Share

BAB 9

Author: LucioLucas
last update publish date: 2025-10-11 23:11:21

Permintaan Carter membuat Khaelia tersenyum malu, namun ada keberanian yang tiba-tiba muncul dari dalam dirinya. Ia mendekat, menatap mata pria itu sejenak, sebelum bibirnya mendarat lembut di bibir sang bos. Satu kecupan singkat seolah tak cukup. Ada rasa yang menuntut lebih, hingga Khaelia menekan bibirnya lebih dalam, mengulum lembut dan membiarkan desiran halus mengalir di seluruh tubuhnya. Suasana di ruangan itu berubah, seolah udara dingin yang tadi menusuk perlahan mencair di antara mere
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 138

    Khaelia tersentuh dengan ajakan Carter. Ia sepakat untuk mengajak kekasihnya ke makam orang tuanya dan juga bertemu paman serta bibinya. Mereka berangkat ke makam selesai sarapan, dilanjutkan pergi ke rumah paman dan bibi. Malam sebelumnya Khaelia sudah memberi kabar akan datang bersama kekasihnya.“Kamu punya pacar? Orang mana? Pekerjaannya apa? Tinggal di mana? Cari yang pekerjaannya stabil, jangan sampai hidup susah saat menikah nanti.”Rentetan pertanyaan sang bibi hanya dijawab seperlunya saja. Khaelia tidak ingin mengatakan siapa dan di mana tempat tinggal Carter. Lebih baik bertemu secara langsung agar paman dan bibinya bisa menilai sendiri. Lagipula sampai saat ini belum ada pembicaraan tentang pernikahan dengan Carter. Khaelia sendiri menikmati hubungan yang ada tanpa banyak berharap.Ternyata saat tiba di rumah paman dan bibinya, Mila pun ada di sana. Saat Khaelia memperkenalkan Carter, semua keluarganya ternganga.“Paman, Bibi

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 137

    Carter memutuskan untuk mengubah pola hidupnya secara drastis dengan bekerja di jam normal. Ia mencoba menahan rasa kantuk yang berat saat siang hari, dan berusaha tidur dengan nyaman pada malam hari. Proses transisi ini jelas tidak mudah bagi seorang yang terbiasa terjaga di malam hari. Namun, dengan bantuan Khaelia yang selalu setia menemani dan menenangkannya setiap kali malam tiba, secara perlahan tapi pasti Carter bisa terlelap tanpa gangguan.Khaelia belajar bagaimana caranya memijat secara khusus, membuat Carter merasa rileks lewat sentuhan-sentuhan lembut di bahu, kepala, dan anggota tubuh lainnya. Ia melatih jemarinya agar tekanan yang diberikan pas, menembus rasa lelah di tubuh kekasihnya."Pijatan dengan minyak aromaterapi membantu Tuan tidur dengan lebih lelap," bisik Khaelia lembut seraya meratakan minyak beraroma lavender di tengkuk Carter.Khaelia tidak pernah menyerah untuk membantu Carter menjalani hari secara normal layaknya orang kebanyakan. S

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 136

    Tiba di rumah keluarga Solitare, sudah banyak orang yang berkumpul. Emima dan kedua orang tuanya juga datang, termasuk beberapa sepupu lainnya. Ruang makan yang biasanya hanya dihuni enam orang kini penuh sesak. Carter memeluk orang tuanya, Celila, dan bertukar salam dengan Carlo, lalu berpamitan untuk mandi dan berganti pakaian. Ia menyeret Khaelia diam-diam ke kamarnya.“Tuan, mau mandi kok minta ditemani?” protes Khaelia.Carter menghimpitnya ke pintu dan melumat bibirnya. Jemarinya bergerak menangkup dada Khaelia.“Pengin cium kamu dulu, Khaelia. Kejam sekali kamu ini, enggak ngasih ciuman padahal baru saja berpisah.”Khaelia terengah oleh serangan ciuman Carter di bibirnya. Kancing blusnya dibuka dan dadanya menyebul keluar. Carter menunduk untuk mengecup, meremas dada, serta mengisap putingnya. Suara desahan memenuhi ruangan.“Tuan, enggak boleh. Banyak orang menunggu,” Khaelia berjuang keluar dari gairah a

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 135

    Carter pulang setelah bepergian selama satu bulan. Banyak staf yang kembali lebih dulu, sedangkan Carter ditemani oleh Ernest yang terbang belakangan untuk meninjau banyak perusahaan. Khaelia meminta izin pada Bosman untuk menjemput. Tentu saja diizinkan tanpa banyak tanya. Menggunakan mobil besar bersama seorang sopir, Khaelia menunggu kekasihnya di bandara bersama ribuan orang lainnya. Rasa rindunya menyergap, tak sabar ingin bertemu pujaan hati. Selama sebulan ini ia sudah belajar banyak hal dan berharap bisa membuat Carter terkesan serta bangga padanya.Berdiri di antara orang-orang yang berlalu-lalang, dada Khaelia berdebar keras dalam penantian. Matanya celingak-celinguk mencari sosok yang dirindukannya. Hingga akhirnya sosok Carter muncul menyeret koper, diikuti Ernest dan beberapa staf di belakangnya. Khaelia tersenyum lebar, membuka kedua lengannya dan langsung masuk ke dalam pelukan Carter.“Tuan, saya kangen sekali.”Carter menggendong Kha

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 134

    Carter membuang muka, tidak ingin memandang perempuan yang setengah telanjang di depannya. Rasa kecewa menyelimutinya karena sikap Karenia yang terhitung sangat murahan. Apa yang terjadi dengan perempuan ini sampai berani berbuat nekat? Apakah Karenia tidak lagi menggunakan otaknya untuk berpikir secara jernih? Membalikkan tubuh untuk memunggungi Karenia, Carter mendesah lalu berujar dengan dingin.“Pakai jasmu dan pergi dari sini!”Karenia menggeleng, mengulurkan tangan ingin menyentuh bahu Carter yang kokoh. Jauh-jauh ia datang, melemparkan semua harga diri ke dasar bumi hanya untuk bersama Carter. Ia tidak akan membuang kesempatan ini.“Tidak! Aku nggak akan ke mana-mana,” jawabnya dengan suara bergetar.“Karenia, apa kamu masih waras?” bentak Carter dengan tatapan tertuju pada dinding.“Aku memang gila, Carter. Sangat gila dengan kamu sampai-sampai dadaku meledak dalam rasa cemburu karena kamu memilih p

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 133

    Celila menghela napas panjang, mendengar pembicaraan Sofia dengan staf di luar negeri. Bagaimana Sofia bisa tahu nomor ponsel staf itu, ia menduga Carlo yang memberikannya. Apakah mereka memata-matai Carter?“Khaelia, jangan kuatir. Kita akan membereskan Karenia.”Khaelia menoleh. “Saya nggak kuatir, Nyonya. Saya percaya dengan Tuan Carter.”“Sudah seharusnya begitu. Adikku itu laki-laki yang baik dan setia kalau sedang menjalin hubungan dengan perempuan. Kehidupan sehari-harinya memang terlihat glamor dan bagi orang yang tidak tahu, beranggapan Carter itu playboy. Sebenarnya tidak begitu.”“Saya paham soal itu.”“Percayalah, aku senang adikku bersamamu daripada Karenia.”Khaelia belum sempat bertanya alasan Celila lebih menyukainya daripada Karenia karena Sofia mendatangi mereka. Duduk di depan Celila, istri Carlo itu menggeleng dengan raut wajah memerah.“Kalian pasti

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 8

    Khelia sedang melintasi lobi yang hari ini cukup ramai saat ponselnya bergetar. Ada notifikasi yang tidak dikenalnya dan ternyata pemberitahuan uang masuk. Ia terbelalak karena tidak menyangka gajinya akan sebesar ini. Hampir lima kali lipat dari gaji di perusahaan terdahulu. Ia sudah tahu gajinya

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 7

    Carter mendesah, merasakan hasrat menyerbunya hanya karena teringat Khaelia. Ia harus menyingkirkan semua pikiran buruk kalau ingin Khaelia betah di tempatnya bekerja. Ia kehilangan sekretaris lamanya karena laki-laki muda itu tidak kuat bergadang terus menerus, berganti lagi dengan perempuan dan h

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 6

    Dalam benak Khaelia sedang sibuk memikirkan pekerjaan di kantor dan tidak peduli dengan perkataan sepupunya. Sudah biasa Mila selalu menentang pendapatnya, seakan menjadi sepupu paling peduli padahal tidak peduli.“Temen-temenku yang sarjana semua kerja di kantor besar. Saat weekend pada ngumpul di

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 5

    Waktu berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah satu bulan Khaelia bekerja dengan Carter. Setiap hari melalui rutinitas yang sama. Membuat kopi, menyusun berkas, melakukan penjadwalan, dan setiap pukul 12 malam keduanya beristirahat 30 menit. Sesekali Carter memanggil pelayan untuk membawa cemila

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status