Share

417.

Author: Dre LA
last update publish date: 2026-10-09 20:57:28

Matahari sore mulai merayap turun di ufuk barat, membiaskan cahaya jingga di sepanjang jalanan komplek Cemara Hijau.

Deru mesin mobil sedan Danang terdengar memasuki pekarangan rumah, memecah kesunyian beranda dengan suara ban berderit pelan.

Danang melangkah turun dari mobil seraya merenggangkan otot lehernya yang terasa kaku.

Senyuman puas masih terpatri di wajah pria kurus itu setelah menghabiskan siang hari di bilik papan milik Yuni di ujung perkampungan.

Langkah kaki Danang mendadak terhen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   423.

    Melihat pintu kamar mandi tertutup, Danang hanya bisa menghela napas panjang seraya memijat pelipisnya. Pria itu memutuskan untuk memejamkan mata sejenak, kelelahan setelah adegan ranjang yang menguras tenaganya. Di dalam kamar mandi, Yuni tersenyum dingin di depan cermin retak. Rencananya sudah bulat. Jika Danang terlalu pengecut untuk mendepak Arini, maka dialah yang akan menghancurkan mental istri sah itu sampai Arini sendiri yang meminta cerai. Selesai membilas tubuhnya dan berganti daster sutra merah yang tipis menerawang, Yuni melangkah jinjit kembali ke kamar. Danang tampak sudah mendengkur halus di atas ranjang. Di atas nakas kayu, ponsel mahal milik Danang tergeletak berdampingan dengan dompet kulitnya. Yuni meraih ponsel Danang dengan sangat hati-hati. Layar terkunci dengan pola, namun Yuni sudah hafal gerak-gerik tangan Danang setiap kali membuka kunci. Dengan sekali usapan, layar ponsel itu terbuka. Jari-jari lentik Yuni bergerak lincah membuka aplikasi pesan. Ia m

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   422.

    Deru napas terengah-engah dan decit ranjang besi berkarat memecah pengapnya kamar tidur berdinding bilik bambu di ujung kampung. Hawa panas menyengat dari seng atap yang terpanggang terik siang membuat peluh mengalir deras di sekujur punggung kurus Danang, menetes tepat ke atas belahan dada montok Yuni yang telentang pasrah di bawah kukungannya. Daster tipis bermotif kembang milik sang janda sudah robek di bagian kerah, tersingkap berantakan hingga ke leher tanpa menyisakan sehelai benang pun untuk menutupi kulit sawo matangnya yang sintal. Danang bergerak liar bagaikan orang kesurupan. Ego lelakinya yang sempat terluka oleh sikap dingin Arini di rumah mewah tadi pagi kini ia tumpahkan membabi buta ke atas tubuh Yuni. "Ahhh... Mas Danang... kenceng banget, Mas! Terusin, Mas!" erang Yuni seraya melengkungkan pinggangnya ke atas. Kedua kaki jenjang Yuni mencengkeram erat pinggul Danang, mengunci pria beristri itu agar menekan semakin dalam ke liang hangatnya yang sudah banjir pelu

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   421.

    Napas Arini tercekat di tenggorokan saat tawa manja Yuni menembus dinding papan bengkel. Wajah ayu sang nyonya mendadak pias, tangannya gemetar hebat menarik kain jubah satin untuk menutupi dadanya yang masih memerah hangat. Rendra lekas menahan kedua pundak Arini, menatap lurus ke dalam manik mata bulat yang berkilat panik itu. "Tetap di ruangan ini dan kunci pintu dari dalam," bisik Rendra dengan suara bariton rendah yang menenangkan. "Mas, kalau Danang sampai masuk ke sini bagaimana?" rintih Arini seraya mencengkeram lengan kekar sang montir. Rendra mengusap pipi porselen Arini dengan kelembutan yang kontras dengan aura liarnya barusan. "Pria itu tidak akan pernah melangkah melewati pintu depan bengkel saya." Rendra menyambar kaos oblong hitamnya, mengenakannya dengan satu sentakan cepat sebelum melangkah keluar seraya menenteng kunci pas baja berukuran besar. Di pelataran bengkel yang berbau debu dan sisa hujan, sedan hitam Danang terparkir miring memakan jalan. Bemper de

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   420.

