Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 97. Labirin Pertama

Share

Bab 97. Labirin Pertama

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-07-20 23:12:49

Bab 97. Labirin Pertama

Begitu seluruh peserta berhasil melewati penghalang, suasana di dalam makam kuno berubah menjadi riuh. Tatapan ribuan cultivator tertuju pada pemandangan yang sama.

Hamparan labirin batu raksasa membentang tanpa ujung, sementara jauh di atas sebuah bukit berdiri bangunan berbentuk piramida berwarna hitam keabu-abuan yang memancarkan aura kuno.

Meski dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh, hampir semua orang memiliki pemikiran yang sama. Bangunan di puncak bukit itulah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 99. Nama.

    Bab 99. Nama.Tian Fan menerima kembali kedua sapu tangan itu sebelum mengembalikannya kepada Jian Mu dan Mu Xueyan. Senyum tipis masih menghiasi wajahnya ketika ia berkata, "Jadi... dua paman itu adalah orang tua kalian? Sungguh sangat kebetulan." Setelah itu mereka berlima mulai berjalan berdampingan menuju hutan di kejauhan. Angin yang berhembus pelan membuat suasana terasa jauh lebih tenang dibandingkan kekacauan di dalam labirin pertama.Di sepanjang perjalanan, Jian Mu membuka percakapan sambil tersenyum pahit. "Setelah ayahku dan Paman Mu kembali dari Lembah Kematian, mereka terus berusaha mencari keberadaanmu. Satu-satunya petunjuk yang mereka miliki hanyalah namamu, Tian Fan. Setelah bertanya ke berbagai tempat, akhirnya mereka mendengar bahwa ada seorang murid Sekte Raja Obat di Kekaisaran yang memiliki nama itu. Karena itulah mereka sengaja datang ke sana untuk menemuimu dan menyampaikan rasa terima kasih secara langsung."Tian Fan mengangkat alisnya tipis sebelum terseny

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 98. Sapu Tangan

    Bab 98. Sapu tangan.Tian Fan berjalan menyusuri lorong kedua dengan langkah tenang. Tidak seperti lorong sebelumnya yang dipenuhi suara pertarungan dan jeritan para cultivator, lorong kali ini sunyi hingga suara langkah kakinya sendiri terdengar begitu jelas. Setelah menempuh perjalanan beberapa ratus meter, cahaya di ujung lorong perlahan semakin terang. Beberapa tarikan napas kemudian, ia akhirnya melangkah keluar.Pemandangan yang tersaji di hadapannya membuat alis Tian Fan sedikit terangkat.Di depan terbentang sebuah dataran luas yang diselimuti rerumputan hijau. Angin bertiup perlahan membawa aroma tanah yang lembab. Di kejauhan tampak sebuah hutan lebat yang dipenuhi pepohonan raksasa menjulang ke langit. Lebih jauh lagi berdiri sebuah bukit tinggi yang hampir seluruh puncaknya tertutup lautan awan putih sehingga mustahil melihat apa yang tersembunyi di baliknya.Tian Fan tidak langsung bergerak. Ia justru menoleh ke belakang.Di belakangnya ternyata berdiri sebuah bukit bat

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 97. Labirin Pertama

    Bab 97. Labirin PertamaBegitu seluruh peserta berhasil melewati penghalang, suasana di dalam makam kuno berubah menjadi riuh. Tatapan ribuan cultivator tertuju pada pemandangan yang sama. Hamparan labirin batu raksasa membentang tanpa ujung, sementara jauh di atas sebuah bukit berdiri bangunan berbentuk piramida berwarna hitam keabu-abuan yang memancarkan aura kuno. Meski dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh, hampir semua orang memiliki pemikiran yang sama. Bangunan di puncak bukit itulah tujuan sebenarnya.Beberapa orang langsung berteriak menyampaikan pendapatnya kepada rekan-rekannya. "Pasti semua warisan berada di bangunan itu. Jangan buang waktu, kita harus segera sampai ke sana sebelum didahului orang lain." Ucapan itu segera memicu kepanikan kecil. Puluhan kelompok tanpa ragu berlari menuju salah satu jalan di depan mereka, seolah takut terlambat satu langkah saja akan membuat seluruh keberuntungan jatuh ke tangan orang lain.Di hadapan mereka terdapat sekitar dua puluh

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 96. Makam Terbuka.

    Bab 96. Makam Terbuka.Suara terompet yang panjang dan berat menggema di seluruh kaki Pegunungan Yin, memecah kesunyian pagi yang sejak tadi dipenuhi bisik-bisik para cultivator. Dalam sekejap, seluruh orang yang masih beristirahat segera bangkit dan bergerak menuju sebuah dataran luas di depan pintu batu raksasa makam kuno. Suasana yang semula ramai oleh obrolan perlahan berubah menjadi hening penuh antisipasi. Tak seorang pun ingin melewatkan detik-detik pembukaan makam yang telah dinantikan selama berhari-hari.Tian Fan ikut berjalan bersama arus manusia. Kini ia telah mengenakan jubah hitam panjang lengkap dengan tudung yang menutupi sebagian besar wajahnya. Penampilannya tampak begitu biasa hingga nyaris tidak ada yang memperhatikannya. Di tengah kerumunan ribuan orang, keberadaannya benar-benar menyatu dengan para cultivator pengelana lainnya.Di depan pintu makam, susunan barisan telah diatur dengan jelas. Barisan paling depan ditempati oleh perwakilan Kerajaan Shui dan empat

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 95. Pertunjukan Politik.

    Bab 95. Pertunjukan Politik.Perbincangan di bawah pohon besar itu mendadak terhenti ketika dari arah pintu masuk kawasan makam terdengar suara terompet pendek yang diikuti derap langkah puluhan orang. Hampir seluruh kultivator yang sedang beristirahat spontan menoleh ke arah yang sama. Tatapan mereka segera tertuju pada dua rombongan besar yang berjalan berdampingan menuju tenda utama Kerajaan Shui. Barisan pertama mengenakan jubah merah tua berpadu hitam pekat. Pada bagian dada kiri terukir seekor harimau merah yang sedang mengaum ke langit, sementara bagian bahu dihiasi pelindung kulit binatang berwarna gelap dengan garis-garis merah menyerupai bekas cakar. Sabuk mereka terbuat dari kulit binatang iblis, sedangkan sepatu bot tinggi yang dikenakan membuat setiap langkah memancarkan aura arogan. Di belakang mereka berkibar panji besar bertuliskan tiga huruf berwarna emas—Sekte Harimau Merah.Seorang pemuda berjubah hijau yang duduk tidak jauh dari Tian Fan segera berbisik dengan na

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 94. Sama atau kebetulan?

    Bab 94. Sama atau kebetulan?Matahari telah naik cukup tinggi ketika Tian Fan tiba di kaki Gunung Yin Utara. Dari kejauhan, pegunungan itu tampak menjulang seperti seekor naga raksasa yang sedang berbaring, sementara kabut tipis terus menyelimuti lereng-lerengnya. Namun perhatian Tian Fan tidak tertuju pada gunung itu, melainkan pada keramaian luar biasa yang memenuhi dataran di depannya.Sebuah barikade besar dari kayu dan baja telah dibangun melintang di jalan utama menuju Pegunungan Yin. Puluhan prajurit Kerajaan Shui berjaga dengan tombak panjang di tangan, sementara di sisi lain tampak para murid dari empat sekte besar berdiri dengan pakaian khas masing-masing. Lambang bulan sabit perak milik Sekte Bulan, harimau merah menyala milik Sekte Harimau Merah, pedang putih berlapis awan milik Sekte Pedang Surgawi, serta tungku emas milik Sekte Obat Emas berkibar perlahan diterpa angin pegunungan.Di depan barikade itu terbentuk antrean panjang. Setiap orang yang hendak memasuki wilayah

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.

    Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 03. Tamu?

    Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status