แชร์

BAB 9

ผู้เขียน: LucioLucas
last update วันที่เผยแพร่: 2025-10-11 23:11:21

Permintaan Carter membuat Khaelia tersenyum malu, namun ada keberanian yang tiba-tiba muncul dari dalam dirinya. Ia mendekat, menatap mata pria itu sejenak, sebelum bibirnya mendarat lembut di bibir sang bos. Satu kecupan singkat seolah tak cukup. Ada rasa yang menuntut lebih, hingga Khaelia menekan bibirnya lebih dalam, mengulum lembut dan membiarkan desiran halus mengalir di seluruh tubuhnya. Suasana di ruangan itu berubah, seolah udara dingin yang tadi menusuk perlahan mencair di antara mere
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 50

    Mereka meninggalkan area kolam, menyusuri lorong berkarpet yang sedikit lengang dengan banyak penjaga. Tiba di sebuah pintu, seorang penjaga membantu membukanya. Dada Khaelia digedor keras saat kaki mulai melangkah masuk.Suasana di ruang VIP sungguh berbeda. Tidak ada musik keras yang memekakkan telinga, melainkan gesekan biola berpadu dengan dentingan piano. Seorang penyanyi perempuan dengan gaun merah menyala bernyanyi dengan topeng terpasang di wajah. Khaelia berusaha mengingat siapa penyanyi itu karena suaranya yang indah.Ada sebuah meja panjang yang dibiarkan kosong, para tamu duduk mengelilingi meja. Sekitar dua puluh orang didominasi oleh laki-laki. Carter duduk di kursinya, membimbing Khaelia agar berada di sampingnya. Seorang laki-laki yang berada di ujung meja bangkit, mengambil gelas berisi anggur dari pelayan. Para tamu, termasuk Carter dan Khaelia, pun disodorkan gelas tinggi dengan cairan berbuih di dalamnya.“Selamat datang para tamu, izin

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 49

    Semua orang yang ada di ruangan memakai topeng, dengan gaun mewah untuk para perempuan dan jas malam bagi tamu laki-laki. Carter memperlihatkan undangan di ponselnya, dipindai sebelum masuk ke area. Khaelia menggenggam lengan Carter dan membiarkan dirinya dibimbing masuk.“Di pesta ini kamu akan melihat beragam kelompok, Khaelia. Ada kelompok satu di ruang VIP, untuk tuan rumah dan para tamu istimewa. Kelompok dua ada di samping kolam renang, biasanya para tamu memakai bikini atau bisa jadi telanjang. Tidak akan ada yang peduli, karena mereka semua datang untuk bersenang-senang. Sedangkan kelompok ketiga ada di kebun, bergerombol untuk menari, berdansa, dan ada atraksi tertentu seperti striptise.”“Kita di kelompok mana, Tuan?”“VIP, tapi untuk menuju ke sana kita akan melewati dua kelompok itu. Persiapkan mentalmu.”Khaelia tidak mengerti kenapa harus mempersiapkan mental untuk melihat sekelompok orang berpest

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 48

    Mila dibawa pergi menghadap seseorang bernama Tius yang ternyata adalah pengelola club. Khaelia menerima kartu kreditnya dengan jari gemetar. Meskipun sudah diblokir, tetap saja ia harus mendapatkan kartu ini kembali. Beribu-ribu ucapan terima kasih ia gumamkan untuk Clovis.“Terima kasih untuk bantuanmu. Dua kali kamu menyelamatkanku.”Clovis mendengkus. “Berlebihan sekali.”“Memang benar, kok. Kalau nggak ada kamu, entah bagaimana nasibku.”“Sudah ngomongnya? Kalau sudah, sana pulang!”Tersenyum simpul, Khaelia meraih jemari Clovis dan mengguncangnya. “Kamu tampan, keren, dan hebat. Aku bangga padamu—eh, bukan bangga, tapi kagum.”“Ckckck, sudahlah!” Clovis berusaha melonggarkan genggaman Khaelia pada jemarinya. Ia menilai perempuan yang sudah ditolongnya itu bersikap sangat aneh.“Ngomong-ngomong, nama keluargamu Solitare? Berarti namamu Cl