    Telapak tangan kasar Rendra menyusup ke balik kain jubah satin, meraba lekuk pinggang ramping Arini yang teramat mulus. Sentuhan kulit kasar sang duda yang penuh kehati-hatian memicu desiran panas di sekujur saraf Arini, melenyapkan sisa rasa perih yang ditinggalkan oleh perlakuan kasar Danang semalam. Puncak dada Arini yang ranum menegang sensitif di balik kain tipis saat dada bidang Rendra menekannya lembut. "Mulai detik ini, tubuh seindah ini hanya boleh disentuh oleh tangan saya," ucap Rendra seraya menatap sepasang mata bulat Arini yang basah berkilau. "Milikmu seutuhnya, Mas... ambil apa pun yang kamu mau," desah Arini pasrah seraya mengangkat dagunya menyambut kecupan basah di leher jenjangnya. Tepat saat Rendra hendak melucuti jubah tipis itu dari pundak Arini, ponsel pintar di dalam saku jubah wanita itu mendadak bergetar panjang. *Bzzzt... bzzzt... bzzzt.* Arini tersentak pelan seraya membuka matanya, menahan napas saat melirik layar ponsel yang terus menyala

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   419.

    Arini mendongak, lalu menatap sepasang mata teduh di hadapannya seraya menahan genangan air mata yang mendadak kembali mendesak keluar. Rendra mengulurkan tangan kanannya yang kokoh, membuka perlahan palang pintu kayu pembatas tanpa menimbulkan suara gaduh. "Masuklah ke sini sebentar," bisik Rendra seraya mengulurkan telapak tangannya yang hangat ke arah wanita itu. Jemari dingin Arini menyambut genggaman tangan besar Rendra, merasakan aliran kehangatan seketika merayap menenangkan debar dadanya yang gundah. Rendra membimbing langkah pelan Arini masuk ke ruang duduk kecil di lantai bawah bengkel yang tersiram cahaya matahari pagi. Sebuah cangkir keramik berisi seduhan teh kamomil hangat yang mengepulkan uap tipis telah tersaji di atas meja kayu kecil. "Duduklah di sini, Arini... hangatkan dulu kedua tanganmu," tutur Rendra seraya menuntun wanita itu duduk di atas kursi rotan beralas bantal empuk. Arini merapatkan kedua telapak tangannya di sekeliling cangkir keramik, membiarka

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   418

    Pintu kamar tidur utama dibanting keras oleh Danang, mengunci dunia luar di balik gerendel ganda yang berdentang nyaring. Pria itu melemparkan jas kerjanya ke lantai marmer seraya menatap Arini dengan sorot mata menyala penuh amarah dan nafsu yang menuntut. "Kamu pikir kamu bisa terus-terusan mengelak dari kewajibanmu di rumah ini, Arini?!" bentak Danang seraya mencengkeram kasar kedua pergelangan tangan sang istri. Tubuh Arini terdorong jatuh ke atas kasur empuk berseprai satin dingin, membuat gaun sutra tipisnya tersingkap kusut. Aroma alkohol murahan bercampur bau bedak perempuan lain dari kerah kemeja Danang menyengat hidung Arini, memicu rasa mual yang menyesakkan dada. "Layani aku sekarang juga, buktikan kalau kamu masih berhak menjadi nyonya di rumah mewah ini!" raung Danang seraya menindih tubuh Arini tanpa sedikit pun kelembutan. Arini menelan ludah dengan tenggorokan kering, memilih menuruti tuntutan kasar suaminya demi menjaga rahasia perselingkuhannya agar tetap terk

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   1. Puasin Aku

    "Sayang, satu kali lagi, dong. Please, Sayang. Aku belum puas nihh...."Suara rengekan Nyonya Selin, istri bos tempat Bayu bekerja, tak sengaja didengar oleh Bayu yang siap menjemput sang bos untuk berangkat kerja. Dia baru seminggu bekerja di sini, karena membutuhkan biaya untuk sekolah adiknya di

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   6. Pak Bram Selingkuh?

    Nyonya Selin menatap kedua pelayan wanitanya dengan ekspresi datar, lalu berkata dengan nada sedingin es, "Besok akan ada acara penting di rumah ini. Kamu, Lastri, bersihkan seluruh toilet dan dapur. Sementara kamu, Sumi, bereskan kamar atas.""B-baik, Nyonya.""Dan kamu, Bayu...."Tatapan Nyonya S

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   5. Malam Panas

    "I-ya, Nyonya?"Bayu menoleh, dan Nyonya Selin melemparkan sebuah kedipan mata yang super menggoda. Kedipan yang seketika membuat Si Gatot di dalam celana Bayu kembali mendadak berdenyut kencang."Nggak ada, makasih untuk hari ini, ya."Bayu mengangguk dan berjalan gontai menuju kamar pembantu di p

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   4. Mimpi Basah

    Bayu menggenggam kedua tangannya sendiri, tubuhnya gemetar hebat. Pikiran tentang masa depannya yang di ujung tanduk karena menyinggung majikan, membuat dirinya panik bukan main.'Aduh, bodoh banget sih kamu, Bay! Kalau dipecat, gimana nasib sekolah adik di desa? Gimana biaya berobat Ibu?'"Saya cu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status