Partager

Bab 232 Kecewa

Auteur: Ratu As
last update Date de publication: 2026-09-04 21:13:02

​"Arrgggh!"

​Pekikan sakit terlontar kuat dari tenggorokan Raven. Cengkeraman Zayn di pergelangan tangannya terlalu kuat, memutar sendi itu ke titik paling krusial hingga terasa hendak lepas.

Urat-urat di leher dan lengan Raven menegang, menahan rasa panas dan nyeru yang menjalar parah. Namun, harga diri memaksa pemuda itu menolak untuk memohon.

​Azalea yang melihatnya mendadak ngilu. Bulu kuduknya meremang melihat kilat di mata Zayn—dingin, tajam, dan penuh dominasi. Itu bukan lagi raut Zayn
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 233 Bertarung dengan Raven

    Azalea bergegas pamit setelah memastikan Raven mampu berdiri sendiri. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Zayn, Azalea langsung menaiki dan mengayuh sepedanya sekuat tenaga meninggalkan tempat itu. Hatinya diselimuti rasa sedih sekaligus kecewa karena melihat perubahan sikap Zayn yang dinilainya terlalu berbahaya.​Sementara itu, Zayn berdiri mematung di samping motor besarnya. Angin pagi menampar wajahnya yang dingin, membekukan sisa-sisa amarah yang baru saja meledak. Matanya menatap lurus pada punggung Azalea yang kian menjauh dan akhirnya menghilang di balik tikungan jalan.​Ia bergeming. Tidak ada niat untuk mengejar, tidak pula ada gerakan untuk memanggil nama gadis itu kembali. Rasa takut menyeruak di benak Zayn bukan takut akan ancaman musuh-musuhnya, melainkan takut bahwa ketakutan Azalea padanya justru akan mendorong gadis itu makin jauh dari pelukannya.​Zayn menarik napas panjang, menyisakan keheningan yang menyesakkan di antara dirinya dan Raven yang masih berdiri b

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 232 Kecewa

    ​"Arrgggh!"​Pekikan sakit terlontar kuat dari tenggorokan Raven. Cengkeraman Zayn di pergelangan tangannya terlalu kuat, memutar sendi itu ke titik paling krusial hingga terasa hendak lepas. Urat-urat di leher dan lengan Raven menegang, menahan rasa panas dan nyeru yang menjalar parah. Namun, harga diri memaksa pemuda itu menolak untuk memohon.​Azalea yang melihatnya mendadak ngilu. Bulu kuduknya meremang melihat kilat di mata Zayn—dingin, tajam, dan penuh dominasi. Itu bukan lagi raut Zayn yang biasa dilihatnya, melainkan tatapan seekor predator yang siap mematahkan leher mangsanya tanpa ragu. Ada api cemburu dan kebencian yang meletup-letup di sana, murka karena ada pria lain yang secara terang-terangan berani mengusik miliknya.​"Zayn, sudah! Lepaskan tanganmu!" pinta Azalea panik, jemarinya bergerak cepat menarik lengan jaket Zayn.​Zayn tidak bergeming sedikit pun. Cengkeramannya malah semakin kuat.​"Zayn, lengan Raven bisa patah jika kamu memelintirnya terus!" jerit Azalea

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 231 Protektif

    "Mau bicara dengan Kakek?" Adinata memelankan suaranya, tatapannya pada sang cucu melunak, mencoba membujuk agar Zayn mau mengikutinya. Zayn menghela napas panjang, namun ia tetap menuruti keinginan kakeknya. Ia berbalik dan berjalan membuntuti Adinata ke ruang privat pria itu. *** Keesokan paginya, Azalea memutuskan untuk berangkat sekolah sendiri. Setelah beberapa hari belakangan selalu bersama Zayn yang mengawasinya secara ketat. Kini ia kembali mengayuh sepedanya seorang diri menyusuri jalanan pagi yang cukup lengang. ​Udara pagi terasa sejuk menyentuh kulit, namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Saat ia membelok di salah satu tikungan dekat area kompleks ruko lama, laju sepedanya terhenti. ​Seorang pemuda bertubuh tinggi berdiri menghalangi jalannya. Raven. ​Pemuda itu tampak berantakan dan frustrasi, dengan napas sedikit memburu. Sudah beberapa hari ini ia menunggu Azalea di jalur yang biasa dilewati gadis itu, namun Azalea tak pernah muncul karena selalu ber

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 230 Siasat Licik Alya.

    Sementara itu, di kamar lain Alya berdiri membelakangi pintu yang terkunci rapat. Tangannya menggenggam ponsel dengan erat, matanya menatap tajam ke arah luar jendela.​Ia menempelkan ponselnya ke telinga setelah sambungan telepon terhubung.​"Aku masih punya waktu di sini, sebelum mereka menuntut untuk melakukan tes DNA," bisik Alya setengah menekan suaranya agar tidak terdengar sampai luar. "Tapi sebelum mereka curiga, lebih baik kamu bantu aku lenyapkan Zayn!"​Suara seseorang di seberang sana terkekeh pelan—sebuah tawa santai yang terdengar licik. ​"Ah, soal itu kamu tenang saja," sahut Rico dari balik telepon, nada bicaranya begitu tenang seolah tanpa beban. "Aku bisa melakukannya. Tapi bagaimana kondisi bayi kita?"​"Baik," jawab Alya cepat, tanpa ragu sedikit pun. "Kamu tidak perlu cemas."​Rico tersenyum puas di balik layar ponselnya. Rencananya berjalan mulus sejauh ini. Meski ia hanya menjadi pendukung Alya, namun Rico melakukannya dengan penuh minat. Keduanya bertemu di k

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 229 Di Pihak Zayn

    ​Zayn menjawab santai tanpa ragu sedikit pun. "Kesulitan apa yang sampai berani memposisikanmu seperti itu? Aku hanya perlu memelototinya jika itu karena seseorang.""Tapi jika bukan, yang penting kamu tahu beres, aku akan membuat selesai apa pun yang berani menjadi penghalang. Kamu tidak punya pilihan untuk menjauh, apa pun itu."​Suara Zayn terdengar begitu tenang, namun terkandung kepastian di dalamnya. Zayn dengan gaya dominannya selalu bisa menahan Azalea, mengunci setiap keraguan gadis itu tanpa memberi ruang sedikit pun untuk pergi.​Azalea terkekeh pelan, menggelengkan kepalanya melihat keangkuhan khas yang selalu terpancar dari diri kekasihnya. Jawaban yang sangat menggambarkan Zayn—pemuda yang tidak akan pernah membiarkan apa pun merenggut hal yang sudah menjadi miliknya.​"Tipikal Zayn sekali," bisik Azalea, menyusupkan jemarinya ke sela-sela jari Zayn, menyatukan genggaman mereka. "Lalu kenapa kamu malah cemas soal aku? Kalau kamu sendiri tidak akan membiarkanku pergi, ber

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 228 Kehangatan

    Pertanyaan Zayn benar-benar menggiring pemikiran Azalea. Meski gadis itu masih ragu dan ingin percaya jika kebaikan Raven saat itu bukan modus, namun apa yang Zayn katakan pun tidak sepunuhnya salah. Sekarang ia hanya harus lebih berhati-hati lagi. "Sudahlah, aku percaya kamu tidak akan mengulanginya." Zayn menarik tubuh Azalea di saat gadis itu masih mematung dan tampak berpikir berat. Azalea tersentak ke dada bidang itu, Zayn mengungkungnya dalam dekapan yang erat dan protektif. "Asal berjanji tidak akan menggubris Raven lagi, aku akan memaafkanmu," kata Zayn terdengar sangat meyakinkan. Azalea terdiam, kepalanya ditekan oleh Zayn agar bersandar di dada bidang itu. Posisinya sekarang benar-benar terintimidasi, Zayn melakukan pemaksaan. Namun itu tidak terlihat menakutkan, karena Zayn memperlukan Azalea seolah boneka menggemaskan yang sedang ia lindungi."Baiklah, aku janji--"Azalea mengangguk-angguk pelan dalam dekapan Zayn, tak lagi berniat memanjangkan perdebatan. Ia bisa m

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 27 Dalam Dekapan Zayn

    Bugh! Suara hantaman terdengar keras, Azalea merunduk dan memejam. Namun hingga suara itu berlalu, ia sama sekali tidak merasakan sakit. Ia justru merasakan dekapan yang hangat dan erat. Azalea membuka matanya, ia tidak melihat apa pun kecuali dada bidang Zayn yang menghimpitnya. "Za--Zayn..." A

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 12 Gosip Murahan

    Ezra langsung bicara blak-blakan.​"A—pa? Aku trending?" Azalea menunjuk dirinya sendiri dengan wajah cengo.​Ezra menghentak napasnya kasar, lalu mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan layarnya tepat di depan hidung Azalea.​"Hah, beli kuota internet saja pasti kamu tidak mampu, kan? Makanya kudet

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, a

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 5 Minta Maaf Pada Babuku!

    Yiyi dan temannya saling lirik lalu menelan ludah. Meski bukan mereka yang memotong rambut Azalea secara langsung, namun mereka yang memprovokasi Alya. "Zayn, tidak ... kamu salah," Azalea buru-buru menyela, takut jika masalahnya semakin melebar. "Kamu salah paham, tidak ada satu pun dari mereka--

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status