تسجيل الدخولBagaimana jika kamu mendapati tunanganmu berdesah ria dengan sepupumu? Divya jelas tak pernah membayangakannya itu akan terjadi di hidupnya! Sayangnya, setelah pembatalan pertunangan, pria itu seolah kesetanan dan mengejar Divya! Untungnya, ada Nizar, mantan Divya yang paling tampan, yang entah bagaimana menolongnya. Hanya saja, mengapa Nizar kini ikutan mengejar Divya? Bahkan, sampai membuat insiden salah paham yang tak pernah terbayangkan....
عرض المزيدWho would have thought the human race would be put through such an ordeal. To be taken captive by creatures, they had no clue existed among them as they managed to stay off the raider for billions of years.
It has been close to hundreds of years since the beast took over, ruling after the humans. There were strict laws given to be followed and not to be broken or a punishment much worse than death awaits whatever poor soul. They called themselves the shape-shifter, having the ability to shift from man to beast. More specifically, wolves. This ability also gave them immense powers like speed, strength, heightened senses, and the gift to heal ten times faster than the humans. They were taller, and the men were more muscular than the average human man. With all these powers combined, the human race had no chance against them. The beast didn’t bother holding back. They were deadly and brutal. After taking over the world, every human captured was either killed or given the lowest rank if found useful. The older men and women who were found weak, sick, or injured were immediately brutally killed. The younger man and woman at the age of eighteen upward were either taken to the whore house to be used as the beasts sees fit or taken to as slaves house were they are constantly beaten, some times to death. The little children were brewed, training from little what they needed to do and what not to do till they got to the age of eighteen. They were the kind of horror stories said to scare off little children. They had successfully managed to put themselves in every part of the world, each part ruled by a leader they called their alpha. But all tribes and packs as they liked to call themselves are ruled by Royals, just like how the humans had presidents. The Royals are the strongest amongst them. Rumour has it that each royal possesses a certain kind of gift each, making them special. Her life had been bearable since she was able to get over each day with her head down like she had been told. That way, she could avoid any form of attention being given to her. Despite the number of times she tried to keep to the rule, that didn’t mean she hadn’t been punished, but she was able to endure it, as long as they didn’t try to take advantage of her, she was able to push through every day. That was until her life took a turn for the worst when she was assigned to work in the other part of the Palace as his maid. Which meant there was no way for her to avoid him. was this the final end of her life, it was not like she had anything to live for. With the amount of cruelty the humans had to face, it was nothing compared to him, the worst of them all. They called him, Diabolus Bestia.Beberapa bulan kemudian. Aku sengaja datang agak siang ke kantor hari ini. Berhubung, tadi pagi-pagi aku sudah sibuk di rumah, menata perlengkapan bayi bersama ibu mertua. Maklum karena aku sudah mendekati HPL. Jadi, segala sesuatunya harus disiapkan biar kalau adek bayi sudah launching, gak ribet lagi. Turun dari mobil yang mengantar ke kantor, aku melangkah sesekali membalas senyum karyawan yang berpapasan denganku di lantai dasar. Menghampiri resepsionis lebih dulu sekadar untuk menanyakan barangkali ada titipan atau mungkin informasi penting untukku yang dititipkan pada resepsionis. “Ada info?” tanyaku pada wanita berambut panjang terurai itu. “Iya, Bu. Informasinya soal Pak Nizar, beliau sudah datang dari tadi dan mungkin sekarang sudah di ruang CEO.” Aku mengerutkan dahi mendengar perkataan wanita itu. Mas Nizar ke sini kenapa tadi gak bilang ke aku kalau mau ke sini? Tiba-tiba banget datang ke kantor. “Oh, ya sudah. Aku langsung ke atas kalau begitu.” “B
Setelah beberapa saat terdiam, Pak Santoso kembali melanjutkan kalimatnya. “Waktu itu, di lokasi anak itu ditemukan, memang terbilang minim sekali kendaraan yang lewat, tempatnya juga masih susah diakses, bahkan jaringan internet pun belum merata. Jadi, agak susah untuk mendapatkan pertolongan.”“Tanpa mempertimbangkan asal usul, saya dan istri mau-mau saja membantu anak itu, apalagi di sana memang tidak ada yang mengenalinya. Kasihan juga, jika dia terlambat mendapat pertolongan hanya karena kami menolak menolongnya. Berharap setelah dia sadar, kami bisa mengantarnya pulang menemui keluarganya. Hanya saja ....”Kami menatap Pak Santoso penuh tanya, sama-sama menunggu apa yang akan dikatakan selanjutnya?“Setelah sadar, anak itu tidak mengingat asal usulnya, bahkan tak mengingat namanya sendiri. Dokter mengatakan, kalau dia terkena amnesia retrograde, di mana dia melupakan semua ingatan sebelum kecelakaan, meski dengan faktor eksternal dia mungkin masih bi
“Maaf, apa Pak Bima mengenal orang di foto itu?” tanya Dev dengan sirat penuh pengharapan.Namun, Papa bukannya langsung menjawab, justru buru-buru memalingkan muka. Sempat kulihat matanya berkaca-kaca.Papa menangis? Benarkah?Ya Tuhan, aku semakin tak mengerti melihat situasi ini. Sebenarnya ada apa?“Apa kamu benar-benar tidak ingat apa-apa tentang foto ini?” tanya Papa lagi, “setidaknya sedikit saja.”Kulihat Dev tampak berpikir, tapi bersamaan dengan itu terdengar pula isakan tangis Bunda. Aku pun beralih menggenggam tangannya dan memeluk erat tubuh yang masih lemah itu dengan maksud untuk menenangkan.“Bun, ada apa?” tanyaku, yang tanpa direspons olehnya hingga pelukan kami terurai.“Saya hanya bisa ingat sekilas memiliki adek balita saat itu. Namun, saya tidak mengingat nama dan bagaimana rupanya? Mungkin sekarang sudah sebesar Divya. Terus terang, ketika melihat Divya, saya merasa cukup dekat padanya. Seperti per
BRAK!Pintu tiba-tiba terbuka dengan keras. Aku dan Nizar kompak menoleh, melihat siapa yang datang?Ya. Mereka adalah ibu mertuaku dan Putri. Keduanya kini berdiri di ambang pintu dengan raut cemas. Ibu mertua langsung berjalan cepat menghampiri kami. Napasnya terengah dan tanpa basa-basi bertanya padaku. “Vy Sayang ... apa yang terjadi, Nak? Kamu gak apa-apa, kan?” Dia meraba pipiku barangkali memastikan aku baik-baik saja. “Kenapa bisa pingsan, sih, Sayang?” Ibu Hanna kembali bertanya, bahkan sebelum satu pertanyaannya kujawab.Selang beberapa detik, beliau menatap Nizar dengan tatapan mencurigai. “Kamu kali yang gak becus jagain istri, sampai menantu Ibu pingsan segala?”Aku tersenyum hangat. Beralih menggenggam tangan ibu mertuaku itu. “Ivy baik-baik aja, Bu. Gak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku cuma sedikit kecapean dan syok aja dengar kabar Bunda kecelakaan.”“Tapi, Aunty Sayang, Ibu lebih syok dengar Aunty dib
Sampai di ruangan, aku hanya duduk diam sambil menatap tumpukan berkas di meja yang seolah menatapku balik tanpa memberikan solusi. Sesekali memijat kening, mengingat perkataan Adrian yang beberapa saat lalu masih terngiang-ngiang jelas di benak ini. Mungkin, dia memang datang
Huft!Aku menghentakkan kaki seraya mengembuskan napas berat begitu duduk di dekat Nizar yang tengah sibuk menggerak-gerakkan jemarinya di atas ipad di taman dekat kolam renang rumah kami.Suasana di sini memang cukup adem, sehingga mendukung untuk bekerja meski cuaca di luar sa
Ah, aku sampai lupa kalau dulu pernah terjebak dalam kata-katanya yang cukup menyakinkan kala itu. Nyatanya, semua hanyalah bualan semata. Lihatlah, sekarang! Dia tak jauh berbeda. Bisa-bisanya dia menyembunyikan masalah keuangan perusahaannya yang saat ini melanda?
Pagi harinya, aku duduk di tepi ranjang, mengamati dengan saksama dan dalam tempo yang tidak singkat foto yang dikirim Dev padaku kemarin. Aku tak sempat melihatnya tadi malam karena sedang berusaha membujuk suami yang lagi ngambek.Sesekali jempol dan telunjuk ini memperbesar












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعاتأكثر