INICIAR SESIÓNSeolah diselingkuhi belum cukup, Akira merasa hidupnya hancur saat mengetahui wanita selingkuhan suaminya hamil. Dengan itu, Akira memutuskan meninggalkan suami, dan kembali ke rumah orang tuanya. Siapa sangka, jika beberapa hari kemudian, Akira kembali sebagai Presiden Direktur dari perusahaan tempat mantan suaminya bekerja!?
Ver más"Pah, Mama mau arisan, jangan lupa cuci baju yang sudah aku rendam di ember, ya!" perintah Siska kepada suaminya Rudi yang baru saja pulang dari kerja.
"Jangan terlalu lama nguceknya, nanti pakaian itu bisa rusak. Aku nggak mau semua barang kesukaanku jadi lecet," imbuh Siska. Hari Sabtu membuat Rudi untuk pulang lebih awal, ingin menikmati akhir pekan bersama keluarga kecilnya. Namun, saat sampai di rumah malah istrinya hendak pergi bersama teman-teman arisannya. "Arisan kok malam sih, Ma?" tanya Rudi dengan heran. "Sekalian mau jalan-jalan sama teman-teman, Pa, ya, sudahlah aku mau dandan dulu. Lagian ini waktunya juga mepet banget, takut ketinggalan nantinya." Rudi hanya mendengus kesal mendengar perkataan isri tercintanya. Di lepaskan pakaian yang sedari tadi pagi menempel di raga kekarnya itu yang bercampur dengan bau keringat seharian. Berjalan menuju dapur dan membuka tudung saji yang ternyata tidak ada isinya sama sekali di dalam. Di hembuskan nafasnya kasar serta mengacak rambutnya yang sudah terlihat sedikit memutih itu. Meski usia tidak terlalu tua, namun, mahkota Rudi yang tampak sedikit lebat itu memutih di bagian atas telinga. Meskipun seperti itu tidak menghilangkan aura ketampanan lelaki yang selalu menomor satukan istri tercinta tersebut. "Nggak ada makanan, Ma?" teriak Rudi dari ruang makan. "Nggak ada, hari ini Papa makan mie instan saja, ya, Mama capek," balas Siska dari dalam kamar. "Anak-anak apa sudah makan?" "Sudah tadi kita makan bakso di luar," jawab Siska dengan intonasi sedikit tinggi. Tanpa babibu, Rudi menenggak sedikit air dingin yang langsung menjalar di sekujur tubuhnya. Dingin. Nyes. Dengan lincah tangan Rudi memasak makan malam untuk dirinya sendiri, karena rasa lapar yang sedang menghampiri membuat Rudi kalap hingga membuat untuk kedua kalinya. "Habis, Pa?" tanya Siska saat mendapati Rudi yang sedang mencuci mangkuk bekas makan malamnya. "Iya, anak-anak kemana?" "Oh, iya aku lupa. Anak-anak sedang main di rumah Bu Dewi. Nanti Papa tolong jemput, ya. Terima kasih. Aku pergi dulu, da-da, Papa," pamit Siska seraya mencium pipi suaminya. "Jangan malam-malam!" "Oke." Seperti itulah keseharian Rudi, mendapati istrinya yang terkadang malas memasak. Suka pergi bersama teman-temannya, mengadakan pesta di rumah namun, tetap mengutamakan anak-anak. Malam ini sebenarnya Rudi mempunyai kejutan untuk keluarga kecilnya. Ingin menikmati malam akhir pekan bersama, meski sekedar menonton film di bioskop atau duduk santai di taman. Itu sudah membuat hatinya terasa bahagia. Namun, sialnya si istri sudah terlanjur mempunyai janji dengan teman-temannya. Jika diingatkan, maka pertengkaran lah yang akan terjadi. Rudi sangat menghindari akan hal itu, dia menginginkan keluarga yang utuh. Damai serta bahagia selamanya. Dia memang terlalu lemah di hadapan sang istri. Tidak dapat membantah, tidak dapat marah bahkan selalu menurut apapun yang diminta oleh pujaan hatinya itu. "Eh, Pa. Nanti pintunya kunci saja nggak apa, tapi lepas, ya. Soalnya aku bawa kunci cadangan, nggak usah ditungguin," Siska berbalik arah setelah ingat akan apa yang diucapkan pada suaminya. Rudi hanya mengangguk perlahan sambil melihat istrinya pergi dengan dandanan yang tidak terlalu menor namun, masih meninggalkan kesan cantik di wajahnya. Aroma parfum masih tertinggal dan di hirup Rudi sedalam mungkin. Rasa cintanya begitu besar sehingga apapun yang dikatakan oleh Siska, Rudi tak bisa membantah. ❤️❤️❤️Langit senja di atas markas bawah tanah Phoenix of Gold tampak membara keemasan, seolah mencerminkan semangat baru yang menggelegak di dalamnya. Arka Mahendra, kini berusia tujuh belas tahun, berdiri gagah di hadapan peta digital raksasa yang menampilkan pola satelit global. Di belakangnya, puluhan anggota Operasi Prometheus menunggu komando dengan mata penuh keyakinan.“Dragunov belum benar-benar mati,” ujar Arka tegas. “Mereka hanya berganti wajah.”Seseorang dari barisan depan mengangkat tangan. “Apa maksudmu, Kapten?”Arka menoleh. Di layar, muncullah simbol aneh yang baru-baru ini muncul dalam komunikasi terenkripsi di dark web: lingkaran berputar dengan huruf ‘H’ menyala merah. Helix.“Program Helix adalah warisan terakhir mereka. Sebuah AI global yang mereka bentuk selama bertahun-tahun, tersembunyi dalam jaringan satelit, lembaga keuangan, bahkan institusi pemerintahan,” jelas Arka. “Jika mereka berhasil mengaktifkannya sepenuhnya, seluruh dunia akan tunduk pada kendali ekonom
Malam itu, markas utama Phoenix of Gold diselimuti aura kesiagaan tinggi. Core Site Zero yang berada di bawah tanah Pegunungan Alpen kini menjadi jantung pertempuran baru dunia teknologi dan kekuasaan. Arka Mahendra, putra sulung Noah dan Akira, berdiri di ruang strategi yang diterangi cahaya holografik biru. Usianya baru enam belas tahun, namun pandangannya tajam dan penuh ketegasan seperti ayahnya."Target utama kita adalah menghancurkan jaringan sisa Dragunov yang bersembunyi di bawah organisasi Black Vortex," ujarnya tegas kepada tim elit Prometheus—unit rahasia Phoenix of Gold yang dipimpinnya.Di sisi lain dunia, para pemimpin negara-negara besar berkumpul dalam sidang darurat Dewan Keamanan Global. Mereka resah. Perusahaan yang dulu bernama Mahendra Corp kini telah berevolusi menjadi kekuatan negara digital bernama Phoenix of Gold. Dengan armada teknologi canggih, mata-mata AI, dan sistem pertahanan luar biasa, Phoenix bukan lagi sekadar korporasi—ia telah menjadi entitas berda
Subuh belum sepenuhnya menggantikan kegelapan saat pasukan muda Phoenix bersiap di pelabuhan udara utama. Di langit, zeppelin raksasa berbentuk phoenix—Aurora Prime—sudah menyala, siap membawa mereka ke bawah laut Atlantik, menuju Core Site Zero.Arka Mahendra berdiri di depan pasukannya, mengenakan seragam taktis berlapis serat Helium-9, ringan tapi kuat sekeras titanium. Lambang Phoenix of Gold bersinar lembut di dadanya.“Semua sistem cek!” seru Arka.Para anggota tim muda itu segera melaporkan. Ini bukan latihan. Ini adalah operasi nyata—dan seluruh dunia mengintip.Noah dan Akira berdiri tidak jauh, mengawasi."Noah," bisik Akira, "apa kita tidak terlalu membebani Arka?"Noah menggeleng pelan, matanya tetap tertuju pada putra sulung mereka."Dia harus belajar, Akira. Dunia ini bukan lagi tempat yang ramah. Kita tidak bisa melindunginya selamanya."Akira menggenggam tangan suaminya erat.Di atas panggung kecil, Arka mengangkat komunikatornya."Operasi Prometheus—Start!"Zeppelin r
Malam itu, markas besar Phoenix of Gold masih bermandikan cahaya holografik, seolah bintang-bintang turun dari langit untuk menyaksikan kebangkitan era baru. Namun, di balik euforia itu, ketegangan mulai mengendap di bawah permukaan.Di ruang rapat utama, Noah duduk di depan meja bundar raksasa. Layar di sekeliling menampilkan gambar-gambar yang berubah cepat: berita dunia, pesan diplomatik, hingga laporan ancaman.Phoenix baru saja lahir sebagai negara digital, tetapi dunia lama tidak tinggal diam."Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, dan Uni Eropa sudah mengeluarkan pernyataan resmi," lapor Gabriel, kepala intelijen. "Mereka tidak mengakui kedaulatan Phoenix. Mereka menganggap ini pemberontakan teknologi."Noah mengetukkan jarinya di meja. "Seperti yang kita duga.""Lebih buruk lagi," tambah Vanya, berdiri di sudut ruangan. "Beberapa negara berusaha menyusup lewat dunia maya. Mereka meluncurkan virus generasi baru—dirancang khusus untuk menghancurkan Helios dari dalam."Akira, yang du
Suasana di dalam gudang tua itu terasa begitu mencekam. Bau debu dan karat bercampur dengan udara dingin yang menusuk tulang. Akira duduk di sudut ruangan dengan tangan dan kakinya terikat, matanya menatap Noah dengan penuh ketakutan. Morgan berdiri di tengah ruangan, menodongkan senjata api itu k
Suasana di gala amal berubah menjadi kekacauan begitu listrik padam. Jeritan terdengar dari berbagai sudut ruangan, sementara para tamu berusaha mencari jalan keluar dalam kegelapan.Akira berdiri kaku di tempatnya, napasnya tercekat saat suara familiar itu berbisik di telinganya."Aku sudah memper
Noah menghampiri Akira yang terlihat ketakutan, dia mendekap kekasihnya yang seakan melindungi dirinya sendiri, "Hei sayang apa yang kamu khawatirkan aku di sini bersama dengan kamu, jangan takut sayang kamu aman bersamaku saat ini," hibur Noah yang seakan mengerti tentang ketakutan kekasihnya ters
Setelah insiden di kafe, Noah memastikan bahwa perhiasan yang kini dikenakan Akira bukan hanya simbol warisan keluarga, tetapi juga perlindungan tersembunyi yang akan membantunya menjaga wanita yang dicintainya. Meskipun hati Noah masih belum tenang karena kekacauan yang diciptakan oleh Marco, Noa


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reseñasMás