مشاركة

BAB 99

مؤلف: Nona Mentari
last update تاريخ النشر: 2026-06-29 01:54:24

Mau tidak mau, Heri harus meladeni kegilaan wanita di hadapannya ini. Melalui kaca spion tengah, ia bisa melihat tatapan tidak nyaman dari sopir taksi yang mulai curiga dengan drama domestik di kursi belakang.

Otak taktis Heri segera mengambil keputusan cepat. Menolak Sintya dalam kondisi mabuk parah seperti ini hanya akan memicu teriakan histeris yang berpotensi membangunkan seisi kompleks mewah tersebut.

Heri menghela napas pendek, lalu mengangguk kecil. Ia lalu merogoh saku celananya, menyer
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 101

    Sintya terkesiap, kalimat protesnya tertahan di tenggorokan begitu tatapan dingin Heri mengunci sepasang matanya. Atmosfer kamar mewah yang semula pengap oleh sisa gairah terlarang mendadak berubah mencekam.Sebelum Sintya sempat membalas, sebuah cahaya berpendar dari sudut ruangan menarik perhatian Heri. Layar ponsel Sintya yang tergeletak di atas meja rias terus berkedip, membelah kegelapan dengan warna putih terang yang ritmis, menampilkan nama Reno.Heri menahan napas, menghentikan gerakannya di sisi ranjang. Kepalanya langsung berputar ke arah pintu dan jendela, memastikan seluruh taktik pertahanannya tetap aman. Sisa alkohol di kepala Sintya seolah menguap sebagian, digantikan oleh ketakutan yang mendadak menyerang wajah cantiknya yang berantakan.Dengan napas memburu akibat ketegangan yang mendadak memuncak, Heri melangkah cepat tanpa suara di atas lantai marmer dingin. Ia meraih ponsel tersebut, merasakan getaran intens di telapak tangannya, lalu kembali ke tepi ranjang dan me

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 100

    Nafsu mentah dan alkohol melebur menjadi satu di dalam kamar tidur utama yang dingin itu. Heri tidak lagi menahan diri; ia merangkak naik ke atas ranjang milik Reno, mendominasi tubuh Sintya dengan keliaran yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.Setiap sentuhannya tidak lagi memiliki sisa-sisa rasa hormat seorang bawahan. Kain seprai sutra abu-abu di bawah mereka berkerut hebat, menjadi saksi bagaimana Heri merebut kendali penuh atas wilayah kekuasaan pria yang paling berkuasa di kompleks ini.Bercinta liar di atas ranjang pria yang ingin ia jatuhkan memberikan sensasi kepuasan taktis yang luar biasa di kepala Heri. Ada kepuasan primitif yang meletup di dalam dadanya ketika menyadari bahwa Reno, sang multijutawan yang mengancam mata pencahariannya, saat ini sedang dikelabui habis-habisan di rumahnya sendiri."Heri... kamu denger aku, kan? Bikin aku lupa... bikin aku lupa sama bajingan itu!" Sintya mendesak, suaranya parau berbaur dengan deru napas yang memburu di dekat telinga Her

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 99

    Mau tidak mau, Heri harus meladeni kegilaan wanita di hadapannya ini. Melalui kaca spion tengah, ia bisa melihat tatapan tidak nyaman dari sopir taksi yang mulai curiga dengan drama domestik di kursi belakang.Otak taktis Heri segera mengambil keputusan cepat. Menolak Sintya dalam kondisi mabuk parah seperti ini hanya akan memicu teriakan histeris yang berpotensi membangunkan seisi kompleks mewah tersebut.Heri menghela napas pendek, lalu mengangguk kecil. Ia lalu merogoh saku celananya, menyerahkan selembar uang seratus ribuan lagi kepada sopir taksi sebagai uang tutup mulut, lalu membuka kunci pintu mobil.Dengan gerakan cekatan dan bertenaga, Heri membopong tubuh Sintya yang terkulai lemas keluar dari kabin taksi. Lengan berototnya mengunci tubuh wanita itu dengan erat, memastikan gaun malam merah menyalanya tidak tersingkap saat mereka bergerak cepat menembus kegelapan halaman belakang.Heri melangkah tanpa suara, memanfaatkan bayang-bayang pohon palem, lalu menyelinap masuk melew

