Compartir

Bab 53

Autor: Renee
Dexter tidak terlalu mempublikasikan pernikahannya dan orang yang mengenal istrinya pun tidak banyak. Caitlyn jarang sekali menghadiri acara atau pesta sosial, jadi di tempat itu, hanya segelintir orang yang tahu siapa dirinya.

Beberapa wanita yang melihat ke arah Dexter, lalu ke Caitlyn, tak bisa menyembunyikan tatapan iri padanya. Tidak semua pria sukses memiliki wajah tampan dan tubuh tinggi semampai. Kebanyakan adalah pria paruh baya yang pendek, gemuk, mulai botak, dan berperut buncit. Mesk
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kebangkitan Istri yang Terpaksa Dinikahi CEO Dingin   Bab 100

    Dexter menundukkan kepala, bulu matanya yang tebal tampak sedikit bergetar. Caitlyn segera mengalihkan pandangan, tidak ingin lagi melihatnya.Dexter berbicara pelan. "Bukan begitu maksudnya. Maksudku, kita belum resmi bercerai. Kamu nggak mau pulang ke rumah lama, jadi aku datang ke sini. Itu wajar, 'kan?""Ada masalah apa?" tanya Caitlyn datar. "Kalau ada yang mau kamu bilang, cepat saja.""Kamu bahkan nggak izinkan aku masuk?""Sudah malam, nggak pantas," jawab Caitlyn tegas.Dexter menatapnya. "Kita berdiri di depan pintu begini ngomongin soal perceraian, menurut kamu pantas?"Caitlyn tidak punya pilihan selain mempersilakannya masuk.Namun begitu masuk, Dexter sama sekali tidak membicarakan soal surat cerai. Sebaliknya, dia langsung melangkah ke arah kamar mandi.Caitlyn buru-buru menahan. "Kamu mau apa?""Mandi," jawab Dexter tenang. "Malam ini aku tidur di sini. Aku capek. Besok pagi kita bicarakan semuanya.""Nggak bisa!" Caitlyn langsung menolak. "Aku nggak setuju!"Dexter ter

  • Kebangkitan Istri yang Terpaksa Dinikahi CEO Dingin   Bab 99

    Caitlyn menundukkan kepala, tidak tahu harus bagaimana menceritakannya. Akan tetapi, hal seperti ini jelas tidak mungkin disembunyikan.Melihat kedua orang tua itu sudah hampir selesai makan, dia meletakkan sendoknya dan duduk tegak dengan sopan, lalu menatap mereka berdua sebelum berkata pelan, "Guru, Bu Mira, aku ... aku mau bercerai."Jaxon tertegun. Revina sampai terkejut. "A ... apa? Cerai?"Jaxon langsung menepuk meja. "Sembarangan! Menikah dan bercerai itu bukan main-main! Kenapa bisa seenaknya diucapkan begitu saja?"Caitlyn tahu, di generasi mereka, perceraian memang jarang terjadi. Jadi mendengar kabar seperti itu, wajar kalau mereka terkejut. Dia buru-buru menjelaskan, "Aku dan dia ... sudah nggak ada perasaan. Kalau terus dipaksakan, rasanya nggak ada artinya lagi.""Katanya nggak ada perasaan, tapi dulu kamu bersikeras mau menikah dengannya!" Jaxon hampir marah besar. "Ada apa sebenarnya?"Bagaimana dia tidak kesal? Murid yang paling dia banggakan, malah meninggalkan pendi

  • Kebangkitan Istri yang Terpaksa Dinikahi CEO Dingin   Bab 98

    Caitlyn memiliki wajah yang berkelas. Saat tidak berbicara, auranya tampak dingin dan elegan. Sifat aslinya juga bukan tipe gadis lembut yang suka manja.Namun, Jaxon dan Revina adalah orang yang pernah menuntunnya di masa sulit dan mereka benar-benar tulus padanya. Dibandingkan dengan pasangan Mattias dan Lusia, Caitlyn justru merasa jauh lebih dekat dengan sang guru dan istrinya.Karena itu, dia memberanikan diri mengajukan permintaan itu. Tak disangka, Revina justru sangat senang. "Aduh, Ibu langsung ke pasar beli iga ya! Cay, cepat kemari!" katanya riang.Caitlyn pun tertawa. "Terima kasih, Bu." Dia segera bangkit, berganti pakaian, mengambil kunci mobil, dan bergegas keluar.Jaxon dan Revina begitu baik padanya, Caitlyn tidak tahu bagaimana membalas budi itu. Jadi, dia hanya bisa bertekad dalam hati untuk berbakti kepada mereka sebaik mungkin di masa depan.Dalam perjalanan, dia melewati toko buah impor, lalu membeli ceri dan jeruk besar sebelum menuju Universitas Hardison. Bahkan

