Partager

Chapter. 9

Auteur: Vanilatte733
last update Date de publication: 2026-07-03 08:00:52

Saat ini, Li Yue dan Ye Lin telah sampai di istana. Mereka tengah berdiri di depan gerbang istana yang kokoh. Ye Lin dan Li Yue hendak melangkah masuk ke istana, tapi terhenti karena Prajurit yang berjaga di gerbang mencegat mereka.

"Kalian dilarang masuk," ucap dua prajurit tersebut sambil menyilangkan tombak yang mereka bawa.

"Lancang sekali kalian mencegat kami, Apa kalian tidak tahu siapa yang kalian cegat, hah!" Ye Lin berang terhadap dua orang prajurit di hadapannya ini. Bagaimana bisa mereka menghadang tuannya yang seorang permaisuri?

"Kami diperintahkan untuk melarang orang asing masuk, Nona, jadi pergilah."

"Orang asing, kau bilang! Kau tidak tahu bahwa orang yang kau cegat adalah Permaisuri dari Kekaisaran ini"

"Permaisuri? Dia? Hahaha. Kau bercanda? Hahahaha, dia tidak mungkin Permaisuri Zhang karena Permaisuri Zhang sudah mati karena dirampok. Walaupun dia memang benar adalah Permaisuri Zhang, lebih baik dia jangan kembali, percuma saja karena dia tidak pernah dikunjungi oleh Yang Mulia Kaisar."

Para prajurit yang menjaga gerbang tertawa dengan keras, membuat Ye Lin yang melihat itu semua semakin berang.

"Aku adalah Zhang Li Yue, Permaisuri Kekaisaran Feng. Sikap kalian benar-benar lancang," tegas Li Yue setelah lama berdiam diri.

"Hahaha, lebih baik kalian ikut saja dengan kami. Kami tidak akan pernah membuat kalian sendirian di malam hari." Para prajurit tertawa semakin kencang.

Cukup.

Li Yue sudah muak mendengarnya. Dari tadi dia mencoba untuk bersabar, agar tidak melenyapkan dua prajurit yang ada di depannya.

Li Yue mencabut belati kecil yang ada di pinggangnya, ketika dia hendak menikam salah satu prajurit, sebuah suara berhasil menghentikan yang akan Li Yue lakukan.

"Ada apa ini."

"Pangeran," tunduk para prajurit secara spontan. Mereka tidak menyangka akan ditegur oleh Pangeran Feng Huang Ji, adik dari Kaisar Feng Wu Lan.

"Apa yang terjadi di sini?" tanyanya.

"Maafkan kami, Pangeran, dua wanita ini membuat keributan," ucap salah satu prajurit. " Dan dia mengaku dirinya sebagai permaisuri," lanjutnya.

"Permaisuri Zhang?"

"Benar, Pangeran."

Pangeran Huang Ji diam, mencoba untuk mencerna kalimat yang baru saja dia terima.

"Hormat hamba, Pangeran." ujar Ye Lin.

"Bukankah kau adalah Ye Lin? Pelayan pribadi kakak ipar?"

"Benar, Pangeran, hamba adalah Ye Lin, pelayan pribadi Permaisuri."

"Bagaimana bisa kau ada di sini? Kau selamat dari perampokan itu?"

"Bukan hanya hamba Pangeran, tapi Yang Mulia Permaisuri juga selamat." Ucapan Ye Lin membuat Huang Ji mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang berdiri di belakang Ye Lin.

"Kakak ipar selamat?!" Seakan teringat ucapan salah satu prajurit yang mengatakan bahwa orang yang ada di belakang Ye Lin mengaku sebagai kakak iparnya.

"Kakak ipar?" Li Yue membuka kain yang digunakannya untuk menutup sebagian wajahnya.

"Kakak ipar? Ini benar-benar dirimu?" Huang Ji bertanya lagi, untuk memastikan.

"Hm, iya. Aku adalah kakak iparmu, Pa-Pangeran," ucap Li Yue sedikit terbata. Dia belum terbiasa dengan pengucapan orang-orang di masa lalu, apalagi orang kerajaan.

Para prajurit yang tadi menghinanya terkejut bukan main. Ternyata wanita yang tadi mengaku sebagai permaisuri memang benar adalah permaisuri. Mereka takut, walaupun tidak mendapatkan kasih sayang dari Kaisar, dia disayangi oleh adik iparnya.

"Syukurlah, kau selamat, kakak ipar. Kau tidak terluka, kan?" Li Yue diam, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lengan, tempat di mana dia terluka.

"Astaga, lenganmu terluka. Pelayan! Antarkan kakak iparku ke kediamannya, lalu panggilkan tabib kerajaan untuk mengobati lukanya, cepat!" titah Huang Ji. Para pelayan langsung menuntun Li Yue dan Ye Lin ke kediaman Permaisuri.

"Kalian, tunggulah hukuman dariku," tambah Huang Ji lalu pergi menyusul kakak iparnya.

Berita tentang kembalinya Permaisuri Zhang langsung menyebar ke seluruh istana. Ada yang senang, ada yang tidak, bahkan ada yang tidak peduli dengan apa yang terjadi.

                                                              _o0o_

Di suatu ruangan yang megah yang kini seperti kapal pecah. Liu Ri mengamuk, menghempaskan semua barang yang ada.

"Brengsek! Bagaimana bisa perempuan murahan itu selamat!. Arrgghh!!!"

"Tenanglah, Liu Ri, ayah akan memikirkan segala cara untuk melenyapkan perempuan murahan itu."

"Ayah harus cepat bertindak. Selangkah lagi, hanya selangkah lagi, ayah. Aku akan menjadi permaisuri dan keluarga kita akan menjadi keluarga paling berpengaruh di Kekaisaran Feng."

                                                                           _o0o_

Terlihat sekumpulan pelayan dan selir hilir mudik di depan pintu masuk kediaman Permaisuri. Mereka ingin memastikan apakah gosip yang mengatakan bahwa Permaisuri itu memang benar selamat dan kembali setelah kejadian perampokan yang sudah menimpa dirinya dan juga rombongannya itu benar.

Berbeda sedikit dengan suasana ricuh yang ada di luar, di dalam kediaman Permaisuri juga sedikit ricuh karena pertanyaan sekaligus perintah-perintah yang diajukan Huang Ji.

"Bagaimana bisa kau terluka, kakak ipar?"

"Apa itu sakit? Ah, benar, pasti itu sakit."

"Astaga, lukanya dalam sekali."

"Kau pasti kesakitan, kakak ipar."

"Hei! Pelan-pelan membersihkannya! Kau tidak lihat kakak iparku itu meringis, hah," oceh Huang Ji sepanjang waktu ini. Sedangkan Li Yue hanya bisa terdiam melihat dan mendengarkan omelan panjang dari Pangeran Kekaisaran Feng ini.

"B-baik, Pangeran," kata Tabib terbata.

Li Yue memperhatikan Huang Ji, adik dari Kaisar Feng. Dia begitu menyayangi kakak iparnya, dilihat dari bagaimana khawatirnya dia ketika melihat Li Yue meringis.

"Saya tidak apa-apa, Pangeran. Ini hanya luka kecil. Dalam waktu satu minggu lukanya sudah pasti sembuh, jadi tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya," terang Li Yue.

"Bagaimana bisa aku tidak khawatir kalau kau terluka, kakak ipar? Dan berhentilah memanggilku Pangeran. Aku tidak suka panggil aku Huang Ji seperti biasanya, kakak ipar," rajuk Huang Ji seperti anak kecil.

"Hah? Eh, iya, Huang Ji." 'Astaga, bagaimana bisa dia merajuk seperti anak kecil yang berusia 5 tahun,' batin Li Yue.

"Nah.... seperti itu," girang Huang Ji.

Percakapan mereka terhenti karena melihat seorang kasim masuk, berjalan mendekat ke arah mereka, kemudian membungkukkan badan, lalu memberi hormat.

"Pangeran, Jenderal Zhao memanggil anda. Sekarang adalah waktu Anda berlatih pedang."

"Aish, iya-iya. Kakak ipar aku harus pergi setelah diobati nanti. Kau harus beristirahat. Kau pasti kelelahan."

"Iya, aku akan beristirahat."

"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa, kakak ipar," pamit Huang Ji lalu melambaikan tangan.

"Sudah selesai, Permaisuri," ujar tabib yang bertugas mengobati Li Yue.

Li Yue melihat lukanya yang sudah diobati dan di perban lalu menganggukkan kepalanya. "Kau boleh keluar."

"Baik, Permaisuri. Hamba keluar," ucap Tabib, membungkukkan badan hormat lalu melangkah keluar.

"Ye Lin, perintahkan semuanya keluar, aku ingin beristirahat, dan kau juga harus beristirahat, aku tahu kau juga merasa lelah"

Ye Lin tersenyum kepada Tuannya lalu berkata dengan nada kecil "baik Li Yue" Ye Lin membalikkan badan, melangkah mendekati para Pelayan " kalian keluarlah, Permaisuri ingin beristirahat"

Dengan patuh, para pelayan keluar dari ruangan Permaisuri Kekaisaran Feng itu.

                                                                      _o0o_

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 10

    _o0o_Li Yue terbangun saat matahari sudah condong ke arah barat. Sudah lama dia tidak tidur senyenyak tadi. Saat membuka mata, dia melihat Ye Lin sedang merapikan sebuah baju."Ye Lin, kau sedang apa?"Ye Lin ."Kau sudah bangun Li Yue, aku sedang merapikan baju yang nanti akan kau kenakan""Oh." Li Yue bangkit, lalu duduk di pinggir ranjangnya. Matanya menjelajahi seisi ruangan. Saat dia sampai disini, dia tidak bisa melihat seisi ruangan sesukanya, karena ada"Kau ingin mandi atau makan dulu, Li Yue?"

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 9

    Saat ini, Li Yue dan Ye Lin telah sampai di istana. Mereka tengah berdiri di depan gerbang istana yang kokoh. Ye Lin dan Li Yue hendak melangkah masuk ke istana, tapi terhenti karena Prajurit yang berjaga di gerbang mencegat mereka."Kalian dilarang masuk," ucap dua prajurit tersebut sambil menyilangkan tombak yang mereka bawa."Lancang sekali kalian mencegat kami, Apa kalian tidak tahu siapa yang kalian cegat, hah!" Ye Lin berang terhadap dua orang prajurit di hadapannya ini. Bagaimana bisa mereka menghadang tuannya yang seorang permaisuri?"Kami diperintahkan untuk melarang orang asing masuk, Nona, jadi pergilah.""Orang asing, kau bilang! Kau tidak tahu bahwa orang yang kau cegat adalah Permaisuri dari Kekaisaran ini""Per

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 8

    _o0o_"Apa kau masih menyimpan daun yang kupinta, Ye Lin?""Daun yang kau gunakan untuk mengobati lukamu?" tanya Ye Lin memastikan."Iya.""Tentu, aku menyimpannya di dalam kotak bening yang ada di tasmu."Setelah mendengar jawaban Ye Lin, Li Yue langsung membuka tasnya, guna mencari daun untuk salep lukanya."Ye Lin bisa kau tumbukkan aku daun ini lagi?""Tentu.""Kau masih ingat dengan apa yang harus dicampurkan ke dalamnya kan?""Iya, aku tentu mengingatnya, dicampurkan dengan ini kan?" Ye Lin mengangkat salah satu toples kecil yang isinya adalah dedaunan kering yang menjadi campuran obat Li Yue."Kau benar.""Baiklah, kau duduk saja, aku akan menumbuknya untukmu."Li Yue memperhatikan Ye Lin yang sedang asyik dengan kegiatan menumbuknya. Sebentar lagi, ya, lebih tepatnya dua hari lagi dia akan sampai ke tempat di mana Zhang Li Yue hidup dengan kemalangan. Tapi tidak lagi, wanita yang diberi julukan Permais

