Share

Bab 90

Author: Finella Zakaria
Nayla tidak berani bertanya lagi, takut kalau dia terlihat terlalu kepedean.

Simon menyadari mata Nayla yang menghindar dan sengaja tidak menatapnya. Dia berkata dengan suara serak, "Kok diam?"

Nayla mengangkat matanya dan meliriknya. Hanya satu lirikan, dia buru-buru menunduk dan menggelengkan kepala, "Nggak apa-apa."

Untuk menghindari Simon bertanya lebih jauh, Nayla tanpa berpikir panjang langsung berkata, "Hans pernah bilang padaku, kamu orang kayak gitu, nggak ada hal yang nggak bisa kamu l
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1515

    "Kamu mau?"Mario menunduk, menggigit es krim di tangan Amanda sambil menatapnya dan bertanya.Pandangannya meluncur ke bawah.Tatapan panasnya mendarat pada bibir Amanda.Merah merona, menggoda.Ada sedikit es krim yang menempel di sudut mulutnya.Menggugah hati untuk menggigitnya.Amanda tiba-tiba mundur selangkah, takut dia akan memintanya lagi sebelum meninggalkan rumah, seperti terakhir kali."Oke, kenapa nggak?"Amanda buru-buru menyerahkan es krim itu ke tangannya, berbicara sambil berjalan ke kamar."Tunggu sebentar, aku ganti baju dulu."Terlepas dari apa pun tujuan Nenek Ratna.Bertemu calon mertua tetap harus dengan pakaian sopan. Setidaknya, agar tidak menjadi bahan untuk mencari-cari kesalahan.Amanda berjalan ke kamar dengan pinggul berliuk. Mario menatapnya dengan tatapan dalam, lalu menggigit es krimnya lagi.Tatapannya menjadi semakin dalam, disertai sedikit gairah.Satu jam kemudian, Amanda mengikuti Mario ke kediaman keluarga besar Keluarga Senja.Ini pertama kalinya

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1514

    "Nggak marah.""Kamu nggak akan dipersulit?""Siapa yang bisa menyulitkanku?"Pertanyaan balik dari Mario itu membuat Amanda semakin percaya diri.Asal tidak dipersulit.Saat ini, selain Nayla, Mario adalah orang yang paling dia sayangi.Setidaknya jawaban Mario barusan tidak mengecewakannya. Kalau tidak, sebesar apa pun rasa cintanya, dia akan putus tanpa ragu-ragu."Semoga saja yang kamu katakan itu tulus." Amanda tersenyum cerah dengan penuh arti.Mario tiba-tiba membungkuk, tangan bertumpu di kedua sisi sofa, menjebaknya di antara sofa dan dadanya. Wajahnya mendekat, dan embusan napas yang panas menyentuh pipi Amanda.Amanda seketika menahan napas."Apa?"Pipinya terasa panas, entah mengapa merasa sedikit takut dengan tatapan yang seolah-olah ingin menelannya itu."Nona Amanda, sudah setengah tahun lebih aku bersamamu, tapi kamu masih meragukan perasaanku?"Suara Mario yang jernih dan lembut itu bernada rendah, agak terdengar seperti mengeluh.Amanda batuk kecil, memasang senyum. "

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1513

    Viola sudah putus asa. Penuh ketakutan, dia mendongak dan memohon sambil meneteskan air mata, "Kak Amanda, apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku? Katakan saja, selama aku bisa, aku pasti akan melakukannya."Wajah Amanda tetap acuh tak acuh.Air mata buaya, siapa yang mau percaya?Viola memohon bukan karena menyadari kesalahannya, melainkan karena tahu konsekuensi yang menimpanya."Pergi, aku nggak akan memaafkanmu."Amanda berbalik membelakanginya.Viola terdiam, air mata mengalir di wajahnya, menatap Mario dengan tidak berdaya.Dia tidak ingin diusir ke luar negeri.Beberapa hari yang lalu, dia dipaksa oleh pengawal yang ditugaskan ibunya untuk pergi ke bandara. Dia berhasil melarikan diri dengan pura-pura pergi ke toilet dan menyamar.Selama beberapa hari ini, Keluarga Sasmitha terus mencarinya, dia tidak berani keluar. Namun, untuk memaksanya keluar, ibunya membekukan semua kartu banknya, mengerahkan orang untuk mencarinya ke mana-mana, dan bahkan memperingatkan semua

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1512

    Nada suaranya tidak keras, tetapi penuh ancaman.Maya hanya mengincar uangnya. Begitu melihat Nayla mengalah, dia pun terkekeh. "Dia putriku, aku juga ingin dia bahagia. Begitu aku mendapatkan uangnya, kami bersedia menjauh selamanya."Saat kejadian itu terjadi, untungnya dia berhati-hati dan menyimpan video tersebut di kartu memori, dengan maksud memanfaatkannya untuk menjebak Amanda di masa depan.Sekarang akhirnya berguna juga."Serahkan."Nayla mengulurkan tangannya.Melihat itu, Maya segera mengeluarkan sebuah kartu memori dari tas di pinggangnya, yang terlihat agak usang.Saat hendak menyerahkannya kepada Nayla, tiba-tiba dia berhenti."Kamu nggak akan menipuku, 'kan? Transfer uangnya dulu.""Silakan saja kalau nggak mau memberikannya. Aku pergi sekarang juga."Nayla tampak dingin, tatapannya yang membekukan entah mengapa membuatnya takut."Oke, oke, aku percaya."Maya terpaksa menyerah, lalu dengan berat hati menyerahkan kartu memori itu ke telapak tangan Nayla.Nayla menatap ka

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1511

    Suara di seberang terdengar sangat tidak asing. Sebelum Nayla sempat memikirkannya, panggilan itu sudah ditutup.Nayla meletakkan telepon, raut wajahnya kelam, dan Charlie pun menyadarinya."Nona, ada apa?"Terdengar bunyi notifikasi.Nayla menerima pesan singkat dari nomor tak dikenal yang menghubunginya tadi, sebuah pesan berisi alamat.Mata Nayla sedikit memicing, raut wajahnya tidak hanya menjadi dingin, tetapi juga tampak serius.Dia tidak boleh membiarkan hal ini tersebar.Jika tidak, Amanda benar-benar tidak akan sanggup menanggungnya."Charlie, ada sesuatu yang harus kamu atur."Ekspresi Nayla lebih serius dari sebelumnya, yang membuat Charlie juga semakin serius."Ada apa, Nona?""..."Satu jam kemudian, Nayla ditemani Charlie dan beberapa pengawal, menuju ke apartemen sewa Ryan.Maya membuka pintu. Dialah yang menelepon Nayla tadi. "Akhirnya datang juga. Aku kira kamu nggak berani datang."Nayla menatapnya dengan dingin tanpa mengucapkan kata, lalu melewatinya masuk ke ruang

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1510

    "Rumor terbaru itu benar?"Nayla tahu betul dan sudah bisa menebak apa yang dimaksud Boby."Benar.""Keluarga Senja itu salah satu dari empat keluarga teratas dengan sejarah yang panjang. Semua orang tahu Nyonya Ratna sosok yang tegas dan tradisional, tapi dia memberi restu?"Setelah mengatakan itu dengan penuh penasaran, Boby menyerahkan berkas kepada Nayla, berisi rincian data terbaru dari departemen teknik.Nayla tertawa pelan."Sekuat apa pun tradisinya, yang memegang kendali tetap Mario sendiri."Boby dapat melihat sikapnya dengan jelas."Benar juga. Selama kamu ada, sekalipun Nyonya Ratna nggak suka Amanda, kurasa setelah kejadian ini, dia mungkin nggak akan berani bertindak gegabah lagi."Nayla mengangguk setuju."Dulu dia menganggap, karena ini urusan internal Keluarga Senja, aku nggak bisa dan nggak berhak campur tangan kalau dia melakukan sesuatu pada Amanda."Senyum mengejek melintas di wajah Nayla. "Tapi, aku dulu kurang percaya diri dan punya reputasi buruk. Sampai semua o

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status