Home / Male Adult / MALAM GILA DI RANJANG MERTUA / DIA TAK AKAN DIAM LAGI SEKARANG

Share

DIA TAK AKAN DIAM LAGI SEKARANG

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-03-05 18:36:52

​"Iya... kenapa memangnya, Mas?"

​Kepalang basah semuanya terbongkar, Nadia justru menyembunyikan rasa takutnya di balik keangkuhan yang menantang.

Namun Nadia tidak menyadari satu hal.

sesuatu di dalam diri Rama sudah berubah.

​Napas Rama tertahan. Tangannya mengepal kuat, urat-urat di lengannya menonjol, seolah siap melayangkan tinju ke wajah cantik yang penuh kebencian di depannya itu.

Alya yang memperhatikan dari samping merasa cemas; ia tak pernah melihat tatapan mata Rama ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BIRAHI ANGGITA

    Sofia langsung menepis tangan Rama dengan kuat. "Kurang ajar!" teriaknya. ​Tangannya melayang di udara, hendak mendaratkan tamparan keras. Namun dengan sigap, Rama menahan pergelangan tangan perempuan itu sebelum menyentuh kulitnya. Keduanya kembali saling tatap dalam ketegangan; tangan Sofia tertahan di udara, terkunci oleh cengkeraman Rama yang kokoh. ​Anggita hanya bisa diam menyaksikan perdebatan ibu dan saudara tirinya yang semakin sengit. Meski tampak takut, matanya tetap tak bisa berhenti mencuri pandang pada sosok Rama yang berdiri gagah di depannya. ​Rama tidak menggubris makian itu. Ia hanya memberikan tatapan remeh yang semakin membuat Sofia kalap. Perempuan itu berteriak memaki tanpa henti, membuat Anggita tersentak kaget. Ia cemas jika ayah tirinya akan mendengar keributan ini. ​"Sudah, Ma! Sudah! Nanti didengar oleh Papa!" bisik Anggita cepat sembari mengelus dada ibunya, berusaha menjauhkan Sofia dari jangkauan Rama. ​Rama hanya bisa terkekeh sinis. Baginya,

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MEMANCING GAIRAH KEDUA BETINA

    ​"Jangan cuci otak suami saya! Kenapa kamu harus muncul ke permukaan? Apa jangan-jangan kamu bukan putra kandungnya? Jangan-jangan kamu cuma pria miskin di luar sana yang kebetulan mirip dengan suami saya dan mengambil kesempatan ini dengan berpura-pura menjadi putranya yang hilang, ya?!" celoteh Sofia berapi-api, membuat telinga Rama panas mendengarnya. ​Bagaimana bisa seseorang memiliki pikiran selicik itu? batin Rama bertanya-tanya. ​Namun, ia tak mau ambil pusing dengan meladeni kedua perempuan cempreng itu. Rama tak peduli; ia kembali merebahkan diri dan mengangkat barbelnya berulang kali, mengabaikan ocehan Sofia yang semakin lama semakin tidak masuk akal. ​Beruntung, Rama adalah tipe pria yang irit bicara. Ia mampu tidak menggubris seseorang yang berada tepat di depannya, dan hal itu justru membuat Sofia merasa sangat rendah dan tidak dihargai. ​"Heh, kamu dengar saya tidak?!" tegur Sofia lagi, semakin kesal. ​Rama menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia menatap sekilas

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DUA PEREMPUAN ITU LAGI

    Sementara itu di sisi lain, kekalutan hati Alya berbanding terbalik dengan kondisi Rama. Pria itu tampak begitu tenang dan nyaman dengan earphone yang menyumbat kedua telinganya. ​Rama yang bertelanjang dada, terbaring telentang sambil mengangkat barbel di atas tubuhnya. Setiap kali beban itu didorong ke atas, otot-otot lengannya menegang jelas, memperlihatkan urat-urat kokoh yang terbentuk sempurna. Tubuhnya berkilau oleh peluh akibat sesi latihan intens sore itu, sementara napasnya terdengar berat dan teratur memenuhi ruangan. ​Dengan rambut yang acak-acakan, Rama menyeka keringat yang mengucur dari pelipis menggunakan handuk kecil yang sudah ia siapkan. ​"Ugh, lumayan untuk hari ini," desahnya pelan sembari menurunkan barbel, lalu mengangkatnya kembali seolah sedang memamerkan otot-otot kekarnya yang indah. ​Tanpa Rama sadari, sedari tadi sang papa telah berdiri di sampingnya. Pria paruh baya itu menatap lembut putra tunggalnya yang sangat mirip dengannya. Tak ada jejak waj

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   HILANG

    Suara hak tinggi beradu dengan lantai saat seorang wanita turun dari taksi. Ia melenggang masuk ke dalam mansion yang telah beberapa hari ditinggalkannya itu. Begitu menginjakkan kaki di lobi, ia langsung berpapasan dengan sang putri. ​"Ibu baru pulang?" tanya Nadia ketus. Tak ada sambutan hangat, pelukan, apalagi ucapan rindu yang terdengar. ​Alya tersenyum manis menanggapi ketidaksopanan itu. "Maaf ya, Ibu baru pulang," kekehnya, yang justru dibalas tatapan sinis oleh Nadia. ​"Enak ya, Bu, sudah tua masih keluyuran. gak ingat umur, apalagi anak!" sindir Nadia tajam. Alya hanya bisa menghela napas panjang. ​"Kamu gak mau sambut Ibu? Ibu baru saja sampai, lho." ​"Sudahlah, Bu, jangan manja pakai acara sambutan segala. Pergi juga alasannya gak penting. Lagipula, apa itu di tangan? Enak ya belanja-belanja, giliran anak butuh uang malah tak digubris!" Nadia terus berceloteh sinis, jelas sekali ia merasa iri. ​Alya tidak marah, ia justru tersenyum tenang. "Oh, ini?" ucapnya se

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   HAL YANG SIA SIA

    Dua hari sudah rama di Malaysia, dan Anggita benar-benar menjadi pelayan bagi Rama. Mulai dari menyiapkan segala keperluan, mencuci baju kotor, hingga membereskan piring bekas makan, semuanya ia babat habis. Hal itu cukup pembuktian pada Anggita jika Rama tidak akan pernah main-main dengan ucapannya. Di meja makan, seluruh hidangan untuk Rama disiapkan sendiri oleh Anggita. Melihat pemandangan itu, Sofia langsung meradang. Dengan wajah memerah menahan amarah, ia menggebrak meja dengan keras. Brak! ​Semua mata menoleh padanya, termasuk Tansri yang baru saja hendak menyuapkan potongan ayam bakar ke dalam mulutnya. ​"Apa-apaan kamu?" tanya Tansri heran. Matanya menatap tegas ke arah Sofia, membuat wanita itu sedikit gemetar. ​"Sayang, lihat! Kamu membiarkan putriku melayani putramu?" Sofia memprotes. Ia bahkan lupa siapa dirinya sebenarnya. Sesaat, ia tidak sadar bahwa sesayang apa pun Tansri padanya, pria itu tidak akan membiarkan siapa pun mengatur atau menginjak-injaknya.

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MENGERJAI ANGGITA

    Sementara itu, Rama menatap datar ke arah balkon. Tangannya meremas kuat pagar besi hingga buku-buku jarinya memutih. Ia menggertakkan rahang, merasa kecewa dengan perkataan papanya yang seolah-olah buta; membela kedua perempuan ular itu dan menyalahkannya terus-menerus. ​Ia tak bisa diam saja. Ia tak akan membiarkan papanya terjerumus lebih dalam. Apalagi ia tahu, di dalam aset kekayaan papanya, terdapat harta peninggalan mendiang ibunya—bahkan hampir seluruhnya adalah milik ibunya. ​"Bagaimana bisa Papa tak menyadari kelakuan mereka?" pikirnya heran. ​Namun, setelah merenung cukup lama, Rama mulai memahami. Tansri adalah pria yang hancur setelah kehilangan dua orang tersayangnya: Lili dan dirinya. Rama mengangguk paham; dulu Sofia datang tepat saat Tansri berada di titik terendah, saat ia kehilangan putra tunggalnya dan didera duka mendalam akibat kematian istrinya yang tragis. ​Di masa sulit itulah, Sofia dan Anggita memainkan peran dengan sangat sempurna sebagai istri dan

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PAMER

    Begitu mobil berhenti di depan mansion yang super mewah itu, Nadia kehilangan kata-kata. Matanya membulat sempurna menatap kemegahan bangunan di hadapannya. Tanpa memedulikan yang lain, ia langsung berlari masuk ke dalam. Di sana, dua orang pelayan sudah bersiap menyambut dan merapikan ruangan. Seb

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MERTUA YANG MASIH CEMBURU

    Suasana mansion yang semula hingar-bingar perlahan mulai mendingin. Nadia, dengan segala keangkuhannya, terus memacu kedua asisten rumah tangga baru itu bekerja tanpa henti hingga mereka harus pontang-panting melayani tamu. Baru setelah tengah malam, para tamu mulai berpamitan pulang. ​Saat di am

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MELUPAKAN SESUATU

    Matahari menyembul perlahan, cahayanya menembus tirai tipis dan jatuh lembut di wajah penghuni mansion mewah itu. Rama terbangun dengan tubuh yang terasa berat dan pegal. Sisa-sisa malam yang penuh gairah masih menyisakan jejak di setiap ototnya. Ia menghela napas pelan, lalu bangkit dari ranjang

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   KEKACAUAN LAGI

    Rama menghela napas pelan. Jemarinya terangkat, mengusap air mata yang nyaris jatuh di pipi mertuanya itu. “Aku tersenyum karena tadi melihat Ibu dari jauh,” ucapnya lembut. “Ibu terlihat begitu cantik, bahkan saat sedang marah. Bagiku, mereka semua gak ada apa-apanya dibandingkan Ibu.” ​"Bohon

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status