LOGINMelati adalah seorang gadis desa yang sangat cantik dan baik hati tetapi ia mempunyai trauma dengan laki-laki karena di acara pesta pernikahannya sang calon suami tidak hadir dan menghilang begitu saja. Hingga suatu ketika ia bertemu dengan Prayoga, yang mampu mengubah pendirian dan meluluhkan hatinya. Prayoga Dinata, seorang pewaris tunggal dari keluarga besar Mardi Dinata. Ia menolak dijodohkan dengan Laras, karena jatuh hati kepada Melati yang tak lain adalah putri seorang petani biasa, segala cara ditempuh oleh Prayoga agar dapat mendapatkan perhatian dan menikah dengan Melati termasuk meninggalkan rumah. Setelah perjuangan yang dilakukan Prayoga termasuk menentang Perjodohan dengan Laras dan perjuangan untuk mendapatkan cinta Melati akhirnya menemukan hasil, keluarga Prayoga akhirnya menyetujui hubungan mereka. Tetapi Melati hanya berpura-pura mencintai Prayoga untuk membalaskan dendamnya kepada keluarga Bagas, Dengan cara merebut Prayoga calon tunangan Laras, adik dari Bagas. Dengan kesungguhan dan ketulusan Prayoga akhirnya mampu meluluhkan hati Melati dan membuatnya mulai mencintai Prayoga. Namun ketika seminggu setelah pernikahan mereka, Melati bertemu kembali dengan Bagas dalam keadaan cacat. Akibat kecelakaan yang dialaminya pada hari pernikahannya dengan melati. Melati yang mengetahui peristiwa tersebut menjadi iba, tetapi ia tidak bisa melakukan apa-apa karena telah menjadi istri Prayoga. Bagas yang berusaha merebut kembali hati Melati akhirnya mempengaruhi Prayoga agar meragukan kesetiaan istrinya. Ia menganggap bahwa Bagas dan Melati ingin hidup bersama. Melati yang kecewa dengan pernyataan suaminya akhirnya kembali ke rumah keluarganya dalam keadaan hamil. Apakah Bagas akan mendapatkan hati Melati ? Dan akankah Prayoga akan menyadari kesalahannya ? Ikuti cerita selengkapnya.
View MorePrayoga tetap ingin berjuang untuk mendapatkan cinta sang pujaan hati, walau rencana pertunangan telah disusun rapi. Melati yang merasa rendah diri menolak cintanya, meskipun sebenarnya ia tidak peduli dengan perasaan melati terhadapnya. “Prayoga, bagaimana dengan keputusanmu? Apalah kau sudah memutuskan langkah apa yang akan kau ambil?” ibu memberondong Prayoga dengan beberapa pertanyaan. “Aku masih tetap dengan keputusanku ibu, aku tidak akan menerima perjodohan ini.” Prayoga menegaskan kepada ibu bahwa ia tetap teguh dengan keputusannya dan menolak perjodohan itu. “Apa kau yakin kau akan siap menerima segala konsekuensinya? Karena ayah dan kakekmu akan sangat marah.” Tegas ibu. “Aku siap menerima semua konsekuensinya, bu. Dan aku tidak akan pernah menyesal dengan keputusanku.” Sahut Prayoga. “Bahkan jika aku harus angkat kaki dari rumah ini semua akan aku lakukan Bu.” Lanjutnya. “Prayoga, hati-hati dengan ucapanmu? Kamulah satu-satunya pewaris tunggal dari keluarga Mardi Din
“Apa yang sedang kau pikirkan, Melati?” tanya Prayoga ketika melihat Melati tiba-tiba terdiam, hanyut dalam lamunannya.“Ah, tidak ada mas, hanya saja aku merasa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku. “ ucap Melati“Wajahmu terlihat sangat pucat dan kenapa tiba-tiba sikapmu terasa berbeda seakan sedang kebingungan.” Melati menangkap sikap Prayoga yang sedang gundah.Prayoga terkejut mendengar ucapan Melati, sebenarnya ia tidak ingin menceritakan masalahnya kepada Melati. Prayoga tidak ingin Melati jadi mengkhawatirkan semuanya.“Tidak ada apa-apa, semua akan berjalan dengan baik “ Prayoga berusaha menyembunyikan kekhawatirannya.“Tapi wajahmu telah menjelaskan semuanya Mas, tolong ceritakan kepadaku.” Melati yang menyadari ada sesuatu yang janggal, berusaha meminta Prayoga untuk berkata jujur.“Percayalah semua baik-baik saja, aku hanya sedikit lelah. Baiklah kalau begitu mari kita pulang. Aku ingin beristirahat di
“Apa yang sedang kau pikirkan, Melati?” tanya Prayoga ketika melihat Melati tiba-tiba terdiam dalam lamunannya.“Ah, tidak ada mas. hanya saja aku merasa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Wajahmu terlihat sangat pucat dan kenapa tiba-tiba sikapmu terasa berbeda seakan sedang kebingungan.” Melati menangkap sikap Prayoga yang sedang gundah.Prayoga terkejut mendengar ucapan Melati, sebenarnya ia tidak ingin mengatakan masalahnya kepada Melati. Prayoga tidak ingin Melati jadi mengkhawatirkan semuanya.“Tidak ada apa-apa, semua akan berjalan dengan baik “ Prayoga berusaha menyembunyikan kekhawatirannya.“Tapi wajahmu telah menjelaskan semuanya Mas, tolong ceritakan kepadaku.” Melati yang menyadari ada sesuatu yang janggal, berusaha meminta Prayoga untuk berkata jujur.“Percayalah semua baik-baik saja, aku hanya sedikit lelah. Baiklah kalau begitu mari kita pulang. Aku ingin beristirahat dirumah. Mungkin setelah beristirahat akan lebih baik.” Ujar Prayoga menghindari pertanyaan Mel
Bab 5. SESUATU YANG TERSEMBUNYI Prayoga terdiam sambil mendengarkan cerita ibu. Di dalam pikirannya apa yang diceritakan oleh ibu itu adalah kisah dari ayahnya contoh yang diberikan Ibu adalah seorang anak yang penurut secara tidak langsung Ibu menginginkan Prayoga menuruti kemauan sang kakek dan menerima perjodohan tersebut walaupun ibu tidak mengatakan apa-apa. Prayoga merasa bimbang untuk memutuskan apa yang akan ia lakukan walau di dalam hati kecilnya masih bersikeras untuk menolak perjodohan tersebut. Dan memperjuangkan rasa cintanya kepada melati gadis pujaannya Prayoga sudah berjanji kepada orang tua melati dan juga melatih untuk datang dan segera meminang melati Putri mereka. Sang Kakek tidak akan pernah membiarkan Prayoga menikahi Melati begitu saja kakek pasti akan marah besar. Akhirnya Prayoga memutuskan menentang perjodohan itu. Ucapan kakek masih terngiang-ngiang di telinga Prayoga. “Perempuan yang kau pilih itu tidak jelas bobot dan bibitnya. Ia dari keluarga biasa
“Melati sengaja menerima Mas Prayoga, kita akan lihat apa yang akan Melati lakukan selanjutnya.” Mata Melati menerawang membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.“Tetapi nduk, den Prayoga itu kelihatan sangat baik dan sepertinya dia serius dengan perasaannya terhadapmu.” Ujar bapak“Apa kuran
“Assalamualaikum selamat malam, pak.” Sapa Prayoga“walaikumsalam den Prayoga.” Jawab Bapak Melati“Silahkan masuk den, silahkan duduk” Bapak melati mempersilahkan Prayoga untuk duduk.“Iya pak” sahut Prayoga“Kalian dari mana saja, k
Melati hanya tersipu malu dan tidak berani menatap wajah Prayoga. Ia hanya sesekali mencuri pandang secara diam-diam. Binar bening dimatanya seolah menunjukkan bahwa perasaan melati pun sama seperti yang dirasakan oleh Prayoga.“Kamu belum jawab pertanyaanku?” seru Prayoga
"Naikkan gaji, tingkat kesejahteraan buruh. Gaji yang pantas fasilitas yang memadai akan menaikkan kinerja dan produktivitas kami para buruh” suara Melati menyerukan aspirasi buruh. Melati, 25 tahun yang bekerja sebagai buruh pabrik pengolahan teh. Ia memimpin demonstrasi mogok ma






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews