Share

Bab 12. Keluarga

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-05-19 21:30:33

Bab 12. Keluarga

Malam menjelang, bulan purnama dan bintang bintang menerangi langit kota. Tian Fan menyusuri jalanan kota, meski suasana malam namun hiruk pikuk Kota Shui masih begitu ramai tak ubahnya seperti siang.

“Banyak hal yang berubah, sekarang banyak toko yang menjual bahan ramuan, senjata dan bahan lainnya,” ujarnya sambil menatap deretan toko yang menjual barang perlengkapan untuk para cultivator itu.

Ia melewati satu jalan utama, langkahnya terhenti saat melihat bangunan dua lanta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 164. Tahu maksud.

    Bab 164. Tahu maksud.Setelah suasana di dalam Ruangan VIP 3 kembali sedikit tenang, Yin Ruxia dan Yin Canghe masih beberapa kali melirik ke arah empat tanaman spirit yang telah diberikan Tian Fan kepada keempat gadis. Jelas sekali keduanya masih memikirkan kejadian yang baru saja berlangsung. Bahkan setelah bertahun-tahun mengelola Balai Lelang Bulan, mereka belum pernah melihat empat tanaman spirit sekaligus mampu membuat para tamu VIP kehilangan ketenangan seperti tadi.Akhirnya, Yin Canghe mengalihkan pandangannya kepada Tian Fan. “Tuan Muda Tian, jika aku boleh bertanya, apakah kau masih memiliki tanaman spirit lainnya? Jika masih ada dan kau memang berniat menjualnya, Balai Lelang Bulan bersedia menjadi perantara. Dengan begitu, kami juga dapat membantu menyelesaikan kekacauan di aula sekaligus memberikan kesempatan kepada beberapa tamu penting untuk mendapatkan benda yang mereka inginkan,” katanya dengan senyum tipis.Tian Fan langsung memahami maksud perkataan tersebut. Kalima

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 163. Tanaman Spirit yang Menggemparkan.

    Bab 163. Tanaman Spirit yang Menggemparkan.Sejatinya, keempat tanaman spirit yang dikeluarkan Tian Fan bukanlah benda yang benar-benar langka di benua-benua lain. Tanaman seperti Ginseng Hitam, Apel Ungu, Jamur Lingzhi Merah, dan Pir Emas masih dapat ditemukan di beberapa wilayah dengan sumber daya spiritual yang lebih melimpah. Hanya saja, tanaman-tanaman tersebut hampir tidak tumbuh di Benua Timur. Kelangkaan itulah yang membuat keberadaannya di Balai Lelang Bulan menjadi sesuatu yang luar biasa. Bagi para kultivator Benua Timur, tanaman spirit yang bagi Tian Fan sebenarnya tidak terlalu istimewa itu sama berharganya dengan harta langka yang hanya muncul sekali dalam puluhan tahun.Karena situasi di aula sudah benar-benar tidak terkendali, juru lelang akhirnya terpaksa menghentikan sementara seluruh proses pelelangan. Perang tawaran dari Ruangan VIP 1, 2, 4, 5, dan 6 telah membuat para peserta umum tidak lagi memperhatikan barang yang seharusnya dilelang. Bahkan beberapa pengurus

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 162. Jadi Pusat Lelang (2)

    Bab 162. Jadi Pusat Lelang (2)Suasana damai itu ternyata tidak bertahan lama.Dari aula utama tiba-tiba terdengar suara keributan yang semakin lama semakin keras. Pada awalnya hanya terdengar beberapa suara samar, tetapi dalam hitungan napas, suara-suara tersebut mulai bercampur menjadi kegaduhan yang membuat bahkan juru lelang di atas panggung menghentikan ucapannya. Para peserta yang semula fokus pada barang lelang mulai menoleh ke segala arah, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.Tian Fan mengerutkan kening dan mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Dari balik tirai khusus Ruangan VIP 3, ia dapat melihat sebagian besar aula utama.Balai Lelang Bulan memiliki sebuah aula besar dengan panggung lelang di bagian tengah sebagai pusat perhatian. Di bawah panggung terdapat area luas yang dipenuhi kursi untuk para peserta umum, sementara di bagian atas, mengelilingi aula dari sisi kiri hingga kanan, terdapat enam ruangan VIP. Keenam ruangan itu dibuat sedikit lebih tinggi

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 161. Jadi Pusat Lelang.

    Bab 161. Jadi Pusat Lelang.Suasana di Ruangan VIP 3 masih terasa canggung. Setelah memberikan slip jade secara sembunyi sembunyi itu, keempat gadis itu memang tidak lagi banyak berbicara kepada Tian Fan, tetapi entah mengapa suasana di antara mereka justru terasa semakin tegang. Tian Fan yang duduk di tengah ruangan dapat merasakan bahwa ketiganya kembali menunjukkan sikap saling bersaing, sementara Yin Ping yang berada di antara mereka sesekali hanya memandang dengan ekspresi bingung.Perasaan itu semakin jelas ketika seorang juru lelang di panggung utama memperkenalkan salah satu barang berikutnya. Sebuah botol giok berisi Pil Penaik Ranah Tingkat Satu dibawa ke atas panggung. Juru lelang menjelaskan kualitas dan efek pil tersebut sebelum membuka harga awal.Namun, sebelum para peserta di aula sempat menaikkan tawaran, Shui Xian menoleh pada Yue Qing’er dan Mu Xueyan lalu berkata dengan sedikit angkuh.“Pil seperti itu sebenarnya tidak terlalu istimewa. Aku pernah memakan Pil Pen

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 160. Hadiah Ketiga

    Bab 160. Hadiah KetigaTidak lama setelah pertemuan yang membuat Tian Fan ingin melarikan diri dari Balai Lelang Bulan, Xiao Long akhirnya membawa mereka menuju sebuah ruangan VIP yang berada di bagian dalam bangunan. Ruangan itu jauh lebih tenang dibandingkan aula utama. Dindingnya dihiasi ukiran sederhana, beberapa kursi empuk tersusun mengelilingi sebuah meja rendah, sementara dari jendela besar di sisi ruangan dapat terlihat sebagian panggung lelang yang berada di aula utama.Tian Fan duduk di salah satu sisi meja, sedangkan tepat di hadapannya duduk empat gadis yang sejak tadi menjadi sumber masalah terbesarnya.Untuk beberapa saat, tidak seorang pun berbicara.Tian Fan memandang keempat gadis itu secara bergantian. Entah mengapa, posisi mereka terasa sangat familiar. Ingatannya tanpa sadar kembali pada kejadian di makam kuno, ketika ia pernah berada dalam situasi yang hampir sama. Hanya saja, kali ini suasananya terasa lebih aneh.Jika di makam kuno ia dikelilingi oleh bahaya da

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 159. Masalah yang lebih besar.

    Bab 159. Masalah yang lebih besar.Setelah berhasil membuat Ma Durung gelisah, Tian Fan sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui apa yang akan dilakukan pria itu selanjutnya. Baginya, tujuan pertemuan tadi sudah tercapai. Ia tidak perlu terus mengganggu Ma Durung, apalagi mengikuti rombongan Sekte Raja Obat hanya untuk melihat wajah pucatnya.Tian Fan meninggalkan tempat tersebut dan kembali berjalan menyusuri jalan-jalan ibukota Kerajaan Shui.Ibukota jauh lebih ramai dibandingkan yang ia bayangkan. Para kultivator dari berbagai sekte dan klan memenuhi jalan utama, sementara pedagang dari berbagai wilayah memanfaatkan kesempatan itu untuk menjajakan barang-barang mereka. Dari percakapan orang-orang di sekitarnya, Tian Fan dapat menangkap berbagai informasi tentang keadaan kerajaan, mulai dari kondisi Raja Shui, kedatangan para alkemis dari luar, hingga persaingan antara berbagai kekuatan yang mulai semakin jelas.Namun, ketika melewati sebuah jalan yang cukup luas, langkah Tian Fa

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 05. Dimulai.

    Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.

    Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 03. Tamu?

    Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status