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 47

    Mila berusaha mengingat-ingat siapa Clovis dan kenapa bisa menguasai club ini. Ia meraba pipinya yang perih karena pukulan, melotot pada Khaelia sebagai penyebab semuanya terjadi, lalu menunduk karena takut akan dipukul lagi. Sekarang ia tahu siapa Clovis—banyak mendengar rumor tentang penguasa club tersebut. Banyak yang tidak berani berhadapan atau membuat masalah dengan Clovis karena tidak akan berakhir dengan baik. Bagaimana Khaelia bisa mengenalnya? Mila diliputi beragam pertanyaan yang bercokol di kepalanya.“Mana kartu kreditnya?” Clovis mengulurkan tangan.“Nggak ada,” jawab Mila lirih.“Kenapa nggak ada? Kamu kemanakan kartu kreditku?” tanya Khaelia.Meneguk ludah menahan takut, Mila menjawab terbata-bata. “Aku jadikan jaminan utang.”Khaelia melotot, lalu bersimpuh di depan Mila dan mengguncang bahunya. Ingin berteriak dan menangis karena perbuatan kejam Mila padanya. Bagaimana ada orang yang begitu tega pada sepupu sendi

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 46

    Carter mengatakan kemungkinan untuk pergi ke luar negeri selama beberapa hari, ada hal yang harus dilakukan. Tidak bisa mengajak Khaelia karena akan bepergian bersama Kaspia. Belum tahu pasti kapan jadwalnya dan meminta Khaelia untuk menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin.“Saat aku pergi nanti, kamu bisa libur.”Khaelia mengangkat wajah dengan heran mendengar perkataan bosnya. “Saya libur Tuan? Kenapa?”“Nggak apa-apa, biar kamu istirahat saja.”“Tidak, Tuan. Saya ingin menyusul file lama. Tidak masalah kalau harus bekerja sendiri.”“Kamu yakin?”Khaelia mengangguk. “Saya yakin.”“Wah, memang sekretaris yang hebat kamu. Sebagai apresiasi untuk pekerjaanmu yang hebat, Sabtu malam aku ingin mengajakmu pergi.”“Ke mana, Tuan?”“Pesta ulang tahun salah seorang kenalan.”Untuk kali ini Khaelia tidak bisa menaha

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 45

    Selama beberapa hari berikutnya Khaelia dibuat sibuk bukan kepalang, membantu Carter menyiapkan proposal proyek baru. Perencanaan bukan hanya melibatkan mereka berdua tapi juga Bosman, konsultan, serta auditor. Hampir setiap hari orang datang ke ruangan, melakukan pertemuan hingga tengah malam. Belum lagi Emima dan Ernest yang secara bergantian bertanya tentang proposal.“Pasti kamu sibuk setiap hari?” Emima tidak pernah lupa mengirim pesan pada Khaelia. “Apalagi Carter itu pekerja keras yang sering lupa istirahat.”“Memang sibuk tapi senang karena punya pengalaman baru.”“Aih, sekretaris yang baik. Coba kalau jam kerja kita sama, pasti menyenangkan bisa satu area kerja sama kamu. Sayang Carter sulit tidur kalau malam. Manusia aneh!”Soal jam tidur Carter, sebenarnya ada beberapa hal yang terjadi belakangan. Carter sering tidur saat tengah malam, meskipun hanya satu atau dua jam dan terbangun dalam keadaan h

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 4

    Setelah puas melihat-lihat, ia memutuskan untuk minum teh. Dengan malu-malu duduk di sofa sementara Carter merokok di sudut dekat gazebo. Menyesap tehnya, Khaelia diam-diam menatap profil atasannya. Carter yang ketampanannya tidak seperti manusia pada normal ternyata mempunyai sikap yang ramah. Tid

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 3

    Laki-laki muda dan tampan itu bernama Carter June Solitaire. Tidak banyak yang tahu kalau ia adalah anak kedua dari keluarga Solitaire yang merupakan pemilik saham terbanyak sekaligus pimpinan di Capital Group. Carter yang berambut sehitam arang dan bermata tajam, saat ini sedang memandang seorang

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 2

    Khaelia bergegas mengikuti Bosman menuju lift. Sedikit lega karena bossnya ternyata tidak setua bayangannya. Lobi dalam keadaan masih cukup ramai, ia menduga mereka adalah para pekerja yang sedang lembur. Tanpa sadar Khaelia mengamati Bosman diam-diam dan menyadari kalau kulit laki-laki itu cenderu

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 1

    Warning : Adult roman story 21+Nama kota itu adalah Devil Town, tidak ada yang tahu bagaimana asal muasal nama itu diberikan. Kota iblis yang bagi banyak penduduknya memang perpaduan surga bagi orang kaya dan neraka bagi mereka yang tiak punya apa-apa.Devil Town merupakan kota besar dengan gedung

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status