  • Kebangkitan Istri yang Terpaksa Dinikahi CEO Dingin   Bab 97

    "Menurutku sih biasa saja.""Kamu dulu nggak suka yang asam, kenapa seleramu berubah?""Mungkin ... karena faktor usia."Keduanya tertawa terbahak di atas sofa. Mereka mengobrol sampai lewat jam 11 malam baru tidur.Keesokan paginya, Yasmin terbangun karena suara telepon. Setelah menutup panggilan, dia melihat jam, lalu menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.Kulkas Caitlyn sangat rapi dan bersih, bahkan hampir kosong. Akhirnya Yasmin hanya bisa memakai tepung dan telur untuk membuat panekuk telur sederhana.Meski Yasmin terlihat ceria dan terkesan cuek, serta berasal dari keluarga berada, kemampuan masaknya malah sangat mumpuni. Begitu selesai memasak, dia baru menyadari bahwa Caitlyn masih belum bangun. Padahal Caitlyn bukan tipe yang suka tidur sampai siang, dan Yasmin tahu itu.Yasmin memanggilnya dua kali, tetapi Caitlyn hanya bergumam pelan lalu membalikkan badan dan kembali tidur.'Kenapa sengantuk itu?' pikirnya.Yasmin masih ada urusan hari ini, jadi dia menulis pesan untuk Cai

  • Kebangkitan Istri yang Terpaksa Dinikahi CEO Dingin   Bab 96

    Irvin berkata dengan nada datar, "Dia 'kan nggak tahu hubungan kita."Hower menjawab, "Dulu memang nggak tahu, tapi sekarang sudah tahu, 'kan? Tapi dia juga nggak kelihatan mau menjauh darimu. Kelihatannya, hubungan mereka berdua bakal bubar."Irvin mematikan rokoknya. "Apa hubungannya sama kamu? Jangan ganggu klienku!" Selesai bicara, Irvin masuk ke ruang VIP.Hower mengusap dagunya, tampak berpikir. Tak lama kemudian, dia juga kembali ke dalam.Setelah itu, tidak terjadi apa-apa lagi. Hower makan dengan tenang, bahkan selesai makan dia sempat berpamitan dengan sopan sebelum pergi.Begitu dia pergi, Caitlyn diam-diam menghela napas lega. Dia benar-benar tidak ingin punya urusan apa pun dengan Hower.Irvin mengantar kedua wanita itu kembali ke kantor firma hukum. Begitu sampai, Caitlyn bersiap hendak pergi. Irvin berkata, "Yaya belum pernah datang ke kantorku, mau masuk dulu sebentar?"Caitlyn memang agak lambat dalam urusan perasaan, tapi sebagai orang luar, dia bisa melihat dengan je

  • Kebangkitan Istri yang Terpaksa Dinikahi CEO Dingin   Bab 95

    Jantung Yasmin langsung berdebar. Namun, Hower sudah bisa menebak lebih dulu. Dia menatap Caitlyn dengan tatapan tajam. "Kamu mau cerai sama Dexter?"Ekspresi Caitlyn tetap datar saat menyodorkan sendok pada Yasmin. "Nggak."Yasmin buru-buru menimpali, "Tentu bukan Caitlyn! Aku tadi ngomongin temanku yang lain!"Irvin ikut menatap Hower dengan dahi berkerut. "Hower, jangan asal ngomong."Hower melirik Caitlyn sekilas, lalu tersenyum samar. "Tahu kok."Jarang sekali dia terlihat patuh seperti itu, sampai-sampai Irvin menatapnya sekali lagi dan memberi tatapan peringatan. Hower hanya menaikkan alis, senyum di bibirnya tampak menggoda dan sedikit licik.Sebenarnya, Caitlyn agak canggung kalau harus makan berdua saja dengan Irvin. Mereka belum cukup dekat dan dia tidak pandai mencairkan suasana. Untung ada Yasmin dan Hower.Yasmin yang selalu ceria, bisa menghidupkan suasana dengan mudah, dan Hower entah bagaimana selalu bisa menimpali obrolannya. Keduanya berbincang santai, membuat suasan

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status