Se connecterSetiap kali ditanya, kenapa tak pernah meng-upload foto Luna di media sosial? Jawaban Rizky selalu sama; “Istriku bukan pajangan.” Ternyata, hal tersebut justru menjadi masalah untuk Luna, hingga ia menuduh Rizky malu memiliki istri seperti dirinya. Bahkan sampai mencurigai sang suami punya wanita idaman lain di luar sana. Perempuan itu jadi banyak tuntutan hanya karena ketidakpercayaan di dalam diri terlalu besar mempengaruhi, hingga akhirnya diri sendiri yang menyebabkan orang lain menertawakan keburukan yang selama ini dijaga oleh Rizky. Sanggupkah Rizky bertahan dengan perangai Luna yang berlebihan hingga tak lagi mennghargai cinta tulus yang telah diberikan?
Voir plusRizky bangun sebelum subuh dan tak mendapati Luna di sebelah pembaringan. Tangannya meraba lalu langsung bangkit karena takut terjadi apa-apa pada istrinya yang keras kepala itu. Cepat pintu kamar dibuka, lalu melongok ke ruang tamu. Rupanya, Luna sudah tertidur sendirian tanpa selimut di sofa. Kasihan.Rizky tiba-tiba saja merasa sangat bersalah. Ia tak tega melihat Luna seperti itu. Perlahan didekati, lalu tangan mengusap kepala sang istri. Seketika perempuan itu terjaga. Padahal, Rizky sudah tersenyum dan menghilangkan kejengkelannya semalam, tetapi sikap Luna yang menepis tangannya membuat perasaan lelaki itu terusik kembali.“Kamu masih mau masalah kita berlanjut?” tanyanya serius.Luna bangkit dari pembaringan, lalu pergi meninggalkan Rizky di ruang tamu tanpa berkata apa pun.“Mau ke mana lagi, Luna? Ini sudah pagi dan Abang pikir semua udah selesai. Ternyata kamu tetap aja keras hati dan melawan seperti ini,” ucap Rizky dengan sedikit mengeraskan suara sambil berdiri. Manik ma
“Sayang … Luna, Abang pengen bicara. Ke sini dulu. Kamu nggak bisa kayak gini terus, Yank.”Rizky masih mencoba menyabarkan hati. Ia harus mampu mengendalikan diri dan emosi. Jangan sampai membuat rumah tangga mereka jadi tidak harmonis hanya karena menuruti bisikan setan. Ia tak boleh seperti itu.Sementara Luna, tidak mau mendengarkan. Ia terus melangkah keluar dari kamar sambil terus menyeka air mata. Tak tinggal diam, Rizky pun menyusul.“Kamu kenapa? Cerita sama Abang. Kalau ada masalah, sebaiknya kita bicarakan baik-baik. Apa yang pengen kamu tanyakan?” Pria yang masih mengenakan seragam kerja, duduk di sebelah istrinya. Tadinya Luna hendak beranjak lagi, tetapi ditahan oleh Rizky. “Kamu jangan seperti ini terus, Yank. Jangan turuti kemauan setan untuk bertengkar dengan suamimu.”Luna menepis tangan Rizky. Namun, tenaganya kalah telak oleh sang suami. Pria itu memegangi dengan kuat, bahkan hendak memeluk istrinya.“Kalau kamu begini terus, jangan salahkan jika kita akan sering b
“Maaf, tapi saya nggak bisa. Istri saya nunggu di rumah. Ini udah terlalu malam.”Rizky tetap menolak. Imti dan Bayu yang mengendarai sepeda motor, mengelakson. Sedangkan Mirna suaminya sudah menunggu sejak tadi. Mereka pun telah pergi lebih dulu. Pak Kabid juga baru berlalu sebentar ini. Ia pikir semua bawahannya sudah bisa mengatur kepulangan masing-masing. Sama sekali tak terpikir ada satu yang tercecer—Zizi.“Abang. Mereka semua udah pulang. Aku takut tinggal sendirian di sini. Nanti kenapa-napa.”Kali ini Zizi benar-benar pias. Ia sungguh berharap Rizky akan memberi tumpangan. Walau pada awalnya hanya ingin modus. Sengaja pula tak membawa kendaraan seperti biasa, agar bisa nebeng dengan Rizky.Sejak berbalas pesan dengan Luna yang mengatasnamakan Rizky, semalam. Berakhir nomornya diblokir oleh Luna. Zizi jadi kian getol hendak mendapatkan pria incaran sepenuhnya. Tak peduli sudah beristri sekalipun. Terlebih di mata gadis itu, Luna tidak ada apa-apanya. Ia lebih cantik, jauh ket
Selepas Magrib, Rizky belum juga sampai di rumah. Ia sama sekali tidak memberi kabar apa pun kepada Luna, hingga membiarkan sang istri menunggu di rumah dengan perasaan resah. Ketika dihubungi, ponselnya tak aktif. Hal tersebut tentu saja membuat Luna kian dilanda gundah gulana. Pikirannya kembali berkecamuk. Lagi-lagi bayangan Zizi menari-nari di pelupuk mata. Perempuan itu sudah terang-terangan menunjukkan kesukaan kepada Rizky di media sosial. Siapa pun yang mengenal pria di balik foto blur, pasti bisa saja menebak.Luna menggeleng resah. Ia tidak bisa menelepon suami sendiri. Bahkan untuk pergi keluar pun ia tak berani. Langit sudah menggelap.Pada akhirnya, dia kembali merebahkan tubuh di sofa tamu. Jemari lincah mengetuk-ngetuk layar. Ia mengirimkan pesan untuk sang suami. Lelaki itu pasti bisa membaca setelah ponselnya aktif.[Abang, di mana? Kenapa teleponnya nggak aktif? Katanya janji pulang cepat. Aku udah masak banyak. Tapi nggak ada yang makan.]Luna memeluk sepi. Ia takut


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.