Short
Perpisahan Dua Hati

Perpisahan Dua Hati

By:  ChojiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Menjelang akhir tahun, kalangan sosialita di Kota Wastu mengatakan lebih baik memujaku daripada memuja dewa kekayaan. Karena setelah rujuk dengan mantan suamiku, aku menjadi istri paling materialistis di Kota Wastu. Aku tidak peduli lagi betapa Aswin mencintai wanita itu. Bahkan saat putraku memanggil wanita itu "Ibu", aku juga tidak ambil pusing. Namun, hanya ada satu aturan baru di rumah. Setiap menyebut nama Rosa, harus bayar denda 200 juta padaku. Dengan cara ini, kurang dari dua minggu, aku berhasil mengumpulkan uang 60 miliar. Pada hari perayaan ulang tahun pernikahan kami, Aswin dan putraku menyebut nama Rosa lagi. Wajah mereka berdua menegang, sedangkan aku hanya mengulurkan tangan dengan santai. "Denda 200 juta, transfer ke rekeningku." Putraku akhirnya tidak bisa menahan emosinya lagi, lalu menatapku dengan muak. "Ibu benar-benar matre, ya. Nggak ada hal lain yang ibu pikirkan selain uang? Hal sepele begini saja, kami harus bayar denda, Ibu memang kalah jauh dari Bibi Rosa." Aku tidak membantah, hanya mengulurkan tangan ke arah putraku. "Denda 200 juta, karena kamu yang sebut duluan, kamu juga kena denda."

View More

Chapter 1

Bab 1

Putraku melotot kaget, seolah dia tidak mengenaliku.

Aku mengulurkan tangan lagi. "Bayar 200 juta, Ibu nggak perlu menagih berulang-ulang, 'kan?"

Prang!

Aswin membanting gelas minuman, melindungi putra kami di belakangnya, lalu menatapku sambil mengernyit.

"Gisel, apa serunya melakukan ini?"

Aku mendongak dan menatapnya, lalu tertawa. "Siapa bilang nggak seru? Bukan aku yang memulai masalah ini dengan mengajak putra kita bertemu dengan wanita itu."

Ekspresi Aswin menegang sesaat, kemudian kembali tenang.

Dia lalu meraih tanganku, berbicara dengan lembut, "Ini salahku, hari ini adalah ulang tahun pernikahan kita, jangan marah, ya?"

Ini pertama kalinya dengar dia minta maaf.

Namun, sekarang aku muak mendengarnya.

"Aku nggak marah. Kamu yang bayar denda putra kita."

Aswin mulai jengkel.

"Bagus, bagus sekali."

"Gisel, kamu benar-benar membuatku terkejut."

Dia mengeluarkan cek dari tas, setelah menulis nominal 400 juta, cek itu dia lempar ke wajahku, lalu menggendong putra kami dan pergi.

Aku membungkuk dan mengambil cek itu, sama sekali tidak peduli mereka pergi ke mana.

Karena Rosa akan selalu memberitahuku.

Aku membuka ponsel, kebetulan pesan dari Rosa masuk.

Ayah dan anak itu hari ini menemani wanita itu pergi ke taman bermain, mereka bertiga terlihat seperti keluarga cemara.

Gimanapun, untuk hal sederhana seperti ini, Aswin dan putra kami tidak pernah melakukannya untukku.

Jangankan pergi ke taman bermain, setiap mau memotret mereka, ayah dan anak itu selalu menghindar dari kamera dengan jijik.

Tidak lama kemudian, ponselku berbunyi.

Beberapa foto skandal Aswin dan Rosa muncul di depan mataku.

Wartawan itu dengan licik mengirimkan foto-foto ini demi memeras uangku.

[Nyonya Gisel, Anda juga nggak ingin skandal suamimu jadi viral, 'kan? Baru saja rujuk, setidaknya harus menguatkan posisi, 'kan?]

Aku malas menanggapi, dan langsung memblokir nomornya.

Mereka yang berbuat salah, kenapa aku yang harus menanggung akibatnya?

Satu jam kemudian, skandal mereka berdua menjadi trending di media sosial.

Saat Aswin pulang, tatapannya padaku dipenuhi kemarahan.

"Lihat apa yang sudah kamu lakukan!"

Aku melihat layar ponselnya.

Ternyata wartawan itu juga tidak mendapatkan apa-apa darinya, lalu menyebarkan foto skandal mereka ke media sosial karena marah.

Melihat sikap Aswin, jelas pria itu mengira aku yang menyuruh wartawan itu menyebarkan foto-foto skandal mereka.

Aku pun berkata dengan santai, "Bukan aku. Wartawan itu karena nggak dapat uang, jadi dia sebarkan foto-foto kalian."

Aswin mencibir, lalu meraih daguku.

"Uang? Siapa yang lebih cinta uang daripada kamu di dunia ini?"

"Hal pertama setelah rujuk denganku, kamu minta uang dan rumah, bahkan minta uang sama anak."

"Kamu mengejek orang yang kelakuannya sama kayak kamu, nggak malu?"

Kukunya menusuk telapak tanganku, aku menarik tanganku darinya.

Meskipun semua yang dia katakan itu fakta, dadaku terasa sesak.

Padahal dia tahu, aku butuh uang banyak demi mengobati penyakit ibuku.

Namun, Aswin merasa itu hanya caraku melampiaskan amarah karena cemburu.

Aku mentertawakan diriku sendiri.

Saat tadi berusaha menarik tanganku darinya, punggung tanganku tergores rantai jamnya.

Melihat tanganku terluka hingga berdarah, ekspresi putraku berubah, lalu menghampiriku untuk melihat.

Kukira dia akan meniup lukaku seperti yang dia lakukan saat masih kecil.

Namun, dia malah menekan lukaku dengan kuat.

Karena tidak menduga sama sekali, aku kesakitan hingga meneteskan air mata.

Seperti mau pamer, putraku menghubungi Rosa melalui panggilan video.

"Bibi Rosa, lihat nggak?"

"Ibu telah membuatmu menangis, aku bantu balaskan dendam Bibi."

"Seperti yang Ayah pernah bilang pada Bibi, aku juga akan melindungi Bibi selamanya."

Aku tertegun, bahkan aku sudah tidak kuat untuk menangis lagi.

Aswin pun buru-buru menutup mulut putra kami, lalu menatapku dengan perasaan bersalah.

"Anak kecil memang ceplas-ceplos, jangan dimasukkan hati."

Aku terdiam sejenak sebelum mengerti maksud ucapannya.

Aku ingin menghapus air mata, tetapi air mata terus mengalir tanpa henti.

Sorot mata Aswin akhirnya ada sedikit kepanikan, pria itu pun memberiku sapu tangan.

"Hapus air matamu, jangan menangis …."

Aku juga mengulurkan tangan pada saat yang sama.

"Denda 400 juta, barusan kalian berdua menyebut nama wanita itu."

Gerakan Aswin terhenti.

Beberapa saat kemudian, pria itu tersadar.

Tatapannya padaku yang awalnya terkejut, sekarang berubah marah.

Brak!

Dia sontak menendang meja hingga terbalik.

"Cukup, Gisel! Kamu ini mau cari ribut terus, ya?!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status