal ini, " Sarkas Alfan dingin, membuat Rafa menundukan kepala lalu meninggalkan ruangan. "Ngapain kamu di sini? Bukannya sudah mati? " Puggkas Alfan tajam, iris pekatnya mentap Salsa

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 25

    "Kamu mau pesan apa? " Tanya Salsa ramah, tersenyum lebar. "Saya macha latte aja Mbak Salsa, " Ujarnya halus, membuat Salsa langsung mengkonfirmasi langsung kepada waiters cafe. "Maaf ya aku tiba-tiba saja ngundang kemari, " Selorohnya santai, lalu menyilangkan kaki jenjangnya yang mulus. Seakan menunjukkan siapa yang berhak bicara di sini. Karina tersenyum tipis menanggapinya. "Jujur saja saya kaget karena Mabk Salsa bisa dapet nomer saya, " Ungkap Karina lembut, ia menyatukan kedua tangannya di pangkuan, menabak-nebak apa yang ingin dibicarakan perempuan didepannya ini. "Ouh, aku dapat dari media sosial kamu Rin. Kamu kan illustrator art kan? Ada nomer kamu di bio, " Jelas Salsa menatao Karina cukup mendominasi. "Langsung saja Mbak, apa yang ingin Mabk omongin sama saya? " To the point Karina, sikapnya cukup tenang. Salsa tertawa pelan, sambil menutupi mulutnya seakan menutupi sesuatu. "Kamu ini nggak suka basa-basi ya ternyata. Tapi sebelumnya aku mau ngucapin selamat buat pe

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status