หน้าหลัก / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 203. Tantangan secara tidak langsung.

แชร์

Bab 203. Tantangan secara tidak langsung.

ผู้เขียน: Zayn Z
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-31 22:23:14

Bab 203. Tantangan secara tidak langsung.

Di sebuah ruangan pertemuan khusus di dalam istana, beberapa sosok penting Kerajaan Shui telah berkumpul. Raja Shui Long duduk di kursi utama, sementara di sisi kanannya terdapat Pangeran Shui Wen dan Jenderal Lu Bu. Di sisi lainnya duduk Tian Fan bersama dua master sekte besar, Ming Yi dan Song Lau.

Pertemuan tersebut sengaja dilakukan secara tertutup. Setelah kejadian mengejutkan di kamar Tian Fan sebelumnya, Permaisuri mengambil inisiatif untuk memba
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin panjang penasaran
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 203. Tantangan secara tidak langsung.

    Bab 203. Tantangan secara tidak langsung.Di sebuah ruangan pertemuan khusus di dalam istana, beberapa sosok penting Kerajaan Shui telah berkumpul. Raja Shui Long duduk di kursi utama, sementara di sisi kanannya terdapat Pangeran Shui Wen dan Jenderal Lu Bu. Di sisi lainnya duduk Tian Fan bersama dua master sekte besar, Ming Yi dan Song Lau.Pertemuan tersebut sengaja dilakukan secara tertutup. Setelah kejadian mengejutkan di kamar Tian Fan sebelumnya, Permaisuri mengambil inisiatif untuk membawa Shui Xian, Mu Xueyan, dan Yue Qing'er meninggalkan tempat itu. Dengan begitu, para pria yang berkumpul sekarang dapat membicarakan persoalan kerajaan tanpa terganggu oleh keributan lain.Meskipun demikian, Tian Fan masih mengingat ekspresi kedua gadis yang meninggalkan ruangan tadi. Yue Qing'er bahkan sempat menatapnya dengan pandangan seolah-olah memperingatkan agar ia tidak melupakan janji mereka, sementara Mu Xueyan hanya tersenyum tipis sebelum mengikuti Permaisuri.Tian Fan menggelengkan

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 202. Situasi pelik.

    Bab 202. Situasi pelik.Tian Fan masih berdiri di tempatnya dengan senyum canggung. Ia dapat merasakan tatapan semua orang tertuju kepadanya, terutama kedua master sekte yang sejak tadi mengamati Mu Xueyan dan Yue Qing'er. Namun, sebelum ia sempat membuka mulut untuk menjelaskan keadaan, Yue Qing'er justru melangkah setengah langkah ke depan."Master, jangan terlalu terkejut. Selama beberapa waktu terakhir, kami memang pergi untuk berkultivasi. Kami berdua berada di bawah arahan Kakak Tian Fan, dan berkat bimbingannya, kami berhasil menerobos ke Ranah Langit," jelas Yue Qing'er dengan nada riang.Mu Xueyan mengangguk di sampingnya. "Benar. Kami sengaja memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkuat fondasi kultivasi. Kakak Tian Fan banyak membantu kami selama proses tersebut."Ming Yi, Master Sekte Bulan yang juga merupakan guru Yue Qing'er, langsung mengerutkan kening. Sementara itu, Song Lau, Master Sekte Pedang Surgawi sekaligus guru Mu Xueyan, menunjukkan ekspresi yang tidak jauh be

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 201. Kembali.

    Bab 201. Kembali.Bai Dishi yang berdiri di samping mereka mengangguk-angguk dengan wajah penuh makna. "Ternyata menjadi penguasa dunia kecil memang memiliki banyak keuntungan. Kau bisa mengatur hukum dunia, mengendalikan energi spiritual, dan bahkan menerima permintaan dari dua gadis cantik sekaligus. Tian Fan, aku mulai berpikir bahwa aku juga harus mencari dunia kecil untuk diriku sendiri."Tian Fan meliriknya. "Kalau kau masih ingin tinggal di duniaku, sebaiknya jangan mencari masalah lagi."Bai Dishi langsung menutup mulutnya.Setelah pembicaraan mengenai Banlu selesai, Tian Fan mengamati kedua gadis itu sekali lagi. Mereka tampak jauh lebih kuat dan percaya diri dibandingkan sebelum mencapai Ranah Langit. Namun, ia juga menyadari bahwa sudah cukup lama mereka berada di dunia kecilnya. Meskipun waktu di tempat ini dapat berjalan berbeda dari dunia luar, keberadaan mereka yang terlalu lama menghilang tentu dapat menimbulkan kekhawatiran b

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 200 — Dua Keindahan Ranah Langit

    Bab 200 — Dua Keindahan Ranah LangitBatu besar yang dilemparkan Tian Fan melesat membelah udara, memaksa Bai Dishi berlari menjauh sambil mengumpat. Naga hitam itu melompat ke balik sebuah pohon, lalu mengintip dari samping batangnya dengan ekspresi penuh kewaspadaan. Setelah memastikan Tian Fan tidak berniat melemparkan batu kedua, ia baru berani menegakkan tubuh dan menepuk-nepuk pakaiannya yang sebenarnya tidak terkena debu sedikit pun."Tian Fan, kau benar-benar keterlaluan! Aku hanya mengajukan sebuah pertanyaan sederhana. Mengapa reaksimu selalu berlebihan setiap kali aku membicarakan adu mekanik? Jangan-jangan, kau memang memiliki sesuatu yang ingin disembunyikan dariku!" seru Bai Dishi sambil menunjuk Tian Fan dari kejauhan.Tian Fan meliriknya dengan dingin. "Kalau kau masih ingin mempertahankan kepalamu di tempatnya, sebaiknya kau tutup mulutmu sebelum aku berubah pikiran."Bai Dishi langsung menurunkan tangannya. Ia bahkan mengatupkan bibir rapat-rapat, kemudian mengangkat

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 199 — Tingkatan Banlu.

    Bab 199 — Tingkatan Banlu.Tian Fan akhirnya tiba di Puncak Utara bersama Bai Dishi. Begitu melewati sebuah gerbang batu yang berdiri di antara pepohonan tinggi, pandangannya langsung tertuju pada dua sosok perempuan yang sedang duduk bersila di atas sebuah hamparan batu datar. Keduanya duduk dalam posisi lotus dengan punggung tegak, kedua tangan bertumpu di atas lutut, dan mata terpejam rapat. Energi spiritual dari sekeliling mereka mengalir perlahan, membentuk pusaran samar yang terus berputar di sekitar tubuh masing-masing.Mu Xueyan dan Yue Qing'er sedang berada dalam kondisi kultivasi yang mendalam.Dari kejauhan, Tian Fan dapat merasakan aura kedua gadis itu. Aura tersebut begitu tebal dan stabil, tidak menunjukkan gejolak berarti seperti yang biasanya terjadi pada kultivator yang baru saja menerobos sebuah ranah besar. Jelas bahwa selama Tian Fan berada di Lembah Neraka, mereka tidak menyia-nyiakan waktu. Dengan bantuan lingkungan dunia kecil yang memiliki energi spiritual meli

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 198 — Adu Mekanik

    Bab 198 — Adu MekanikSetelah menghabiskan waktu cukup lama di Lembah Neraka, Tian Fan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tempat itu bersama Bai Dishi. Kabut hitam yang menyelimuti lembah perlahan menghilang dari pandangan mereka ketika keduanya melintasi sebuah lorong batu yang menghubungkan wilayah tersebut dengan bagian lain dari dunia kecil milik Tian Fan.Sepanjang perjalanan, Tian Fan masih memikirkan berbagai hal yang ditemukannya di Menara Kegelapan. Teknik-teknik aneh, miasma yang seolah memiliki kesadaran, serta kemampuan untuk mempengaruhi pikiran seseorang melalui bayangan hitam merupakan hal-hal yang belum sepenuhnya ia pahami. Meskipun ia telah memperoleh beberapa petunjuk, masih banyak rahasia yang menunggu untuk diungkap.Namun, untuk saat ini, ia memutuskan mengesampingkan semua pemikiran tersebut.Bagaimanapun, setelah sekian lama berkutat dengan kegelapan, ia merasa perlu memeriksa keadaan orang-orang yang berada di dunia kecilnya. Terlebih lagi, ada dua orang y

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 06. Perjalanan Berdarah

    Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status