LOGIN10 menit Karina merasakan tak ada lagi pergerakan dari Alfan, bahkan tangannya yang sedari tadi mengelus perutnya kini sudah terdiam. Ia buka perlahan bantalnya, senyum tipis mengembang di wajahnya melihat suaminya sudah tertidur dengan posisi terduduk. "Maafin Karina ya Mas, maafin kalau Karina nyusahin Mas malam-makam seperti ini" Karina sisir rambut sang suami dengan tangannya kemudian setelah itu ia elus kepala sang suami untuk memeberikan ketenangan. Sesuai ucapan Alfan tadi pukul setengah 4 pagi pintu di ketuk oleh seseorang, Karina terpaksa harus membangunkan Alfan karena tidak mungkin jika ia yang mengambil pesanan itu. "Mas, itu ada Mas go food nya" Ucap Karina, sambil mendoronkan badan Alfan pelan. Lantas Alfan tersentak kaget awalnya namun karena ia berhasil mengatasi keterkejutan nya ia langsung berdiri untuk mengambil pesanannya. "Mas kasih ini untuk kurir nya ya" Karina memberikan uang pecahan lima puluh 1 lembar pada Alfan untuk diberikan pada pengantar makanan itu
Rumah sudah seperti biasanya hanya ada Alfan dan karina di dalamnya. Alfan kembali istirahat dikarenakan ia besok akan melakukan perjalanan meeting ke Bandung pukul 9 pagi, jadi mengharuskan ia tiba tepat waktu di bandung. Awalnya Karina sudah menutup matanya setelah perutnya di elus oleh Alfan maka dari itu Alfan ikut menyusul Karina masuk ke dalam mimpinya. Karima terbangun di tengah malam, Karina melirik jam yang menunjukkan pukul 12 malam, Karina mengurungkan niatnya untuk membanguunkan Alfan, ia tiba-tiba lapar ingin makan lotek yang ada di depan pasar baru. Karina membayangkan saat ini makan lotek sangat enak. Karina kembali merebahkan tubuhnya di kasur, matanya tidak bisa terpejam sehingga ia hanya bolak-balik mengganti posisi tidurnya. "Mas.. Mas.. " Sudah tidak sabar Karina. Akhirnya membangun kan Alfan daripada nantinya ia yang tidak bisa tidur. Panggilan pertama dari Karina, Alfan tidak mendengar bahkan ia masih nyenyak dengan tidurnya, ia goyangkan lagi tubuh besar A
Tidak, itu hanya becanda Karina pada Alfan saja agar pembicaraan mereka tidak terlalu garing dan sepi. "Boleh sebentar, cantik"Alfan mengambil dompetnya yang ada di saku jas nya kemudian mengeluarkan semua uang cash yang ada di dalam dompet itu. "Cuma ada segini uang cash nya, nanti transfer aja ya sisanya" Ucap Alfan. Karina tertawa meliat hanya ada 3 lembar uang pecahan ratusan. "Gak mau ah, sedikit banget itu Mas""Kan Mas transfer cantik" Ucap Alfan gemas. "Hadiah tambahan buat Mas mana? " Tanya Alfan menyodorkan tangannya setelah ia ketakkan dompetnya di meja dekat kasur. "Oh iya Mas Aku lupa, bentar ya aku ambil dulu" Ucap Karina. "Eh besok aja deh, kamu sekarang istirahat aja. Mas tadi cuma becanda doang kok " Ucap Alfan merasa tidak enak mengganggu istirahat sang istri. "Engga Mas sekarang aja, Karina emang udah nyiapin harian khusus buat Mas" Ucap karina Antusias. Karina bangkit dari duduknya, lalu ia berjalan menuju lemari untuk mengambil hadiah yang sudah ia siapk
"Terima kasih untuk semua teman-teman dan rekan bahkan keluarga yang sudah bersedia hadir untuk memenuhi undangan bumil yang paling saya cintai" Ungkapan Alfan dengan tulus. "" Last but not least untuk istri saya, dunia saya Terima kasih sudah memberikan hadiah yang cukup besar di hari yang spesial ini, Terima kasih sudah merayakan hari ini""Untuk bayi yang masih di dalam perut Bunda, Terima kasih sudah menemani Bunda mempersiapkan ini semua untuk Ayah" Alfan menunduk kemudian mencium perut Rata Karina. Karina tangkup wajah Alfan dengan lembut"Sama-sama Ayah, bahagia terus yah" Ucap Karina dengan tulus di sertai tangisan bahagia. Selsai dengan Karina Kini Alfan mendekati sang Ibu yang sedari tadi menatapnya haru, anaknya sudah cukup besar bahkan sudah dewasa saat ini. Ia akan menjadi Ayah. Ia peluk Alfan"Selamat Ya Fan, Mamah bahagia banget liat kamu nak. Jaga istri kamu, sayangi dia" Pesan mamah Sekar untuk Alfan. "Jaga juga calon anak kamu, besarin dia dengan tulus. Senang s
Karina mengecup seluruh wajah Alfan membuat Alfan tersenyum gembira. "Eh eh" Alfan menyadari Karina bernampilan rapi hari ini sehingga ia menatap Karina dari atas sampai kebawah. "Kok kamu rapih banget sih? Kan Mas bilang gak jadi dinner nya kalo kamu capek" Ucap Alfan. "Ikut Karina dulu yuk Mas! " Karina menggandeng tangan Alfan, ia bawa Alfan yang masih bingung ke halaman samping rumah mereka. Happy birthday to youHappy birthday to youHappy birthday to youHappy birthday to you happy birthday Mas Alfan ganteng. Suara nyanyian itu terdengar nyaring di telinga Alfan, ia terharu bahkan sangat terharu apalagi semua orang kesayangan dan orang dekat nha ikut hadir untuk merayakan hari yang tak pernah ia peringati sebelum nya. Ia berbalik namun tak menemukan sang istri, di tarik oleh sang Ibu ia di bawa menuju sebuah meja kecil. "Sini dulu Fan""Istri Alfan mana? ""Ada, tunggu aja"Tak berselang lama Alfan lihat Karina di depan sana dengan berbagai jenis kur, mulai dari cake bua
Yeyy hari ini adalah hari spesial buat Alfan. Setelah hampir satu minggu mejar-kejaran dengan jam kerja Alfan. Kini karina dapat menghela nafasnya dengan lega setelah ia berhasil mengundang beberapa rekan kerja Alfan bahkan ia berhasil meminta orang tua Alfan untuk datang ke rumahnya malam ini karena ia akan membuat sedikit pesta untuk Alfan sekaligus mengumumkan kehamilan anak pertamanya. Alfan hari ini melakukan meeting di bogor dan kemungkinan Alfan akan tiba pukul 7 malam. Karina tahu dari Rafa asisten sang suami. Sejak pagi tadi karina sengaja menghindari Alfan dengan alasan ia ada pekerjaan yang harus di kerjakan sekarang juga yang mengharuskan ia untuk pergi ke ruangan kerjanya pagi-pagi padahal itu tidak sama sekali. Setelah memastikan Alfan pergi ia baru kembali keluar ruangan dan karina juga kedatangan tim dekor yang sudah ia hubungi beberapa hari sebelumnya, di keadaan yang seperti ini ia tidak sanggup jika harus menghias sesuai keinginan nya . *****Persiapan demi per
Pagi ini Alfan langsung saja datang ke apartemen nya Aldo hanya dengan jaket dan celana jins saja karena tadi pergi terlalu buru-buru. Amarahnya sudah tidak tertahan lagi karena kali ini Salsa memancing singa yang diam untuk mencari masalah dengan nya. "Dan! Lo nggak papa? " Sosok Alfan menyambut
Kali ini rasanya Karina ingin kabur saja kalau sudah begini, malam ini Alfan mengatakan hal yang membuat tubuhnya meremang satu badan. Karina tidak bodoh, dan justru ia tahu maksud sang suami. Terkadang ia ingin menjitak kepalanya keras-keras supaya tidak kelepasan emosi, dan tetap tenang menahan
Beberapa hari setelah sakitnya sembuh, karina pagi ini mampir ke rumah mertuanya, karena mumpung weekend. Selain ingin bertemu dengan sang mertua, ia juga di panggil ke sini oleh sekar. Perempuan itu tadi pagi pergi tanpa pamit langsung ke suami, karena Alfan sibuk di ruangannya. Dan ternyata sang m
"Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme