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 98

    "Heh! Maksud kamu apa, ya?! Datang-datang malah menyiram orang!" teriak wanita bergaun perak sambil berdiri dari sofa dengan berkacak pinggang, membela temannya yang kini sibuk mengeringkan wajah dengan tisu."Diam kamu! Pria ini punya aku! Jangan berani-berani kalian sentuh dia lagi!" balas Sintya dengan suara melengking, jarinya yang berkuku merah marun menunjuk tepat ke wajah wanita itu. Tubuhnya bergoyang limbung, nyaris kehilangan keseimbangan jika saja ia tidak memegangi tepi meja marmer.Keributan singkat itu membuat Heri langsung bertindak cepat. Otak taktisnya memperingatkan bahwa jika hal ini dibiarkan selama dua menit lagi, sekuriti club akan datang dan reputasi Sintya, satu-satunya tiket emas miliknya bisa hancur berantakan di tangan media atau kolega Reno.Heri segera berdiri, tubuh kekarnya langsung memotong jarak antara Sintya dan ketiga wanita malam tersebut, menjadi perisai hidup."Cukup. Jangan diteruskan," potong Heri dengan nada suara yang rendah namun penuh peneka

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 97

    Heri tertawa rendah mendengar tawaran blak-blakan itu. Suara tawanya yang berat bergaung di sela-sela dentuman bas club yang kian memekakkan telinga. Ia sama sekali tidak merasa canggung atau terintimidasi oleh keliaran wanita-wanita malam tersebut. Sebaliknya, ia merasa berada di atas angin.Sambil mengembuskan napas hangat di perpotongan leher wanita di sampingnya, Heri berbisik dengan nada bercanda yang terdengar begitu kasual."Aku nggak punya uang untuk membayar service mahal kalian malam ini," ucap Heri, membiarkan tangannya tetap bersandar santai di sandaran sofa beludru.Mendengar ucapan Heri, ketiga wanita itu langsung tertawa renyah. Suara tawa mereka yang centil berbaur dengan musik up-beat, menganggap Heri hanya sedang merendah untuk merayu mereka lebih jauh.Bagi mereka, pria yang mengenakan kemeja satin hitam berkilau dengan potongan dada bidang seperti Heri tidak mungkin orang biasa. Cara Heri duduk, tatapan matanya yang tajam, hingga ketenangannya saat dikepung tiga wa

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 96

    Heri kini dikerumuni oleh para wanita malam yang terpesona oleh penampilannya yang necis dan aura maskulinnya yang kuat. Di bawah temaram lampu neon yang berpendar biru-merah, kemeja satin hitamnya memantulkan cahaya, mempertegas setiap lekuk otot dadanya yang bidang.Aroma maskulin bercampur wewangian premium yang melekat pada tubuh Heri seolah menjadi magnet tak kasat mata bagi ketiga wanita yang kini berebut ruang di sofa VIP-nya.Wanita bergaun perak di sisi kanannya bergelayut manja di lengan kekar Heri, merapatkan dadanya yang rendah ke otot trisep Heri tanpa canggung.Sementara itu, wanita bergaun mini hitam di sisi kiri dengan cekatan mengambil botol wiski mahal milik Sintya, menuangkan cairan emas itu ke dalam gelas Heri yang mulai kosong dengan gerakan anggun yang dibuat-buat."Minum lagi dong, Tampan. Masa pria gagah kayak kamu gelasnya dibiarin kering begini," goda wanita di sisi kiri, menyodorkan gelas tersebut langsung ke bibir Heri.Heri yang dasarnya memiliki insting p

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 71

    Heri melangkah kembali ke pos jaganya dengan napas yang mulai teratur, meskipun sisa-sisa aroma parfum vanila Sintya masih melekat kuat di seragam dinasnya.Gempuran liar tadi benar-benar menguras energinya, namun sekaligus menuntaskan seluruh rasa frustrasi yang sempat menumpuk di kepalanya.Pria

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 70

    Heri langsung menundukkan kepalanya, menyusup di antara selangkangan Sintya yang sudah membasah kuyup dan berdenyut hebat. Tanpa ampun, Heri mulai menjilat, menyesap, dan mengisap vagina milik Sintya dengan ritme kasar yang menuntut pasrah.Sintya menjerit histeris di atas sofa mewah itu, jemarinya

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 2

    Heri merasa jantungnya ingin melompat keluar dari rusuk saat pintu jati itu terbuka lebar. Sintya berdiri di sana, hanya berbalut kimono sutra tipis yang diikat asal-asalan. Rambutnya berantakan, dan wajahnya masih kemerahan sisa gairah tadi.“Lagi ngapain kamu di sini, Heri?” tanya Sintya dengan n

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 1

    “Pak, paket buat Nyonya Sintya. Katanya penting, harus sampai tangan sekarang,” ujar kurir itu buru-buru.Malam itu, gerimis tipis membasahi aspal kompleks perumahan elit Citra Kencana. Heri Hermawan, pria berusia 35 tahun dengan badan tegap sisa latihan bela diri masa muda, menghela napas panjang.

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status