بيت / Rumah Tangga / KAMAR KEDUA / Bab 257. Di Mana Rylee Logistics Berawal

مشاركة

Bab 257. Di Mana Rylee Logistics Berawal

مؤلف: juskelapa
last update تاريخ النشر: 2026-06-28 23:38:47

Sheza akhirnya mengembuskan napas pelan. Raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sedang menyusun satu per satu kepingan cerita yang baru saja didengarnya.

Beberapa saat kemudian, ia kembali bertanya, “Berarti ... Rylee Logistics itu perusahaan papanya, Tan? Atau perusahaan Mas Satria?”

Tante Vonny tampak sedikit terkejut.

“Lho, Zee memang belum tau?”

Sheza menggeleng pelan.

“Yang aku tau ... Rylee Logistics itu sudah ada jauh sebelum aku kenal Mas Satria. Dan bisa dibilang ... almarhum suamiku belaj
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (13)
goodnovel comment avatar
Ria Zakaria
apakah "Una" ini , Nuna yaa ??
goodnovel comment avatar
Siti Kotijah
akhir ny satria mau selidiki tentang permasalahan masa lalu nya,, semoga terbuka tabir kebusukan salim
goodnovel comment avatar
Wiwin
Pelan tapi pasti,kebenaran itu pasti akan menemukan jalannya sendiri.. Seperti pak Hendra,kini pak Salim pun tak luput dari semua itu..
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • KAMAR KEDUA   Bab 257. Di Mana Rylee Logistics Berawal

    Sheza akhirnya mengembuskan napas pelan. Raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sedang menyusun satu per satu kepingan cerita yang baru saja didengarnya.Beberapa saat kemudian, ia kembali bertanya, “Berarti ... Rylee Logistics itu perusahaan papanya, Tan? Atau perusahaan Mas Satria?”Tante Vonny tampak sedikit terkejut.“Lho, Zee memang belum tau?”Sheza menggeleng pelan.“Yang aku tau ... Rylee Logistics itu sudah ada jauh sebelum aku kenal Mas Satria. Dan bisa dibilang ... almarhum suamiku belajar bisnis shipping dari Mas Satria.”“Oh, iya. Benar ….” Tante Vonny mengangguk pelan, baru teringat. “Satria pernah cerita kalau dia sedang membantu sahabatnya memulai bisnis shipping.”Ia membungkuk, menuangkan teh ke dalam cangkirnya sebelum kembali melanjutkan.“Rylee Logistics itu perusahaan yang dibangun Satria sendiri. Bukan perusahaan papanya.”Mulut Sheza perlahan membentuk huruf O tanpa suara.Lalu Sheza kembali bertanya, “Mas Satria pernah cerita nggak kenapa akhirnya tetap memilih bi

  • KAMAR KEDUA   Bab 256. Hidup Harus Berjalan

    Keberadaan Tante Vonny dan Om Franky memang sesuai dengan yang pernah dikatakan Satria. Pasangan itu cukup lama menetap di Jakarta. Tak terasa, sudah lebih dari sebulan sejak mereka datang berkunjung.Sepasang suami istri yang menempati kamar tamu di lantai dua itu bahkan sudah dianggap Sheza sebagai bagian dari rumah mereka. Entah kenapa, ia kembali merasakan kerinduan pada sosok yang bisa ia anggap sebagai ibu. Tante Vonny yang ceria, dengan celetukan-celetukan lucunya, membuat Sheza merasa begitu nyaman untuk membuka hati dan bercerita tentang banyak hal.Pagi hari, Tante Vonny akan bergabung bersama Tuti membuat sarapan, atau bahkan mengajarkan satu dua resep yang dulu biasa dimasaknya untuk Satria di Manado. Saat Dio, dan kadang Nayla, selesai sarapan, ia akan mengajak mereka ke belakang untuk melakukan aktivitas yang banyak bergerak. Katanya, supaya anak-anak tidak terlalu lama berada di dalam ruangan berpendingin udara.Berbeda dengan Tante Vonny, di hari kerja Om Franky justru

  • KAMAR KEDUA   Bab 255. Kebijaksanaan dari Masa Lalu

    Satria sudah banyak belajar tentang tubuh Sheza. Waktu yang mereka habiskan berbagi ranjang membuat pria yang terbiasa memperhatikan itu semakin peka memahami setiap reaksi wanitanya.Ia memahami apa yang diinginkan Sheza ketika wanita itu membuka pahanya lebih lebar. Ia juga paham saat tangan Sheza memeluknya semakin erat dan kuku-kukunya mencakar pelan punggungnya. Bagi Satria, itu selalu menjadi pertanda bahwa Sheza mulai mendekati titik klimaks.Suara Sheza akan terdengar semakin jelas. Meski pada dasarnya wanita itu memang tipe yang vokal, menjelang puncaknya suara itu selalu berubah menjadi lebih gaduh. Beberapa saat kemudian, paha Sheza akan bergetar tipis. Tubuhnya menegang sejenak, sebelum akhirnya perlahan kembali lunglai di dalam pelukannya.Saat itulah Sheza menjadi tak berdaya. Wajahnya biasanya memerah, dadanya naik turun karena napas yang mulai memburu. Kedua tangannya terentang di atas kepala, sementara tubuhnya seolah pasrah dalam pelukan Satria. Di saat-saat seperti

  • KAMAR KEDUA   Bab 254. Tentang Masa Depan

    Satria dulu memang tidak pernah benar-benar memikirkan seperti apa masa depan rumah tangganya bersama Nadine.Ketika masuk ke dalam keluarga Kertasoedibyo, ia sadar sepenuhnya dengan apa yang sedang dilakukannya. Jujur saja, pada masa itu yang benar-benar memenuhi pikirannya hanyalah bagaimana Rylee Logistics bisa terus berjalan.Perusahaan itu ia bangun dari puing-puing usaha milik papanya yang pernah hancur dan nyaris tidak menyisakan apa pun. Ia membawanya dari Manado, lalu membangunnya kembali sedikit demi sedikit dengan tangannya sendiri di ibukota.Namun ketika akhirnya menjalani pernikahan dengan Nadine, Satria tidak pernah setengah-setengah.Sebagai suami ia mengambil tanggung jawab itu sepenuhnya.Ia menjadikan Nadine pasangan hidupnya. Perempuan yang membutuhkan seorang suami dan rekan.Saat itu Satria benar-benar percaya bahwa ia bisa membawa rumah tangga mereka menuju bentuk keluarga yang selama ini ia inginkan.Sebuah keluarga yang hangat, juga sebuah rumah sebagai tempa

  • KAMAR KEDUA   Bab 253. Kejujuran Masa Lalu

    "Karena bekalnya menurutku … terlalu serius."Sheza langsung mengernyit. "Serius gimana?""Kamu bikin bekal buat orang yang bahkan belum pernah makan siang bareng kamu.""Itu kan cuma bekal."Satria menggeleng pelan. "Dengan catatan sederhana itu … buatku itu bukan bekal biasa.”Sheza langsung tertawa. “Itu cuma surat pendek.”"Dan buatku nggak sesederhana itu.” Satria menangkap tangan Sheza yang tadi berada di pahanya. “Aku masih ingat isi surat itu.”"Jangan diulang."Satria malah terkekeh dengan semburat merah tipis di pipinya. Cukup membuat ekspresinya lebih lunak dari biasanya."Aku senang waktu baca surat itu.”Kalimat berikutnya membuat Sheza perlahan diam kembali. Satria menunduk menatap cangkir tehnya. "Sangat senang."Sheza menunggu."Aku bahkan nggak langsung makan bekalnya.""Kenapa?""Aku ditelepon seseorang yang waktu itu kurasa … lebih penting.” Satu sudut bibir Satria terangkat.Sheza memandang Satria yang malam itu sedikit lebih banyak bicara. Pria itu sedang tercenun

  • KAMAR KEDUA   Bab 252. Ketika Semua Harus Terjadi 

    Tante Vonny yang tadi sempat diam, kini berkata pelan, “Sat … kamu pernah cinta Nadine, kan?”Pertanyaan itu membuat Sheza membeku di dekat pintu. Bahkan suara jangkrik dari taman seakan ikut menghilang.Satria terdengar kembali menghela napas. Lalu ia meneguk wine-nya lebih dulu dan memandang ke arah kolam yang memantulkan cahaya lampu taman."Aku menghormatinya." Satria kembali diam. "Aku peduli ke Nadine. Di mataku … Nadine nggak lebih kayak anak kecil yang selalu mendapatkan apa yang dia mau.”"Dulu … meski awalnya aku merespon ide Pak Salim soal perjodohan dengan banyak pertimbangan. Tapi aku berniat jadi suami yang baik. Keberadaan Pak Salim yang mampu menjadi pendengarku, sekaligus mentor, bikin aku kepengin punya orang tua seperti beliau.”"Tapi itu bukan jawaban pertanyaan Tante." Tante Vonny menatapnya lurus.Lama sekali Satria tidak berbicara.Sampai akhirnya ia mengembuskan napas pelan. “Cinta itu apa? Saat itu aku bahkan nggak memikirkan soal itu. Bagiku waktu itu … cinta

  • KAMAR KEDUA   Bab 12. Pria yang Sebenarnya

    Arga menepuk bahu Satria. “Ingat, ya. Kalian bisa buat kesepakatan apa pun. Nggak harus memaksakan apa pun dulu. Dan Sheza ….” Arga kini memandang Sheza. “Satria ini adalah … satria terbaik kami.” Sheza hanya mengangguk bingung. Satu per satu, empat pria itu keluar. Roman paling terakhir. Ia ber

    last updateآخر تحديث : 2026-03-17
  • KAMAR KEDUA   Bab 102. Alur yang Disimpan

    Alina membasahi bibirnya.Tatapannya sempat turun ke lantai, lalu naik perlahan ke wajah Sheza. Bukan tatapan menantang. Lebih seperti seseorang yang ingin memastikan—wanita di depannya cukup kuat untuk mendengar cerita yang akan ia buka. Meski bukan kekuatan fisik yang dibutuhkan saat itu. Ia men

    last updateآخر تحديث : 2026-03-30
  • KAMAR KEDUA   Bab 104. Batas Yang Tidak Boleh Dilewati

    Roman tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana.“Serius banget sih, Sat. Dari dulu juga hidup lo nggak pernah santai.”Satria menatapnya sebentar.Tatapan itu mampu membuat Roman berhenti tertawa.“Gue memang nggak pernah hidup buat santai,” kata Satria. Ia tidak menaikkan suara.“Dan orang yang b

    last updateآخر تحديث : 2026-03-30
  • KAMAR KEDUA   Bab 100. Kenyataan Yang Mengejar

    “Mas…,” suara Sheza keluar pelan. Tatapannya tertuju pada punggung Satria. “Udah.”Satria tidak menoleh.Namun tubuhnya sedikit bergeser—cukup untuk berdiri tepat di depan Sheza. Meski tidak menyentuh atau memeluk Sheza, postur itu terlihat jelas sedang melindungi.Alina sempat tersentak. Langkahny

    last updateآخر تحديث : 2026-03-29
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status