LOGINRanjang besar itu sedikit bergoyang saat dua orang di atasnya sedang bersetubuh dengan keras dan cepat. Khaelia menelungkup dalam keadaan telanjang, menekuk kaki dan menahan pinggulnya ke atas, membiarkan Carter memasukinya dari atas.
Posisi seperti ini awalnya sedikit menyulitkannya dalam bergerak tapi lambat laun ia menyukainya. Tangannya terulur kedepan, mencengkeram permukaan kasur yang halus untuk menahan gerakan tubuhnya. Mendesah sambil menunduk karena tekanan kuat di belakang t
Persiapan pernikahan ditangani langsung oleh Eiwa, Celila, dan Khaelia. Mereka menggunakan wedding organizer yang terkenal, meski begitu tetap saja harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan mulai dari dekorasi, gaun, hidangan, dan hal lainnya.“Nanti kamu kelelahan kalau ikut mengatur ini dan itu,” Khaelia memperingatkan Celila yang sibuk membantunya memilih buket bunga.Celila menggeleng. “Kamu salah, Khaelia. Justru aku bahagia karena dengan adanya pernikahan kalian membuatku sibuk dan mengalihkan dari rasa sedih. Semenjak kecelakaan, aku tidak tahu di mana suamiku. Ada yang bilang dia sengaja menghilang untuk menghindariku. Banyak juga yang bilang dia mati. Sedangkan aku akan tetap menunggu entah sampai kapan, untuk melihatnya datang dan memeluk anak kami.”Khaelia tersentuh dengan penuturan Celila. Setelah itu ia tidak lagi melarangnya terlalu sibuk, hanya memberi sedikit peringatan untuk tidak terlalu lelah.Sofia
Pernikahan mewah keluarga konglomerat Solitare diadakan secara tertutup di sebuah pulau pribadi yang sangat eksklusif. Tidak banyak mengundang tamu, hanya kerabat keluarga, klien bisnis papan atas, dan sahabat dekat yang memegang undangan khusus. Wartawan yang ingin meliput dari jarak jauh hanya diberi kesempatan singkat untuk mengambil beberapa foto dari luar area penjagaan, dan setelah itu langsung diusir secara tegas oleh tim keamanan berbaju hitam yang jumlahnya sangat banyak di sekitar dermaga.Sementara itu di markas utama perusahaan, seluruh pegawai Capital Group dibuat terkejut setengah mati saat tahu Carter akan segera menikah dengan sekretaris pribadinya sendiri. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau Khaelia akan mampu menaklukkan hati seorang pewaris kaya raya yang terkenal dingin dan sulit didekati, padahal selama ini wanita itu terlihat sangat sederhana sebagai perempuan biasa. Di lorong-lorong kantor dan kantin, gosip berembus sangat kencang; banyak yang memu
Khaelia tersentuh dengan ajakan Carter. Ia sepakat untuk mengajak kekasihnya ke makam orang tuanya dan juga bertemu paman serta bibinya. Mereka berangkat ke makam selesai sarapan, dilanjutkan pergi ke rumah paman dan bibi. Malam sebelumnya Khaelia sudah memberi kabar akan datang bersama kekasihnya.“Kamu punya pacar? Orang mana? Pekerjaannya apa? Tinggal di mana? Cari yang pekerjaannya stabil, jangan sampai hidup susah saat menikah nanti.”Rentetan pertanyaan sang bibi hanya dijawab seperlunya saja. Khaelia tidak ingin mengatakan siapa dan di mana tempat tinggal Carter. Lebih baik bertemu secara langsung agar paman dan bibinya bisa menilai sendiri. Lagipula sampai saat ini belum ada pembicaraan tentang pernikahan dengan Carter. Khaelia sendiri menikmati hubungan yang ada tanpa banyak berharap.Ternyata saat tiba di rumah paman dan bibinya, Mila pun ada di sana. Saat Khaelia memperkenalkan Carter, semua keluarganya ternganga.“Paman, Bibi
Carter memutuskan untuk mengubah pola hidupnya secara drastis dengan bekerja di jam normal. Ia mencoba menahan rasa kantuk yang berat saat siang hari, dan berusaha tidur dengan nyaman pada malam hari. Proses transisi ini jelas tidak mudah bagi seorang yang terbiasa terjaga di malam hari. Namun, dengan bantuan Khaelia yang selalu setia menemani dan menenangkannya setiap kali malam tiba, secara perlahan tapi pasti Carter bisa terlelap tanpa gangguan.Khaelia belajar bagaimana caranya memijat secara khusus, membuat Carter merasa rileks lewat sentuhan-sentuhan lembut di bahu, kepala, dan anggota tubuh lainnya. Ia melatih jemarinya agar tekanan yang diberikan pas, menembus rasa lelah di tubuh kekasihnya."Pijatan dengan minyak aromaterapi membantu Tuan tidur dengan lebih lelap," bisik Khaelia lembut seraya meratakan minyak beraroma lavender di tengkuk Carter.Khaelia tidak pernah menyerah untuk membantu Carter menjalani hari secara normal layaknya orang kebanyakan. S
Tiba di rumah keluarga Solitare, sudah banyak orang yang berkumpul. Emima dan kedua orang tuanya juga datang, termasuk beberapa sepupu lainnya. Ruang makan yang biasanya hanya dihuni enam orang kini penuh sesak. Carter memeluk orang tuanya, Celila, dan bertukar salam dengan Carlo, lalu berpamitan untuk mandi dan berganti pakaian. Ia menyeret Khaelia diam-diam ke kamarnya.“Tuan, mau mandi kok minta ditemani?” protes Khaelia.Carter menghimpitnya ke pintu dan melumat bibirnya. Jemarinya bergerak menangkup dada Khaelia.“Pengin cium kamu dulu, Khaelia. Kejam sekali kamu ini, enggak ngasih ciuman padahal baru saja berpisah.”Khaelia terengah oleh serangan ciuman Carter di bibirnya. Kancing blusnya dibuka dan dadanya menyebul keluar. Carter menunduk untuk mengecup, meremas dada, serta mengisap putingnya. Suara desahan memenuhi ruangan.“Tuan, enggak boleh. Banyak orang menunggu,” Khaelia berjuang keluar dari gairah a
Carter pulang setelah bepergian selama satu bulan. Banyak staf yang kembali lebih dulu, sedangkan Carter ditemani oleh Ernest yang terbang belakangan untuk meninjau banyak perusahaan. Khaelia meminta izin pada Bosman untuk menjemput. Tentu saja diizinkan tanpa banyak tanya. Menggunakan mobil besar bersama seorang sopir, Khaelia menunggu kekasihnya di bandara bersama ribuan orang lainnya. Rasa rindunya menyergap, tak sabar ingin bertemu pujaan hati. Selama sebulan ini ia sudah belajar banyak hal dan berharap bisa membuat Carter terkesan serta bangga padanya.Berdiri di antara orang-orang yang berlalu-lalang, dada Khaelia berdebar keras dalam penantian. Matanya celingak-celinguk mencari sosok yang dirindukannya. Hingga akhirnya sosok Carter muncul menyeret koper, diikuti Ernest dan beberapa staf di belakangnya. Khaelia tersenyum lebar, membuka kedua lengannya dan langsung masuk ke dalam pelukan Carter.“Tuan, saya kangen sekali.”Carter menggendong Kha
Laki-laki muda dan tampan itu bernama Carter June Solitaire. Tidak banyak yang tahu kalau ia adalah anak kedua dari keluarga Solitaire yang merupakan pemilik saham terbanyak sekaligus pimpinan di Capital Group. Carter yang berambut sehitam arang dan bermata tajam, saat ini sedang memandang seorang
Khaelia bergegas mengikuti Bosman menuju lift. Sedikit lega karena bossnya ternyata tidak setua bayangannya. Lobi dalam keadaan masih cukup ramai, ia menduga mereka adalah para pekerja yang sedang lembur. Tanpa sadar Khaelia mengamati Bosman diam-diam dan menyadari kalau kulit laki-laki itu cenderu
Warning : Adult roman story 21+Nama kota itu adalah Devil Town, tidak ada yang tahu bagaimana asal muasal nama itu diberikan. Kota iblis yang bagi banyak penduduknya memang perpaduan surga bagi orang kaya dan neraka bagi mereka yang tiak punya apa-apa.Devil Town merupakan kota besar dengan gedung
Khelia sedang melintasi lobi yang hari ini cukup ramai saat ponselnya bergetar. Ada notifikasi yang tidak dikenalnya dan ternyata pemberitahuan uang masuk. Ia terbelalak karena tidak menyangka gajinya akan sebesar ini. Hampir lima kali lipat dari gaji di perusahaan terdahulu. Ia sudah tahu gajinya







