Mari Bercerai, Tuan CEO Arogan!

Mari Bercerai, Tuan CEO Arogan!

last update최신 업데이트 : 2024-12-23
에:  Salwa Maulidya참여
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
8 평가 순위. 8 리뷰
118챕터
46.5K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

"Sekeras apa pun kau meminta berpisah denganku, jangan harap aku akan mengabulkannya!” Empat tahun menjalani pernikahan, Viona selalu merasa tidak dicintai oleh suaminya, Mark Dexter. Pria yang seharusnya menjadi pendamping hidupnya justru lebih memilih bersama wanita lain. Ketika Viona tengah merawat ibunya yang sakit, hatinya hancur melihat Mark menghabiskan waktu dengan Stella di rumah sakit yang sama. Dengan rasa sakit yang tak tertahankan, Viona akhirnya mengambil keputusan besar dalam hidupnya: bercerai dari Mark.

더 보기

1화

Bab 1: Permintaan Viona

[Gaunnya indah sekali, terima kasih, Mark.]

Viona tersentak begitu membaca pesan di ponsel Mark, suaminya. 

Tadi, Viona hanya sedang membereskan ruang kerja suaminya seperti biasa. Namun, ponsel suaminya ternyata tertinggal di ruang kerja, dan sebuah pesan muncul di layar. Dengan ragu, akhirnya Viona membuka pesan tersebut. 

Beberapa detik kemudian, sebuah pesan baru kembali muncul. Kali ini menampilkan sebuah foto seorang wanita mengenakan gaun mewah berwarna merah marun dengan senyum menggoda.

Namun, bukan senyuman wanita itu yang mengusiknya, melainkan gaun yang dikenakan wanita itu.

Selama empat tahun menjadi istri Mark Dexter, Viona belum pernah merasakan diberikan hadiah, terlebih gaun seindah itu.

Viona memandangi foto itu, matanya mulai berkaca-kaca. Perasaannya campur aduk antara marah, kecewa, dan hancur. Gaun itu begitu indah, lebih indah dari apa pun yang pernah ia miliki. Ironisnya, gaun itu bukan untuknya.

Gaun itu adalah hadiah untuk Stella. Dengan tangan bergetar, Viona meletakkan kembali ponsel Mark di meja kerja, lalu mendengar suara bel rumah berbunyi. Ia menghapus air matanya dan beranjak pergi dari ruang kerja.

Kemudian Viona kembali ke kamar, dan betapa terkejutnya ia melihat Mark yang baru keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggang.

“Mengapa kau begitu terkejut?” ujar Mark seraya berjalan menuju lemari pakaian. Mark memilih pakaian santai untuk malam ini.

“A-aku … baru saja membersihkan ruang kerjamu,” Viona tidak dapat menutupi rasa gugupnya, dipikirnya, Mark masih di dalam kamar mandi

"Mark, ada yang ingin aku bicarakan," kata Viona, suaranya bergetar sedikit.

Mark hanya menoleh sedikit ke arah Viona lalu berjalan melewatinya dan melepas handuk yang melilit bawah tubuhnya.

“Aku tidak suka berbasa-basi, Viona,” sahut Mark tanpa menoleh.

Sikap Mark saat ini masih sama seperti sejak awal pernikahan. Pernikahan mereka terjadi karena kecelakaan yang membuat mereka akhirnya dijodohkan. 

Meskipun begitu, Viona telah mencintai Mark sebelum mereka menikah. Setelah menikah, Viona berusaha menjadi istri yang baik, ia bahkan rela mengubur mimpinya demi menjadi istri yang patuh bagi Mark.

Setelah semua yang Viona lakukan untuk Mark, Mark tetap tidak berubah.

Viona teringat kejadian tiga tahun lalu, ketika pertama kali mengetahui sang suami berselingkuh dengan Stella, temannya.

Saat itu, ibu Viona jatuh sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Viona membutuhkan bantuan Mark, namun Mark berkata tidak bisa datang karena sedang ada perjalanan bisnis.

Keesokan harinya, Viona melihat artikel yang memberitakan bahwa Mark sedang berada di Kota Harmonia bersama Stella, sebuah tempat di Negara Astrea yang terkenal dengan pemandangannya yang indah.

Sejak saat itu, Viona sadar bahwa perhatian Mark lebih tercurah pada Stella.

Hanya saja, yang membuat Viona semakin tidak mengerti adalah mengapa Mark bisa menjadi dekat dengan Stella hingga saat ini.

Sebelum Viona sempat melanjutkan, ponselnya bergetar di meja rias, menampilkan nama yang sangat dikenalnya, Paman Andy.

Viona menghela napas dalam dan melirik ke arah suami yang sudah mengganti pakaiannya dan berjalan keluar kamar, seolah tidak peduli dengan apa yang ingin Viona bicarakan.

Viona menjawab panggilan tersebut dengan hati yang berat. "Halo, Paman," sapanya, suaranya terdengar lelah namun penuh harap.

"Viona, ada kabar tentang ibumu," suara Andy terdengar serak.

"Dokter mengatakan ia membutuhkan tindakan medis lanjutan. Biayanya cukup besar, Viona."

Darah Viona berdesir. Ibunya, Maria, telah dirawat di rumah sakit milik suaminya, Berlian Hospital, sejak sakitnya semakin parah.

“Paman, aku akan cari cara,” Viona berbisik, berusaha menenangkan diri meski hatinya bergemuruh.

Keluarga Viona sedang mengalami kehancuran. Ayah Viona ditahan karena tuduhan penggelapan dana investor, sementara ibunya jatuh sakit dan membutuhkan biaya lebih dari 50 juta setiap bulan untuk perawatan.

“Viona, dia suamimu, CEO Light Corp yang memiliki banyak perusahaan di berbagai sektor industri. Harta suami adalah milik istri juga. Kamu punya hak atas uangnya,” Paman Andy memaksa Viona untuk meminta uang kepada Mark.

Namun, bagi Viona, kenyataannya tidak sesederhana itu. Bagaimana bisa ia menganggap harta Mark sebagai miliknya ketika cinta yang seharusnya menjadi landasan pernikahan mereka tidak pernah ada? 

“Paman, akan aku kabari segera. Tolong jaga Ibu. Terima kasih, Paman.” Viona mematikan panggilan tersebut.

Dengan perasaan hancur, Viona memutuskan untuk menemui Mark. Seperti dugaannya, Mark berada di ruang kerja.

Dengan napas yang berat, Viona mengetuk pintu coklat di hadapannya sebelum masuk ke dalam, Viona melihat Mark yang tenggelam dalam tumpukan berkas dan layar komputer yang bersinar terang, dengan kacamata yang ia gunakan ketika membaca berkas-berkas penting.

"Mark, aku perlu bicara denganmu," suaranya terdengar lembut namun penuh keputusasaan.

Mark mengangkat pandangannya, melepas kacamata dan menyandarkan punggungnya ke kursi. Ia menarik napas dalam-dalam, seolah mengumpulkan pikiran-pikirannya lalu menatap Viona dengan tatapan datar. “Duduk.”

Viona menelan ludah, mengumpulkan keberanian, kemudian ia melangkah mendekat ke meja kerja Mark. "Mark, i-ibuku sedang—” perkataannya terpotong oleh dering ponsel Mark.

Dari posisinya, Viona melihat nama Stella di layar ponsel.

Mark melirik ke arah Viona, memberikan tanda bahwa ia harus menjawab panggilan tersebut. “Aku akan segera ke rumah sakit.” Panggilan itu pun terputus. Mark kembali mengalihkan pandangannya ke arah Viona.

“Aku harus pergi. Bicara saja lain kali,” tukasnya seraya meraih mantel. Mark berjalan melewati Viona.

“Mark, apakah kamu akan pergi untuk menemui Stella?”

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

리뷰더 하기

Lina Saarani
Lina Saarani
tamat 6/3/2025
2025-03-06 23:09:54
0
1
Zhen Zhen
Zhen Zhen
updateny gk rutin ya .bgus ceritanya
2024-11-22 16:49:13
2
0
Indah Kiranasari
Indah Kiranasari
seru bgt ini ceritaa .. keren authornya ..
2024-11-03 01:12:42
0
0
Yuri Oktaviani
Yuri Oktaviani
suka dgn bukunya. lanjutkan trus updatenya y kak
2024-11-02 00:05:39
0
0
Maharani Isabela
Maharani Isabela
best book. i like it
2024-11-01 00:45:59
0
0
118 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status