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 7

    _o0o_'Menunggu' adalah kegiatan yang paling dibenci Li Yue.Saat ini Li Yue ada di pinggir hutan, dia sedang menunggu Ye lin yang pergi ke pasar membelikannya sebuah pakaian untuk dipakai sementara waktu.Li Yue tidak ingin menjadi pusat perhatian karena pakaiannya yang tidak sesuai dengan zaman ini. Karena itu, semalam dia memerintahkan Ye Lin untuk membelikannya sebuah pakaian.Duduk menyelonjorkan kaki sambil bersandar di salah satu pohon besar, dan menghela nafas kasar, itulah kegiatan yang dilakukan Li Yue ketika menunggu.Derap langkah kaki terdengar, membuat Li Yue waspada. Dengan cepat dia mengeluarkan belati kecil yang diselipkan di pinggang rampingnya. Langkah kaki itu kian mendekat, Li Yue bersikap tenang untuk mengelabui orang yang ada di belakangnya.Sebuah tangan terjulur di belakang, hendak menyentuh bahunya. Dengan cepat Li Yue mencengkeram lalu memelintir tangan itu."Aakkhh!""Siapa ka–

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 6

    Sesampainya di dalam gua, Li Yue langsung duduk mengistirahatkan tubuhnya, melihat sekeliling.Benar kata Ye Lin, gua ini memang tersembunyi karena pintu masuk gua yang tertutupi oleh rimbunnya dedaunan.Gua ini juga berbeda dari gua- gua yang ada. Kebanyakan gua itu berada di kaki gunung atau bukit, tapi gua ini berada di bawah tanah datar yang dipijak. Jadi saat masuk tadi Li Yue dan Ye Lin harus berhati-hati karena tempat berpijaknya sedikit curam.Sembari menunggu Ye Lin yang sedang mengumpulkan kayu kering untuk membakar ubi, Li Yue memikirkan bagaimana nasibnya kelak jika dia berhasil membalaskan dendam Zhang Li Yue.Apa dia akan kembali ke zamannya atau tetap disini? Seharusnya ia sudah meninggal karena terjatuh kedalam sumur tua, tapi karena doa dari Zhang Li Yue, membuat dia berpindah ke zaman ini, Li Yue pusing memikirkannya."Permaisuri," panggil Ye Lin.Lamunan Li Yue terhenti ketika Ye Lin memanggilnya."Ya?" sambil menengok cepat ke arah Ye Lin"Hamba perhatikan, seharia

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 5

    Setelah arwah Zhang Li Yue pergi, Li Yue langsung mencari jasad Zhang Xiu Ran, adiknya Zhang Li Yue, dan jasadnya berada tidak jauh dari jasad Zhang Li Yue.Dengan susah payah Li Yue membawa jasad Zhang Xiu Ran dan meletakkannya di dekat Zhang Li Yue, kemudian menggali tanah dan mengubur kedua kakak beradik itu."Semoga kalian tenang disana, aku akan membalas semua ketidakadilan yang kalian dapatkan, aku berjanji," ucap Li Yue setelah memberi penghormatan terakhir, lalu pergi mencari jalan ke danau tempat pelayan Zhang Li Yue menunggu.Tidak mudah mencari jalan keluar di hutan yang lebat ini, terkadang Li Yue bertemu dengan anjing liar, tapi dengan satu tangan dan sebuah belati dia dengan mudah mengalahkannya, beruntung hanya anjing liar yang dia temui, bukan sang raja hutan.Li Yue juga beruntung, selama perjalanan dia menemukan beberapa tanaman herbal yang sulit didapatkan tapi sangat bermanfaat.Li Yue juga menemukan tanaman beracun hemlock, bunganya berwarna putih berukuran kecil,

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status