공유

Overthinking

작가: Olivia
last update 게시일: 2026-05-04 23:59:31

Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru berubah menjadi ruang penuh pikiran bagi Sevi. Ia tidak benar-benar terlelap setelah terbangun oleh gumaman Arlan.

Tubuhnya memang diam, namun matanya terbuka, menatap langit-langit kamar yang gelap. Sesekali ia menoleh ke arah nakas.

Ponsel Arlan ada di sana. Layar nya hitam, diam, tidak ada nada dering yang terdengar. Namun entah kenapa, benda itu terasa seperti menyimpan sesuatu.

Sevi menarik napas pelan, lalu memejamkan mata. Ia mencoba
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bos, Jangan di Sini!   Kenapa Dia di Sini?

    Beberapa menit kemudian Arlan kembali serius. "Oke."Semua langsung memperhatikan."Kita fokus ke apa yang kita punya sekarang."Maya memutar layar laptopnya, di sana sudah tersusun berbagai foto, rekaman kendaraan beserta nomor plat yang berhasil terlihat. Tak lupa dokumentasi aktivitas di sekitar peternakan. Dan tentu saja foto yang paling membuat semuanya terdiam, foto Sonya.Meski kualitasnya tidak sempurna, wajah itu cukup jelas untuk dikenali. Tidak ada yang bisa membantah, itu memang Sonya.Masalahnya, semakin banyak bukti terkumpul, semakin besar pula risiko yang mereka hadapi. Karena itu Arlan mengambil keputusan yang sejak pagi sudah dipikirkannya."Semua data kirim.""Kemana?" tanya Dito."Pihak berwajib."Maya mengangguk. "Aku juga mikir gitu, pak.""Minimal ada backup. Kalau nanti terjadi sesuatu, datanya nggak hilang."Bagas ikut mengangguk. Dan kali ini bahkan Bima tidak membantah. Baru saja ia adalah orang pertama yang tidak sabaran, namun setelah mendapat sedikit cer

  • Bos, Jangan di Sini!   Mereka Tau

    "Kayaknya... kita ketahuan." Kalimat Maya membuat seluruh ruangan langsung membeku.Bahkan Bima yang sejak tadi hampir lepas kendali ikut menoleh."Maksudmu gimana?" tanya Arlan cepat.Maya tidak langsung menjawab, tangannya masih memegang ponsel. Wajahnya terlihat semakin tegang setiap detik berlalu."Ini kamera yang kita pasang di pohon belakang.""Terus?""Dua menit lalu masih normal."Jari Maya bergerak membuka rekaman, ia memajukan beberapa detik, lalu memperlihatkan layar kepada semua orang. Pada awalnya tidak terlihat sesuatu yang aneh.Hanya terlihat jalan kecil, semak-semak dan pagar belakang peternakan. Namun beberapa detik kemudian muncul seseorang, pria bertubuh besar yang mengenakan topi.Ia berjalan lurus ke arah kamera dan berhenti tepat di depannya, lalu menatap langsung ke lensa seolah tahu kamera itu ada di sana. Tidak, bukan seolah tahu, dia memang tahu. Karena setelah itu pria tersebut mengangkat tangan, layar langsung gelap.Ruangan menjadi sunyi, bahkan suara kip

  • Bos, Jangan di Sini!   Kayak Kenal

    Pagi itu mereka berangkat lebih awal dibanding hari-hari sebelumnya. Kali ini tidak ada rapat atau diskusi terlebih dahulu. Semua sudah memahami tugas masing-masing sejak semalam.Petunjuk yang mereka miliki memang masih sedikit, tetapi cukup untuk membuat mereka yakin bahwa peternakan dan pabrik susu itu perlu diawasi lebih dekat.Arlan memutuskan mereka tidak akan bergerak gegabah. Terlalu banyak kemungkinan yang belum diketahui dan banyak hal yang bisa saja berakhir buruk apabila mereka bertindak tanpa bukti.Karena itu, mereka menyewa sebuah rumah kosong milik warga yang berada cukup jauh dari kawasan peternakan tetapi masih memiliki sudut pandang yang baik ke arah jalan utama.Alasannya sederhana, mereka tidak ingin terlihat mencolok. Di ruang tamu rumah sederhana itu, beberapa teropong, kamera, dan laptop sudah tersusun di atas meja.Bagas bertugas memantau kendaraan. Dito mencatat jam keluar masuk aktivitas. Maya mengumpulkan dokumentasi. Sedangkan Arlan, Sevi, dan Bima mengawa

  • Bos, Jangan di Sini!   Cerita yang Terdengar Konyol

    Menjelang malam, Bima sudah beberapa kali berubah pikiran. Awalnya ia berniat tetap menemui Arlan dan Sevi, lalu ia ingin membatalkannya. Tak berselang lama ia berniat datang lagi, lalu kembali merasa tidak perlu.Siklus itu berulang setidaknya lima kali sejak sore. Karena semakin dipikirkan, semakin bodoh cerita yang akan ia sampaikan.Semalam ia merasa menemukan sesuatu. Pagi sampai siang ia bahkan yakin ada kejanggalan. Lalu setelah mendatangi lokasi lagi, semuanya tampak biasa saja.Kalau dipikir-pikir, apa yang mau ia jelaskan? Bahwa ia melihat bayangan seseorang di malam hari setelah minum? Bahkan dirinya sendiri mulai meragukan ceritanya.Namun karena sudah terlanjur mengirim pesan penting kepada Arlan, ia tidak punya pilihan selain datang.Tepat pukul delapan malam, Bima memasuki lobi hotel tempat mereka menginap. Ia langsung melihat Arlan, Sevi, Maya, Bagas, dan Dito sudah duduk di area lounge yang relatif sepi.Begitu melihatnya datang, semua mata langsung tertuju padanya. D

  • Bos, Jangan di Sini!   Bergerak

    Siang itu tim kembali berpencar sesuai rencana yang telah mereka susun sejak pagi. Maya, Bagas, dan Dito bertugas mengumpulkan informasi di sekitar area peternakan dan pabrik. Mereka menyamar sebagai orang biasa yang sedang mencari peluang kerja sama usaha susu, sehingga tidak terlalu mencolok ketika mengajukan berbagai pertanyaan kepada warga maupun pekerja sekitar.Sementara itu Arlan dan Sevi memilih jalur berbeda. Mereka mencoba mencari mantan pekerja yang pernah bekerja di pabrik tersebut.Harapannya sederhana. Biasanya orang yang sudah tidak lagi terikat kontrak cenderung lebih terbuka dibanding karyawan aktif.Namun kenyataan tidak seindah yang mereka bayangkan. Sejak pagi hingga menjelang sore, mereka sudah menemui beberapa orang.Ada yang pernah bekerja sebagai staf administrasi dan petugas distribusi. Ada pula yang pernah menangani gudang. Namun sebagian besar sudah keluar bertahun-tahun lalu.Bahkan ada yang sudah hampir lima tahun tidak bekerja di sana. Informasi yang mer

  • Bos, Jangan di Sini!   Kembali Menelusuri

    Perjalanan menuju lokasi berlangsung lebih cepat dibanding malam sebelumnya. Siang hari membuat kawasan tersebut terlihat jauh berbeda.Tidak ada kesan menyeramkan apalagi suasana mencurigakan. Yang ada justru kehidupan pedesaan yang tenang. Hamparan hijau terlihat di beberapa sisi jalan.Truk pengangkut susu keluar masuk area peternakan. Beberapa pekerja terlihat sibuk memberi makan sapi, sebagian lainnya membersihkan kandang. Suara mesin bercampur suara hewan ternak menciptakan suasana yang terasa sangat normal.Bima memarkir mobil di pinggir jalan, lalu turun. Ia memperhatikan sekeliling.Beberapa warga duduk santai di teras rumah sambil mengobrol. Anak-anak berlarian di jalan kecil. Sedang ibu nya menjemur pakaian. Tidak ada yang terlihat aneh.Bima menghela napas, kemudian berjalan mendekati salah satu rumah."Permisi, Pak."Seorang pria paruh baya menoleh. "Iya kenapa mas?""Di sini pabrik susu ya?"Pria itu tersenyum ramah. "Inggih, iya mas. Dari dulu disini memang tempatnya p

  • Bos, Jangan di Sini!   Special Valentine

    Sore itu suasana kantor terasa berbeda. Entah kenapa, hampir semua karyawan tampak bersemangat membereskan meja masing-masing. Biasanya masih ada yang santai mengobrol atau menunda pulang, tapi hari ini jam menunjukkan pukul lima lewat sedikit saja, ruangan sudah mulai lengang. Sevi yang sedang men

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
  • Bos, Jangan di Sini!   Mulai Tertarik

    Suasana kantor malam itu begitu sunyi. Hanya dengungan pendingin ruangan dan bunyi jarum jam dinding yang sesekali terdengar. Lampu neon berpendar dingin, memantulkan cahaya putih pucat ke meja-meja kerja yang sebagian besar sudah kosong.Sevi masih duduk di balik meja, menatap layar komputer denga

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Bos, Jangan di Sini!   Tangisan Bersama

    Malam turun tanpa suara ketika mobil Arlan berhenti di depan kontrakan kecil milik Sevi. Tidak ada percakapan sejak kalimat terakhir yang diucapkan Sevi di dalam mobil. Kalimat yang menyinggung masa lalu Arlan dengan Alya itu masih terngiang di kepala keduanya. Sevi turun tanpa menoleh lagi. Pintu

    last update최신 업데이트 : 2026-04-05
  • Bos, Jangan di Sini!   Makin Overthinking

    Hari itu terasa lebih panjang dari biasanya bagi Sevi.Sejak pagi pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Ia sudah berusaha bekerja seperti biasa dengan membuka dokumen, membalas beberapa email, membaca laporan yang menumpuk di mejanya. Namun setiap beberapa menit sekali, fokusnya selalu pecah.

    last update최신 업데이트 : 2026-04-05
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status