Home / Romansa / Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah! / Bab 36 Zayn Punya Rasa Pada Lea?

Share

Bab 36 Zayn Punya Rasa Pada Lea?

Author: Ratu As
last update publish date: 2026-06-08 17:14:49

Haikal berbalik, ia tidak lagi mengamati keluar jendela. Lebih memilih bersiap masuk kelas karena sebentar lagi bel berbunyi.

"Astaga, kenapa belakangan aku merasa Zayn punya rasa dengan Lea?" gumam Ezra dengan wajah bodohnya. Ia mengikuti Haikal sambil mengoceh sendiri dan menepuk kepalanya.

"Apa aku hanya berhalusinasi saja? Kan tidak mungkin seorang raja sekolah punya minat pada babu?!"

Azalea berjalan dengan langkah penuh semangat, ia bertemu Zayn di tempat parkir tadi. Tanpa segan Azalea
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 77 Menikah Muda

    Azalea jauh lebih tertegun ketimbang Zayn yang terdiam lalu menatap Azalea saat gadis itu memundurkan wajahnya. Buru-buru Azalea menutupi bibirnya. "Zayn, kamu mengagetkanku! Kalau mau bicara, tidak usah dekat-dekat!" omel Azalea cemberut. Ia seolah sangat kesal, tatapannya pada Zayn geregetan dan gemas. "Marah?" Zayn mengangkat sebelah alisnya, seakan aneh dengan respon Azalea yang malah bersungut padanya. "Kamu menciumku. Aku korbannya."Kening Azalea berkerut protes, mana bisa ia malah dituduh mencium! Padahal sudah jelas, ia melakukannya secara tidak sengaja karena Zayn yang lebih dulu memposisikan diri begitu dekat! "Apa perpustakaan ini tempat untuk pacaran?" Teguran dari suara yang familiar membuat Zayn dan Azalea menoleh. Sedangkan Azalea masih bingung, siapa lelaki tua yang menatap tajam ke arahnya? "Kakek." Zayn berdiri tegap, ia mengahadap ke arah kakeknya yang berdiri bersama Naura. "Aku tidak melakukan itu."Wajah Adinata tegang dan kaku. "Lalu apa yang kamu lakuk

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 76 Mencium Zayn

    "Zayn, terima kasih." Azalea kembali berterima kasih setelah turun dari motor Zayn. Ia merasa senang dengan perjalanan singkat tadi, ada banyak pelajaran yang kembali bisa ia petik sepulang dari yayasan anak-anak berkebutuhan khusus. "Aku bisa antar sampai rumah." Zayn kembali bicara."Tidak, Zayn. Sampai sini saja.""Ibumu akan marah?" Zayn masih duduk di sepeda motornya. Azalea menggeleng dengan senyum ragu. "Mm, mungkin tidak. Tapi sebaiknya jangan--""Jika itu Alvano, bisa antar-jemput sampai depan pintu?" Tidak biasanya, Zayn sedikit bawel saat ini. Ekspresi wajah Zayn mungkin datar, namun Azalea merasa Zayn sedang membandingkan dirinya dengan Alvano."Ah, apa? Tidak. Alvano pun sama. Aku akan memintanya berhenti di sini. Ibuku bukan benci kalian, tapi mungkin beliau agak kuno. Jadi tidak memperbolehkan aku terlihat sering bersama pria." Azalea meringis canggung. Ia bicara seperti itu hanya agar Zayn mau mengerti tanpa tersinggung. Ia tidak mungkin memberitahu jika ibunya m

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 75 Gadis Kecil Tunarungu

    "Cepat naik!" titah Zayn tanpa mematikan mesin. "Naik? Apa ada tugas untukku?" Azalea ragu, ia pikir tidak mungkin Zayn sengaja datang untuk menjemputnya. Zayn tidak menjawab, namun tatapannya menuntut. Azalea yang sadar jika Zayn tidak sabaran, buru-buru naik. Jangan sampai Zayn tantrum lagi dan membuatnya harus membersihkan kaca gedung. Azalea duduk anteng, ia tidak bicara selagi Zayn fokus menyetir. Jalanan sore lengang saat itu, Zayn melaju cukup kencang hingga sampai di lampu merah, ia berhenti. Tepat saat itu, Haikal dan Naura pun berhenti. Posisi sepeda motor yang Zayn naiki berhenti tepat di sebelah milik Haikal. Keduanya lalu saling menoleh. Haikal dan Naura tampak kaget melihat Zayn yang membonceng Azalea. "Zayn? Lea?" Naura berseru. "Kok, kalian pulang bareng?" Wajah kecewa Naura tergambar jelas, gadis itu bahkan langsung mencebik. Haikal melepas helm full face-nya agar lebih mudah bicara. "Zayn, kamu hendak pulang? Bagaimana kalau kita bertukar? Naura bisa membon

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 74 Menjemput Azalea

    Azalea tertegun, tentu saja ia tidak menyangka akan dituduh seperti itu. Padahal ia sudah berusaha keras untuk bertahan, tapi gerakan kaki Naura di punggungnya membuatnya kesulitan menjadi pijakan. "Hei, Bung! Sebelum bicara ada baiknya cek kebenarannya lebih dulu!" Livia menengahi. "Kebenaran apa? Aku melihatnya sendiri dari tadi. Sudah jelas anak ini tidak bisa profesional."Azalea mematung, ia semakin bingung kenapa Haikal terlihat berubah drastis. Sebelumnya, meski Azalea tidak tahu banyak tentang Haikal, tapi ia tahu pemuda itu sportif, tidak banyak bicara, dan selalu mengedepankan logika. "Dari pada ada korban lagi, sebaiknya dia mundur saja," tegas Haikal yang membuat Azalea tertegun."Tidak bisa," sahut Livia ketus. "Aku ketua timnya di sini. Aku lihat Lea punya potensi. Kamu bukan siapa-siapa."Gadis itu pemberani dan tahu mana yang harus dibela dan dipertahankan. Livia menatap tajam Haikal, sorot matanya penuh pengusiran. "Kamu memilih mempertahankan gadis yang baru sa

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 73 Tantangan Menjadi Dewan Siswa

    "Zayn, apa yang dikatakan Haikal benar. Aku mengerti, kok," kata Azalea dengan pipi memerah. "Aku tidak akan--" "Tidak perlu dibahas," potong Zayn enggan mendengar omong kosong. "Lebih baik kamu lihat ini."Zayn menyodorkan selembar brosur kompetisi melukis tingkat nasional di atas meja. Dia ingin Azalea berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut.Mata Azalea membulat, lalu dengan cepat menggeleng. "Aku masih amatiran, aku tidak yakin cukup layak mengikuti kompetisi ini, Zayn." "Kalau kamu berhasil meraih juara, kamu akan mendapat nilai plus dari sekolah.”“Benarkah?”“Posisimu sebagai anak beasiswa akan aman," jelas Zayn yang membuat Azalea langsung mempertimbangkan. Gadis itu tersenyum penuh binar. "Serius kan, Zayn?" Azalea kembali memastikan.Zayn mengangguk. "Baiklah, aku akan mencobanya. Terima kasih, Zayn."Kompetisi itu masih lama, mungkin setengah bulan lagi. Jadi, Azalea masih punya banyak waktu untuk mengasah bakatnya. Sementara sekarang, ia harus sering latihan chee

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 72 Azalea Takut Zayn!

    "Lea, kok, kamu bisa sih jadi tim cheerleader? Aku pengen juga!" Naura bicara dengan penuh harap. "Apa Kak Livia langsung memilihmu?" "Eh, itu? Sebenarnya bukan aku yang berinisiatif, tapi Zayn memaksaku untuk ikut." Azalea berusaha untuk bersikap seperti biasa, meski dalam benak masih bertanya tentang apa yang dilakukan Naura dengan Haikal, kenapa keduanya berpelukan? Ia tidak sembrono, memilih untuk mencari tahu diam-diam. Mungkin saja tidak seperti yang ia pikirkan, Haikal dan Naura hanya sedang berpelukan biasa sebagai teman. "Zayn?" Raut wajah Naura berubah setelah mendengar itu. "Kok, Zayn milih kamu buat ikut? Tapi tidak mengajakku!" Ia tampak sedih. "Naura, kalau kamu ingin ikut tim cheerleader Kak Livia juga, aku bisa coba bicara padanya.""Benarkah?" Naura berbinar penuh harap. "Terima kasih, Lea. Sebenarnya aku bisa saja meminta pada Zayn langsung untuk bicara pada Kak Livia. Tapi aku mau buat kejutan, kalau ternyata aku ikut menyemangati Zayn saat tanding nanti sebaga

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, a

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 5 Minta Maaf Pada Babuku!

    Yiyi dan temannya saling lirik lalu menelan ludah. Meski bukan mereka yang memotong rambut Azalea secara langsung, namun mereka yang memprovokasi Alya. "Zayn, tidak ... kamu salah," Azalea buru-buru menyela, takut jika masalahnya semakin melebar. "Kamu salah paham, tidak ada satu pun dari mereka--

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 4 Anak Ini Milikku

    Bruuuk! Alya mendorong tubuh Azalea sampai terbentur pintu toilet lalu tersungkur ke lantai. "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kalian berbuat kasar begini?" tanya Azalea lagi sambil meringis perih."Jangan berlagak polos!" bentak Alya. "Kamu sengaja melakukan itu, kan? Sengaja ngilangin kertas ulan

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 3 Balas Dendam Ratu Sekolah

    Tatapan itu membuat Azalea gugup, ada sesuatu yang berdebar aneh. Ia langsung menyerahkan botol minum Zayn padanya. "Jawab aku. Kamu mengerti?" tekan Zayn. Azalea mengangguk cepat. "Iya… mengerti." Zayn melepas tangan Azalea, lalu menunjuk handuk kecil di tangan gadis itu dengan dagunya. "Bantu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status