Share

85.

last update Tanggal publikasi: 2026-08-29 23:59:42

"Mas.... masih mau ke kantor?" Tanya Aluna dengan sekuat tenaga mencoba bangkit dari posisi tidurnya. Kali ini tubuhnya benar-benar terasa remuk tak berbentuk. Bagaimana tidak? Tuan Kenzo tidak membiarkan nya istirahat barang sebentar pun, lelaki itu benar-benar menggempur Aluna tampa ampun, seolah ingin membuat Aluna sadar siapa dan seperti apa sebenarnya Tuan Kenzo.

"Aku harus ke kantor karena ada masalah yang perlu aku selesaikan. Kamu istirahat lah." Jelas Tuan Kenzo dengan nada yang lebih
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   85.

    "Mas.... masih mau ke kantor?" Tanya Aluna dengan sekuat tenaga mencoba bangkit dari posisi tidurnya. Kali ini tubuhnya benar-benar terasa remuk tak berbentuk. Bagaimana tidak? Tuan Kenzo tidak membiarkan nya istirahat barang sebentar pun, lelaki itu benar-benar menggempur Aluna tampa ampun, seolah ingin membuat Aluna sadar siapa dan seperti apa sebenarnya Tuan Kenzo. "Aku harus ke kantor karena ada masalah yang perlu aku selesaikan. Kamu istirahat lah." Jelas Tuan Kenzo dengan nada yang lebih rendah dari biasanya. Lagi pula kini, wajah nya tampak berseri setelah mendapatkan jatah pagi dari Aluna. "Kalau begitu, mandilah dulu Mas, biar aku siapkan pakaian nya.""Tidak perlu, bair aku saja nanti yang ambil sendiri. kamu istirahat saja." Kata Tuan Kenzo merasa tidak yakin dengan apa yang akan Aluna lakukan untuknya."Mana bisa begitu, itu sudah menjadi tugas dan kewajiban ku untuk melayani Mas Kenzo dengan baik. Sudah sana mandi, biar aku yang siapkan pakaian nya. Apa perlu sekalian

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   84

    Astaga Nyonya... Apa Nyonya tidak apa-apa?" Tanya Bik Tutik yang ikutan merasa tegang akibat tidak sengaja melihat perdebatan antara Tuan dan Nyonya nya. "Bik apa dia akan membunuh ku Bik?" Tanya Aluna masih dengan kondisi gemetar. "Duduklah Nyonya! Biar saya ambilkan air dulu, lain kali kalau bicara di saring dulu saat di depan Tuan Nyonya." Nasihat Bik Tutik, dia sudah seperti ibu bagi Aluna. Bik Tutik masuk ke dapur mengambilkan segelas air putih untuk Aluna yang masih merasa tegang. "Ini Nyonya, minumlah!" Bik Tutik menyodorkan segelas air putih. "Nyonya tenang saja, sekalipun Tuan kejam di luar sana, dia tidak akan mungkin akan sebegitu teganya mencelakai keluarganya sendiri." Kata Bik Tutik mencoba menenangkan hati Nyonyanya. "Itu kan keluarga Bik, sedangkan aku? Aku bukan bagian dari keluarganya Bik." "Tapi Nyonya istrinya Tuan, apa Nyonya lupa?" Bok Tuti mengingatkan Aluna. "Tapi pernikahan ku hanya sebatas pernikahan kontrak saja Bik, Bibi tidak lupa itu kan?" "T

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   83

    "Astaga Nyonya... Apa Nyonya tidak apa-apa?" Tanya Bik Tutik yang ikutan merasa tegang akibat tidak sengaja melihat perdebatan antara Tuan dan Nyonya nya. "Bik apa dia akan membunuh ku Bik?" Tanya Aluna masih dengan kondisi gemetar. "Duduklah Nyonya! Biar saya ambilkan air dulu, lain kali kalau bicara di saring dulu saat di depan Tuan Nyonya." Nasihat Bik Tutik, dia sudah seperti ibu bagi Aluna. Bik Tutik masuk ke dapur mengambilkan segelas air putih untuk Aluna yang masih merasa tegang."Ini Nyonya, minumlah!" Bik Tutik menyodorkan segelas air putih. "Nyonya tenang saja, sekalipun Tuan kejam di luar sana, dia tidak akan mungkin akan sebegitu teganya mencelakai keluarganya sendiri." Kata Bik Tutik mencoba menenangkan hati Nyonyanya. "Itu kan keluarga Bik, sedangkan aku? Aku bukan bagian dari keluarganya Bik.""Tapi Nyonya istrinya Tuan, apa Nyonya lupa?" Bok Tuti mengingatkan Aluna. "Tapi pernikahan ku hanya sebatas pernikahan kontrak saja Bik, Bibi tidak lupa itu kan?""Terlepa

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   82.

    Sibuk dengan deretan kata yang membuat nya bosan hingga tak tertahankan lagi, jiwa kebonya mulai muncul. Mata nya mulai tertutup tak bisa di kendalikan dan tanpa aba-aba, kepala itu pun akhirnya tumbang di atas sandaran sofa empuk milik Tuan Kenzo, jangan lupakan dokumen yang masih ada digenggaman nya di atas pangkuan gadis itu. Tuan Kenzo melihat ke arah Aluna dan menyadari jika gadis itu kini telah berpindah ke alam mimpi. Tuan Kenzo berjalan mendekat ke arah Aluna yang tertidur, dia mengambil dokumen dipangkuan Aluna dan memindahkan nya di atas meja. Sejenak Tuan Kenzo menatap ke arah Aluna yang tertidur dengan begitu pulas nya. Wajahnya tampak tentram dengan mata yang terpejam. Entah berapa detik Tuan Kenzo menatap Aluna tanpa suara dan tidak ada yang tahu apa yang kini sedang ada di pikiran Tuan Kenzo, tidak ada yang tahu apa arti dari tatap itu. Tuan Kenzo akhirnya menghela nafasnya dengan berat dan dengan perlahan dia mulai memperbaiki posisi tidur Aluna dengan begitu hati-

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   81

    Tuan Kenzo menghabiskan makanan nya tanpa tersisa, membuat Aluna membelalakkan matanya tak percaya, pasalnya biasanya suami nya itu akan makan masakan 4 sehat 5 sempurna. Tapi kali ini di luar dugaan karena Tuan Kenzo justru menghabiskan makan instan yang sebenarnya sulit di cerna dengan baik. "Aku akan kembali ke kamar, terima kasih makanan nya." Kata Tuan Kenzo dengan datar, meskipun begitu, hal itu mampu membuat Aluna terkejut untuk yang ke dua kalinya hingga kali ini rasanya Aluna tidak sanggup mengedipkan matanya selama menatap kepergian Tuan Kenzo yang semakin menghilang di antara anak-anak tangga menuju lantai dua. "Astaga ... apa aku tidak salah dengar? tadi Tuan Kenzo mengatakan Terima kasih? itu nyata? nggak mimpi kan? sejak kapan lelaki angkuh, sombong, egois, dan kejam kayak dia mampu mengatakan kata ajaib itu?" Tanya Aluna yang masih saja tidak percaya lantaran Tuan Kenzo yangi lihat nya tadi seperti bukan Tuan Kenzo pada biasanya. "Apa jangan-jangan dia habis kesambet

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   80.

    Menjelang pagi tiba, Tuan Kenzo sudah kembali ke mansion nya. Kali ini dia masuk ke kamarnya dan melihat Aluna yang masih tertidur dengan pulasnya tanpa merasa terganggu sedikitpun dengan kehadiran Tuan Kenzo. Tuan Kenzo hanya menatap sekilas ke arah Aluna dan melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi, dia melepaskan semua pakaian nya dan meletakkan nya di dalam keranjang kotor pakaian. Tuan Kenzo membasuh dirinya menggunakan air hangat dan membiarkan setiap tetes air hangat itu membasahi dan membersihkan tubuhnya dengan sempurna dari sisa-sisa kotor yang membekas akibat kejadian tadi. Tidak berselang lama, Tuan Kenzo pun keluar dari kamar mandi dan langsung menuju walk in closed untuk menggunakan pakaian nya. Di sana dia tidak menyadari jika Aluna ternyata sudah terbangun dari tidurnya dan melihat Tuan Kenzo yang berjalan menuju Walk in closed. "Tuan baru pulang?" Tanya Aluna dengan ragu, meskipun diri ya tidak yakin apakah Tuan Kenzo baru dari luar atau hanya di rumah saj

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   22. Taman Rahasia

    Tuan Kenzo tampak semakin marah tak terkendali, namun alih-alih melampiaskan nya pada Aluna dan menghukum gadis itu, Tuan Kenzo justru berdiri dari duduknya dan kembali pergi meninggal kan mansion itu dengan wajah nya yang sangar namun tak bisa Aluna tebak akan sikap Tuan Kenzo yang tak terbaca itu

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   8. Salah Paham

    "Akkh ... sakit ... tolong lepaskan!" Pinta Aluna yang meringis menahan perih di pergelangan tangan nya."Masuk..!" Satu kata penuh ketegasan juga kemarahan yang memuncak."Aauu ..." Tubuh ramping Aluna terlempar begitu saja di kursi penumpang. Tak lama tubuh besar lain nya ikut masuk dengan nafas

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   7. Kabur?

    Tuan Kenzo pergi meninggalkan Aluna begitu saja saat makanan miliknya sudah habis. Tanpa menghiraukan Aluna yang masih berkutat dengan makanan nya sendiri. "Nyonya kenapa makanan nya hanya diaduk-aduk saja? Apakah Nyonya muda tidak menyukai nya? Saya akan buatkan yang baru untuk nyonya." Kata Bik

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   1 Bukan Pilihan

    "Harus Kenzo katakan berapa kali agar Kakek bisa paham, sampai kapanpun Kenzo tidak akan mau menikah lagi. Sekalipun perempuan itu pilihan kakek." Ucap laki-laki berbadan tinggi besar yang kini sedang duduk tegak di sebuah sofa yang menghadap langsung dengan laki-laki paruhbaya yang dipanggilnya ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status