เข้าสู่ระบบ“Ahhh...Sial juga aku, ternyata para wanita itu memperhatikanku juga yah!” ucap Amir sambil menggerutu. Tapi, akhirnya Amir malah timbul rasa bangga karena penampilannya ternyat cukup menarik perhatian bagi beberapa wanita cantik dan seksi di kolam itu yang nampaknya cukup tertarik padanya.
Dalam keheningan malam, tiba-tiba terdengar suara tawa dan candaan dari sudut kolam. Amir melihat bahwa Bu Sania, sang bos, pun juga turut serta dalam pesta tersebut bersama pacarnya, Soni. Mereka berdua tampak menikmati malam dengan penuh keceriaan dan terlihat sangat mesra.
Sania (sambil tertawa): "Kamu tahu, Soni, kita seharusnya melakukan ini lebih sering. Liburan ini luar biasa!"
Soni (sambil mencium Sania di pipi): "Ya, benar sekali, Sayang. Terima kasih telah mengajakku ke sini."
Amir terdiam sejenak, tercengang melihat keberanian pasangan bosnya yang tampil begitu bebas di depan umum. Dia meras
Tarno merasa tidak nyaman berada di dalam kamar itu sendirian. Dia merasa seolah-olah matahari terbenam begitu cepat, meninggalkannya dalam kegelapan dan keheningan yang menyusahkan.Tiba-tiba, Tarno mendengar suara air pancuran menyala. Hatinya berdebar kencang, dan dia tahu dia harus segera pergi dari sana. Namun, ketika dia mencoba membuka pintu, dia terkejut menemukannya terkunci."Pak Tarno, pintunya terkunci dari dalam. Maafkan saya, saya lupa cara untuk membukanya," suara Michele terdengar dari dalam kamar mandi.Tarno merasa panik. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Namun, sebelum dia bisa memikirkan lebih lanjut, dia mendengar suara Michele yang menyuruhnya untuk membantu membuka pintu dari luar.Dengan hati-hati, Tarno membuka pintu kamar mandi sedikit demi sedikit. Namun, ketika celah pintu semakin terbuka, pandangannya langsung tertuju pada tubuh telanjang bulat Michele yang terkena sirama
Seorang kuli bangunan bernama Tarno usia 35 tahun. Tarno telah memiliki 2 anak yang masih kecil-kecil dari istrinya yang bernama Ningsih usia 34 tahun. Kehidupan Tarno dan keluarganya serba kekuranga. Apalagi Tarno hanyalah seorang kuli bangunan yang pemasukan keuangannya sangat tergantung dari proyek bangunan yang ia dapat dari sang mandor.Suatu hari, Tarno diajak oleh sang mandor untuk merenovasi sebuah rumah mewah di kawasan elit milik seorang janda cantik dan seksi bernama Michele usia 40 tahun. ia telah berpisah dengan suaminya yang telah pergi meninggalkannya dan kini hidup bersama perempuan lain. Kedua anak Michele kini bersekolah di luar negeri.Tarno pun mulai mengerjakan merenovasi beberapa ruangan rumah Michele itu bersama beberapa teman kuli lainnya. Meski berkulit agak hitam tapi wajah ganteng Tarno rupanya cukup menyita perhatian Michele yang ternyata adalah tipe wanita yang memiliki libido seks yang sangat tinggi. Michele selama menj
Setelah keputusan untuk bercerai diambil, kehidupan berlanjut bagi Sinta, Damar, Dea, dan Julian. Mereka semua mencoba menyesuaikan diri dengan perubahan besar yang terjadi dalam kehidupan mereka. Namun, meskipun mereka telah memilih untuk berpisah, bayang-bayang masa lalu terus menghantui mereka.Sinta membawa Bagas ke rumah orangtuanya, mencoba menciptakan lingkungan yang stabil dan aman bagi anak mereka. Meskipun terasa sulit bagi Bagas untuk berpisah dengan ayahnya, dia mencoba untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya.Di rumah yang sunyi, Damar merasa kesepian. Dia merindukan kehadiran Sinta dan Bagas di rumah, tetapi dia juga tahu bahwa dia harus menghadapi konsekuensi dari kesalahannya. Setiap malam, dia duduk sendirian di ruang tamu, merenungkan kesalahannya dan bertanya-tanya apa yang bisa dia lakukan untuk memperbaiki kehidupannya.Di tempat lain, Dea kembali ke rumah orangtuanya di kota lain. Dia menco
Suatu hari Sinta sedang menelusuri lorong-lorong supermarket dengan keranjang belanja di tangannya, memeriksa setiap rak dengan cermat. Dia sedang sibuk memikirkan apa yang harus dimasak untuk makan malam keluarganya, ketika tiba-tiba dia melihat seseorang yang dikenalinya dengan baik: Dea, istri dari sahabatnya, Julian."Sinta?" panggil Dea dengan sedikit terkejut, menyadari kehadiran Sinta di sana.Sinta tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan kebingungannya. "Dea, apa kabar?""Baik, terima kasih," jawab Dea singkat, tetapi ekspresinya terlihat tegang.Sinta merasa ada sesuatu yang salah, tetapi dia tidak yakin apa itu. "Apa kabar Julian?" tanya Sinta, mencoba mencari tahu lebih lanjut.Dea menggigit bibirnya, seolah ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan itu. "Dia baik-baik saja," jawabnya akhirnya dengan suara yang sedikit bergetar.Sinta mengangguk, merasak
Di sebuah kafe yang tenang, Dea dan Damar duduk berdua di sudut yang tersembunyi, memancarkan aura keintiman di antara mereka. Mereka tertawa dan berbicara dengan hangat, seolah tidak ada orang lain di sekitar mereka.Damar menyentuh tangan Dea dengan lembut, matanya penuh dengan cinta. "Kamu tahu, Dea, aku sangat bahagia bersamamu."Dea tersenyum manis, "Sama, Damar. Aku juga merasa begitu bahagia saat bersamamu."Mereka saling bertatapan, dunia di sekitar mereka seolah-olah berhenti berputar.Namun, di balik kebahagiaan mereka, tersembunyi sebuah rahasia gelap yang tak boleh diketahui siapapun, terutama bukan Sinta dan Julian.***Beberapa bulan sebelumnya, Dea dan Damar telah terjebak dalam hubungan terlarang yang penuh gairah. Mereka sering bertemu di kamar hotel yang tersembunyi, memenuhi hasrat terlarang mereka tanpa sepengetahuan siapapun. Setiap perte
Sinta duduk di sofa ruang tamu, memperhatikan Bagas yang asyik bermain di lantai dengan mainan kesayangannya. Senyum tipis terukir di wajahnya, merenungi betapa beruntungnya dia memiliki keluarga yang bahagia meskipun tak selalu sempurna. Suaminya, Damar, sibuk di dapur menyiapkan makan malam, sementara Sinta menikmati momen kecil bersama putranya.Tiba-tiba, suara dering ponsel memecah keheningan. Sinta mengambil ponselnya dari meja samping sofa dan melihat nama yang terpampang di layar: Julian."Sint, bisa ngobrol sebentar?" pesan singkat dari Julian.Sinta mengangkat alisnya. Julian jarang sekali menghubunginya secara langsung, kecuali jika ada sesuatu yang mendesak. Ia merespon dengan cepat, "Tentu, ada apa?"Julian: "Bisa ketemu di kafe dekat kantor sebentar lagi? Ada yang pengen gue ceritain."Sinta menimbang-nimbang. Damar pasti akan bertanya jika dia keluar secara mendada







