Share

Bab 83

Penulis: Olivia Yoyet
last update Tanggal publikasi: 2026-07-26 11:46:34

83

Zikria mengamati gadis di hadapannya, yang tengah menyantap kepiting saus lada hitam, dengan sangat lahap. Zikria menahan diri untuk tidak tersenyum, ketika Lova meminta tambahan ayam goreng pada pegawai rumah makan yang mereka datangi.

Zikria melirik ponselnya yang tengah bergetar dan menampilkan nama istrinya. Zikria bangkit dan beranjak ke depan rumah makan, sambil menyapa Asmiratih dengan salam.

"Waalaikumsalam," balas Asmiratih dari seberang lautan. "Di mana, Bang?" tanyanya.

"Di temp
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 85

    85Asmiratih menggigit bibir bawah, saat mendengar omelan panjang Zikria dari seberang telepon. Meskipun tahu dirinya salah, tetapi Asmiratih tetap kesal diceramahi seperti itu.Asmiratih tidak menyahut dan tetap diam. Dia menjauhkan ponsel dari telinga kanan dan memasang ekspresi kesal, sembari menirukan cara bicara Zikria. Asmiratih tertegun saat suara lelakinya menghilang, kemudian dia memasang speaker."Sudah selesai ngomelnya?" tanya Asmiratih dengan nada suara tinggi. "Aku nggak ngomel, cuma ceramah," jawab Zikria."Berhenti khotbah, Bang. Aku muak!" "Aku mesti begitu, karena kamu istriku dan harus diarahkan." "Aku nggak mau diatur. Abang juga nggak mau, kan, aku atur?" "Apa maksudmu?" "Urus saja diri Abang sendiri! Jangan sok ngatur aku!" "Dek, kamu kenapa?" "Sudah kubilang tadi. Aku muak diatur!" "Aku nggak bermaksud ngatur. Aku cuma ...." "Urus aja gundik Abang itu!" Asmiratih menekan tanda merah di layar ponsel, lalu dia mematikan benda itu dan kedua telepon gengga

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 84

    84Zikria berulang kali mengecek jam dinding, untuk menghitung perbedaan waktu antara Jakarta dengan Shanghai. Zikria tidak bisa menghubungi Asmiratih, yang menurut keterangan Ferlita, tengah menemani Yao Scott ke acara penting.Zikria bingung, karena baru kali itu Asmiratih pergi tanpa mengabarinya. Padahal perempuan tersebut biasanya selalu meminta izin padanya, bila hendak menghadiri suatu acara.Zikria sudah menghubungi ketiga nomor ponsel istrinya. Namun, tidak ada satu pun yang aktif. Zikria makin khawatir, karena waktu sudah menunjukkan jam 11 malam, yang artinya di Shanghai saat itu sudah jam 00 dini hari. Zikria menimbang'nimbang dalam hati, sebelum meneguhkan diri untuk menelepon Yao Scott. Namun, pria itu juga tidak bisa dihubungi dan menjadikan Zikria kian cemas. Pria berkaus hitam itu akhirnya menelepon Chan Emily dan menerangkan situasinya. Perempuan paruh baya itu berjanji akan mencari keberadaan Asmiratih, melalui banyak koneksinya.Zikria beralih menghubungi Zhu Had

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 83

    83Zikria mengamati gadis di hadapannya, yang tengah menyantap kepiting saus lada hitam, dengan sangat lahap. Zikria menahan diri untuk tidak tersenyum, ketika Lova meminta tambahan ayam goreng pada pegawai rumah makan yang mereka datangi. Zikria melirik ponselnya yang tengah bergetar dan menampilkan nama istrinya. Zikria bangkit dan beranjak ke depan rumah makan, sambil menyapa Asmiratih dengan salam."Waalaikumsalam," balas Asmiratih dari seberang lautan. "Di mana, Bang?" tanyanya. "Di tempat makan seafood, yang seberang gerbang cluster 1," terang Zikria. "Pantes, berisik." "Rame, Dek. Sederet ruko ini, penuh." "Ke sana, sama siapa?" "Lova. Kami habis ketemuan sama Reksa. Yang aku omongin kemaren itu." Asmiratih terdiam. Sudut hatinya tercubit, karena ternyata Zikria tengah bersama Lova. "Ehm, berdua aja?" "Enggak. Sama Kaelan." Zikria tertegun sesaat, lalu dia berkata, "Jangan cemburu." "Sudah telanjur." "Aku selalu jujur." "Iya, aku tau. Tapi ... rasanya tetap nggak nya

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 82

    82Beberapa orang pria yang berada di dalam ruang VIP restoran mewah di kawasan Jakarta Pusat, serentak berdiri saat sepasang manusia muncul dari pintu yang dibukakan pegawai restoran.Aiden mengulurkan tangan kanan yang dijabat Zikria dengan tegas. Kemudian Aiden beralih menyalami Lova. Disusul Vandi dan Seno. Zikria memandangi Dodi yang tengah berdiri di sudut kiri meja. Mereka bersalaman, lalu giliran Reksa yang menyalami pria berkemeja denim pas badan. Lova langsung duduk di kursi samping kanan Aiden. Dia enggan bersalaman dengan kedua pria di seberang meja, yang membuatnya kembali teringat peristiwa beberapa bulan silam.Zikria duduk di samping kanan Lova. Dia menoleh ke kiri saat gadis itu menggeser kursinya mendekat, hingga lengan mereka bersentuhan. Zikria mengarahkan pandangan pada Aiden yang menawarinya untuk memesan makanan. "Aku cuma mau desert dan kopi susu," pinta Zikria."Va, kamu mau apa?" tanya Aiden."Cake dan teh manis hangat," jawab Lova. "Enggak pesan makanan u

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 81

    81Rombongan orang berkaus putih yang tengah jalan santai di sepanjang tepi jalur utama itu, menjadi tontonan warga sekitar. Beberapa penonton yang mengenali Zulfi dan Sabrina, melambaikan tangan sambil menyapa keduanya dengan hangat.Zulfi dan Sabrina pernah menetap di area resor BPAGK selama dua tahun, saat tempat itu tengah dibangun, belasan tahun silam. Pasangan tersebut tidak pernah menerangkan status mereka sebagai bagian keluarga konglomerat Adhitama. Identitas itu baru terkuak saat mereka mengadakan acara perpisahan, beberapa hari sebelum kembali pindah ke Jakarta. Sekelompok sekuriti ketiga resor yang menggunakan sepeda, bertugas memvideokan acara jalan-jalan itu, sekaligus membagikan botol air mineral ke seluruh peserta. Kala para bocah mulai merengek capek, semua ajudan langsung mengangkut anak-anak guna menaiki beberapa mobil bak terbuka, yang disopiri para Ibu hamil. Rombongan itu berhenti di depan tanah kosong yang telah dibersihkan. Mereka berbondong-bondong menuju t

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 80

    80*Grup GUNZ All Crew* Chou Hao-ran : @W, balikin istri dan anakku! Han Lionell : Bang W di Guangzhou? Jauzan : Enggak. Dia ada di Jakarta. Tadi pagi kami baru beres meeting. Arudra : @Jauzan. Abang kita itu makhluk astral.Biantara : Hobinya gentayangan. Dhruvi : Pagi di Jakarta. Siang, di Manila. Drew : Sore di Singapura. Malam sudah di Ghana.Dimas : Besoknya sudah di Gunung Sahara. Deswin : Nyamar jadi iguana. Datta Margana : Bang W memang bunglona.Deishan Chandrama : Sulit diprediksi kehadirannya. Denave Martaka : Tidak bisa terdeteksi keberadaannya.Dirgantara : Aku masih loading. Gimana istri dan anak-anak Koko Hao-ran bisa diculik Bang W?Diva Lavida : Aku ada lihat mobil Ayah W lewat depan rumah. Bawa pasukan bocah. Derrick Aldiano Kaindra : Tumben cuma 1 mobil? Dita Riskania : Ada 6 yang keluar. Salah satunya jemput ketiga anakku. Nggak tahu diajak ke mana. Pengasuhnya pun diangkut.Deandre Randhika : Paling cuma diajak berenang. Diraya Danadyaksha : Atau main l

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 07

    07Kehadiran Zikria di kamar perawatannya sore itu, ditanggapi Lova dengan dingin. Dia mengabaikan Zikria yang tengah berbincang dengan Papa dan mamanya. Akan tetapi, ketika Zikria menyebut tentang keinginan Wirya untuk bertemu dengan Shaka, Lova sontak memandangi pria beralis tebal, yang telah m

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 06

    06Asmiratih menunduk sambil memilin jemari di pangkuannya. Gadis berkulit putih itu masih syok, seusai mendengarkan penjelasan Shaka, tentang penyakit yang diderita Lova, sejak 2 tahun terakhir. Asmiratih tidak menyangka bila Lova tengah berjuang untuk memulihkan kondisinya, seusai operasi yang di

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 05

    05Jalinan waktu terus bergulir. Rombongan Indonesia telah pulang ke tanah air sejak kemarin sore. Zikria mengistirahatkan badannya terlebih dahulu. Lalu, malam itu dia mendatangi kediaman Shaka Padmana, dengan ditemani ajudannya, Zulfan Yasa Zahid.Setibanya di tempat tujuan, Zikria mulai gugup. T

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 04

    04 Sekelompok orang saling menatap, sesaat setelah mendengarkan penuturan Zikria dan Asmiratih. Paras keduanya tampak semringah dan mereka nyaris tidak berhenti tersenyum. Aditya mendekatkan badannya ke kiri. Dia berbisik-bisik dengan Wirya, kemudian Aditya juga membisikkan hal itu pada Alodita d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status