Share

BAB 14

Penulis: LucioLucas
last update Tanggal publikasi: 2025-10-16 08:00:25

Terlahir sebagai anak konglomerat dengan tanggung jawab besar, Carlo terbiasa bekerja keras. Kalau bukan karena Carter yang tidak bisa bekerja saat siang, ia pasti tidak akan sesibuk ini. Seharusnya sebagai saudara mereka bisa saling bantu, bekerja sama, demi perusahaan agar semakin baik.

Nyatanya ia merasa berusaha sendirian. Sering kali ia mengeluh pada orang tuanya, menganggap mereka terlalu pilih kasih antara dirinya dan Carter, tapi jawaban yang diberikan tidak memuaskannya.

<
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 128

    Mila mengerjap, berusaha memfokuskan pandangan. “Khaelia?”“Iya, ini aku. Ayo, aku antar kamu pulang. Orang tuamu bisa mengamuk kalau tahu keadaanmu seperti ini.”Khaelia mengulurkan tangan untuk memapah Mila, tapi dua laki-laki mendorongnya pergi.“Siapa kamu? Mila sedang bersama kami.”“Tidak ada yang boleh ikut campur urusan kami.”“Kecuali kamu mau ikut serta. Aku lihat kamu lebih cantik dari Mila. Ayo, Sayang. Ikut kami ya?”Satu orang dengan kurang ajar ingin meremas dada Khaelia. Dengan gesit Khaelia mengelak, mengayunkan kaki untuk menendang selangkangannya.“Aduh, sialan! Perempuan brengsek!”Clovis memerintahkan anak buahnya mencegah perkelahian. Membantu Khaelia membawa Mila yang mabuk keluar dari klub dan menahan para pengunjung kurang ajar itu.Tiba di teras, Mila muntah-muntah dan Khaelia mengernyit bingung.“Apa-apaan dia

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 127

    Clovis mendengarkan laporan manajer klub di depannya tentang apa yang terjadi dengan klub selama ia tidak ada. Beberapa hari ini ia disibukkan dengan ujian, membuatnya tidak ada waktu untuk datang.“Beberapa teman Tuan datang, ingin service VIP. Kami berikan dan mereka terlibat perkelahian membuat beberapa barang pecah.”“Berikan nama-namanya, biar aku yang membuat perhitungan dengan mereka. Ada lagi?”“Tentang distributor minuman, mereka menginginkan keputusan.”“Oke, lusa aku kabari. Kamu beritahu mereka untuk menunggu. Minta pramusaji membawakan contoh minuman untukku.”“Baik, Tuan.”Manajer membungkuk lalu menghilang. Clovis memutar tubuh di tempat duduknya, mengedarkan pandangan ke sekeliling yang ramai dan padat. Klub ini awalnya bukan miliknya, ia hanya pelanggan biasa yang hampir tiap hari datang. Pemiliknya mengeluh masalah keuangan dan memutuskan ingin menjual klu

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 126

    Setelah Carter dan Kaspia menghilang di balik pintu, Eiwa mengalihkan pandangan pada Khaelia. Mengamati secara terang-terangan wajah cantik dengan sikap lembut yang tidak dibuat-buat. Ia banyak mendengar cerita dari Celila tentang Khaelia yang merawat dengan sabar dan tekun saat berobat di luar negeri. Sampai sekarang mereka masih bergantung pada darah Khaelia untuk membantu Celila.“Khaelia, kamu anak yang baik dan sopan. Aku menyukaimu karena itu, juga karena hal lain. Kamu banyak membantu Celila dan juga cucuku. Kenapa membuat kami kecewa dengan memacari Carter?”Teguran Eiwa yang lemah lembut lebih menusuk bagi Khaelia dibandingkan dengan amukan Kaspia. Sebagai sesama perempuan, ia mengerti kenapa Eiwa marah.“Maaf, Nyonya, karena sudah membuat Anda kecewa. Tapi—”“Tapi apa? Sudah terlanjur cinta?”Khaelia mengangguk sambil memejam. “Iya, sudah terlanjur jatuh cinta. Saya tidak mungkin berhenti ap

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 125

    “Karenia, semua orang juga tahu kalau Carlo sudah sadar dan sekarang memilih untuk bersama Sofia. Kabar mereka berbulan madu bukan bualan belaka. Semestinya kamu dan Carter tidak takut lagi, bukan?”Karenia mendesah, menyugar rambut dan mengamati pantai yang terbentang di hadapannya. Ia pun berharap sama dengan perkataan Joice, begitu Carlo dan istrinya mesra maka Carter akan mendekatinya, tapi kenyataan ternyata tidak sesuai keinginannya.“Carter sudah terlanjur jatuh cinta dengan sekretaris bodoh itu.”Joice terdiam sesaat, mencerna informasi dari Karenia. “Maksudmu Carter menjalin hubungan dengan Khaelia?”“Iya, aku juga baru tahu dari Sofia. Foto-foto Carter dan si sekretaris sedang berciuman pun sudah aku dapatkan. Entah apa yang dilihat Carter dari si miskin itu. Memang tubuhnya seksi, wajahnya pun cantik, tapi banyak perempuan di Soul Hills punya kriteria yang sama. Banyak juga yang tidak kalah cantik dari

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 124

    “Karenia, semua orang juga tahu kalau Carlo sudah sadar dan sekarang memilih untuk bersama Sofia. Kabar mereka berbulan madu bukan bualan belaka. Semestinya kamu dan Carter tidak takut lagi, bukan?”Karenia mendesah, menyugar rambut dan mengamati pantai yang terbentang di hadapannya. Ia pun berharap sama dengan perkataan Joice, begitu Carlo dan istrinya mesra maka Carter akan mendekatinya, tapi kenyataan ternyata tidak sesuai keinginannya.“Carter sudah terlanjur jatuh cinta dengan sekretaris bodoh itu.”Joice terdiam sesaat, mencerna informasi dari Karenia. “Maksudmu Carter menjalin hubungan dengan Khaelia?”“Iya, aku juga baru tahu dari Sofia. Foto-foto Carter dan si sekretaris sedang berciuman pun sudah aku dapatkan. Entah apa yang dilihat Carter dari si miskin itu. Memang tubuhnya seksi, wajahnya pun cantik, tapi banyak perempuan di Soul Hills punya kriteria yang sama. Banyak juga yang tidak kalah cantik dari

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 123

    Alunan musik jazz yang syahdu dari seorang penyanyi perempuan terdengar di klub jazz pinggir pantai. Denting peralatan makan beradu, dengung obrolan bercampur dengan debur ombak. Semua yang ada di sana memakai gaun indah untuk para perempuan dan jas untuk para laki-laki. Menyediakan koktail dan makanan ala Prancis dengan pelayanan terbaik untuk para pelanggan. Hanya orang tertentu yang bisa datang ke restoran, dan biasanya sudah terdaftar sebagai anggota.Dua perempuan cantik duduk berhadapan di ruang dalam. Keduanya memesan koktail dan camilan, tidak ingin makan berat karena datang memang untuk bicara. Perempuan yang memakai gaun hitam pendek mengusap anting-anting panjang di telinganya. Kalung berlian menghiasi lehernya yang indah. Ia menatap Joice yang sore ini tidak kalah cantik dengan gaun koktail putih. Tidak peduli dengan sekeliling, keduanya saling pandang dalam diam.“Jangan bilang kamu mengajakku bertemu hanya untuk makan camilan?” Joice membuka p

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 3

    Laki-laki muda dan tampan itu bernama Carter June Solitaire. Tidak banyak yang tahu kalau ia adalah anak kedua dari keluarga Solitaire yang merupakan pemilik saham terbanyak sekaligus pimpinan di Capital Group. Carter yang berambut sehitam arang dan bermata tajam, saat ini sedang memandang seorang

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 2

    Khaelia bergegas mengikuti Bosman menuju lift. Sedikit lega karena bossnya ternyata tidak setua bayangannya. Lobi dalam keadaan masih cukup ramai, ia menduga mereka adalah para pekerja yang sedang lembur. Tanpa sadar Khaelia mengamati Bosman diam-diam dan menyadari kalau kulit laki-laki itu cenderu

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 1

    Warning : Adult roman story 21+Nama kota itu adalah Devil Town, tidak ada yang tahu bagaimana asal muasal nama itu diberikan. Kota iblis yang bagi banyak penduduknya memang perpaduan surga bagi orang kaya dan neraka bagi mereka yang tiak punya apa-apa.Devil Town merupakan kota besar dengan gedung

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 8

    Khelia sedang melintasi lobi yang hari ini cukup ramai saat ponselnya bergetar. Ada notifikasi yang tidak dikenalnya dan ternyata pemberitahuan uang masuk. Ia terbelalak karena tidak menyangka gajinya akan sebesar ini. Hampir lima kali lipat dari gaji di perusahaan terdahulu. Ia sudah tahu gajinya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status