Share

143|

Author: Shanum Belle
last update publish date: 2026-03-26 19:00:15

Putra Mahkota mengunjungi Paviliun Melati saat ditinggal oleh Ndari ke pasar. Di sana, ia mencari barang yang cocok dengan manik-manik yang pernah ditunjukkan oleh Muniratri tempo hari.

Lelaki itu memeriksa laci, kotak aksesoris, kotak riasan, seluruh ruangan. Ketika memeriksa lemari, Kamakarna menemukan kain yang dihias dengan manik-manik. Sama persis seperti yang ditunjukkan oleh Muniratri.

“Ketemu!” Kamakarna mengangkat kain merah dan membentangkannya.

Sang Putra Mahkota meninggalkan Paviliu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   164|

    Prameswari Widuri menaiki tandu menuju Kompleks Mandira. Sepanjang perjalanan, ia melakukan japa dengan aksamala.“Lindungi putraku, ya Tuhan. Lindungi Putra Mahkota.” Wanita yang sedang melakukan japa memetik biji genitri satu per satu.Emosi yang tidak stabil membuat Widuri tak bisa mengatur kekuatan gerakannya. Aksamala yang ia petik pun putus. Seratus delapan biji rudraksha berhamburan hingga ke tanah.“Yang Mulia! Anda baik-baik saja?” seru Gendhis.Dayang itu ingin menanyakan apa yang terjadi, namun atas nama kesopanan ia tak berani melakukannya. Terlebih lagi suasana hati sang majikan sedang mendung, jika dayang itu salah mengucap kata, maka taruhannya adalah nyawa.Alih-alih memberi konfirmasi tentang keadaannya, Prameswari Widuri malah menyuruh mereka untuk bergerak lebih cepat. Ia tak ingin langkahnya didahului oleh orang lain.Perjalanan dari Kompleks Kusumaswari menuju Kompleks Mandira memerlukan waktu set

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   163|

    Serangan Putri Hadiwangsa terhadap Putri Mahkota Badra di Balai Purwa membuat Muniratri mengarungi dua pulau dalam sekali dayung. Ia berhasil menggoyahkan kekuatan sang Putra Mahkota dan juga meninggalkan keraton.Wanita itu kembali ke kediaman Pangeran Agung Hadiwangsa di Ibu Kota. Di sana, Ayunda dan Astuti menyambutnya dengan suka cita.“Selamat datang Kanjeng Putri.” Semua orang di kediaman Pangeran Hadiwangsa menyambut kedatangan Muniratri.Wanita yang pipinya masih memar itu mengangguk. “Silakan berdiri.”Sudah lama Muniratri tak mengunjungi kediaman sang Pangeran. Wanita itu pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk bernostalgia dengan masa lalu.Momen yang paling Muniratri suka saat di kediaman adalah ketika angin bertiup dari selatan. Ia membawa semilir yang menyejukkan dan juga wangi bunga.Muniratri merentangkan tangan seraya memejamkan mata. “Akhirnya aku bebas juga dari paviliun yang menyesak

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   162| Pertarungan dalam Istana

    Seorang pelayan diam-diam mengunjungi Gedhong Wari yang merupakan kediaman Selir Mulia Sri—ibu kandung Pangeran Atmajaya.“Yang Mulia, Putra Mahkota dan Putri Mahkota dimasukkan ke penjara bawah tanah dan Kanjeng Pangeran Atmajaya diberi wewenang langsung oleh Baginda untuk menyelidiki kasus yang melibatkan mereka,” tutur pelayan itu.Selir Mulia Sri senang bukan main saat mendengar berita tersebut. Ia langsung memberikan imbalan yang besar kepada pelayan itu sebagai bentuk penghargaan.“Putraku pasti akan sibuk. Cepat, suruh dapur keraton untuk menyiapkan makan siang untuk Pangeran Atmajaya! Aku akan mengantarnya secara langsung,” perintah Selir Mulia Sri kepada dayangnya.“Ibunda tidak perlu melakukan itu!” seru Pangeran Atmajaya.Selesai rapat di Balai Purwa, lelaki tersebut langsung bertandang ke kediaman ibunya. Ia tak sabar ingin berbagi cerita dengan wanita tersebut.“Hm!” Selir Mulia Sri mengibaskan tangan, menyuruh semua orang—kecuali Atmajaya untuk meninggalkan ruangan.Wanit

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   161| Papan Catur telah Dibuka

