Share

Bab 80

Author: Joker Sarjana
last update publish date: 2026-09-13 21:38:19

Suara decit sepatu kulit menggema tajam di lantai marmer galeri seni Wasesa Art saat Maman melesat ke depan.

Gerakannya tidak lagi sekadar cepat, melainkan bagaikan bayangan hitam yang memotong ruang hampa. Di hadapannya, Guntur yang wajahnya dipenuhi amarah seketika terperanjat.

Insting pembunuh profesional yang telah ditempa bertahun-tahun dalam sindikat internasional berteriak memperingatkan bahwa pemuda di depannya bukanlah mangsa sembarangan.

DOR!

Satu tembakan dilepaskan Guntur dalam jar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Maman, Kamu Sungguh Hebat!   Bab 81

    "Lu beneran yakin mau langsung nyatronin markas besar Tuan Senjaya di pelabuhan selatan, Man? Itu bukan sekadar kelompok preman pasar lagi, lho. Dari informasi yang gua denger pagi tadi, markas mereka dijaga sama puluhan tentara bayaran eks-militer lengkap dengan kendaraan taktis lapis baja!"Togel menghentikan suapan bubur ayamnya di warung kaki lima dekat alun-alun kota, menatap Maman dengan mata melotot penuh kekhawatiran. Sendok di tangannya bahkan bergetar pelan.Maman yang duduk tenang di seberangnya hanya menyunggingkan senyuman tipis. Ia menyeruput teh tawar hangat sebelum menjawab, "Kalau kita cuma diam nunggu mereka nyerang rumah aman lagi, Ririn sama Lisa bakal terus-terusan hidup dalam ketakutan, Gel. Gua nggak mau itu terjadi.""Tapi kan nggak harus diserang sendirian juga, Man! Kita bisa lapor polisi atau intelijen militer!" protes Togel setengah berbisik agar tidak didengar oleh pembeli lain di warung tersebut."Polisi militer atau aparat lokal nggak bakal bisa tembus p

  • Maman, Kamu Sungguh Hebat!   Bab 80

    Suara decit sepatu kulit menggema tajam di lantai marmer galeri seni Wasesa Art saat Maman melesat ke depan. Gerakannya tidak lagi sekadar cepat, melainkan bagaikan bayangan hitam yang memotong ruang hampa. Di hadapannya, Guntur yang wajahnya dipenuhi amarah seketika terperanjat.Insting pembunuh profesional yang telah ditempa bertahun-tahun dalam sindikat internasional berteriak memperingatkan bahwa pemuda di depannya bukanlah mangsa sembarangan.DOR!Satu tembakan dilepaskan Guntur dalam jarak dekat, mengincar dada Maman tanpa ampun. Peluru berperedam itu melesat membelah udara dengan kecepatan tinggi.Namun, bagi Maman yang seluruh panca inderanya telah disempurnakan oleh kekuatan panca koin leluhur, lintasan peluru itu terlihat bergerak lambat, seolah berjalan dalam bingkai waktu yang melambat.Dengan sedikit geseran tubuh ke sisi kiri, Maman membiarkan angin panas peluru itu menyerempet jaket kulitnya. Dalam sepersekian detik berikutnya, jarak di antara mereka telah lenyap.Bugh

  • Maman, Kamu Sungguh Hebat!   Bab 79

    Matahari pagi di kota bersinar cerah, menghangatkan pelataran halaman rumah aman yang kini terasa jauh lebih tenang dari sebelumnya.Setelah insiden panjang di gua keramat Gunung Lembu, Maman menjalani hari-harinya dengan ritme yang lebih santai. Namun, kehidupan Maman tidak pernah benar-benar sepi dari gejolak.Di ruang tengah, Maman duduk bersila di atas karpet beludru, menyesap kopi hitam hangat sambil mengamati tanda rajah berbentuk bintang panca di telapak tangan kanannya yang sesekali berpendar samar.Di sekitarnya, Ririn sedang merapikan meja makan, sementara Lisa duduk di sofa sambil melipat pakaian bersih. Togel tampak mondar-mandir membawa koper kecil dengan ekspresi wajah gelisah."Man, lu beneran nggak pengen ngecek kabar kota pelabuhan sebelah? Gua barusan denger gosip dari tukang sayur keliling kalau daerah pesisir timur lagi heboh gara-gara 'Sindikat Naga Besi'," celetuk Togel membuka percakapan, melempar tatapan cemas ke arah Maman.Maman meletakkan cangkir kopinya ke

  • Maman, Kamu Sungguh Hebat!   Bab 78

    Permukaan air laut di dermaga tua itu beriak tenang setelah speedboat para penyelam bayaran kabur terbirit-birit.Togel berjalan mondar-mandir di tepi papan kayu yang lapuk, matanya menatap cemas ke arah air yang tampak gelap gulita di bawah sana."Man, lu beneran serius mau nyebur ke dasar laut malam-malam begini? Itu airnya item banget, kelihatan kayak tempat pembuangan limbah raksasa!" seru Togel cemas, kedua tangannya memegang kepala.Maman melepas jaket kulit hitamnya, melipatnya rapi, lalu meletakkannya di atas balok kayu dermaga. Ia meregangkan otot-otot bahunya sebentar sambil tersenyum tipis."Tenang aja, Gel. Kalau cuma air gelap doang mah nggak ada apa-apanya dibanding ngadepin preman bawa senjata.""Bukan masalah gelapnya, Man! Tekanan air di bawah sana kan tinggi! Lu bukan duyung atau Kapten Jacques Cousteau!" protes Togel lagi, panik setengah mati."Udah, lu tunggu di sini baik-baik sambil jagain motor. Jangan ke mana-mana, apalagi ngobrol sama hantu penunggu pelabuhan,"

  • Maman, Kamu Sungguh Hebat!   Bab 77

    "Man, sumpah ya, jantung gua mau copot tadi pas lu jalan santai ke depan laras pistol mereka!" teriak Togel histeris sambil mondar-mandir di ruang tengah, kedua tangannya mengusap wajah berkeringat dingin. "Lu kira itu main tembak-tembakan di rental ps, hah? Kalau tadi pelurunya beneran nembus dada lu gimana?!"Maman yang baru saja masuk kembali ke dalam rumah setelah melumpuhkan kedua agen bayaran itu hanya terkekeh kecil. Ia melemparkan kunci mobil sedan milik musuh ke atas meja kayu."Tenang aja, Gel. Gua udah baca pikiran mereka dari jarak sepuluh meter. Niat mereka cuma mau nyulik gua hidup-hidup, bukan langsung eksekusi mati. Jadi ritme tembakannya pasti bakal telat sepersekian detik."Ririn yang berjalan mendekat dari arah dapur langsung memukul pelan lengan kanan Maman dengan kesal, meski matanya tampak berkaca-kaca menahan cemas."Kamu tuh ya, emang paling jago bikin orang jantungan! Dibilangin jangan sok pahlawan, malah nantangin orang bawa pistol!""Iya, Man. Kalau tadi kam

  • Maman, Kamu Sungguh Hebat!   Bab 76

    Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam menuruni lembah dan keluar dari area hutan terlarang, Maman akhirnya tiba kembali di jalan raya aspal mulus wilayah perbatasan kabupaten.Ia menepikan motornya sejenak di sebuah warung kopi pinggir jalan untuk mendinginkan mesin dan melepas penat."Huh... lumayan juga perjalanan kemarin," gumam Maman pelan sambil memesan segelas es teh manis kepada pemilik warung.Begitu ia duduk di bangku kayu panjang warung tersebut, ponsel di dalam saku jaketnya tiba-tiba bergetar panjang. Maman mengeluarkan ponsel itu, melihat layar yang menampilkan nama Togel terpampang di sana.Tanpa buang waktu, ia langsung menekan tombol jawab dan mendekatkan ponsel ke telinganya."Halo, Gel? Ada apa telepon pagi-pagi? Jangan bilang rumah aman kena gerebek lagi?" sapa Maman langsung to the point.Suara Togel di ujung telepon terdengar tergesa-gesa dan setengah berbisik, seolah sedang mengendap-endap di suatu tempat. "Man! Syukurlah lu akhirnya angkat telepon! Lu di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status