Share

BAB 14

Penulis: LucioLucas
last update Tanggal publikasi: 2025-10-16 08:00:25

Terlahir sebagai anak konglomerat dengan tanggung jawab besar, Carlo terbiasa bekerja keras. Kalau bukan karena Carter yang tidak bisa bekerja saat siang, ia pasti tidak akan sesibuk ini. Seharusnya sebagai saudara mereka bisa saling bantu, bekerja sama, demi perusahaan agar semakin baik.

Nyatanya ia merasa berusaha sendirian. Sering kali ia mengeluh pada orang tuanya, menganggap mereka terlalu pilih kasih antara dirinya dan Carter, tapi jawaban yang diberikan tidak memuaskannya.

<
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 136

    Tiba di rumah keluarga Solitare, sudah banyak orang yang berkumpul. Emima dan kedua orang tuanya juga datang, termasuk beberapa sepupu lainnya. Ruang makan yang biasanya hanya dihuni enam orang kini penuh sesak. Carter memeluk orang tuanya, Celila, dan bertukar salam dengan Carlo, lalu berpamitan untuk mandi dan berganti pakaian. Ia menyeret Khaelia diam-diam ke kamarnya.“Tuan, mau mandi kok minta ditemani?” protes Khaelia.Carter menghimpitnya ke pintu dan melumat bibirnya. Jemarinya bergerak menangkup dada Khaelia.“Pengin cium kamu dulu, Khaelia. Kejam sekali kamu ini, enggak ngasih ciuman padahal baru saja berpisah.”Khaelia terengah oleh serangan ciuman Carter di bibirnya. Kancing blusnya dibuka dan dadanya menyebul keluar. Carter menunduk untuk mengecup, meremas dada, serta mengisap putingnya. Suara desahan memenuhi ruangan.“Tuan, enggak boleh. Banyak orang menunggu,” Khaelia berjuang keluar dari gairah a

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 135

    Carter pulang setelah bepergian selama satu bulan. Banyak staf yang kembali lebih dulu, sedangkan Carter ditemani oleh Ernest yang terbang belakangan untuk meninjau banyak perusahaan. Khaelia meminta izin pada Bosman untuk menjemput. Tentu saja diizinkan tanpa banyak tanya. Menggunakan mobil besar bersama seorang sopir, Khaelia menunggu kekasihnya di bandara bersama ribuan orang lainnya. Rasa rindunya menyergap, tak sabar ingin bertemu pujaan hati. Selama sebulan ini ia sudah belajar banyak hal dan berharap bisa membuat Carter terkesan serta bangga padanya.Berdiri di antara orang-orang yang berlalu-lalang, dada Khaelia berdebar keras dalam penantian. Matanya celingak-celinguk mencari sosok yang dirindukannya. Hingga akhirnya sosok Carter muncul menyeret koper, diikuti Ernest dan beberapa staf di belakangnya. Khaelia tersenyum lebar, membuka kedua lengannya dan langsung masuk ke dalam pelukan Carter.“Tuan, saya kangen sekali.”Carter menggendong Kha

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 134

    Carter membuang muka, tidak ingin memandang perempuan yang setengah telanjang di depannya. Rasa kecewa menyelimutinya karena sikap Karenia yang terhitung sangat murahan. Apa yang terjadi dengan perempuan ini sampai berani berbuat nekat? Apakah Karenia tidak lagi menggunakan otaknya untuk berpikir secara jernih? Membalikkan tubuh untuk memunggungi Karenia, Carter mendesah lalu berujar dengan dingin.“Pakai jasmu dan pergi dari sini!”Karenia menggeleng, mengulurkan tangan ingin menyentuh bahu Carter yang kokoh. Jauh-jauh ia datang, melemparkan semua harga diri ke dasar bumi hanya untuk bersama Carter. Ia tidak akan membuang kesempatan ini.“Tidak! Aku nggak akan ke mana-mana,” jawabnya dengan suara bergetar.“Karenia, apa kamu masih waras?” bentak Carter dengan tatapan tertuju pada dinding.“Aku memang gila, Carter. Sangat gila dengan kamu sampai-sampai dadaku meledak dalam rasa cemburu karena kamu memilih p

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 133

    Celila menghela napas panjang, mendengar pembicaraan Sofia dengan staf di luar negeri. Bagaimana Sofia bisa tahu nomor ponsel staf itu, ia menduga Carlo yang memberikannya. Apakah mereka memata-matai Carter?“Khaelia, jangan kuatir. Kita akan membereskan Karenia.”Khaelia menoleh. “Saya nggak kuatir, Nyonya. Saya percaya dengan Tuan Carter.”“Sudah seharusnya begitu. Adikku itu laki-laki yang baik dan setia kalau sedang menjalin hubungan dengan perempuan. Kehidupan sehari-harinya memang terlihat glamor dan bagi orang yang tidak tahu, beranggapan Carter itu playboy. Sebenarnya tidak begitu.”“Saya paham soal itu.”“Percayalah, aku senang adikku bersamamu daripada Karenia.”Khaelia belum sempat bertanya alasan Celila lebih menyukainya daripada Karenia karena Sofia mendatangi mereka. Duduk di depan Celila, istri Carlo itu menggeleng dengan raut wajah memerah.“Kalian pasti

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 132

    Khaelia tercengang, begitu juga orang lain yang ada di meja. Tidak biasanya Clovis yang pendiam jadi banyak bicara seperti sekarang, terutama demi membela Khaelia. Seluruh pandangan kini tertuju pada Clovis, bahkan Khaelia pun tidak bisa menyembunyikan kekagetannya. Ia berterima kasih karena dibela, tapi ini mengejutkan semua orang.“Clovis, Sayang. Mama senang dengar kamu bela Khaelia. Rupanya kamu sudah bisa menilai orang lain, Sayang.” Eiwa tersenyum pada anak bungsunya.Clovis memutar bola mata. “Aku merasa kalian yang berlebihan. Kalau Kak Carter suka, Khaelia juga ingin bersamanya, kenapa kalian larang? Biarkan saja. Kalau bosan juga putus.”“Cerdas!” sela Carlo. “Aku sepakat. Nggak usah dilarang, biarkan saja dan kalau nggak serius pasti juga putus.”“Lagi pula, Papa kurang adil kalau cuma memperingatkan Khaelia. Ingat, Pa. Anak Papa itu laki-laki, harusnya Carter yang diberi peringatan untuk ti

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 131

    Khaelia menerima panggilan dari keluarga Solitaire. Undangan untuk datang ke rumah yang besar dan megah itu. Di saat Carter tidak ada di kota ini, mereka memintanya bertemu. Sudah bisa dipastikan untuk membahas hubungannya dengan Carter. Padahal, hubungannya bukan sesuatu yang tabu. Ia dan Carter sama-sama masih sendiri, tapi perbedaan status membuat semuanya menjadi terlarang.Khaelia memutuskan untuk pergi menghadapi apa pun yang terjadi, diantar oleh sopir kekasihnya.“Nona, silakan ke ruang makan.”Seorang pelayan berseragam menuntunnya masuk. Khaelia mengangguk, mengikuti pelayan perempuan itu menuju ruang makan yang bisa jadi adalah tempat pembantaian untuknya. Semua orang berkumpul, mulai dari Eiwa, Kaspia, Carlo, Sofia, dan Clovis. Semuanya mengenakan pakaian terbaik mereka untuk makan malam. Yang mengejutkan adalah kehadiran Celila di tengah-tengah mereka. Duduk diapit oleh Carlo dan Clovis, tersenyum menyambut Khaelia.“Aku sen

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 2

    Khaelia bergegas mengikuti Bosman menuju lift. Sedikit lega karena bossnya ternyata tidak setua bayangannya. Lobi dalam keadaan masih cukup ramai, ia menduga mereka adalah para pekerja yang sedang lembur. Tanpa sadar Khaelia mengamati Bosman diam-diam dan menyadari kalau kulit laki-laki itu cenderu

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 1

    Warning : Adult roman story 21+Nama kota itu adalah Devil Town, tidak ada yang tahu bagaimana asal muasal nama itu diberikan. Kota iblis yang bagi banyak penduduknya memang perpaduan surga bagi orang kaya dan neraka bagi mereka yang tiak punya apa-apa.Devil Town merupakan kota besar dengan gedung

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 8

    Khelia sedang melintasi lobi yang hari ini cukup ramai saat ponselnya bergetar. Ada notifikasi yang tidak dikenalnya dan ternyata pemberitahuan uang masuk. Ia terbelalak karena tidak menyangka gajinya akan sebesar ini. Hampir lima kali lipat dari gaji di perusahaan terdahulu. Ia sudah tahu gajinya

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 7

    Carter mendesah, merasakan hasrat menyerbunya hanya karena teringat Khaelia. Ia harus menyingkirkan semua pikiran buruk kalau ingin Khaelia betah di tempatnya bekerja. Ia kehilangan sekretaris lamanya karena laki-laki muda itu tidak kuat bergadang terus menerus, berganti lagi dengan perempuan dan h

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status