เข้าสู่ระบบ'Seharusnya kita hidup bahagia. Setelah pernikahan impian kita, kenapa semua ini harus terjadi lagi?'Zhue tak kuasa menahan kesedihan. Membuat dadanya terasa semakin sesak."Zhue, bertahanlah." Yenzing memeluk istrinya erat di tengah dinginnya air laut."Aku ingin pulang bersamamu, Yenzing. Ayo kita kembali ke mansion."Pelukan erat itu seolah menjadi benteng pertahanan terakhir di antara hidup dan mati.Di tengah gelap gulita dasar laut Samudera Atalia yang dingin membeku, Yenzing dan Zhue menyatukan tubuh mereka erat-erat, menumpahkan segala rasa cinta, penyesalan, dan keputusasaan di balik sekat masker selam yang membatasi bibir mereka.Sisa-sisa gelembung udara tipis mengepul perlahan dari regulator, naik ke permukaan air yang bergolak.Lampu senter bawah air milik para penyelam Yakuza menyapu karang-karang tajam dengan binar menyilaukan, hanya berjarak hitungan jengkal dari tempat mereka meringkuk.Suara deru baling-baling alat selam mini milik musuh berdengung samar di dalam a
"Bos, sepertinya ada seorang wanita yang ikut di kapal ini." Seorang pria berpakaian serba hitam menunjuk ke arah pakaian dalam milik Zhue. "Hahahaha! Apa mereka pengantin baru? Berani sekali mereka mengirim sinyal darurat ke daratan! Cari mati mereka!""Cepat cari sampai ketemu! Terutama kapten kapal yang melarikan diri!""Baik Bos.""Jangan hanya mencari di kapal bodoh! Cari juga di laut!""Baik Bos!"Byur! Para Yakuza ikut menyelam di tengah lautan."Yenzing .... " Zhue terus mengikuti arah suaminya pergi.Dinginnya air laut Samudera Atalia langsung meresap pori-pori.Di bawah kegelapan malam yang pekat, mereka berenang secepat kilat menjauhi lambung kapal pesiar, menyelam sedalam mungkin di balik gugusan karang bawah air untuk menyembunyikan jejak."Ke sini." Yenzing memberi isyarat.Dari atas geladak, suara letusan senjata otomatis masih terdengar meredam di dalam air.Tak berselang lama, sebuah ledakan dahsyat mengguncang permukaan laut.DARRR!Kobaran api raksasa melahap h
BUM!Suara hantaman peluru kaliber besar kembali menghujam dinding baja kabin dengan suara berdengung nyaring.Guncangan keras akibat rentetan tembakan dari kapal kargo Yakuza membuat perabot di dalam kamar suite mewah itu bergeser kasar.Zhue, yang tadinya terlelap dalam rasa lelah dan kantuk yang teramat sangat, seketika membuka mata.Jantungnya berdegup kencang seolah mau copot dari rongga dada."Ada apa ini, Yenzing? Siapa yang bermain petasan malam-malam begini? Menggangu orang tidur saja!" teriak Zhue.Yenzing tidak membuang waktu. Pria itu menyambar pakaian Zhue yang berserakan di atas lantai."Zhue, dengarkan aku! Cepat bangun dan ganti pakaianmu! Kita harus pergi dari sini sekarang juga!" perintah Yenzing dengan nada mendesak, keringat dingin membasahi pelipisnya.Zhue menggeleng kuat-kuat, matanya masih tampak sepet dan berair karena kurang tidur.Ia menarik selimut kembali, mengira suaminya sedang mengigau atau mengerjainya di tengah malam."Yenzing, please, jangan ber
"Aku ingin menikmati angin segar. Apa kamu mau ikut?" bisik Yenzing di telinga istrinya. "Perjalanan masih cukup panjang. Kemungkinan besok siang kita sampai ke kampung halaman kedua orang tuaku."Zhue yang kelelahan setelah melayani Yenzing beberapa ronde, tampak kesulitan membuka matanya."Aku lelah. Kamu saja sendiri ya. Aku ingin tidur!" Zhue menarik selimut, menutupi seluruh tubuh polosnya."Oke, aku keluar. Beristirahatlah, Sayang.""Hmm. Hati-hati. Jangan terlalu lama di luar, nanti kamu sakit.""Iya."Cup!Sebuah kecupan hangat dan mesra mendarat di pipi Zhue.Yenzing turun dari ranjang, memakai pakaian satu per satu dan keluar dari kamar.Sebelum menikmati udara malam yang dingin, ia membuat secangkir kopi hitam.Yenzing berdiri santai di geladak depan kapal. Angin laut Atalia yang bertiup kencang menerpa wajahnya.Pemandangan samudera biru luas membentang di sekeliling, menciptakan ketenangan yang begitu didambakan setelah berbulan-bulan dihantui teror maut.Namun, ketenang
"Zhue, kenapa harus pergi jauh-jauh? Kenapa tidak tinggal di kota ini saja?" Freya tak kuasa menahan air matanya melepas gadis cantik yang selalu menemani harinya.Di dalam dekapan, Zhue tersenyum lembut, mengeratkan pelukan itu. "Kak Freya, terima kasih untuk semuanya. Aku ingin memulai hidup yang benar-benar baru bersama Yenzing di tempat asalnya."Freya mengusap air mata, lalu melepas pelukan dan menangkup wajah Zhue. "Janji ya, kalian harus sering-sering video call aku. Jangan sampai putus kontak.""Iya, Kak. Aku janji," jawab Zhue dengan mata berkaca-kaca.Pagi ini di pelabuhan pribadi Diego Foster diwarnai udara laut yang sejuk. Di atas geladak kapal pesiar mewah berukuran sedang milik Diego, Yenzing dan Zhue berdiri berdampingan mengenakan pakaian santai perjalanan.Diego menepuk bahu Yenzing dengan cukup keras, menunjukkan keakraban seorang kakak pada adiknya. Yenzing tersenyum hormat, merapikan ransel di bahunya."Apa kamu sudah benar-benar yakin ingin membawa Zhue ke pu
Keesokan paginya, Zhue dan Yenzing melangkah keluar kamar dengan wajah yang tampak segar bugar.Kulit putih Zhue terlihat bersih berseri, tanpa ada jejak lelah sedikit pun dari malam pertama mereka yang seharusnya menjadi malam paling brutal.Berbeda jauh dengan Freya yang justru terlihat kelelahan dan menguap beberapa kali, akibat semalam suntuk harus melayani keperkasaan sang suami tanpa ampun."Kak," sapa Zhue ramah, melangkah mendekati meja makan.Ibu satu anak itu menoleh perlahan, tersenyum manis meski kedua tangannya tengah sibuk mengaduk kuah sup di dalam panci besar."Ada apa, Zhue?" Freya menatap gadis muda itu dengan mata setengah menyipit menahan kantuk. "Kamu tidak keliatan lelah sama sekali. Berbeda sekali dengan aku saat pertama kali menjadi pengantin baru dulu ...."Ia menoleh sedikit, melirik tajam ke arah Diego yang tengah duduk santai menyeruput kopi hangatnya.Zhue hanya tersenyum simpul, lalu menarik kursi dan duduk berdampingan dengan Yenzing."Sebenarnya ak
Freya terhenyak kaget, langkahnya tertahan di depan pintu klinik saat melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir manis di tengah parkiran.Dua orang pria bertubuh tegap dengan setelan formal tampak berdiri tegak, lalu dengan gerakan serempak melangkah menghampiri Dokter Cantik itu."Nona, kami dat
Dengan langkah gontai yang tak lagi mampu menahan bobot tubuh, Dani ke luar dari ruang kerja Diego.Saat ia mendongak menatap ke depan, sekilas ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal sedang melangkah masuk ke dalam lift."Nadia?" gumamnya tak percaya.Mencurigai ada sesuatu yan
"Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?Namun, Freya sadar s
[Aku menerima tawaran itu]Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.Tidak ada ja