    Bahuwirya pikir, dengan mengembalikan wewenang Badan Pangan kepada Damarteja maka ia sudah membeli harga diri sang Pangeran. Orang-orang akan menganggapnya sebagai lelaki murah karena ia mendapat jabatan dengan mengorbankan istrinya sendiri.‘Kehormatan keluarga keraton tercoreng dan aku harus mengorbankan Putra Mahkota untuk membayarnya. Sekarang kamu mendapatkan kedudukan, namun harus mengorbankan kehormatanmu. Ini baru impas,’ batin sang Prabu.“Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Agung Hadiwangsa, mengapa Anda tidak mengucapkan terima kasih kepada Baginda?” seru Kasim Swari.“Pangeran Adipati Agung Hadiwangsa diam saja, apa kamu masih memiliki keluhan?” Prabu Bahuwirya tersenyum ramah.Sang Prabu menarik napas santai, menikmati wangi bunga kenanga di atas meja. Baginya, masalah telah berlalu, dan ia bisa bernapas lega.Suara dengungan para pejabat di bawah sana menambah rasa percaya diri Bahuwirya. Ia meyakini bah

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   160| Merebut Kembali Badan Pangan

    Desakan Prabu Bahuwirya membuat Ndari makin gugup. Ia ingin menjawab pertanyaan yang diajukan untuknya. Semua. Namun ketika Ndari hendak membuka suara, pikirannya memaksa untuk berhenti.“Baginda, maafkan saya. Saya ....” Ndari meletakkan telapak tangan di depan dada, menjaga supaya jantungnya tidak melompat.Perihal selendang yang manik-maniknya dibuang oleh Ndari adalah rahasia. Tak satu orang pun tahu masalah ini, kecuali dia seorang.Begitu pun alasan tentang hilangnya manik-manik tersebut, ia tak boleh mengatakannya. Kehilangan dukungan Prameswari adalah konsekuensi yang akan ia tanggung jika hal tersebut diketahui orang lain.“KAMU APA, PUTRI MAHKOTA?! Katakan yang jelas!” Bahuwirya memukul meja di sampingnya karena geregetan.Ndari dihujani tatapan tajam oleh semua orang. Ia pun terpojok.Wanita itu tak bisa tinggal diam dan hanya menunggu keadaan menjadi lebih baik. Ia harus mengarang alasan agar dirinya selam

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   159|

    Hal pertama yang dilakukan oleh para hadirin di Aula Hutama saat Muniratri memasuki ruangan ialah mendelik. Luka lebam yang ada di sekujur tubuh Muniratri menjadi penyebabnya.Alih-alih risi dengan pandangan orang-orang, Muniratri justru menikmatinya. Ia memamerkan tubuhnya yang babak belur dengan bangga.“Saya memberi hormat pada Baginda Prabu, Yang Mulia Putra Mahkota dan juga Yang Mulia Putri Mahkota.” Muniratri menundukkan kepala dan juga merendahkan badannya.Di belakang tempatnya berdiri, Muniratri mendengar dengan jelas bagaimana para pejabat berbisik. Mereka mempertanyakan apa yang terjadi pada wanita tersebut.Sikap Muniratri tak berubah seperti saat memasuki ruangan. Ia tersenyum menyeringai di balik luka yang meradang.“Silakan berdiri, Putri Hadiwangsa,” ucap Bahuwirya.Saat Muniratri hendak menegakkan badan, tubuhnya limbung. Untung saja Damarteja berada di samping wanita itu.“Terima kasih, Paduka,” ucap Muniratri saat Damarteja menopang badannya agar tak jatuh ke lantai

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   48| Tidak Sanggup Membayangkan

    Damarteja tertawa miris. “Dulu arak pernikahanku diberi obat atas perintah Prameswari. Sekarang, minumanku diberi obat oleh orangnya Putra Mahkota. Ibu dan anak ini benar-benar deh!” batinnya.“Kenapa mereka selalu menargetkanku?” gumamnya.Tangan Damarteja merayap dari atas tulang selangka Mustika

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   47| Arah Permainan Putra Mahkota dan Selir Mustika

    Damarteja memiliki keyakinan bahwa pertemuannya dengan Putra Mahkota dan Mustika bukanlah suatu kebetulan.Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Karena pada malam itu, penampilan Mustika terlihat tidak biasa.Tak ada lagi wajah polos ala gadis remaja. Tatapannya kini memancarkan kedewasaan yang tergamb

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   46| Sifat Manusia bisa Menular

    Ucapan Kamakarna kemungkinan besar tidak akan sampai ke telinga sang Raja, karena mereka yang berada di sekitar sang Putra Mahkota adalah orangnya sendiri.Kendati demikian, pembicaraan antara Muniratri dan Kamakarna sudah pasti diketahui oleh Damarteja, melalui Ningsih.Wanita itu tengah duduk di

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   45| Membujuk Pangeran Adipati

    Walaupun secara senioritas Damarteja lebih tua daripada Kamakarna, namun dalam hierarki kekuasaan, putra mahkota menempati kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pangeran adipati.Berdasarkan fakta tersebut, semua orang selain Raja Badra, Prameswari Badra, dan Ibu Suri wajib membe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status