LOGINNamanya Abian Malik Guinandra. Remaja jangkung dengan paras tampan yang mempesona. Matanya indah, alisnya tebal menyiku, bibirnya merah muda nan mengoda. Semua yang ada di dalam diri seorang Abian Malik Guinandra adalah kesempurnaan yang dilukiskan semesta dengan sedikit menaruh kata 'berlebihan' di sana. Hanya saja, Malik itu sedikit konyol! Tingkah aneh dengan candaan tak lucu yang kadang membosankan. Menjadi point tersendiri yang menjadi keunikannya di usia remaja. Saudara tirinya adalah Xena Ayudi Bridella. Si cantik yang introvert. Tak menyukai dunia penuh keramaian dan orang-orang asing adalah alasannya menyembunyikan hubungan keluarga tak sedarah dengan Abian Malik Guinandra. Ya, Xena dan Malik adalah saudara tiri setara usia. Fakta mengejutkannya adalah Xena menyukai Malik, si saudara tirinya sendiri. Mencintai saudara tirinya dalam diam tentu adalah hal yang tak mudah untuk seorang gadis cantik bernama Xena. Hingga akhirnya, Xena memutuskan untuk melawan semesta dan mengakui segala perasaannya. Memperjuangkan semuanya hingga titik darah penghabisan. Simak bagaimana kisah si gadis cantik, Xena Ayudi dengan saudara tiri yang tampan nan mempesona, Abian Malik Guinandra. Akanlah Xena mampu meluluhkan hati Malik dan mendapatkan cintanya? Read only on My STEPBROTHER : Crazy Sexy Cool. Happy Reading. Salam Hangat, Lefkiilavanta.
View MoreIni bukan pertemuan mereka yang terakhir, itulah yang ingin Xena katakan lewat kehadiran dan tatapan matanya untuk Bara. Ia meminta polisi untuk menemui teman juga mantan kekasihnya itu. Perpisahan dan akhir sidang harus dirasakan dengan perasaan yang ikhlas dan lapang dada, Xena ingin memberikan kesan itu pada remaja yang baru saja meletakkan pantatnya di atas kursi. Bara tak berucap apapun. Ia terus memandang Xena. Wajahnya tak sesayu dan tatapannya tak senanar sebelumnya. Gadis itu lebih terlihat 'hidup' dengan polesan make up yang khas seorang Xena Ayudi Bridella. Suasana yang ia dapatkan dari Xena mulai kembali lagi."Kenapa lo menemui gue lagi?"Xena tersenyum manis. Ia meraih ujung jari Bara dengan perlahan-lahan. Remaja yang ada di depannya mulai menatap dengan aneh. Ia tak bergerak, terus mengikuti apa yang dilakukan Xena padanya sekarang. Gadis itu mulai menggenggam ujung jari-jari miliknya lalu menatap Bara dengan penuh kehangatan
"Pengadilan menyatakan terdakwa atas nama Haidar Bara Ivander terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan, penculikan dan penyekapan kelas ringan, serta penganiayaan kelas ringan. Untuk itu pengadilan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 10 tahun ditambah dengan pidana penjara 2 tahun dan ditambah dengan pidana penjara 6 bulan. Menetapkan lamanya terdakwa di tahan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan selama 2 tahun mengingat usia terdakwa yang masih remaja. Pengadilan memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan dengan denda sekurang-kurangnya adalah 20 juta rupiah. Demikian putusan pengadilan ditetapkan."Ketokan palu terdengar begitu tegas menggema di ruangan. Remaja jangkung dengan pakaian khas seorang tahanan kota itu hanya bisa mengangguk. Tak ada yang disanggah. Pengacaranya pun nampak diam dan mulai pasrah. Tak perlu waktu yang lama, tak perlu drama ini itu untuk mengurung si iblis
Rumput hijau yang menyejukkan mata dan hati. Mendamaikan perasaan yang sedang riuh bergemuruh di dalam jiwa saat ini. Malik memutuskan untuk mengikuti setiap langkah yang diambil oleh Zain pagi ini. Ia ingin berbicara banyak dengan laki-laki yang sudah menjadi temannya itu. Ia tak benar-benar membenci Zain. Hanya saja, siapa dingin Zain padanya membuat Malik menjadi sedikit jauh dari temannya itu. Sebenarnya di dalam lubuk hati yang dalam, ia tak pernah menyimpan dendam untuk remaja berponi naik ini. Hanya saja, ia iba. Zain terlalu lama menyimpan rasa sakitnya sendirian. Selepas kematian Tara, remaja itu menjauhi Malik dan memutuskan untuk menghilang dari peredaran. Baru beberapa bulan yang lalu ia kembali datang dengan Aksa yang membawanya penuh luka dan darah segar yang mengalir dari beberapa bagian tubuhnya.Memang, permusuhan keduanya sedikit unik. Tak ada pertengkaran juga perkelahian. Malik selalu memaafkan bagaimana perilaku Zain padanya. Toh juga, ada a
Semilir hawa bayu mengiringi langkah keduanya membelah trotoar jalanan yang menjadi jalur utama untuk mereka saat ini. Jalanan Kota Jakarta yang ramai, padat, dan tak pernah sepi juga sela. Selepas keluar dari bangunan kantor polisi, keduanya kini memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak dan mampir ke sebuah tempat untuk menikmati liburnya hari ini. Tanggal merah, hari penting untuk negara. Namun, surganya bagi para pelajar. Mereka diberi jeda satu untuk merilekskan otak dan hati mereka. Menikmati suasana kota di pagi hari sampai senja datang menutup kisah nanti sore. Malik dan Xena merasakan semua itu. Sedikit demi sedikit perasaan yang mengganggu di dalam hati mereka mulai hilang begitu saja. Semua masalah yang datang mulai surut bak gelombang air laut di malam hati. Rasanya sedikit tenang, mereka bisa menjalani hidup sesuai dengan apa yang mereka inginkan saat ini. Menjalin hubungan sederhana dan mulai merajut kasih juga cinta untuk melalui masa muda. Malik
"Mengapa lo harus membunuhnya?" Aksa menarik kerah baju milik Bara. Membawa tubuh remaja jangkung yang ada di depannya itu untuk datang mendekat padanya. Tatapan itu tak mau lagi di ajak bersahabat, Aksa menatap rajam paras tampan milik Bara. Bahkan sampai sekarang ini, setelah bertahun-tahun ber
Sinar mentari memulai segalanya. Hari cerah datang seakan-akan sedang menghina Xena yang sedang gundah hatinya saat ini. Gadis itu terus saja menatap jalanan yang ada di depannya dengan tatapan kosong. Sesekali helaan napas ringan muncul sebagai tanda gundah, gelisah, dan merana hatinya saat ini.
Pandangan matanya turun ke bawah. Dari celah-celah tirai yang terbuka, gadis itu terus saja menitikkan manik matanya untuk menatap kepergian mobil hitam bersama dengan remaja jangkung dan pria dewasa yang ada di dalamnya. Baru tadi pagi, dirinya berani berangkat ke sekolah bersama si saudara tiri
Jari jemarinya kuat meremas perban yang ada di dalam genggaman. Sudah lewat dari lima belas menit, tetapi Malik dan Aksa belum datang juga ke tempat ini. Xena tak ingin menunggu dalam diam seperti ini. Ia ingin berlari kembali ke tempat itu selepas memberikan salep luka di atas permukaan kulit wa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore