Partager

Bab 289 Rawayan Surga

Auteur: Pujangga
last update Date de publication: 2026-06-11 19:06:28

3 orang lelaki kini tengah berjalan melintasi jembatan panjang yang membentang diantara dua tebing curam.

Jembatan itu terbuat dari batang-batang kayu yang diikat oleh akar rambat dan dibentangkan jauh pada dua ujung tebing sehingga terlihat melayang.

Di bawah jembatan tampak awan-awan tebal sedang berlalu lalang terhempas angin, membuat siapa pun yang takut akan ketinggian tidak akan mampu berjalan di atas jembatan itu.

Tapi ketiga lelaki tadi terlihat sangat tenang bahkan berjalan sembari ber
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 345 Tamat

    Setelah itu, dia menggigit salah satu jarinya hingga mengeluarkan darah. Kemudian menciptakan pedang energi dengan gabungan darah membuat pedang itu berwarna merah menakutkan.Dalam sekali tebasan, Sakakala langsung tewas melebur menjadi debu bahkan tanpa teriakan atau jerit tangisan kematian karena proses tersebut sangat cepat.Tewasnya Sakakala membuat wujud Dewi Utari kembali, bahkan dia kembali menjadi wanita cantik seperti yang dulu Galuh kenal.Termasuk ingatan dan segala kenangan dengan Galuh karena pengaruh dari Prabu Girinata ikut lenyap bersama menteranya.Wush! Tap!Raja Kegelapan melesat menyambar tubuh Dewi Utari, dan membawanya kepada Galuh.Dia memang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, tapi kondisi Dewi Utari tidak apa-apa.“Inilah wujud ibumu yang sesungguhnya Arga. Terimalah!” Raja Kegelapan memberikan tubuh Dewi Utari kepada Arga.Pemuda itu masih menangis pilu meratapi kepergian Lintang, tapi dia sadar bahwa hidup harus tetap berjalan, terlebih wanita yang dib

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 344 Akhir Perang Semesta bagian 3

    “Ayah, kakek, Arga, bunda, maafkan aku,” air mata Lintang terus mengalir dalam sepi.Tidak ada yang tahu akan penderitaan pemuda itu selain Raja Kegelapan di dalam tubuhnya.Bahkan tongkat semesta pun tidak mengetahuinya karena dia sedang terkapar kehabisan energi setelah melalui banyak pertarungan.Ternyata Lintang sengaja mengutus Jagat bertarung agar tongkatnya tersebut tidak menghalangi niat besarnya.“Maafkan aku Jagat. Carilah tuan yang baru yang bisa membawamu pada kedamaian sejati sebagai senjata yang abadi,” ucap Lintang.Raja Kegelapan sudah sedari tadi menangis mengiringi setiap kesakitan Lintang. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.“Maafkan aku Lintang, kini aku mengerti ternyata kau sungguh mulia,” ucap Raja Kegelapan sangat lirih.“Kau tidak usah merasa bersalah Lesmana. Sesuai janji, aku akan membangkitkanmu. Tapi ingat, akhiri petaka ini dan selamatkan semua orang-orangku. Jangan lagi kau usik mereka setelah aku tiada. Kau bisa pergi ke semesta lain untuk memulai

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 343 Sasakala

    “Tentu saja,” angguk si Cepot.“Terima kasih, kanda Batara,” Galuh mulai mengeratkan genggaman pedangnya.Begitu juga dengan Arga, dia segera menarik sebanyak mungkin energi semesta untuk melakukan pertarungan terakhir.“Kau jangan sungkan adik prabu. Selama ada aku semua akan baik-baik saja” Si Cepot menyeringai.Dia tidak sadar bahwa wujud Batara hanya tinggal beberapa tarikan napas lagi. Sehingga setelah itu, Galuh dan Arga akan berada dalam masalah besar.“Hahahaha! Manusia, dewa, iblis, monster, dan para mahluk semesta bawah memang tidak pernah berubah,” sang Kucing Hitam tertawa terbahak-bahak.Suaranya begitu parau dan menggema menggetarkan seluruh semesta.“Siapa sebenarnya dia paman?” tanya Arga.“Sakakala, makhluk buas penunggu dasar neraka,” ungkap si Cepot.“Ne-neraka?” Galuh dan Arga mengerutkan kening secara bersamaan.“Benar, semesta terbagi atas tiga wilayah. Bawah, tengah, dan atas. Sementara mahluk neraka berada dibagian paling bawah semesta kita,” jelas si Cepot.Ar

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 342 Akhir Perang Semesta Bagian 1

    “Hahaha, sungguh menyedihkan kau tuan Maha Batara. Kukira dirimu benar-benar kuat. Tapi ternyata hanyalah bualan belaka,” panglima Kumo’o terus tertawa menertawakan si Cepot yang menyedihkan.Bahkan Dewi Utari sendiri sampai terbatuk sembari menyipitkan mata memandang si Cepot dengan tatapan merendahkan.Begitu juga dengan para panglima lain dan semua pasukan. Mereka ikut tertawa bersama Kumo’o sembari menghina Batara Astrajingga.Mendapati si Cepot menjadi anak ayam tentu membuat semua orang dari kerajaan Werhaspati merasa menang.Mereka kini kembali bersemangat berniat menyerang si Cepot sebagai pembalasan atas kematian jutaan pasukan.Para makhluk bodoh itu tidak tahu bahwa Batara Astrajingga masih memiliki satu kesempatan untuk merubah wujudnya.Dia tidak membalas hinaan dan cacian mereka hanya karena sedang menunggu kesempatan tersebut tiba.“Ciak, ciak, ciak, ciak,” seru si Cepot sembari menyeringai lebar.Namun siapa yang peduli karena tidak satu pun dari pasukan kerajaan Wer

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 341 Amukan Golok Petok

    “A-apa? Ba-ba—batara Astrajingga!” Kumo’o dan semua panglima besar kerajaan Werhaspati panik bukan buatan.Siapa yang tidak tahu si Cepot, semua pembesar penguasa semesta hafal siapa sosok kesatria yang satu ini.Sebagai putra Semar yang dahulu pernah membunuh sang Hyang Darmajaka, si Cepot tentu memiliki kekuatan yang luar biasa.Andai makhluk itu mau, dia bisa menjadi penguasa semesta. Namun sayang, semua keturunan Semar tidak memiliki ambisi sama seperti ayahnya.Tapi meski begitu, kehadiran mereka sangat diperhitungkan. Apalagi oleh kerajaan Werhaspati.Selama jutaan tahun prabu Girinata tidak pernah berani menyerang Maniloka adalah karena keberadaan Semar.Andai tidak ada sosok sakti seperti itu, maka Batara Guru baginya bukan apa-apa. Begitu juga dengan Dewa Kegelapan.Tapi karena adanya Semar dan para putranya, prabu Girinata lebih memilih bermain siasat dari pada harus perang secara terbuka.Meski Semar sudah berjanji tidak lagi peduli terhadap urusan semesta. Tapi jika ada pi

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 340 Kemunculan Si Cepot

    Semakin lama, inti energi milik Lintang semakin mengalami kerusakan. Namun pemuda itu tidak peduli.Dia tetap memaksakan diri menarik banyak energi semesta meski tubuhnya terasa sangat tersiksa.Raja Kegelapan yang menyaksikan hal tersebut sampai menitikan air mata. Tapi apa daya, dia tidak bisa menghentikan Lintang.Selain tidak lagi memiliki energi, Raja Kegelapan juga sama seperti Lintang, dia mendapatkan luka yang serius akibat hantaman gelombang energi sang Hyang Antaga.Sehingga makhluk itu saat ini hanya bisa terus berteriak memohon Lintang agar mau mengalah.“Sudahlah bocah, kau tidak perlu berkorban apa-apa untukku,” lirih Raja Kegelapan.Namun sekeras apa pun dia berteriak, Lintang tetap keras kepala, membuat Raja Kegelapan tidak tahu lagi entah harus berbuat apa.“Hahaha, sudah kukatakan bahwa aku akan berhasil Lesmana, lihatlah!” Lintang tertawa kegirangan ketika mendapati inti energinya bisa lagi digunakan.“Bodoh! Kau akan mati, Bocah. Perhatikan tubuhmu, kau tidak bisa

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 2 Ujian Masuk Sekte

    Semua calon peserta mengira Lintang mampu mengalahkan lawan tanpa menyentuh. Padahal kenyataannya, mata mereka yang tidak mampu melihat gerakan Lintang.Menyaksikan bagaimana pendekar wanita tumbang, semua calon peserta mulai ragu untuk menghadapi Lintang di mana gagal dalam ujian masuk bagi mereka

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 1 Sekte Pedang Kahuripan

    Sekte Pedang Kahuripan merupakan perguruan terkuat di alam para dewa. Tempat lahirnya banyak legenda dan kesatria sakti bangsa dewa.Namun siapa pun yang ingin masuk ke sana harus menempuh ujian berat yang bahkan dapat merenggut nyawa.Tidak hanya itu, ujian masuk Sekte Pedang Kahuripan juga hanya

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 4 Hutan Ilusi

    Setelah berbincang sedikit dengan sang dewa tua, Lintang langsung melesat memasuki portal.Dia adalah peserta terakhir yang masuk ke sana sehingga saat Lintang tiba, pemuda itu tidak menemukan siapa pun.Lintang seketika muncul di sebuah hutan lebat dengan pepohonan berdaun lebar.Di sana dia langs

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 3 Lintang

    Lahir dari seorang penguasa kuat dan memiliki bakat tinggi akan ilmu bela diri tidak serta merta menjadikan Lintang bahagia.Seperti kata pepatah, “Bersama kekuatan besar datang pula tanggung jawab besar.”Mungkin kata itulah yang cocok disematkan kepada Lintang. Di mana saat ini, dunia tempat dia

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status