MasukApa jadinya kalau cinta yang di bangun dalam kurun lama ternyata akhirnya berujung luka. Syahla perempuan cantik dan mandiri harus menelan pil pahit di usia pernikahannya ke tujuh tahun dengan kedatangan Aurel sebagai adik madunya dan mirisnya Syahla saat sudah bertekad untuk mundur dari pernikahan yang sudah tidak sehat ia malah mendapatkan ujian yang mengharuskan tetap bertahan meski surga yang dulu ia puja kini rapuh tinggal puingnya saja. [ Saya rasa tidak akan ada satupun di dunia seorang perempuan yang siap dan tidak akan pernah siap di poligami ]
Lihat lebih banyakKeesokan paginya Syahla sudah tidak ada di rumahnya entah kemana perempuan itu pagi-pagi sudah menghilang.Dan nyatanya Syahla sedang berada di bawah pohon rindang di pagi yang masih buta, ia sengaja keluar pagi tanpa mengabarkan suaminya tapi ia sudah berpamitan sama asisten rumah tangganya kalau ia berangkat lebih pagi ke sekolah dan hal itu sengaja di lakukan Syahla demi menjaga kewarasan jiwanya. Dan ini adalah pertama kalinya Syahla tidak nyaman berada di rumahnya sendiri akibat kehadiran orang ketiga. "Mas, kenapa saran yang aku ajukan tidak Mas perdulikan sudah tidak ada cintakah di hatimu Mas sampai tega melakukan ini semua pada ku, apa salah Syahla Mas, apakah karena Syahla belum bisa memberikan Mas anak?" lagi-lagi jeritan batin Syahla sendirian di bawah pohon meratapi nasibnya mendatang. Sanggupkah ia menjalani harinya bersama adik madunya itu, dimana Aurel jelas lebih muda di banding dirinya di tambah Aurel pasti lebih bisa memberikan keturunan untuk Adam suaminya.
"Sekarang kamu boleh pergi lagi Mas, maaf aku mau sendiri dulu pikiran ku lagi ruwet," pekik Syahla. "Dek," Adam mendesah. "Mas, aku ingin sendiri, bukankah Mas sudah punya istri dua sekarang tinggal ke sana saja pasti Mas bakal dapat pelayanan yang baik tidak seperti aku," ucap Syahla dengan bibir bergetar."Ta-pi Dek--," "Tolong Mas, keluar sekarang juga!" potong Syahla matanya sudah memanas karena usulannya tidak di terima oleh suaminya dengan dalih takut dosa dan sama saja melukai hati Aurel lalu bagaimana dengan dirinya yang tidak lagi ia anggap perasaannya. "Baik, Mas pergi tapi nanti subuh Mas ke sini lagi ya kita sholat bareng Mas akan tidur di shofa luar," ujar Adam mengalah, tak ada gunanya berdebat sama istrinya saat ini. Adam masuk ke kamar Aurel lagi hanya untuk memastikan kalau istrinya mudanya itu sudah istirahat dengan baik karena bagaimanapun Aurel masih asing di rumah ini. "Mas," lirih Aurel menoleh ke arah suaminya yang masuk membawa secangkir susu. Sedang A
"Gimana, Mas?" tanya Syahla saat mereka sedang makan malam bersama di meja makan. "Gimana, apanya?" Adam bertanya ulang seakan ia berpura-pura tidak tahu. "Kalau Mas lupa, biar aku ingatkan kembali tidak perlu sok tidak ingat apa yang sudah kita bincangkan kemaren," tanggal Syahla geram, ia hanya ingin memastikan kalau suaminya benar tidak mau mengabulkan permintaannya dan itu artinya Syahla yang harus siap mundur. "Bisa bicaranya nanti saja setelah kita makan Dek," ucap Adam seraya menatap wajah Syahla agar tidak menambah berdebatan di meja makan. "Baik, kalau begitu aku sudah selesai makanya silahkan kalau gitu aku tunggu di kamar kalau sudah selesai." Syahla langsung meninggalkan piringnya yang jelas masih ada nasi, tak biasanya Syahla seperti itu benar bukan Syahla yang selama ini Adam tahu."Mas, gimana?" tanya Aurel yang mendadak takut kalau suaminya akan goyah lagi saat nanti bicara sama kakak madunya itu. "Kamu tenang saja, aku akan selesaikan masalah ini tapi aku mohon
Adam diam membisu belum tahu mau berbicara apa sebab ia tidak tahu dan harus bagaimana menanggapi ucapan istri mudanya yang saat ini sama-sama bergeleyut dengan kemaraha lantaran kekecewaan yang kini di alami. "Aurel, Syahla itu perempuan yang kuat dan berilmu tidak mudah kita menggoyahkan jalan pikirannya karena dia kalau sudah punya prinsip aksn sulit kita kendilkan dan sekarang aku sadar kalau Syahla memang tidak mudah kita taklukkan dan sekarang semuanya jadi rumit." "Lalu bagiamana Mas, apakah Mas tetap akan memulangkan aku atau menikahkan aku dengan laki-laki lain seperti yang Mbak Syahla mintak? Apa Mas sedikitpun tidak punya rasa sama aku Mas, tak bisakah Mas mencoba untuk menuntun Mbak Syahla pelan-pelan kalau yang dia egokan itu salah dan tidak benar kita melakukan poligami ini atas dasar hukum dan kita tidak ada niatan untuk menyakiti satu sama lain asalkan kita sama-sama ikhlas insyaallah ke belakangnya akan membuahkan hasil, bukankah Mas sudah rindu dengan sosok buah
"Assalamu'alaikum," salam Adam dan Aurel. "Waalaikumussalam, kalian ayo masuk, nak Aurel apa kabar?" Sapa Bu Farida ramah menyambut madu putrinya."Aurel, ayo kita hadapi bersama insyaallah ibuk itu baik sama seperti Syahla kakak madu mu," bisik Adam. Netra memandang lekat wajah suami, lalu menga
Pagi sekali Syahla sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah ia mengajar di salah satu sekolah dasar sepertinya Adam suaminya belum bangun dan itu dikarenakan Adam tak bisa tidur semalam. Syahla meminta bibi untuk menyiapkan sarapan tapi ia sendiri tidak sarapan. "Bi, apa Bu Syahla sudah keluar?
Karena pintu tidak kunjung di buka oleh Syahla akhirnya Adam memilih untuk menyudahi bujukannya mungkin sang istri memang perlu sendiri dan Adam menghargai itu. "Baik, Mas ada di sini tidak akan pergi kemana-mana jika kamu sudah lega maka bukalah pintunya Dek," ucap Adam dari luar yang akhirnya du
Adam melirik sekilas ke arah Aurel istri mudanya yang menandakan tidak ingin ia tinggal. "Aurel,Mas pulang dulu ya," pintanya. Namun Aurel hanya menunduk ia tak menjawab hatinya terasa pilu sambil memandangi suaminya dengan mata berkaca-kaca, bingung antara ingin terus di samping sang suami dan


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan