Compartilhar

31

last update Data de publicação: 2026-06-26 23:59:54

"Mau di bawa kemana kuda-kudanya, Pak?" Tanya Aluna mendekat ke arah Pak Tomo yang baru keluar dari kandang kuda.

"Cuma mau disikat bukunya Nyonya, agar tidak kusut." Jawab Pak Tomo dengan ramah.

"Ehmm... Tapi aku ingin berkuda, apakah boleh?" Tanya Aluna dengan ragu-ragu, dia tak enak hati lantaran posisinya di mansion ini tak pernah di anggap oleh Tuan mereka.

"Boleh Nyonya, silahkan. Apakah Anda ingin memakai Luki lagi?" Tanya lelaki yang hampir menginjak kepala 5 itu.

"Memang boleh?" Ta
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   31

    "Mau di bawa kemana kuda-kudanya, Pak?" Tanya Aluna mendekat ke arah Pak Tomo yang baru keluar dari kandang kuda. "Cuma mau disikat bukunya Nyonya, agar tidak kusut." Jawab Pak Tomo dengan ramah. "Ehmm... Tapi aku ingin berkuda, apakah boleh?" Tanya Aluna dengan ragu-ragu, dia tak enak hati lantaran posisinya di mansion ini tak pernah di anggap oleh Tuan mereka. "Boleh Nyonya, silahkan. Apakah Anda ingin memakai Luki lagi?" Tanya lelaki yang hampir menginjak kepala 5 itu. "Memang boleh?" Tanya Aluna kembali memastikan, sambil melihat ke arah Kuda hitam yang sedang terlihat aktif itu."Tentu saja Nyonya. Bukankah Luki begitu patuh dengan Nyonya? Anda hanya perlu berhati-hati saja Nyonya." Pak Tomo kembali mengingatkan. Aluna pun menganggukkan kepalanya, dia mendekat ke arah kuda Andalusia itu. Aluna mengangkat tangan kanan nya perlahan, lalu menyentuh surai panjang milik Luki. Kuda Andalusia berwarna hitam itu mengendus sambil sesekali meringkik kecil, menyambut tangan Aluna yang

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   30. Berkuda Lagi

    Beberapa hari ini hidup Aluna terasa lebih tenang dan damai tanpa kehadiran Tuan Kenzo. Aluna berharap jika Tuan Kenzo akan tinggal di Ibu Kota untuk selamanya dan tidak perlu kembali ke mansion jika perlu. Pagi hari yang cerah, setelah merenung cukup lama dengan berandai-andai nya, hidup tenang tanpa Tuan Kenzo. Akhirnya Aluna memutuskan untuk ke dapur menemui Bik Tutik yang ternyata sudah menyiapkan sarapan untuk dirinya. Semenjak tidak ada Tuan Kenzo, Bik Tutik tidak membiarkan Aluna mengerjakan pekerjaan rumah apapun, semua Bik Tutik yang melakukan nya. Dia ingin melayani Aluna layaknya seperti Nyonya pada umumnya, meskipun awalnya Aluna menolak, tapi akhirnya dia hanya bisa pasrah tak kala Bik Tutik yang terus saja memaksanya. Namun, terkadang sesekali Aluna juga akan membantu sekedarnya saja untuk menemani perempuan paruh baya itu. "Bibi, kenapa Tuan Kenzo tidak tinggal dan menetap saja di ibu kota? Maksud ku, di sana kan ada perusahaan induk, bukankah akan lebih mudah

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   29. Gadis yang Berbeda

    Di ibu kota negaraTuan Kenzo sedang memandangi berkas-berkas di hadapan nya, mengecek satu persatu sebelum ditandatangani nya. Sedangkan asisten nya menunggu dengan setia di ruaangan itu. Alih-alih duduk di kursi CEO, Tuan Kenzo justru duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sesekali tatapan nya tampak serius dan gerakan nya berhenti. Memandang dengan begitu serius sebelum akhirnya membumbukan tanda tangan di lembar itu.Setengaj jam kemudian, akhirnya Tuan Kenzo meletakkan semua dokumen dan bolpoin di tangan nya. Tubuhnya sedikit bersandar pada sofa , dengan penampilan yang sedikit berbeda. Sebuah set jam hitam dengan kemeja putih di dalam nya, dimana bagian kerah tampak terlihat dengan jas yang terbuka, dan jangan lupakan sebuah dasi hitam yang melengkapi penampilan nya. "Mana Direktur Hendrik?" Tanya Tuan Kenzo memecahkan keheningan di dalam ruangan itu. "Masih memimpin rapat bersama para manager Tuan." Jelas sang asisten. "Hemmm... "Direktur Hendrik adalah orang kepercayaan T

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   28. Pernikahan Formalitas

    Aluna yang sudah kelelahan setelah berkuda, akhirnya memutuskan untuk segera beristirahat. Namun sebelum itu dia menyempatkan diri untuk makan malam, selain perutnya sudah lapar, dia juga ingin mencoba masakan yang Bik Tutik masak tadi sore.Sebelum menuju meja makan, Aluna berganti pakaian dengan piyama tidur miliknya. Dia duduk manis di atas kursi bar favoritnya dengan Bik Tutik yang tengah sibuk di area dapur menyiapkan makanan yang Aluna inginkan."Cepat sekali Nyonya memakai piyamanya? Ini masih pukul tujuh malam." Kata Bik Tutik sembari membalik roti panggang pesanan Aluna."Biar habis makan nanti, bisa langsung tidur Bik. Oh iya Bik apa Tuan Kenzo belum punya anak dengan Nyonya Laras?" Tanya Aluna yang benar-benar tampak penasaran."Tidak ada Nyonya.""Kenapa Bik?"Bik Tutik memegang panggangan lalu memindahkan roti bakar milik Aluna ke atas piring saji."Mungkin suatu hari Nyonya muda uang akan memberikan anak untuk Tuan." Ujar Bik Tutik dengan senyum yang mengembang."Astaga

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   27. Berkuda

    Kuda adalah makhluk peka yang dapat menangkap getaran emosi manusia di sekelilingnya. Mungkin karena sikap Aluna yang lembut dan penuh perhatian dia bisa menjinakkan kuda ditempat ayahnya bekerja dulu, bahkan kuda yang paling liar sekalipun.Kembali ke kuda Andalusia milik Tuan Kenzo, Aluna kini berdiri di depan kuda perkasa yang diketahui bernama Luki itu. Karena kuda itu sangat tinggi membuat Aluna mendongakkan kepalanya untuk melihat ke arah mata kuda itu."Hallo tampan ... Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Aluna dengan begitu lembut, seolah dirinya sedang bicara dengan manusia. Jangan lupakan senyum manis yang Aluna berikan kepada kuda yang masih meringkik itu."Ayo tenanglah ... Aku tidak akan menyakitimu, aku di sini hanya ingin menyapamu saja. Namaku Aluna, aku dengar namamu Luki kan? Luki apakah kita bisa berteman?" Aluna mengelus kepala kuda itu dan mengulurkan tangan nya untuk menyentuh wajah kuda hitam itu.Luki, kuda hitam itu mengendus tangan Aluna, seolah sedang ingin mema

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   26. Kuda Andalusia

    Golf car yang dikemudikan oleh Pak Rahmat menyusuri jalan aspal menuju area berkuda, dengan rerumputan juga pohon ketapang kencana sebagai peneduh jalan. Begitu sampai di area belakang mansion, Aluna sempat berdecak kagum dengan suasana di sana. Tampak pohon pinus yang tumbuh bak selingan di area terbuka itu, jangan lupakan runtuhan buah pinus di tanah yang memberikan aroma khasnya. Sejenak Aluna sempat terdiam memikirkan nasibnya. "Tempat ini begitu indah, huhf... Sayang sekali aku tinggal hanya sebagai tawanan saja, tidak bisa berbuat banyak. Andai saja pernikahan yang kami jalani normal seperti pada umumnya, mungkin aku akan sangat bahagia hidup dan tinggal di tempat ini dengan segala fasilitas yang mendukung hobiku. Untung saja hari ini Tuan Kenzo sedang tidak ada, jadi lebih baik aku manfaatkan waktu untuk menikmati semua fasilitas yang ada di tempat ini." Batin Aluna menjerit, mengingatkan posisi dan statusnya. Sebuah bangunan yang kini sudah mulai terlihat , berdiri dengan k

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   15. Pergi?

    "Apa yang bisa aku bantu Bik?" Tanya Aluna setelah merasa cukup enakan, sore harinya dia kembali ke dapur dan berniat untuk membantu Bik Tutik memasak."Tidak ada, Nyonya... Kenapa Anda tidak istirahat saja? Bukankah Nyonya sedang tidak enak badan." Bik Tutik mengambil kain lap di atas meja dan kem

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   13. Barang Bekas?

    "Duduklah Aluna! Kita di sini saja!" Kata Pak Arga menyambut kedatangan Aluna. "Baik Pak, Terima kasih!" Jawab Aluna menurut dan duduk di kursi yang Pak Arga maksud, setelah itu dia menyerahkan laporan nya terkait tesis yang sedang di kerjakan nya. "Tunggu sebentar Ken, aku akan memeriksa tesis i

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   12. Ketemu Lagi

    "Ini teh hangat dengan campuran lemon dan jahe, bagus untuk tubuh Anda yang terlihat kurang fit." Jelas Bik Tutik yang tampak menyodorkan cangkir berisikan Teh tadi.Aluna menerima cangkir itu dan matanya hanya menatap kosong ke arah cangkir. "Apa Bibik tahu kenapa aku bisa ada menikah dengan Tuan

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   11. Bersimpuh

    "Apa?" Tanya Aluna setengah tak percaya dengan apa yang di dengar nya. Matanya memicing seolah meminta penjelasan, memastikan jika dirinya tak salah dengar."Apa kamu tidak tahu cara memohon?"Aluna masih terdiam tak percaya. Selama hidupnya baru kali ini rasanya Aluna ingin membunuh orang dan ora

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status