MasukBerkali dikhianati, membuat Shaina akhirnya memutuskan untuk mendatangi rumah gadis remaja selingkuhan suaminya itu. Siapa sangka, kalau tindakan itu justru mempertemukannya dengan pria masa lalu yang tak pernah benar-benar dilupakannya? Dan siapa sangka juga, kalau apa pun yang menjadi persoalan di masa kini adalah imbas dari masa lalu yang tak hanya melibatkannya? Apa yang akan dilakukan Shaina saat gadis itu memintanya untuk melepaskan sang suami? Akankah ia memilih bertahan dengan resiko hati suami yang terbagi ataukah justru menyambut peluang untuk kembali pada masa lalu yang pernah menjadi impiannya?
Lihat lebih banyakภาคมองหน้าเลขาบนตัก ไม่ใช่ก็ไม่ใช่ แต่ตอนนี้กูขอเอาก่อนได้ไหมวะ ตอนนี้เขาแข็งจนทนไม่ไหว อะไรก็ได้ไม่ว่าจะมือ จะรู จะอะไรก็ช่าง..แม่ง! ขอกูแตกก่อน ไม่ได้แตกมานาน คนที่เคยคิดว่าจะไม่กินไก่ของตัวเองชักเริ่มร้อนรน
"ไม่พูดก็ไม่พูด ช่วยหน่อยได้ไหม มือก็ได้" ภาคขออย่างหน้าไม่อายเพราะ ตอนนี้เขาไม่ไหวแล้ว "ทำยังไงคะ" รริดาหันหน้าไปมองเขา ดูจากอาการปวดร้าวของเขาแล้ว เธอก็สงสารเขาไม่ใช่น้อย แค่ใช้มือก็คงพอได้ เธอก็เคยดูมาบ้างในคลิปโป๊ต่างๆ ที่มีการใช้มือ "ผมขอถอดกางเกงก่อนนะ" ภาคถอดเสื้อกับกางเกงพาดไว้กับราวแขวนผ้า จากนั้นเขาก็มานั่งพิงหัวเตียง "..." รริดามองผู้ชายที่สวมกางเกงในบรีฟสีขาว แบบรัดแน่นพอดีตัวจนมองเห็นอะไรต่ออะไรที่ขดเป็นลำอยู่ภายใต้กางเกงใน ไหนบอกว่าไม่แข็งไง นี่มันขยายเต็มตัวแล้วมั้ง เพราะปลายหัวพ้นขอบกางเกงในออกมาแล้ว "คุณ ถอดชุดไหม เดี๋ยวชุดยับ" เขาถาม "ไม่! ฉันแค่ใช้มือชุดจะยับได้ไง" รริดาใช้มือจับกระดุมเสื้อแน่น ถ้าเธอถอดชุดรับรองว่าเขาไม่ปล่อยเธอไว้แน่ ********************* ปล…ฝากนักอ่านทุกท่านกดติดตามกาแฟหอมกรุ่นด้วยนะคะ ซีรีส์ ทั้งหมดมี 5 เรื่อง- ฝากกดติดตาม กาแฟหอมกรุ่นด้วยนะคะ นิยายในซีรีส์ ท่านรองฯ 1. ท่านรองฯ ร้อนแรง (ภาค-รริดา) - เรื่องนี้ 2. รักแรก แลกรัก (ประทีป-พลอยใส) - วางจำหน่ายแล้ว 3. ท่านประธานร้อนเร่า (ภาคี-ลลิตา) - วางจำหน่ายแล้ว 4. คุณชายมาเฟียร้ายรัก ( ชวี-เจนิตา) - วางจำหน่ายแล้ว 5. ท่านประธานร้ายรัก (หวังชาง-ม่านฟ้า) >> วางจำหน่ายแล้ว ภาคกำลังกลัดกลุ้มกับปัญหาใหญ่ระดับชาติ สำหรับเขาปัญหาแรกคือเลขาคู่ใจกำลังจะลาออกในอีกสองเดือนข้างหน้าเพราะเธอท้องและต้องการออกไปเลี้ยงลูก พาฝันหรือคุณพา เป็นเลขาคู่ใจเขามาเกือบแปดปี ตั้งแต่เขาเริ่มทำงานใหม่ ๆ ปัญหานี้แก้ได้ด้วยการรับเลขาใหม่ แต่ปัญหาที่สองนี่สิ ปัญหาระดับชาติ ไม่สิ ต้องบอกว่าเป็นระดับโลกเลย เพราะอะไรน่ะเหรอ ก็เพราะไอ้นั่นของเขามันไม่ขันไง ใช่…นกเขามันไม่ขันมาสองเดือนแล้ว ไม่ว่าเขาจะให้น้ำหรือให้อาหารมันแค่ไหน มันก็ไม่ยอมขัน เขาไม่ได้นอนกับใครมาสองเดือนแล้ว ทั้ง ๆ ที่ก่อนหน้านี้เขาเป็นพวก “ไม่เคยว่างเว้น” จากกิจกรรมร้อนแรงแบบนี้เลย เขากำลังขาดเซ็กซ์และต้องการมันอย่างมาก แต่ไม่ว่าจะทำอย่างไรมันก็ไม่แข็ง เขาถึงขั้นอยากจะลองยาไวอากร้า แต่อีกใจก็ยังกลัว ครั้นหันไปพึ่งหมอ หมอก็บอกเพียงว่า “ช่วงนี้คุณภาคอาจจะเครียดเรื่องงาน ผมว่าพักผ่อนเยอะๆ ลดการดื่มลงบ้างน่าจะช่วยได้นะ” หึ! ช่วยได้กับผีอะไร เขาทำมันมาแล้วทุกอย่าง แต่ก็ยังไม่หาย ภาคนั่งมองวิวนอกหน้าต่าง หรือนี่จะเป็นบาปกรรมที่เขาทำให้ผู้หญิงเสียใจมานับไม่ถ้วน แถมเซ็กซ์แบบวันไนต์สแตนด์ก็ทำมาอย่างโชกโชน เพราะอย่างนี้หรือเปล่า สวรรค์ถึงได้ลงโทษเขา “ท่านรองฯ คะ วันนี้มีสัมภาษณ์เลขาคนใหม่นะคะ” พาฝันเดินมาบอกเจ้านายเพราะอยากให้เขาสัมภาษณ์เอง ถ้าเธอเป็นคนสัมภาษณ์แล้วเขาไม่ถูกใจก็จะลำบากอีก “ผมไม่อยากสัมภาษณ์ คุณเลือกมาเถอะ หรือไม่ก็ให้ท่านประธานช่วยเลือกให้หน่อย นั่น…เขามาโน่นพอดี” ภาคชี้ไปทางภาคี ท่านประธานซึ่งเป็นพี่ชายของเขา “มีอะไร” ภาคีถามขึ้น เมื่อเห็นทั้งสองคนคุยกันและน้องชายของเขาหน้าตาบอกบุญไม่รับ “ท่านรองฯ จะให้ท่านประธานสัมภาษณ์เลขาคนใหม่แทนน่ะค่ะ” พาฝันตอบท่านประธานอย่างกล้าๆ กลัวๆ “ตกลงมึงหรือกูเป็นลูกน้องกันแน่” ภาคีถามขึ้นเมื่อเห็นน้องชายทำหน้าหงอย “กูไม่สบาย จะไปหาหมอ” ภาคตอบอย่างไม่ใส่ใจ “มึงเป็นห่าอะไร ไอ้รองประธาน” “มึงไม่ต้องรู้” ภาคเดินออกจากห้องไป ตอนนี้ปัญหาเรื่องเลขาเขาไม่หนักใจแล้ว ให้ไอ้ท่านประธานมันแก้ปัญหาแล้วกัน มันมีหุ้นเยอะกว่าก็ต้องทำงานหนักกว่า“Bercandamu nggak lucu! Kamu mau nikah sama siapa? Kamu bahkan belum tamat kuliah, loh!” Lihatlah, ia bahkan masih bertanya saat ia tahu Andre adalah kekasihku. Tapi setidaknya, reaksi bang Shiraj masih lebih manusiawi ketimbang Alvi saat kuberitahu. “Pernahkah ada seseorang yang mengatakan kalau kamu orang yang bodoh, Sha? Maka, biarkan aku yang mengatakannya untuk pertama kali. KAMU BODOH!” “Sepertinya kamu harus dirukyah! Aku yakin, pasti ada sesuatu yang nggak beres!” Begitu kata Alvi.“Aku serius, Bang. Orang tua Andre sudah melamarku seminggu yang lalu.” Barulah ekspresi bang Shiraj berubah, seiring tatapannya yang semakin tajam. “Sampai segitunya kamu pengen lepas dariku, Sha. Apa ini masuk akal? Kamu bermaksud menikahi pria menjengkelkan yang katamu tak akan kau lirik meski ia adalah pria terakhir di dunia?” “Nggak ada satu pun manusia yang bisa mengatur perasaannya sendiri, Bang. Termasuk aku.” “Kamu mau bilang kalau kamu mencintainya? Itu bahkan lebih menggelikan!” “
“Mbak ….” Aku terbata, sekaligus terkunci. Firasatku benar, wanita ini telah mengetahui segalanya!“Saya sudah lama mengetahuinya, Dek, bahkan sebelum kita bertemu di Mall tempo hari. Hanya seorang istri yang bisa merasakan perubahan hati suaminya, sepintar apa pun ia menutupinya.” Mbak Adella tersenyum lembut yang malah semakin mengoyak hatiku.“Maaf, Mbak.” Aku tertunduk malu. Apa lagi yang bisa kukatakan? Menyangkal pun malah akan terkesan konyol. Lagi pula, aku tak cukup cakap untuk berakting seperti itu.“Dia memang pria yang baik. Saya yakin, kamu pun tak bermaksud untuk seperti itu sebelumnya. Iya, kan?”“Ya, Mbak. Bang Shiraj adalah pria yang baik. Maafkan saya yang bisa-bisanya terlanjur nyaman dengan suami Mbak.”“Saya juga yakin, belum pernah ada sesuatu yang jauh yang terjadi di antara kalian, kan?”“Tidak, Mbak. Kami tak pernah sejauh itu. Saya bersumpah!” Aku menjawab cepat, seolah takut akan prasangkanya.“Karena dari itu, mohon tinggalkan dia. Dek Shaina masih sangat m
Aku sadar, hati ini mulai tergelincir semakin jauh. Entah kapan tepatnya perasaan aneh itu mulai hadir. Mungkinkah seiring pertemuan kami atau jangan-jangan, semenjak pertama kali melihatnya?Bagaimana dengan om Shiraj sendiri, itu masih sebuah misteri. Yang jelas, tak ada yang berubah dari sikap pria itu padaku. Ia tetap hangat tanpa menunjukkan gelagat yang mencurigakan. Sementara, aku begitu kesulitan menutupi sinyal ketertarikan padanya.Hubungan pertemanan kami tetap berlanjut hingga aku duduk di bangku kuliah. Bahkan sepertinya, intensitas pertemuan kami menjadi lebih sering ketimbang dulu.Perlahan, aku juga mulai merasakan ‘perubahan’ sikap dalam dirinya. Aku mungkin terhitung gadis yang kurang pengalaman. Namun aku yakin, bisa merasakan ada yang berbeda dengan om Shiraj.Cara ia menatapku, terkesan lebih dalam dan intens. Hati kecilku mengatakan, kami memiliki perasaan yang sama.Terkadang, aku kerap tertantang untuk membuktikannya. Entah dengan berlama-lama menatapnya hingga
PoV Shaina Dewayani, 10 tahun lalu.“Om Shiraj?” Kutatap pria tinggi tegap yang berdiri tak jauh dari gerbang sekolah itu dengan seksama.“Ya. Kamu Shaina, kan?”Aku mengangguk cepat, mencoba menghalau rasa terpaku yang konyolnya datang begitu saja. Astaga, Shaina, macam tak pernah melihat pria ganteng sajalah kau!“Aku pasti mengganggu waktu Om banget, ya?”“Nggak, kok. Sabtu kan om memang libur. Ayok, mana kelasmu?”Kami pun berjalan beriringan menuju kelasku. Aku memang meminta bantuannya untuk menyamar sebagai waliku untuk mengambilkan rapot, karena mama tak mungkin meminta ijin di tempat kerja barunya.Ini adalah pertemuan pertama kami setelah berteman di sosmed enam bulan lamanya. Selama ini, aku bahkan tak ingin tahu seperti apa rupa fisik teman mayaku itu.Aku juga tahu kalau ia adalah seorang suami dan papa. Tapi, menurut kacamata ABG sepertiku, itu bukanlah sebuah masalah.Bukankah kita bisa berteman dengan siapa saja tanpa harus memandang status pribadinya? Tapi, kenapa ta






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan