ログイン
"Harus Kenzo katakan berapa kali agar Kakek bisa paham, sampai kapanpun Kenzo tidak akan mau menikah lagi. Sekalipun perempuan itu pilihan kakek." Ucap laki-laki berbadan tinggi besar yang kini sedang duduk tegak di sebuah sofa yang menghadap langsung dengan laki-laki paruhbaya yang dipanggilnya kakek tadi.
Dengan kedua jari yang saling bertaut, matanya yang tajam dengan bola mata hitam pekat membuatnya terlihat bengis. Di tatap nya sang Kakek dengan perasaan kesal. "Kamu tidak ada pilihan lagi Kenzon, Kakek selama ini sudah cukup membiarkan mu dengan pilihan mu sendiri, tapi nyatanya kamu tak juga bahagia." Kenzo menatap tak percaya pada sang kakek. "Kenzo berhak menentukan jalan kehidupan Kenzo, jadi Kakek tidak perlu repot-repot mencarikan Kenzo istri." Tegas Kenzo "Kakek tidak sedang melakukan tawar menawar padamu Kenzo. Jadi mau atau tidak, suka atau tidak, kamu harus tetap menikahi Aluna. Ingat Kenzo, jika bukan karena ayah Aluna yang menyelamatkan nyawa Kakek dan mengorbankan dirinya sendiri, mungkin saat ini kamu sudah tidak lagi bisa melihat Kakek tua ini." Kata laki-laki tua bernama Tuan Damian, dari sofa single tempat duduknya ia menatap tajam ke arah sang cucu yang hanya bisa bernafas dengan berat dan tatap tak suka atas perkataan sang kakek. "Saat ini ayah Aluna sudah meninggal dan gadia malang itu kini hanya tinggal sebatang kara. Selama ini ayah Aluna tidak pernah meminta apapun, bahkan saat kakek memberinya setumpuk uang, dia tidak mau menerimanya. Di akhir hayat nya, dia hanya meminta kakek untuk menjaga putri nya. Kakek sudah tua, tidak bisa menjaga Aluna selamanya, jadi kakek harap kamu bisa menjaganya dengan baik setelah menikahinya." Tegas Tuan Damian tak bisa terbantahkan. Kenzo mendengus dengan kesal, ia bangkit dari sofa. Tubuhnya yang tinggi besar seperti menjulang melewati para bodyguard yang sedari tadi berdiri stanby di sekitar sang kakek. Kenzo sadar jika keputusan sang kakek sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi, dengan perasaan kesal dan dipenuhi amarah, Kenzo meninggalkan kediaman sang kakek yang selama ini sudah merawat dan mendidiknya hingga tumbuh menjadi laki-laki super tangguh bahkan di segani seantero jagat raya, bukan hanya di segani, tapi juga ditakuti. ... Aluna seorang gadis yang masih berusia 22 tahun dan baru selesai menempuh pendidikan S1 nya dengan nilai yang sangat memuaskan dan kini sedang melanjutkan studi lanjut S2 nya. la bercita-cita menjadi seorang Arsitek yang handal dan bisa membahagiakan sang ayah yang telah membesarkannya seorang diri. Namun takdir berkata lain, sebelum Aluna lulus S2 nya, sang ayah sudah terlebih dahulu berpulang menghadap Ilahi, meninggal kan Aluna seorang diri. Kesedihan akan kehilangan sang ayah, keluarga yang dimilikinya itu kini semakin terasa sangat berat tak kalah Aluna mengetahui jika sang ayah menitip kan nya di keluarga Mahesa. Siapa yang tidak tau dengan keluarga Mahasa dengan kepala keluarga Tuan Damian Ambrose Mahesa, yang terkenal akan kekuatan bisnis ilegal dan legal nya di seantero jagat raya. Tuan Damian sudah lama menekuni dunia gelap, tak ada satu orang pun yang berani padanya. Mendengar namanya saja sudah membuat orang tertunduk ketakutan. Tuan Damian hanya memiliki seorang putra bernama Tuan Zayyan Jett Mahesa yang menikah dengan perempuan pilihan nya sendiri. Namun karena latar belakang yang berbeda membuat Tuan Damian tidak merestui pernikahan sang putra hingga mencoret nya dari Kartu Keluarga dan mendepak nya dari keluarga Mahesa. Setelah beberapa tahun, Tuan Damian mendapatkan kabar jika sang putra mengalami kecelakaan bersama sang istri yang sedang hamil tua. Kecelakaan itu merenggut nyawa sang putra dan istrinya. Beruntung bayi dalam kandungan menantunya itu bisa di selamatkan dan Tuan Damian yang merawat dan mendidiknya hingga saat ini. Bayi itu tumbuh dalam pengawasan dan didikan keras seorang Tuan Damian hingga membentuk karakter yang hampir mirip dengan Tuan Damian. Kenzo Ethan Mahesa, itulah cucu seorang Tuan Damian. Dan kini entah sebuah keberuntungan aau kenyataan pahit yang harus Aluna terima karena harus menikah dengan Kenzo cucu dari Tuan Damian atas wasiat sang ayah membuat Aluna dengan berat hati tidak bisa menolak wasiat itu dan keputusan mutlak dari seorang Tuan Damian. Aluna terpaku sesaat, melihat seseorang sedang duduk di sofa. Beberapa penjaga dengan penampilan serba hitam berbaris rapi di belakang dan samping yang tampak siaga. Pandangan mata Aluna lalu tertuju pada seorang lelaki yang duduk dengan angkuh, di atas sofa panjang, di ruang tamu miliknya. Dari caranya duduk saja sudah terlihat jika dia adalah orang yang berkuasa. Kulitnya yang sawo matang, tertimpa sinar jingga yang mengintip dari cela jendela yang terbuka. Matanya juga berwarna gelap, dengan rambut hitam pekat yang disisir rapi kebelakang, kemeja berwarna navy yang terbuka kancing bagian atasnya dan lengan kemeja yang digulung hingga siku memperlihatkan otot-otot lengan nya. Tatapan wajah nya yang mengeras seperti penampilan Mafia di film hollywood. Meskipun Aluna belum pernah bertemu sebelumnya, namun Aluna langsung tau jika itu orangnya! Laki-laki yang akan menikahinya atas wasiat sang ayah, laki-laki yang tidak pernah Aluna bayangkan sebelum nya, apalagi dicintai nya. Aluna tak pernah berharap takdir yang seperti ini sebelumnya. Saat Aluna masih sibuk dengan pemikiran nya sendiri, laki-laki berkuasa di hadapan nya menatap nya dengan tajam. Tidak ada rasa kasihan atau iba atas musiba yang baru saja menimpa Aluna. Kenzo Ethan Mahesa. Pengusaha paling kaya dan paling berkuasa di Kota B, bahkan para penguasa di kota juga pada segan padanya. Tidak ada orang yang tidak pernah mendengar tentang nya. "Saya sebenarnya tidak butuh istri, apalagi anak kuliahan sepertimu. Jika bukan karena Kakek Tua itu yang memintanya, maka sampai kapanpun jangan harap perempuan sepertimu bisa menjadi istri dari seorang Kenzo. Perempuan sepertimu selamanya tidak akan pernah pantas mendapatkan posisi itu, perempuan rendahan yang hanya bisa memanfaatkan kebaikan orang lain. Dimataku, kamu tidak lebih dari seorang p*l*c*r m*rah*n." Setiap kata yang keluar bak duri tajam yang menusuk hati Aluna. Tak ada kesempatan bagi Aluna untuk memelas, apalagi meratapi nasibnya. Matanya yang indah hanya bisa menatap bibir Tuan Kenzo dengan kabur karena genangan air mata yang hampir terjatuh. Aluna sekuat tenaga meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap tegar dan kuat melanjutkan sisa hidupnya dengan menikah dan menjadi istri seorang Tuan Kenzo yang arogan. Meskipun hanya pernikahan balas budi, namun Aluna tidak ingin membuat mendiang ayahnya kecewa nantinya. Meskipun Aluna sadar jika ini bukanlah sebuah pilihan, namun takdir tak bisa Aluna mengubahnya. Katakan lah saat ini ia telah menyerah pada takdirnya sendiri.Tiba waktu dimana Aluna dan Tuan Kenzo akan berangkat ke Swiss, sesuai keinginan Aluna jika dalam liburan kali ini harus mengajak Dokter Hendra sebagai dokter pendamping nantinya takut jika sesuatu yang tak di inginkan terjadi pada Tuan Kenzo."Tuan, Nyonya ... semua barang dan koper sudah masuk ke dalam bagasi." Lapor Bik Tutik yang ikut senang dengan kepergian kedua majikan nya itu."Terima kasih Bik." Jawab Aluna ramah."Apa tidak ada yang ketinggalan?" Tanya Tuan Kenzo entah pada siapa."Sepertinya tidak mas, semua sudah aku masukkan ke dalam koper." Jawab Aluna yang memang merasa jika peranyaan itu untuk dirinya."Baiklah, kalau begitu ayo kita ke mobil!" Ajak Tuan Kenzo dan Aluna dengan sigap membantu Tuan Kenzo berjalan menggunakan tongkat nya."Hati-hati Tuan, Nyonya ... selamat bersenang-senang di sana dan jangan lupa pulang liburan bawa kabar baik." Goda Bik Tutik, Aluna yang tahu maksud dari perkataan Bik Tutik itu membalasnya degan senyuman "Do'akan saja ya bik." kata Alun
"Mas kamu yakin sudah baik-baik saja? jika masih ada yang sakit lebih baik kita tunda saja liburan nya. Aku mengkhawatirkan mu Mas." Kata Aluna menatap ke arah sang suami yang kini keduanya masih dalam posisi duduk bersebelahan di sofa kamar utama.Jujur Aluna merasa senang saat Tuan Kenzo sabg suami akhirnya mulai menunjukkan perubahan sikap yang siknifikan, kali ini Tuan Kenzo bahkan mengajaknya liburan ke Swiss. Sebuah negara yang sedari dulu memang sangat ingin Aluna kunjungi karena keindahan alam nya.Dan kali ini, entah angin apa yang telah menerpa Tuan Kenzo sehingga dia mengajak Aluna ke tempat itu.Meskipun Aluna sendiri merasa keheranan tapi dia sendiri tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Baginya liburan kali ini mungkin bisa menjadi kesempatan untuk hubungan pernikahan mereka agar tetap baik-baik saja seperti harapan Aluna.Namun saat menyadari kondisi Tuan Kenzo yang masih belum benar-benar sembuh total akibat kecelakaan maut yang telah menimpanya beberapa bula
Aluna menghabiskan waktu sorenya di arena menembak, Bik Tutik dan para penjaga yang menjaga tempat itu pun di buat nya terkejut melihat permainan Aluna yang begitu memukau itu bahkan keahlian nya melebihi keahlian Tuan mereka yang selama ini mereka kira tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Tuan Kenzo dalam hal menembak. Hari ini, di sore hari dengan tudung langit senja yang kemerahan, semua yang berada di tempat itu di buat tercengang bukan main. Nyonya muda yang mereka kira selama ini hanyalah gadis polos yang sederhana juga lemah lembut, ternyata memiliki keahlian di luar prediksi BMKG hehe... "Wahh ... astaga ... Nyonya ..." Bik Tutik bersorak dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa, yang jelas di pikiran nya Nyonya mudanya itu sangat hebat. "Kenapa Bibi menatap ku seperti itu?" Tanya Aluna keheranan lantaran melihat tatapan Bik Tutik yang tampak keheranan saat melihat Aluna yang baru saja selesai menembak. "Nyonya muda keren sakali ..." Kata Bik Tutik yang masih bel
Aluna menghabiskan waktu sorenya di arena menembak, Bik Tutik dan para penjaga yang menjaga tempat itu pun di buat nya terkejut melihat permainan Aluna yang begitu memukau itu bahkan keahlian nya melebihi keahlian Tuan mereka yang selama ini mereka kira tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Tuan Kenzo dalam hal menembak. Hari ini, di sore hari dengan tudung langit senja yang kemerahan, semua yang berada di tempat itu di buat tercengang bukan main. Nyonya muda yang mereka kira selama ini hanyalah gadis polos yang sederhana juga lemah lembut, ternyata memiliki keahlian di luar prediksi BMKG hehe... "Wahh ... astaga ... Nyonya ..." Bik Tutik bersorak dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa, yang jelas di pikiran nya Nyonya mudanya itu sangat hebat. "Kenapa Bibi menatap ku seperti itu?" Tanya Aluna keheranan lantaran melihat tatapan Bik Tutik yang tampak keheranan saat melihat Aluna yang baru saja selesai menembak. "Nyonya muda keren sakali ..." Kata Bik Tutik yang masih bel
Aluna menghabiskan waktu sorenya di arena menembak, Bik Tutik dan para penjaga yang menjaga tempat itu pun di buat nya terkejut melihat permainan Aluna yang begitu memukau itu bahkan keahlian nya melebihi keahlian Tuan mereka yang selama ini mereka kira tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Tuan Kenzo dalam hal menembak. Hari ini, di sore hari dengan tudung langit senja yang kemerahan, semua yang berada di tempat itu di buat tercengang bukan main. Nyonya muda yang mereka kira selama ini hanyalah gadis polos yang sederhana juga lemah lembut, ternyata memiliki keahlian di luar prediksi BMKG hehe... "Wahh ... astaga ... Nyonya ..." Bik Tutik bersorak dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa, yang jelas di pikiran nya Nyonya mudanya itu sangat hebat. "Kenapa Bibi menatap ku seperti itu?" Tanya Aluna keheranan lantaran melihat tatapan Bik Tutik yang tampak keheranan saat melihat Aluna yang baru saja selesai menembak. "Nyonya muda keren sakali ..." Kata Bik Tutik yang masih belum j
Aluna menghabiskan waktu sorenya di arena menembak, Bik Tutik dan para penjaga yang menjaga tempat itu pun di buat nya terkejut melihat permainan Aluna yang begitu memukau itu bahkan keahlian nya melebihi keahlian Tuan mereka yang selama ini mereka kira tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Tuan Kenzo dalam hal menembak. Hari ini, di sore hari dengan tudung langit senja yang kemerahan, semua yang berada di tempat itu di buat tercengang bukan main. Nyonya muda yang mereka kira selama ini hanyalah gadis polos yang sederhana juga lemah lembut, ternyata memiliki keahlian di luar prediksi BMKG hehe... "Wahh ... astaga ... Nyonya ..." Bik Tutik bersorak dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa, yang jelas di pikiran nya Nyonya mudanya itu sangat hebat. "Kenapa Bibi menatap ku seperti itu?" Tanya Aluna keheranan lantaran melihat tatapan Bik Tutik yang tampak keheranan saat melihat Aluna yang baru saja selesai menembak. "Nyonya muda keren sakali ..." Kata Bik Tutik yang masih belum j
"Akkh ... sakit ... tolong lepaskan!" Pinta Aluna yang meringis menahan perih di pergelangan tangan nya."Masuk..!" Satu kata penuh ketegasan juga kemarahan yang memuncak."Aauu ..." Tubuh ramping Aluna terlempar begitu saja di kursi penumpang. Tak lama tubuh besar lain nya ikut masuk dengan nafas
Tuan Kenzo pergi meninggalkan Aluna begitu saja saat makanan miliknya sudah habis. Tanpa menghiraukan Aluna yang masih berkutat dengan makanan nya sendiri. "Nyonya kenapa makanan nya hanya diaduk-aduk saja? Apakah Nyonya muda tidak menyukai nya? Saya akan buatkan yang baru untuk nyonya." Kata Bik
Aluna tak bisa tidur dengan tenang. Setiap perkataan yang Tuan Kenzo lontarkan padanya terus berputar dalam benak Aluna. Gadis itu merasa terhina, di hadapan Tuan Kenzo dirinya seolah tidak punya harga diri. Aluna berfikir jika hal ini terjadi karena pernikahan balas budi yang hanya bertahan di a
Malam semakin larut, Aluna dan Tuan Kenzo berpamitan untuk kembali ke mansion meninggalkan kediaman Tuan Damian.Di depan Tuan Damian Aluna dan Tuan Kenzo bersikap layaknya seorang pasangan suami istri pada umum nya, meskipun Aluna sendiri tahu jika hal itu hanya penuh dengan kepura-puraan saja. Me







