LOGINBab 204. Janji dan bukti.Di sebuah kaki bukit yang cukup jauh dari keramaian ibu kota, suasana tampak begitu sunyi. Pepohonan tumbuh lebat di sepanjang lereng, sementara angin sore berembus perlahan melewati rerumputan liar. Tidak banyak orang yang melewati tempat tersebut, sehingga kawasan itu menjadi lokasi yang tepat untuk melakukan sesuatu tanpa menarik perhatian.Tian Fan berdiri dengan ekspresi tenang. Ia mengangkat tangan dan mengibaskannya ke samping. Seketika, tiga sosok manusia terlempar keluar dari kehampaan seperti benda tak berharga yang dibuang begitu saja. Ketiganya menghantam tanah dengan keras, berguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti di atas rerumputan.Mereka adalah Han Qiming, Luo Shiming, dan Wei Zhenyuan, tiga alkemis dari Sekte Lembah Obat yang sebelumnya menghilang di dalam Formasi Tanam Gu.Namun, penampilan mereka sekarang sudah jauh berbeda dibandingkan ketika pertama kali bertemu Tian Fan. Jubah yang dahulu bersih dan menunjukkan kedudukan mereka
Bab 203. Tantangan secara tidak langsung.Di sebuah ruangan pertemuan khusus di dalam istana, beberapa sosok penting Kerajaan Shui telah berkumpul. Raja Shui Long duduk di kursi utama, sementara di sisi kanannya terdapat Pangeran Shui Wen dan Jenderal Lu Bu. Di sisi lainnya duduk Tian Fan bersama dua master sekte besar, Ming Yi dan Song Lau.Pertemuan tersebut sengaja dilakukan secara tertutup. Setelah kejadian mengejutkan di kamar Tian Fan sebelumnya, Permaisuri mengambil inisiatif untuk membawa Shui Xian, Mu Xueyan, dan Yue Qing'er meninggalkan tempat itu. Dengan begitu, para pria yang berkumpul sekarang dapat membicarakan persoalan kerajaan tanpa terganggu oleh keributan lain.Meskipun demikian, Tian Fan masih mengingat ekspresi kedua gadis yang meninggalkan ruangan tadi. Yue Qing'er bahkan sempat menatapnya dengan pandangan seolah-olah memperingatkan agar ia tidak melupakan janji mereka, sementara Mu Xueyan hanya tersenyum tipis sebelum mengikuti Permaisuri.Tian Fan menggelengkan
Bab 202. Situasi pelik.Tian Fan masih berdiri di tempatnya dengan senyum canggung. Ia dapat merasakan tatapan semua orang tertuju kepadanya, terutama kedua master sekte yang sejak tadi mengamati Mu Xueyan dan Yue Qing'er. Namun, sebelum ia sempat membuka mulut untuk menjelaskan keadaan, Yue Qing'er justru melangkah setengah langkah ke depan."Master, jangan terlalu terkejut. Selama beberapa waktu terakhir, kami memang pergi untuk berkultivasi. Kami berdua berada di bawah arahan Kakak Tian Fan, dan berkat bimbingannya, kami berhasil menerobos ke Ranah Langit," jelas Yue Qing'er dengan nada riang.Mu Xueyan mengangguk di sampingnya. "Benar. Kami sengaja memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkuat fondasi kultivasi. Kakak Tian Fan banyak membantu kami selama proses tersebut."Ming Yi, Master Sekte Bulan yang juga merupakan guru Yue Qing'er, langsung mengerutkan kening. Sementara itu, Song Lau, Master Sekte Pedang Surgawi sekaligus guru Mu Xueyan, menunjukkan ekspresi yang tidak jauh be
Bab 201. Kembali.Bai Dishi yang berdiri di samping mereka mengangguk-angguk dengan wajah penuh makna. "Ternyata menjadi penguasa dunia kecil memang memiliki banyak keuntungan. Kau bisa mengatur hukum dunia, mengendalikan energi spiritual, dan bahkan menerima permintaan dari dua gadis cantik sekaligus. Tian Fan, aku mulai berpikir bahwa aku juga harus mencari dunia kecil untuk diriku sendiri."Tian Fan meliriknya. "Kalau kau masih ingin tinggal di duniaku, sebaiknya jangan mencari masalah lagi."Bai Dishi langsung menutup mulutnya.Setelah pembicaraan mengenai Banlu selesai, Tian Fan mengamati kedua gadis itu sekali lagi. Mereka tampak jauh lebih kuat dan percaya diri dibandingkan sebelum mencapai Ranah Langit. Namun, ia juga menyadari bahwa sudah cukup lama mereka berada di dunia kecilnya. Meskipun waktu di tempat ini dapat berjalan berbeda dari dunia luar, keberadaan mereka yang terlalu lama menghilang tentu dapat menimbulkan kekhawatiran b
Bab 200 — Dua Keindahan Ranah LangitBatu besar yang dilemparkan Tian Fan melesat membelah udara, memaksa Bai Dishi berlari menjauh sambil mengumpat. Naga hitam itu melompat ke balik sebuah pohon, lalu mengintip dari samping batangnya dengan ekspresi penuh kewaspadaan. Setelah memastikan Tian Fan tidak berniat melemparkan batu kedua, ia baru berani menegakkan tubuh dan menepuk-nepuk pakaiannya yang sebenarnya tidak terkena debu sedikit pun."Tian Fan, kau benar-benar keterlaluan! Aku hanya mengajukan sebuah pertanyaan sederhana. Mengapa reaksimu selalu berlebihan setiap kali aku membicarakan adu mekanik? Jangan-jangan, kau memang memiliki sesuatu yang ingin disembunyikan dariku!" seru Bai Dishi sambil menunjuk Tian Fan dari kejauhan.Tian Fan meliriknya dengan dingin. "Kalau kau masih ingin mempertahankan kepalamu di tempatnya, sebaiknya kau tutup mulutmu sebelum aku berubah pikiran."Bai Dishi langsung menurunkan tangannya. Ia bahkan mengatupkan bibir rapat-rapat, kemudian mengangkat
Bab 199 — Tingkatan Banlu.Tian Fan akhirnya tiba di Puncak Utara bersama Bai Dishi. Begitu melewati sebuah gerbang batu yang berdiri di antara pepohonan tinggi, pandangannya langsung tertuju pada dua sosok perempuan yang sedang duduk bersila di atas sebuah hamparan batu datar. Keduanya duduk dalam posisi lotus dengan punggung tegak, kedua tangan bertumpu di atas lutut, dan mata terpejam rapat. Energi spiritual dari sekeliling mereka mengalir perlahan, membentuk pusaran samar yang terus berputar di sekitar tubuh masing-masing.Mu Xueyan dan Yue Qing'er sedang berada dalam kondisi kultivasi yang mendalam.Dari kejauhan, Tian Fan dapat merasakan aura kedua gadis itu. Aura tersebut begitu tebal dan stabil, tidak menunjukkan gejolak berarti seperti yang biasanya terjadi pada kultivator yang baru saja menerobos sebuah ranah besar. Jelas bahwa selama Tian Fan berada di Lembah Neraka, mereka tidak menyia-nyiakan waktu. Dengan bantuan lingkungan dunia kecil yang memiliki energi spiritual meli
Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca
Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun
Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung
Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain







