แชร์

Bab 16

ผู้เขียน: Olivia Yoyet
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-01 15:35:06

16

Hari berganti. Dante dan para bos PG sudah kembali ke Sydney, untuk bergabung dengan rekan-rekan mereka yang telah usai mengecek area proyek lain.

Zhao Yìchen tetap tinggal untuk belajar pada Liao Bailey. Pria berambut gondrong itu berusaha ekstra keras untuk menyelesaikan pendidikannya, hingga bulan depan. Sebab dia harus segera kembali ke Sydney, guna menuntaskan tugasnya.

Pagi menjelang siang itu, Zhao Yìchen tengah berkutat dengan berbagai ramuan, ketika didatangi seorang perempuan ber
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 120

    120Kedatangan Liu Gideon, papanya Vanetta, menciptakan keributan di kediaman Myron. Zhao Yìchen yang dibonceng Nandi, tiba bertepatan dengan saat perdebatan mulut antara Gideom, melawan Vanetta, Jasver (Adik Vanetta), dan Wirya. Rangga yang juga baru tiba bersama Zikria, berusaha melerai perkelahian mulut itu. Zhao Yìchen merentangkan kedua tangan sembari menghadang Gideon yang hendak menampar putrinya. Marcello, asisten Gideon, segera menarik bosnya guna menjauhi Vanetta. Marcello menuruti permintaan Vanetta, untuk segera membawa Gideon kembali ke hotel. Semua orang di sana turut memandangi ketika mobil sewaan Gideon beranjak menjauh. Tubuh Vanetta mendadak terhuyung-huyung, sebelum ditangkap Jasver, yang segera menggendong cicinya ke kamar depan. Zhou Yiran mengikuti langkah Jasver yang tengah membaringkan Vanetta ke kasur. Zhao Yìchen duduk di tepi tempat tidur, lalu memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan kiri Vanetta. Jane memasuki ruangan bersama Rumi. Keduanya mengerja

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 119

    119Kabar mengejutkan datang dari rumah sakit tempat Banyu dirawat, seusai menjadi salah satu korban kericuhan yang terjadi di blok K, sel penjara di lapas yang dihuninya sejak lebih dari setahun silam. Selain Banyu, beberapa korban lainnya juga dirawat di rumah sakit yang sama. Banyu yang kondisinya paling parah, masih dirawat di ruang ICU khusus narapidana. Zhao Yìchen mendapatkan informasi itu dari Firman, tim pengacara PBK, yang menjadi kuasa hukum Elma. Firman menerima berita itu langsung dari ketua regu sipir yang merupakan kawan lama kakaknya. Menuruti intuisi, Zhao Yìchen mendatangi Wirya di kantor GUNZ, di lantai 5 gedung PBK. Namun, karena pria itu sedang rapat, Zhao Yìchen terpaksa menunggu di ruangan depan. Beberapa orang keluar dari ruang kerja sang presiden direktur. Zhao Yìchen membalas sapaan para manajer binaan Wirya itu dengan anggukan. Kemudian dia bergegas memasuki ruangan bernuansa abu-abu muda tersebut. "W, ada kericuhan di lapas tempat Banyu ditahan," cakap

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 118

    118*Tim HWZ Jakarta* Jaya : @Irawan, kamu mau ngajak adikku ke mana? Lathan : Adik yang mana? Najmi : Jelas Desi-lah. Linggar : Nana sudah mau nikah. Nggak mungkin Irawan berani nikung. Ram : Kirain, Janu yang diajakin Irawan. Joko : Apalah, Ram, nih.Nandi : Jeyuk makan jeyuk? Agung : Adu pedang. Hendri : Main billiard. Zulfi : Huek! Jijay! Raj : Irawan masih lurus, walaupun anunya pendek dan kurus.Deden : Bengkok dikit ke kiri. Gwenyth : Para cowok, tolonglah. Ada ladies di sini. Irna : Abang-abang ini, ngomongnya nggak disaring. Heni : Nggak di-rem. Lita : Ibu ngintip, cepat-cepat aku clear chat. Zhao Yìchen : Kasih hapemu ke Ibu, @Lita. Beliau pasti lebih jago urusan nganu yang anu di kasur.Jaya : Yaelah! Malah diperjelas! Fendi : Koko bikin aku over thinking. Mizan : Over shocking.Wirya : Enakan bebek Peking.Lathan : Rujak belimbing. Najmi : Nasi aking. Linggar : Palanding.Joko : Gule kambing.Ram : Cungkring.Nandi : Emping. Agung : Daging giling.Irawa

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 117

    117Jeritan Wirya mengejutkan semua orang di luar kamar. Kala dia memekik kembali, Hendri dan yang lainnya kompak tersenyum. Tawa mereka meledak ketika Wirya berteriak untuk ketiga kalinya, sebelum suasana kembali hening."Berantem, sadis. Dipijat, jerit-jerit," ledek Zhao Yìchen, sembari meneruskan mengurut tangan kiri pasiennya."Sakit beneran tadi, Ko," kilah Wirya."Sakitlah. Uratnya menggumpal, gitu," sahut Zhao Yìchen. "Kamu habis ngapain, W?" tanya Alvaro yang tengah memijat kaki kiri Benigno, yang juga keseleo."Tadi sore aku fitness. Bebannya ditambah Jonathan," terang Wirya. "Kayaknya bukan cuma itu, deh. Walaupun kamu angkat beban 100kg, tapi biasanya yang bisa terkilir itu pundak. Sedangkan kamu, dari pergelangan tangan sampai tulang ini." Zhao Yìchen menunjuk tulang di bawah ketiak kanan sang adik. "Aku curiga, dia habis ngangkut karung," kelakar Yoga yang baru selesai memijat pundak Aswin. "Bukan, dia gendong Vanetta turun naik tangga," goda Benigno, yang menjadikan

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 116

    116 Jackie maju sambil berlari. Yoga menyongsong sembari memekik mengintimidaai. Pasukan preman ikut maju dan dihadang kelompok pengawal senior serta junior, yang sudah bersiap sejak satu jam lalu. Suara jeritan berpadu dengan bunyi banyak senjata tajam, memecah keheningan malam. Puluhan anggota sekuriti bersiaga di depan gerbang utama setiap cluster, sambil menonton perkelahian itu dari kejauhan. Simon yang tidak ikut turun dari mobil, benar-benar gusar. Dia kesal, karena rencananya ternyata telah diketahui pihak PBK. Simon mengusir sopir keluar, kemudian dia berpindah ke bagian pengemudi. Simon mengamati peta buatan tim Elliot, yang menunjukkan letak rumah Wirya Adhitama. Simon menyalakan mesin, kemudian dia melajukan kendaraan melintasi area kosong sisi kiri. "Ada yang menerobos!" jerit Zulfi. "Tahan!" titah Andri. Satu anak panah melesat dari salah satu mobil Jeep di depan. Disusul beberapa panah lainnya yang berhasil meretakkan kaca depan mobil MPV hitam. Simon mengumpat,

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 115

    115Jalinan waktu terus bergulir. Malam itu, Zhao Yìchen pulang dengan raut wajah tegang. Dia bergegas mandi dan berganti pakaian dengan setelan biru tua berlogo PBK, di bagian punggung dan di dada kiri.Zhao Yìchen keluar dari kamar dan langsung menduduki kursi di dekat meja makan. Dia menuangkan nasi dan aneka lauk ke piring, lalu bersantap dengan cepat. Elma memerhatikan suaminya sembari bertanya-tanya dalam hati, karena seragam yang dikenakan Zhao Yìchen merupakan baju khusus. "Mau ada perang?" tanya Elma."Ya," jawab Zhao Yìchen, sebelum meneguk teh hangatnya. "Di mana?" "Di sini. Dekat air mancur besar." Zhao Yìchen meletakkan gelas ke meja. "Calon tunangan Vanetta, mau nyerbu ke sini. Dia nyewa preman, anak buah Jackie. Musuh bebuyutan PBK," jelasnya. Elma membulatkan matanya. "Calon tunangan?" "Hu um. Namanya, Chen Simon. Dia pemilik production house, tempat film debut pertama Vanetta. Dia ngasih pinjaman ke ayahnya Vanetta, lalu minta nikah sama Vanetta, yang menolak me

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 12

    12 Cayden mengulum senyuman, sesaat setelah mendengar penuturan Harper mengenai kejadian kemarin malam. Cayden terkekeh setelah Harper menggerutu, karena beberapa korban dari pihak gangster, yang mengalami patah tangan ataupun patah kaki, akibat disiksa tim PBK. Setelah tawanya lenyap, Cayden berg

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 27

    27Kehadiran Zhao Yìchen pagi itu, disambut teriakan banyak karyawan di gedung PBK. Mereka berebutan untuk menyalami pria berambut gondrong, yang telah mencukur kumisnya hingga klimis. Zhao Yìchen melayani rekan-rekannya yang mengajak berbincang selama belasan menit. Kemudian dia memasuki lift den

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 18

    18 Zhao Yìchen memandangi Jauhari yang tengah berlatih di palang besi. Pria bertubuh langsing itu memperagakan senam ala atlet dengan cukup baik.Jauhari melentingkan badannya dua kali, lalu dia melepaskan pegangan pada palang, dan melompat turun sambil koprol. Jauhari mendarat di tanah dengan sed

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 13

    13Zhao Yìchen mengamati presiden komisaris LB Company, yang tengah berbincang dengan Bryan, Keven, dan Jourell. Zhao Yìchen menyukai pria tua yang rambutnya telah memutih seluruhnya itu, yang sangat ramah.Zhao Yìchen kagum dengan gaya santai yang ditampilkan Li Thorne. Zhao Yìchen membatin, bila

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status