공유

Bab 37

작가: Bilkis29
last update 게시일: 2026-07-04 09:11:03

Malam itu hujan turun deras kembali, memukul atap rumah mewah di kawasan elit Bekasi Selatan dengan bunyi berisik yang seolah menirukan kekacauan di dalam dada Dimas

. Ia memarkirkan mobilnya di halaman belakang, memastikan tidak ada yang melihat, lalu melangkah cepat masuk lewat pintu samping yang sudah dibuka terlebih dahulu.

Di ruang tengah yang beraroma wangi bunga melati, Sari sudah menunggunya dengan pakaian santai yang rapi, senyum manis menyambutnya seolah tidak ada masalah berat y
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 39

    Sinar lampu gantung kristal di ruang tengah rumah mewah itu memantulkan cahaya lembut ke seluruh ruangan. Dimas duduk di samping Sari di sofa kulit yang empuk, jari-jemarinya melingkar erat di pinggang wanita itu, sementara pandangannya tertuju pada layar ponsel yang baru saja dibuka Sari. Di sana tertulis jadwal rapat umum perusahaan minggu depan—di mana untuk pertama kalinya nama Dimas akan dipublikasikan sebagai suami sah Bu Sari, sekaligus calon pemegang jabatan Manajer Operasional. Sari menoleh padanya, senyum bangga mengembang di bibirnya. “Sudah siap ya, Mas? Hari Rabu nanti semua direksi dan staf inti akan ada di sana. Aku akan memperkenalkanmu secara resmi sebagai pendamping hidupku, sekaligus orang yang akan memegang tanggung jawab besar di perusahaan ini.” Dimas menghela napas panjang, lalu perlahan menggelengkan kepalanya. Wajahnya ia buat tampak sungkan dan penuh keraguan, seolah beban itu terlalu berat untuk ia pikul. “Sayang… aku sebenarnya belum pantas duduk

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 38

    Beberapa saat kemudian Rina menghadap petugas kembali, menyampaikan alasan yang sama persis seperti yang ia katakan pada Dimas. Petugas itu mencatatnya dengan teliti, lalu mengangguk pelan. “Alasan ini memang cukup kuat Bu, dan karena Bapak Dimas juga tidak keberatan, sidang perceraian Bapak dan Ibu kemungkinan besar akan dikabulkan pada pertemuan pertama saja. Kami akan beritahu tanggalnya segera.” Rina tersenyum tipis—senyum yang penuh kepahitan namun juga kelegaan. Ia berjalan keluar dari gedung KUA, menghirup udara pagi yang terasa segar meski matahari semakin panas. Punggungnya terasa ringan, meski hatinya masih terasa perih. Ia telah melepaskan segalanya, bahkan mengambil kesalahan yang bukan miliknya, hanya untuk menutup lembaran kelam ini secepat mungkin. Di sisi lain kota, Dimas masih memegang ponselnya dengan tangan kaku. Ia tidak menyangka Rina akan melakukan hal seperti itu—mengambil alasan yang justru melindunginya dari rasa malu dan tuduhan orang lain. Rasa bers

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 37

    Malam itu hujan turun deras kembali, memukul atap rumah mewah di kawasan elit Bekasi Selatan dengan bunyi berisik yang seolah menirukan kekacauan di dalam dada Dimas . Ia memarkirkan mobilnya di halaman belakang, memastikan tidak ada yang melihat, lalu melangkah cepat masuk lewat pintu samping yang sudah dibuka terlebih dahulu. Di ruang tengah yang beraroma wangi bunga melati, Sari sudah menunggunya dengan pakaian santai yang rapi, senyum manis menyambutnya seolah tidak ada masalah berat yang sedang mengancam dunia yang mereka bangun bersama. Dimas langsung menjatuhkan tubuhnya ke sofa, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Suara napasnya terdengar berat dan tidak tenang. “Ada apa, Mas? Kenapa wajahmu kusut sekali?” tanya Sari lembut, mendekat lalu memijat pelan bahu lebar suaminya itu. Dimas menurunkan tangannya, menatap wanita di hadapannya dengan pandangan yang campur aduk antara marah dan takut. “Rina. Dia benar-benar melakukannya. Dia sudah mendaftarkan percera

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 36

    Suara kipas angin gantung di ruang tamu rumah Pak Adi berputar pelan, menimbulkan bunyi ngung-ngung samar yang seolah menjadi iringan kesunyian yang menyesakkan dada. Hujan gerimis baru saja reda, menyisakan bau tanah basah yang menyelinap masuk lewat celah jendela yang sedikit terbuka. Dita duduk di samping Rina di atas sofa kain bermotif bunga yang sudah mulai kusam, tangannya menggenggam erat tangan muda itu—tangan yang dulunya halus kini terasa kasar dan kaku, seolah setiap inci kulitnya telah menyerap semua luka yang tak sempat terucap. “Kamu benar-benar tidak mau berpikir lagi, Rin?” suara Dita terdengar bergetar, matanya berkaca-kaca menatap wajah Rina yang tenang terlalu tenang. “Pak Adi sudah berusaha bicara dengan Dimas, memintanya untuk berhenti bersikap kasar, untuk jujur tentang semua yang dia sembunyikan… Tapi kamu tahu sendiri, posisi Dimas sekarang. Dia atasan suamiku. Kalau Pak Adi terlalu keras menekan, takutnya dia yang malah dianiaya di kantor.” Rina mengan

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 35

    Saat ia sedang mengangkat dus itu untuk diletakkan di ambang pintu depan, terdengar suara ketukan pelan di pintu. Rina membukanya, dan melihat Bu Siti tetangga sebelah berdiri di sana dengan wajah serba salah, matanya melirik ke arah dus besar di samping Rina. "Pagi, Rin..." sapa Bu Siti pelan. Matanya menyapu ruangan sebentar, seolah mencari sosok Dimas yang tidak ada di sana. "Eh... benar saja ya kabar yang beredar?" Rina mengangguk tenang, menyandarkan punggungnya ke bingkai pintu. "Iya, Bu. Kami bercerai." Bu Siti menghela napas panjang, lalu menunduk sejenak sebelum kembali menatap Rina dengan wajah iba. "Astaga... padahal kemarin sore baru ketemu Pak Dimas, dia bilang mau pulang cepat. Belum sempat saya tanya apa-apa, eh pagi ini sudah bertebaran kabar di seluruh kompleks. Katanya Pak Dimas sudah menikah diam-diam dengan wanita lain, sudah dua tahun lebih? Dan kau baru tahu belakangan ini? Ya ampun, Nak... betapa beratnya beban yang kau pikul sendirian selama ini." Kabar itu

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 34

    Angin sore di Bekasi terasa sejuk menyapa wajah Rina saat ia melangkah masuk ke halaman rumahnya. Rumah yang selama lima tahun ini ia anggap sebagai tempat pulang paling aman, kini terasa asing seperti rumah orang lain. Tapi tidak ada lagi sesak di dadanya, tidak ada lagi air mata yang menumpuk di pelupuk mata. Beban yang memikul pundaknya bertahun-tahun akhirnya terangkat, seberat apapun kenyataannya. Ia membuka pintu depan perlahan. Dimas sudah duduk di ruang tengah, kepala menunduk dalam, kedua tangannya meremas erat lutut. Baju yang dikenakannya masih sama seperti saat mereka bertemu tadi pagi—kini kusut, berantakan, dan ada noda basah di lengan kiri, bekas air hujan yang tiba-tiba turun siang tadi. Ia tidak berani menatap Rina, bahkan saat suara langkah kaki Rina terdengar jelas di lantai keramik. "Kau sudah pulang," ucap Dimas pelan, suaranya pecah dan serak. Rina mengangguk, meletakkan tas kecilnya di atas meja tamu. Ia berdiri tegak, pandangannya tenang dan tajam, tidak

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 4

    Keesokan harinya Dimas hanya diam saja duduk di depan rumah. Seperti biasa, Rina memasak dulu sebelum berangkat kerja. Ia bergerak ke sana kemari di dapur, menyiapkan makanan seadanya, namun tidak sekalipun ia menoleh ke arah suaminya. Tanpa pamit, tanpa sepatah kata pun, Rina meletakkan kunci

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 6

    Pagi itu udara masih terasa sejuk dan kabut tipis masih menyelimuti jalanan. Matahari baru saja mulai muncul perlahan, menyinari atap-atap rumah yang berdiri berjejer. Dimas bangun lebih awal dari biasa. Ia bangun dengan wajah yang terlihat segar dan penuh semangat, seolah-olah harapan baru benar

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 5

    Rina turun dari motor, melepas helm, dan melangkah masuk ke rumah. Langkah kakinya terhenti sejenak begitu masuk ke ruang tengah. Ia melihat lantai mengkilap bersih, tidak ada debu sedikit pun. Baju-baju yang biasanya menumpuk sudah tergantung rapi di jemuran. Semua barang tertata dengan bai

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 3

    Tekad Rina makin kuat. Ia melihat perubahan kecil. Dimas mulai gelisah. Ia tidak lagi bisa meminta uang seenaknya, tidak lagi bisa menuntut layanan batin kalau ia sendiri tidak memberi apa-apa, dan tidak lagi bisa melempar semua kesalahan begitu saja. Harga diri palsunya yang selama ini ia bangu

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status