공유

Long Distance Marriage (Ketika Istri Kesepian)
Long Distance Marriage (Ketika Istri Kesepian)
작가: RatuNna Kania

Bab 1. Digerebek

작가: RatuNna Kania
last update 게시일: 2024-12-18 11:41:58

[Mas, istrimu digrebek! Rame banget ini, kamu nggak mau pulang?]

Bima yang baru saja mendaratkan tubuhnya ke atas kursi pun mengerutkan kening. Seharian letih mengontrol jalannya proyek di lapangan membuatnya tak sempat melihat ponsel. Bahkan benda berbentuk pipih yang temperedglass-nya mulai retak sana-sini itu seharian dalam mode senyap.

Pesan yang dikirimkan oleh Putri membuat bola matanya hendak keluar. Adik kandungnya itu juga mengirimkan sebuah video yang dengan cepat diputarnya. Tak terlihat jelas apa yang ada dalam video tersebut, selain kerasnya suara seruan yang saling bersahutan.

Video itu masih tersisa 30 detik lagi untuk ditonton, tapi Bima sudah tak berminat meneruskannya. Dia buru-buru menelpon langsung adiknya untuk memastikan apa maksud dari pesan yang dikirimkan.

Dering kedua panggilannya langsung diangkat oleh Putri. Baru juga Bima hendak mengucapkan salam, adik perempuannya itu sudah lebih dulu bersuara.

“Mas, astaga! Kamu kemana aja, sih? Mbak Fani digrebek, ini lagi disidang di rumahnya Pak RT!”

“Sebentar, pelan-pelan ceritanya. Maksudnya gimana? Digrebek sama siapa?” Bima berusaha tenang sambil memijit pelipisnya.

Sudah seharian ini tenaga dan pikirannya terkuras oleh pekerjaan. Sekarang saat dirinya hendak beristirahat, ada saja yang membuat otaknya kembali bekerja.

“Ya Allah, Mas! Makanya kamu kalau dibilangin itu jangan ngeyel! Mbak Fani ketahuan bawa pacarnya masuk ke rumah. Ke rumah kalian! Ini bukan pertama kalinya. Kan aku udah bilang ke kamu, Mas! Istrimu itu selingkuh, punya laki-laki lain dan sekarang mereka dibawa ke sini, ke rumah Pak RT!” Putri masih menjelaskan dengan suara menggebu-gebu.

Bima hanya menghela napas, pikirannya mulai semrawut. Dia mulai paham apa yang ingin adiknya sampaikan.

“Mas! Kok diem? Memangnya kamu nggak liat video yang aku kirim tadi? Jelas lho, itu istrimu digandeng Bu RT biar nggak kena amukan warga. Ibu ada di dalem, aku nunggu di luar karena nggak boleh masuk! Udah deh, mending kamu cepet pulang biar tau sendiri!” ujar Putri.

Helaan napas panjang keluar dari hidung Bima. Lelaki berperawakan tinggi tegap itu memejamkan mata sebelum akhirnya berkata. “Ya udah, biar nanti coba Mas konfirmasi sama Fani. Kamu kan tau, Mas di sini kerja terikat kontrak, jadi nggak bisa pulang seenaknya, Dek.”

“Ah, nggak taulah, Mas! Gedek banget aku sama kamu! Istrimu itu memang cuma bisanya malu-maluin! Tapi kami malah santai saja!”

Klik!

Panggilan diakhiri begitu saja. Putri kesal karena reaksi Bima tetap sama. Tenang dan seolah tak terjadi apa-apa, padahal istrinya sedang disidang beberapa warga.

Bima kembali memutar video yang dikirimkan adiknya, dia memperhatikan dengan lamat. Benar bahwa Fani ada di sana, wanita yang dinikahinya bertahun-tahun itu sedang menutup wajahnya untuk menghindari kamera. Tak jelas apa yang dibicarakan dalam video berdurasi 58 detik itu, namun yang pasti dada Bima terasa sesak.

Berkali-kali dia mendapatkan kabar dan informasi tak sedap yang mengatakan bahwa istrinya berselingkuh. Tapi Bima menganggapnya sebagai kabar burung. Dia mencoba berpikiran positif dan terbuka, lagipula tak ada bukti nyata yang bisa dilihat dengan mata kepalanya. Fani pun berkata bahwa semuanya hanya fitnah, tapi sekarang melalui video singkat itu Bima mulai goyah. Apa benar istrinya se-durjana itu?

Di waktu yang sama dengan tempat berbeda. Seorang wanita cantik sedang duduk menutupi wajahnya dengan telapak tangan, sambil menunduk. Dia tak sanggup karena dicecar banyak pertanyaan yang datangnya bertubi-tubi.

“Terus gimana ini solusinya, Pak RT? Yang tegas dong! Wanita ini masih punya suami, tapi dia ga tel … suruh pacar saya datang ke rumahnya. Nggak tau malu, udah beranak juga! Kasih sanksi, dong! Arak aja keliling tanpa busana mereka berdua ini, biar kapok! Biar aja suaminya lihat, istrinya viral karena jarang dibelai!” ucap gadis berambut hitam yang tampak tersulut emosi itu dengan suara lantang. Sakit hatinya begitu mendalam. Hingga dia sangat marah saat tau sang pacar punya hubungan dengan wanita lain.

Fani mendongak, dia menggigit bibir sambil menggeleng lemah. “Jj–jangan, s-saya mohon jangan, Pak!”

***

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Long Distance Marriage (Ketika Istri Kesepian)   Bab 21. Salah Mengira

    “Kamu kemana aja dan kenapa kamu nggak ada, waktu Giselle dibawa ke rumah sakit? Sebenarnya apa saja yang kamu lakukan di luaran, Fan?” Suara tegas Bima membuat nyali Fani menciut.Bima memanggilnya dengan sebuah nama, hal yang hampir tak pernah terjadi dalam sejarah pernikahan mereka. Fani menyandarkan tubuhnya pada kursi besi yang berada di luar kamar. Dia pusing, bagaimana harus berkata-kata lagi agar suaminya percaya.“Iya, Mas, aku minta maaf aku pergi ke luar kota karena ingin bertemu dengan teman-teman lamaku. Kegiatanku ini juga positif kok, Mas. Kami rencananya ingin menggalang dana untuk Yayasan, juga hal-hal baik lainnya. Ehm, perasaan aku udah cerita banyak sama kamu waktu kamu pulang kemarin.” Fani menjeda kalimatnya.“Ya mungkin memang sudah menjadi nasib sialku saja, saat aku berada di luar rumah Giselle malah kondisinya semakin parah, hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Aku bener-bener minta maaf Mas, aku lalai menjaga Giselle dengan baik. Aku memang ibu yang tidak

  • Long Distance Marriage (Ketika Istri Kesepian)   Bab 20. Opname

    “Makasih ya, Kak Dika buat hari ini!” seru Fani dengan suara nyaring.“Sama-sama! Eits, jangan panggil Kak dong, kan tadi udah sepakat buat panggil nama aja. Kita kan juga nggak jauh-jauh amat terpaut usianya. Panggil nama aja biar lebih enak,” kata Dika.“Oke Dika. Sekali lagi, terima kasih.” Fani tersenyum. “Next kalau aku main ke kota ini lagi, kamu wajib siapkan waktu luang ya, spesial buat jadi tour guide ku seperti ini.”“Siap! Kabar-kabari aja pokoknya!” Dika mengacungkan jempol.Fani mengangguk, perempuan itu langsung melambaikan tangan dan membawa mobilnya membelah jalan raya. Pukul delapan malam Fani baru memasuki gerbang pintu tol. Perjalanan sampai ke rumah kurang lebih menghabiskan sekitar satu hingga satu setengah jam dari tol yang sekarang. Tergantung situasi dan kondisinya. Fani menyalakan ponselnya saat sudah berada di jalan tol. Dia mengambil rute kiri karena tak bermaksud untuk mendahului. Lagi pula dia juga tak berminat kebut-kebutan. Pelan-pelan saja asal sampai t

  • Long Distance Marriage (Ketika Istri Kesepian)   19. Dimabuk asmara

    “Sepertinya aku harus balik deh, Fan, udah hampir sore juga. Aku mau pulang dulu buat kasih ini ke anak istriku.” Dika melirik arloji di pergelangan tangannya lalu menunjuk paper bag yang diletakkan di kursi sampingnya.“Memangnya Kak Dika kerja di Perusahaan apa, sih?” tanya Fani ingin tahu.“Aku di bidang properti. Ya kerjanya santai, cuma kalau nggak kekejar targetnya ya aku nggak gajian, Fan. Kadang masuk juga absen aja gitu, atau kalau nggak ada prospek dan ketemu klien ya aku cosplay jadi kang ojek,” jawab Dika jujur.“Memangnya pernah gitu nggak gajian ya, Kak?” “Alhamdulillah belum pernah sih, Fan, aku selalu dapat customer ya meskipun kadang pernah nggak capai target. Tapi kan lumayan hasilnya bisa bikin dapur tetep ngebul. Sorry jadi banyak cerita gini sama kamu ya, Fan. Ini aja aku habis antar makanan ke rumah, rencananya mau keliling lagi cari customer sambil aktifkan aplikasi.” Dika menatap Fani sejenak, lalu menghabiskan sisa minumannya dalam gelas.“Kalau gitu biar aku

  • Long Distance Marriage (Ketika Istri Kesepian)   Bab 18. Masuk perangkap

    Bab 18. Masuk perangkap Semalam Fani memberikan Giselle obat penurun panas dua kali. Jadi pagi ini Giselle badannya hanya sumer meskipun tak seceria biasa. Fani sedikit lega karena rencananya dia akan pergi bertemu dengan tambatan hatinya. Berkat koneksinya, akhirnya Fani bisa juga menemukan keberadaan Dika. Andai kapan hari dia tak melihat Dika, mungkin keinginan untuk mengejar dan mendekati lelaki itu tak akan pernah terpikirkan oleh Fani.“Bu, aku mau pergi ke luar kota. Paling sampai di sini nanti jam 9 malam. Itu juga paling lama, aku titip Giselle bisa kan, ya? Upah lebihannya aku bayar di muka, ini!” Fani memberikan selembar uang berwarna merah pada Bu Nur. Wanita paruh baya itu juga langsung meraihnya. Selama ada uang, maka Bu Nur akan melakukan apa yang diperintahkan oleh majikannya itu. “Makasih, Fani.”Fani mengangguk. Tekadnya untuk bertemu dengan Dika sudah lebih dari bulat. Antara rindu, ingin beramah tamah dan menjalin hubungan dekat dengan pria itu, adalah impiannya.

  • Long Distance Marriage (Ketika Istri Kesepian)   Bab 17. Lalai

    Fani pulang dengan sejuta pertanyaan. Pasalnya, tadi Pak U'ut berkata bahwa dia tak memiliki nomor ponsel Dika ataupun tau tempat tinggalnya. Tapi kepastiannya ternyata Dika sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Hal itu tak membuat Fani menyerah walaupun dia sempat kecewa karena tambatan hatinya itu ternyata sudah berkeluarga. Fani masih bertekad untuk mencari tau tentang Dika. Ada ambisi yang menggebu-gebu untuk mendapatkan apa saja yang tak bisa diraihnya dulu.“Fan, ini Giselle kayaknya demam deh. Apa nggak sebaiknya kamu bawa ke dokter?” ujar Bu Nur.“Kasih aja obat penurun demamnya dulu, Bu, ada di kotak P3K yang rasa jeruk. Kalau 4 jam ke depan masih panas, minumkan lagi. Kita tunggu aja sampai besok, kalau masih demam juga baru aku bawa ke dokter,” kata Fani.Bu Nur hanya mengangguk saja. Dia menurut dengan apa saja yang dikatakan oleh majikannya.“Oke!” sahut Bu Nur. Dia langsung membalikkan badan untuk memenuhi ucapan Fani, memberikan obat sirup penurun panas untuk Gisell

  • Long Distance Marriage (Ketika Istri Kesepian)   Bab 16. kabar segar

    Berat bagi Bima meninggalkan anak istrinya untuk kembali mencari nafkah, namun hal itu harus dilakukan karena sudah menjadi tanggung jawabnya. Apalagi kebutuhan dan kepentingan lainnya semakin meningkat, seiring dengan pertumbuhan putrinya. Jadi Bima harus berupaya dan bekerja keras dari sekarang, agar masa depan anaknya terjamin.“Aku berangkat dulu ya, Sayang? Kamu jaga diri baik-baik di rumah, aku selalu merindukanmu dan Giselle,” ucap Bima saat berada di Bandara. Penerbangan pesawatnya masih satu setengah jam lagi, tak apa menunggu sambil bersantai di sana daripada ketinggalan nanti. Fani yang sudah bisa mengontrol perasaannya sejak pagi tadi pun mengangguk seraya tersenyum. Terbesit sedikit perasaan bersalah karena kemarin dia sempat kasar pada suaminya.“Iya, Mas! Kamu kerjanya semangat dan jangan lupa berdoa. Semoga suatu saat nanti kamu bisa kerja di sini tanpa kita harus LDM kayak gini, ya, Mas? Aku minta maaf soal kemarin, mungkin suasana hatiku sedang buruk,” kata Fani.Di

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status