LOGINHera muak dengan Zeus yang terus-terusan berselingkuh. Ia memutuskan untuk meninggalkan Olympus selamanya. Perjalanan lintas dimensi tanpa sengaja membawa sang dewi ke sebuah tempat bernama Karawang. Hera yang kehilangan kekuatannya tak memiliki pilihan selain tinggal di sana sebagai manusia biasa. Beruntung ia bertemu dengan Eggy, sosok pemuda baik hati pemilik sebuah kedai kopi yang menolongnya. Sang ratu para dewa dan dewi Olympus tersebut harus beradaptasi dengan kerasnya kehidupan sebagai manusia. Bersama Eggy, Hera belajar, bekerja, tertawa bahkan mengenal cinta. Namun insiden demi insiden seolah tak membiarkan Hera menjalani kehidupannya dengan tenang. Hera harus kembali terlibat dalam petualangan lintas dimensi. Dan kali ini, kemarahan Zeus bukanlah satu-satunya ancaman bagi sang dewi!
View MoreKerajaan Lykantor
Di dalam ruangan yang gelap dan dingin, lantai yang lembab serta penerang ruangan dari obor, ada Duke yang duduk termenung menatap langit malam dari celah jendela.Duke Hagen Martus, pewaris tunggal sekaligus putra mahkota kerajaan Lykantor.Karena kekuatan yang Duke miliki dia diasingkan oleh ayahnya, Hagen.Semua orang menyakini jika kekuatan yang dimiliki Duke adalah sebuah kutukan gelap dan misterius, di mana kekuatannya bisa membahayakan orang- orang di sekitarnya.Karena itu Moon Goddes tidak memasangkan Duke dengan matenya di usia yang sudah berkepala tiga demi keselamatan bersama.Duke melirik sekilas kala pintu tua nan besar itu dibuka.Terlihat beberapa guard berdiri tak jauh dari Duke."Maaf Alpha, Raja Hagen meminta kami untuk menjemputmu," beritahu guard pada Duke dengan penuh hormat.Duke yang mendengar hal itu, perlahan merubah posisinya menghadap mereka, tatapan datar sekilas melihat pintu tua yang terbuka.Udara segar di malam hari serta angin sepoi- sepoi yang masuk ke dalam ruangan gelap itu, mampu membuat Duke merasakan sejuk nan segar angin luar.Tanpa bertanya sepatah katapun, Duke meraih pedangnya dan pergi keluar dari ruangan gelap yang mengurung dirinya selama 5 tahun ini.Duke memejamkan mata,menikmati udara segar yang bisa ia hirup dengan bebas.Langkah kaki Duke semakin lebar dan cepat untuk segera menemui raja.Duke memasuki ruang singgasana dengan senyum yang lebar."Ayah," panggil Duke dengan suara yang girang dan langkah yang lebar menghampiri Hagen."Tetap berdiri di tempatmu," titah Hagen membuat Duke langsung berhenti di tempat ia berdiri.Hagen kembali duduk di singgasananya dengan tatapan yang datar pada Duke.Duke terlihat sedikit kecewa, kala ayahnya begitu percaya dengan kutukan akan kekuatan yang ia miliki.Di mana Hagen begitu menjaga jarak dengannya seperti orang-orang yang lain."Bagaimana setelah bebas? Kamu senang?" tanya Hagen tentang perasaan Duke setelah bebas dari kurungan selama 5 tahun terakhir.Duke membuang napas sekilas, mengedarkan pandangan ke sekitar, dan kembali menatap Hagen."Sama saja," jawab Duke singkat membuat Hagen hanya mengangguk sekilas."Sudah 5 tahun, sekarang waktu yang tepat untuk menunjukkan kekuatanmu pada semua orang," beritahu Hagen pada Duke.Duke terlihat bingung, merasa curiga dengan ucapan terselubung ayahnya."Bukankah kekuatan ini kutukan bagi kerajaan? Kenapa ayah meminta Duke untuk menunjukkan pada semua orang?" tanya Duke penasaran akan perintah Hagen.Hagen menghembuskan napas panjang sebelum ia menjelaskan pada Duke."Beberapa hari yang lalu kerajaan Sylvamoon di serang sekelompok rogue, Talamus bilang jika mereka memiliki kekuatan yang luar biasa. Kemungkinan mereka adalah suruhan seseorang," jelas Hagen pada Duke.Duke hanya diam mendengarkan, hingga ia mengajukan pertanyaan, "Lalu apa yang harus Duke lakukan?"membuat Hagen menatap dengan amat serius."Talamus meminta kamu untuk menjaga kerajaannya," jawab Hagen dengan singkat.Duke tampak menghembuskan napas gusar."Bukankah dia punya banyak guard dan warior, kenapa harus meminta bantuan Duke? Apa ia lupa dengan ucapannya dulu? Kenapa ayah menyetujui hal itu setelah Talamus menyebarkan rumor kutukan pada semua kerajaan di hutan tentang kekuatan Duke?" tanya Duke yang tak habis pikir dengan Hagen.Hagen menghela napas dan tampak manggut- manggut paham akan perasaan Duke."Ayah tahu kamu masih belum bisa melupakan akan perbuatan Talamus 5 tahun lalu, tapi jika ayah memberitahumu satu rahasia penting, sepertinya kamu akan berubah pikiran," kata Hagen mencoba menyakinkan Duke tentang membantu Talamus.Duke memalingkan muka, menunjukkan rasa tidak suka."Moon Goddes baru saja memberitahu ayah tentang menghilangkan kutukanmu," ujar Hagen yang mana sepertinya Duke tertarik akan pembicaraan hal ini.Duke menelan air liurnya, menatap lekat Hagen."Moon Goddes bilang jika Talamus menyembunyikan satu rahasia besar tentang putri semata wayangnya, Selene Talamus. Moon Goddes belum yakin itu, tapi ia merasakan jika putri Talamus, adalah satu- satunya orang yang bisa menghilangkan kutukan kekuatanmu," jelas Hagen dengan wajah yang sedikit senang membuat Duke merasa ikut bahagia mendengar berita baik tersebut."Sungguh Moon Goddes mengatakan hal itu?" tanya Duke memastikan."Kamu bisa menemuinya sendiri setelah ini untuk bertanya lebih lanjut," jawab Hagen membuat Duke terlihat begitu berbinar dan sumringah.Bibir seksi Duke terlihat melengkung ke atas kala mendengar hal baik tersebut.Hagen yang melihat hal itu turut senang.Sebenarnya Hagen sendiri tidak tega mengurung Duke selama ini.Hanya saja, Moon Goddes bilang jika banyak marabahaya yang mengincar Duke jika ia dibiarkan berkeliaran di luar sana.Hingga waktu yang tepat, Moon Goddes meminta Hagen untuk mengeluarkan Duke.Karena dunia werewolf membutuhkan Duke untuk saat ini."Tapi ayah, bukankah Duke dilarang untuk berdekatan dengan putri kerajaan? Bagaimana Duke bisa mendekati putri Talamus?" tanya Duke yang cemas akan hal itu.Karena sejak beredarnya rumor tentang kutukan kekuatan Duke, semua kerajaan melarang Duke untuk mendekati putri mereka, termasuk Talamus."Talamus menawarkan imbalan apapun yang kamu minta setelah kamu berhasil menyingkirkan kelompok rogue yang belakangan ini meresahkan kerajaan, kenapa kamu tidak memanfaatkan hal itu untuk bisa mendapatkan keuntungan dari Talamus?" Duke yang mendengar saran tersebut beberapa detik kemudian tersenyum penuh arti.Hagen yang melihat Duke tampak setuju dengan tugas dari Talamus, terlihat menampilkan senyum samar."Kalau begitu Duke akan menemui beta dan yang lain, setelah itu Duke akan pergi ke kerajaan Sylvamoon," beritahu Duke pada Hagen.Hagen hanya mengangguk membuat Duke membungkukkan setengah badannya dan melenggang pergi meninggalkan ruangan Hagen.Duke berjalan keluar istana untuk menghirup udara segar.Terlihat semua guard dan warior, menundukkan kepala serta menjaga jarak dari Duke.Tak masalah, Duke tak menghiraukan hal itu.Hal terpenting saat ini adalah menyingkirkan kutukan dalam dirinya.Duke berjalan ke taman untuk bisa menemukan teman- temannya."ALPHA!" teriak seseorang dengan lantang membuat senyum manis terlihat pada bibir seksi Duke."Oh tidak, Duke yang agung telah kembali," sahut lainnya."Salam hormat baginda," sambut Matteo yang langsung bersimpuh di depan Duke dengan dramatis.Duke berdecak kala melihat reaksi mereka yang terlihat begitu berlebihan."Apa kalian sungguh merindukanku? Reaksi kalian begitu menggambarkan betapa rindunya kalian padaku," akui Duke dengan bangga dan penuh percaya diri.Mereka bertiga yang mendengar hal itu dengan kompak memalingkan muka dan berlagak mual."Maaf, tapi setiap hari kami selalu berdoa untuk tidak bertemu denganmu," kata Matteo dengan jujur yang diangguki oleh Galen membuat Duke tersenyum miring.Matteo dan Galen adalah seorang Gama, di mana mereka berdua saudara kembar identik.Karena itu Duke menunjuk mereka berdua sebagai gama karena kekompakan keduanya dalam menanggapi sesuatu."Sekarang kamu sudah bebas? Itu artinya kamu akan kembali memimpin kerajaan Lykantor bukan?" tanya Astra, Beta yang memiliki kekuatan hampir setara dengan Duke.Duke menghembuskan napas panjang, menatap mereka bertiga."Kalian harus ikut aku!" pinta Duke pada mereka.Gjorrak melemparkan tubuh dan kepala Typhon ke arah hutan seolah makhluk raksasa itu hanya seberat ranting pohon. Mendadak langit cerah tak berawan di atas padang rumput itu berubah menjadi hitam dengan sangat cepat. Semburat kemerahan menyerupai urat-urat lahar muncul dan di antara awan-awan hitam dan bergerak serempak memutar ke satu arah. Secepat kemunculannya, awan hitam dan merah itu membentuk sebuah pusaran raksasa seperti mata badai. Dari tengah-tengahnya, tentakel hitam raksasa meliuk-liuk menjijikkan. Tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka pusaran awan itu jatuh dengan sangat cepat ke arah Gjorrak dan menarik Hera, Shamash dan Ishtar dengan kuat.Semuanya berlangsung terlalu cepat bagi sang ratu hingga ia tak sempat bereaksi selain hanya memejamkan mata. Lambat laun, seluruh indera Hera berhasil mencerna keadaan di sekitarnya. Hening. Namun ada samar-samar suara kehidupan. Begitu membuka mata, Hera menemukan dirinya berada dalam sebuah ruangan yang berantaka
Hera merasakan kembali apa yang ia rasakan saat berpindah dimensi. Sang ratu berada dalam kegelapan yang luar biasa dan seakan melayang tanpa ada sesuatu apapun untuk berpegangan. Namun kali ini berbeda dari sebelumnya. Ia merasa sangat tak sabar ingin tiba dan mengetahui nasib lelaki yang dicintainya. Tiba-tiba sebuah tangan menggenggam lengannya!"Ini aku, Caca!"Nama tersebut membuat Hera berhenti meronta."Kau terdengar berbeda—tunggu! Aku juga terdengar berbeda!"Caca tertawa mendengar Hera yang terkejut."Kita semua kembali ke wujud asli di sini, Hera. Kau bisa memanggilku Ishtar.""Ishtar?""Itu namaku. Para pemuja dari wilayah lain ada yang memanggilku Inana. Tapi aku lebih suka dipanggil Ishtar.""Aku tak bisa melihatmu.""Tak ada yang perlu dilihat. Semuanya hitam di lorong antar dimensi ini. Nanti juga kau bisa melihat wujudku setelah kita sampai.""Kau terdengar sangat berwibawa."
Hera masih belum mau mendekat ke arah dua dewa-dewi kembar di hadapannya. Ia belum bisa memutuskan untuk mempercayai mereka atau tidak. Keduanya bisa saja utusan Zeus. Siapa tahu?"Kami datang dari dunia yang lebih tua dari duniamu, Hera," Caca memulai penjelasannya. "Olympus mungkin belum mengalami apa yang kami alami. Tapi kekuatan serta keabadian yang dimiliki dewa dan dewi sangat bergantung pada manusia yang memujanya. Untuk itulah dewa-dewi menciptakan keajaiban yang baik ataupun buruk. Semua itu agar manusia tunduk dan menyembah kami baik karena didasari rasa kagum maupun rasa takut.""Ketika manusia di dunia kami mengetahui hal itu, mereka meninggalkan kuil-kuil dan melupakan kami," sambung Angga. "Dari sepuluh dewa-dewi terkuat di Mesopotamia, hanya kami berdua yang tersisa. Yang lainnya musnah tanpa jejak seperti debu tertiup angin.""Kami sebetulnya tak tahu kalau kau adalah Hera, ratu Olympus yang ada dalam mitologi dunia ini. Eggy yang memiliki
Hera terkejut hingga matanya yang indah terbelalak. Namun belum sempat ia berkata apapun, terdengar bunyi pintu belakang digedor. Perempuan itu hanya bisa menatap punggung Eggy yang bergegas meninggalkan kedai. Setelah menghela napas untuk menenangkan diri, Hera pun mengikutinya ke pintu tempat ia pertama bertemu lelaki yang membuatnya jatuh cinta itu.Di ambang pintu belakang, Hera melihat sesosok pria tinggi besar berbicara serius dengan Eggy. Hera yang sebelumnya merasa agak kecewa oleh penolakan Eggy menjadi tegang melihat lelaki itu tampak gusar. Ia baru pertama kali melihat lelaki yang biasanya tersenyum itu berwajah seakan sedang marah. Bahkan saat bertarung pun, ia selalu tersenyum. Tapi pembicaraan mereka yang pelan membuat Hera tak bisa sedikit mencuri dengar."Oh! Hai, Hera! Kukira kau sudah tidur," pria tinggi besar berambut cepak itu berkata."Aku sedang berada di kedai, Angga. Dimana Caca?""Dia di rumah. Kami bukan kembar siam yang
Kedua mata Hecate bertatapan dengan mata Hera dan Eggy. Sekilas, sebuah pendapat muncul dalam pikiran sang dewi misteri. Hera yang berwujud manusia perempuan cantik tak hanya tampak serasi tapi juga bahagia berdampingan dengan Eggy yang berwujud manusia lelaki tampan, tinggi dan atletis itu.
Perempuan yang terbaring tak sadarkan diri di ranjang Hera tiba-tiba membelalakkan matanya. Dengan cepat, ia segera bangkit dan duduk tegak dengan wajah tegang menatap Hera. Perempuan itu sebetulnya cantik andaikata kulitnya tidak putih pucat seperti tak pernah terkena sinar matahari."K
Hera menikmati hembusan angin meski merasa seakan-akan bisa terjatuh dari motor kapan saja. Ia berpegangan pada apa saja yang bisa diraihnya. Namun yang paling membuatnya merasa aman adalah ketika Hera berpegangan pada pinggang lelaki itu. Ia kagum bagaimana Eggy bisa menjaga keseimbangan kuda be
Tidak seperti malam-malam sebelumnya, meski telah bekerja penuh semangat, malam itu Hera kesulitan untuk memicingkan mata. Tak ada yang memanggil Hera dengan gelar basíleia yang berarti ratu selain para dewa dan dewi di Olympus. Hal itu membuat Hera benar-benar penasaran ingin mengetahui sosok ya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews