LOGINLima tahun menjalin hubungan dengan Jonas, nyatanya tak membuat Senja benar-benar mengenal siapa kekasihnya. Dan saat Senja memutuskan berpisah darinya, Jonas telah mempersiapkan sebuah kejutan. Seminggu setelah putus, sebuah undangan pernikahan diterima Senja. mampukan Senja melupakan lelaki yang sesungguhnya amat dia cintai itu dan menerima hati yang baru? Dirgantara Langit Biru, sepupu Jonas yang datang menawarkan cinta yang suci untuknya. Dan bagaimana hidup Jonas selanjutnya setelah mereka berpisah? Jonas yang akhirnya terjerat pernikahan dengan perempuan posesif bernama Marsya, yang akhirnya terindikasi memiliki gangguan jiwa, nyaris saja menghancurkan hidup Jonas sehancur-hancurnya
View MoreLenore's POV
“We need to talk, Dad. I faced my dad in our big, old house, filled with the smell of books and wood. I took a deep breath and said, “Dad, I want to make my way. I don’t want people to think I’m just a rich kid.”
My dad looked at me, surprised. “Lenore, you have everything here. Why go out into the tough world?”
“Because I need to show that I’m more than just a heiress. I want to work for my success,” I replied, feeling strong.
We argued back and forth, our voices echoing in the room. But in the end, my dad’s eyes softened. “Okay, Lenore. If you want to learn, go ahead.” He gave me a card. “Start with this company. Show them what you’re made of.”
I looked at the card—Knight Industries. It belonged to Dad's friend, so I heard. “But Dad, I can't work at a friend's company; this isn't what I want to do.
“The only way I can let you have your way is if you apply there. More objections, and I'd have you grounded," my dad said without looking at me.
I felt like my dad knew something he wasn’t saying. The Reed name was powerful, but Knight Industries was like a giant. It was a company I always thought I would bring down once I started my own.
At night, I applied online for a secretary job at Knight Industries. I used a different name, ‘Lena Reed’, and made up some of my past jobs. I wanted to start from the bottom and show my real worth later.
The next day, I walked into the company, ready to work hard. But surprisingly, there was a long queue of people waiting for the job. Unsure of what next, a woman stopped me by the door and asked me what I was there for. I told her I applied for a job and led me to sit amongst the crowded people. She asked for my name, and I told her. “Lena Reed, I said, and she gave me a tag asking me to sit and wait to be called on.
I stood there, in Knight Industries, feeling like a tiny fish in a vast ocean. My heart was thumping so loud, I was sure everyone could hear it. I was ‘Lena Reed’ now, not Lenore, the heiress of Reed Enterprises. I had to prove myself and show that I wasn’t just some rich kid riding on her daddy’s coattails.
The office was buzzing like a beehive, people rushing about, papers flying. It was loud, and it looked like everyone was trying to get their work in order. A huge man walked out with his tie partially loosened and signaled to the woman who gave me the tag. “Ms. Reed,” she called out, and I nearly jumped out of my skin. “Come with me." I followed the woman and entered the office, and there he was—the man had peeped out earlier. He had this aura like he owned the place—well, he did—but it was more than that. He was the perfect example of my dream man, and my eyes couldn't resist looking at him. He was seated like he was the king of his castle, and we were all just living in it.
His office was like something out of a movie, all sleek and shiny. He handed me a file, his eyes locked on mine. “Summarize this. You’ve got half an hour.”
My mind raced as I flipped through the pages. Numbers, charts, and words seemed to dance before my eyes. I scribbled down notes, my hand cramping up. Time was slipping away, and I could feel his gaze burning into my back.
“Time’s up,” he announced, and I handed him my summary, trying to keep my hand from shaking. He read it, his face giving nothing away. Then, out of nowhere, he said, “Something is wrong, can you explain your CV?
My heart raced. Did my dad tell him who I was? Or was this just the first challenge I had to face? “My CV explains it all, sir; I intend to work hard if you hire me," I said and fumbled with my hands.
“I'm sure that's not an answer to my question, Miss—he looked at my CV and looked back at me before he said "Reed." With your academic qualifications, you should aim to be the head of a company, so why want to be a secretary? He asked, this time staring intensely at me.
“Well, I mumbled, my voice shaking. I—the door opened, and the woman who gave me the name tag came in, interrupting us.
“My apologies, sir, for intruding, but Mr. Donovan is here; should I ask him to wait? She asked and waited for his signal.
“Send him in," he said to her, and she left. I thanked the woman under my breath because any more words and I would have been caught.
“You can leave now; you'll be informed in due time if you are hired," he said and ushered me out.
As I made my way to leave, my eyes briefly screened the nameplate on his table and saw “Trent Knight, CEO.
“Trent, not so bad," I smiled and thought to myself. He gave me a soft smile before I left, and that weirdly made my heart flutter.
I walked out of there on cloud nine. But then, bam! I ran into Mr. Donovan, my dad’s arch-enemy. “Lenore Reed, what are you doing here?” he sneered.
I had to think fast. “Oh, I’m just helping a friend,” I lied smoothly. He seemed to buy it, but I knew I was walking on thin ice.
“How's your father doing? Does he seem well? He asked me.
“Yes, he is," I replied and increased my pace. He would be the worst person to find out I was here. I can't afford to have my identity blown. I walked faster and did not look back, hoping he wouldn't have anything else to ask.
The woman who walked me into Trent's office stopped me. “Excuse me, you can't wear the application tag out of the office.”.
LEBIH BAIK KITA BERPISAH 60 (ENDING)Berita kelahiran baby G menjadi trending topic berhari-hari di keluarga besarku dan keluarga besar Biru. Bergantian, mereka datang menengok, membawakan aku dan Baby G hadiah yang bermacam-macam. Belum lagi aneka rupa snack dan camilan supaya aku banyak makan dan ASI ku lancar. "Mantap Senja. Jahitan aman?"Ulfa meledekku. Aku curhat padanya tentang jahitanku yang entah sebanyak apa, karena bayiku yang besar. Untung saja, posisi jongkok yang selaras dengan gravitasi bumi membuat bayi keluar dengan mudah."Aman. Cuma masih ngiluuuuuu. Hiksss. Kamu sih nggak ngerasain.""Isshh sama aja. Jahitan secar malah lebih parah sakitnya. Belum lagi suntik epidural. Uh, kalau bisa minta, aku mau bius total rasanya."Ulfa melahirkan secar beberapa bulan yang lalu."Bedanya, besok kamu harus hati-hati Ja kalo MP lagi." Ulfa mengedipkan sebelah mata."MP apaan?""Malam pertama setelah nifas. Bilang Biru jangan grasa grusu. Harus pelan-pelan, soalnya kayak perawan
LEBIH BAIK KITA BERPISAH 59Sebuah kejutan yang sama sekali tak pernah kuduga. Kupikir tadinya, Tante Mala dan keluarganya telah membawa Erika pergi, seperti yang dia ucapkan setelah mendengar penolakan Jonas. Tapi kini, gadis itu berdiri di hadapanku, menatapku dengan pandangan benci, sementara aku, sekuat mungkin menahan sakit dari pergerakan bayi yang mulai mencari jalan keluar."Erika…"Bahkan, untuk berkata-kata pun sulit karena menahan sakit yang luar biasa. Perutku terasa diremas, dipelintir, seakan ada sesuatu yang besar berguling-guling di dalam sini, mendesak desak jalan lahir hingga bagian bawahku ikut terasa ngilu. Aku bertahan untuk tetap duduk, membiarkan air ketuban mengaliri kakiku, membasahi kasur dan sebagian jatuh ke lantai."Senja…"Dia berhenti sejenak, menatap wajahku yang meringis, tak bisa berpura-pura biasa saja dan menyembunyikan rasa sakit ini. Aku sendiri hanya diam sambil menatapnya, sementara hatiku terus berdoa agar Allah menjagaku. Ya, meski Biru ada di
LEBIH BAIK KITA BERPISAH 58Seperti dugaanku, Mama memang langsung histeris saat aku menceritakan kejadian kemarin. Mama memegang tanganku, lalu memeriksa seluruh tubuhku."Kamu nggak apa-apa kan? Ya Allah, Senja. Kenapa kamu nekad seperti itu? Kalau lelaki itu kalap gimana? Kamu juga Biru, kenapa kamu izinkan saja Senja melakukan hal berbahaya. Jangan terus-terusan menuruti keinginannya. Dia ini kadang harus dilarang secara tegas. Kalau perlu, kamu kurung saja di rumah."Tuh kan?Di seberangku, Biru meringis karena ikut kena damprat. "Iya, Ma, maaf, aku salah," ujar Biru dengan suara lembut."Mulai besok, Senja diawasi dua puluh empat jam. Lagi hamil besar, kok bisa-bisanya kepikiran nantangin penjahat."Mama masih belum puas."Mama marah bukan karena lemari dan keramik-keramik itu, tapi marah karena kamu nekad. Sejak dulu Mama bilang apa? Manjat pohon, naik motor lelaki, aduh Senja. Kapan berhenti bikin Mama khawatir? Mama kira setelah nikah, kamu bakalan kalem, ternyata…""Ma, aku
LEBIH BAIK KITA BERPISAH 57PoV SENJAAku dan Biru tiba di rumah sakit tiga puluh menit setelah Jonas menelepon, dan mengabari bahwa dia membawa Erika ke rumah sakit karena pingsan di perjalanan. Ini sudah jam delapan malam. Dari kejauhan, kulihat Jonas duduk di selasar rumah sakit, memandangi tanaman bougenville di halaman kecil di depannya."Jonas, apa yang terjadi?""Erika pingsan, dan terlihat linglung. Ada apa sebenarnya? Dan, oh, bagaimana kabar Zara?""Zara baik-baik saja. Kamu nggak perlu mengkhawatirkan dia."Jonas tampak menghembuskan napas lega."Oh, syukurlah. Beberapa hari ini, perasaanku nggak enak, aku terus teringat pada Zara."Aku terdiam, terenyuh dalam hati. Ternyata, naluri seorang Ayah dalam diri Jonas, telah tumbuh dengan subur. "Orang tuanya sudah datang kan? Kamu sudah menjelaskan semuanya sama dia?"Jonas mengangguk."Kalau begt6, ayo kita pulang. Kita sudah nggak ada hubungannya lagi dengan Erika.""Tapi, dia temanku, Senja. Aku nggak bisa membiarkan dia sep






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore